cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Penguatan Ketahanan Pendidikan Melalui Program Kesiapsiagaan Menghadapi Erupsi Gunung Merapi Di Kabupaten Sleman Rajanner Pangihutan Simarmata; Ficky Adi Kurniawan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.116407

Abstract

Gunung Merapi sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia menimbulkan tingkat kerentanan bencana yang tinggi di Kabupaten Sleman, khususnya pada sektor pendidikan di kawasan rawan erupsi. Sekolah-sekolah di wilayah tersebut menghadapi risiko fisik, gangguan proses pembelajaran, serta dampak psikologis, sehingga membutuhkan sistem kesiapsiagaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman dalam melaksanakan program kesiapsiagaan erupsi Merapi di lembaga pendidikan; (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya; dan (3) merumuskan strategi untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada analisis kelembagaan, meliputi kebijakan, strategi, dan koordinasi lintas sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman berperan penting dalam penguatan ketahanan pendidikan melalui edukasi kebencanaan, pelatihan teknis dan simulasi evakuasi, pendampingan penyusunan rencana kontingensi sekolah, serta monitoring dan evaluasi kesiapsiagaan satuan pendidikan di Kawasan Rawan Bencana III Gunung Merapi. Peran tersebut berkontribusi pada peningkatan kapasitas adaptif sekolah dalam menjaga keselamatan warga sekolah dan keberlanjutan proses pembelajaran di wilayah rawan bencana di Kabupaten Sleman. Implementasi program kesiapsiagaan masih menghadapi kendala multidimensi berupa keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan sumber daya manusia terlatih, lemahnya koordinasi lintas sektor, rendahnya persepsi risiko, serta belum konsistennya integrasi program dalam perencanaan pembangunan daerah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi lintas sektor melalui forum kolaboratif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, integrasi program kesiapsiagaan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, serta pemanfaatan teknologi informasi dan dukungan multipihak untuk membangun ketahanan pendidikan yang berkelanjutan.
Implementasi Usahatani Padi Sehat Mendukung Ketahanan Pangan Di Kabupaten Sleman, Yogyakarta Adi Prayoga; Nicky Oktav Fauziah; Sujono -; Rika Nalinda
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.116969

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas, pendapatan dan kelayakan usahatani padi sehat yang merupakan salah satu program yang dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan di kecamatan Kalasan, yang merupakan salah satu wilayah lokasi pelaksanakan program pengembangan usaha budidaya padi sehat kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis produktivitas, pendapatan, dan kelayakan usahatani padi sehat. Sampel dalam penelitian ini adalah petani anggota kelompok tani yang sampai dengan saat pelaksanaan penelitian secara konsisten menerapkan usahatani padi sehat sebanyak 12 orang dengan rincian yaitu petani desa Purwomartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 2 tahun sebanyak 4 orang, petani desa Tirtomartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 3 tahun sebanyak 4 orang, petani desa Tamanmartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 4 tahun sebanyak 4 orang, dan petani yang menerapkan usahatani padi konvensional dari ketiga desa masing-masing sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Produktivitas usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan produktivitas usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah 5,58 t/ha; 5,73 t/ha; dan 7,28 t/ha. Produktivitas usahatani padi sehat tahun keempat lebih tinggi dari produktivitas yang dicapai usahatani padi konvensional sebesar 5,94 t/ha, 2) Pendapatan usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan pendapatan usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah Rp 15.855.553,75; Rp19.818.937,50; dan Rp 45.806.191,51.  Pendapatan usahatani padi sehat tahn keempat lebih tinggi dari pendapatan yang dicapai usahatani padi konvensional sebesar Rp 25.443.277,78 dan 3) Nilai R/C usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan nilai R/C usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah 1,86; 2,41; dan 5,26. Nilai R/C usahatani padi sehat tahun keempat lebih tinggi dari nilai R/C yang dicapai usahatani padi kenvensional sebesar 2,93. Dengan nilai R/C >1 maka usahatani padi sehat menguntungkan dan layak dikembangkan. 
Representasi Perempuan: Peran Legislator dalam Memperkuat Ketahanan Sosial dan Demokrasi di Kota Cilegon Ika Arinia Indriyany; Ratu Inayah; Delila Putri Sadayi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.116972

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat lebih lanjut keterpilihan legislator perempuan pada Pemilihan Legislatif 2024 di Kota Cilegon termasuk memotret tantangan dan hambatan yang ditemui di tengah pusaran demokrasi lokal yang maskulin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya representasi perempuan yang duduk di kursi lembaga perwakilan. Kota Cilegon sendiri sebagai lokus riset pada periode 2019 dan 2024 hanya 4 dari 40 kursi (10%) yang berjenis kelamin perempuan. Representasi perempuan merupakan indikator penting menunjukkan sejauh mana demokrasi inklusif berjalan. Isu ini berkorelasi dengan lahirnya keberpihakan kebijakan publik pada isu perempuan dan anak. Meskipun sudah terdapat kebijakan afirmasi melalui UU Pemilu berupa partai politik harus mencalonkan perempuan minimal 30%, angka ini tidak selaras dengan angka keterpilihan perempuan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan multiple case study dimana peneliti membandingkan pola keterpilihan pada 2 (dua) legislator. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada legislator terpilih, pengurus partai, dan aktor kunci lain yang paham dinamika politik lokal di Cilegon. Metode ini diilih karena akan mampu melihat secara komprehensif proses keterpilihan legislator perempuan dan tantangan dalam membawa agenda representasi substantif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterpilihan legislator perempuan di Cilegon tidak semata ditentukan oleh adanya kebijakan afirmasi pencalonan. Keteprilihan legislator perempuan ditentukan oleh kombinasi rekam jejak kerja, kedekatan dengan konstituen, pengabdian pada masyarakat, jejaring sosial, serta kemampuan kandidat untuk menavigasi norma politik yang maskulin. Perempuan dengan perolehan suara tertnggi yaitu Qoidatul Sitta (3.368 suara) dan Abadiah (3.109 suara) menunjukkan bahwa legitimasi politik dirinya sebagai perempuan dibangun oleh kepercayaan publik, integritas, pengalaman sosial dan ikatan dengan masyaakat. Partai politik sebagai aktor intermediary memainkan peran yang strategis sebagai penyangga institusional melalui proses kaderisasi, strategi pemenangan dan kampanye calon. Kesimpulannya, keterpilihan legislator perempuan di Kota Cilegon menunjukkan bahwa demokrasi lokal tidak hanya berfokus pada representasi deskriptif. Persoalan representasi substantif berupa etika kerja dan integritas juga merupakan persoalan penting Representasi perempuan yang substansial berkontribusi pada tata kelola yang lebih inklusif, setara, dan berkeadilan serta memperkuat ketahanan sosial melalui lembaga-lembaga lokal, kohesi sosial, dan kebutuhan akan legitimasi politik.
Tantangan Reliabilitas OSINT dalam Intelligence Collection dan Implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah Jakarta Stanislaus Riyanta; Edison Guntur Aritonang2
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.117084

Abstract

Penggunaan Open Source Intelligence (OSINT) dalam praktik intelijen di Indonesia meningkat signifikan, khususnya dalam memantau dinamika Jakarta sebagai pusat saraf nasional. Namun, reliabilitas informasi dari sumber terbuka menjadi tantangan krusial bagi ketahanan wilayah Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan penggunaan OSINT dalam mendukung keamanan wilayah perkotaan yang kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, melalui survei terhadap 217 responden dari para profesional intelijen negara dengan pengalaman operasional di wilayah metropolitan Jakarta. Matriks Admiralty System digunakan untuk menilai reliabilitas sumber (A-F) dan kredibilitas informasi (1-6). Data kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dengan teknik statistik deskriptif berupa perhitungan rata-rata, frekuensi dan persentasi yang disajikan secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSINT dinilai sangat penting dengan skor rata-rata 4,35 dari skala 5. Meskipun demikian, ditemukan keraguan signifikan terkait keandalan informasi, yang penilaian rata-ratanya berada pada tingkat fairly reliable (C) dan kredibilitas possibly true (3) berdasarkan matriks Admiralty System. Temuan ini mengindikasikan bahwa 52% responden memprioritaskan akurasi di atas kecepatan, mengingat informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu instabilitas di wilayah urban. Untuk memperkuat resiliensi wilayah, penelitian ini merekomendasikan penerapan metodologi verifikasi yang lebih ketat melalui standar SANS Institute, integrasi teknologi analitik canggih, serta peningkatan kompetensi analisis untuk memitigasi risiko disinformasi yang berdampak pada Ketahanan Nasional.Kata Kunci: Admiralty System; Reliabilitas Informasi
Multikulturalisme dan Ketahanan Sosial: Strategi Integrasi Nasional dalam Konteks Perubahan Sosial di Ambon dan Sanggau Musdalipa Mudalipa; Eliza Meiyani; Munirah Munirah; Fadhil Hayan Mochammad
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.110088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi nasional dalam memperkuat ketahanan sosial di wilayah multikultural pascakonflik, dengan studi kasus di Kota Ambon (Maluku) dan Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat). Kedua wilayah ini dipilih karena memiliki latar belakang konflik sosial yang berbeda namun sama-sama merepresentasikan tantangan integrasi dalam konteks keberagaman etnis, agama, dan nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan data sekunder yang dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus melalui teknik analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nasional di Ambon berhasil didorong oleh sinergi antara intervensi negara, seperti pendidikan damai dan forum kerukunan umat, dan revitalisasi nilai lokal Pela Gandong sebagai instrumen sosial rekonsiliasi. Sebaliknya, di Sanggau, strategi integrasi cenderung bersifat top-down dan belum mengakomodasi secara penuh nilai-nilai hukum adat Dayak, sehingga ketahanan sosial rentan terganggu oleh konflik agraria dan eksklusi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi nasional sangat bergantung pada pengakuan substantif terhadap nilai lokal serta kolaborasi antara negara dan masyarakat. Rekomendasi mencakup penguatan kebijakan berbasis budaya, desain pendidikan multikultural kontekstual, dan pelibatan aktif lembaga adat dalam proses pembangunan sosial.
Inovasi Kelembagaan untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga (Studi Strategi Berkelanjutan Penurunan Stunting di Desa Suci Jember) Joni Murti Mulyo Aji; Sri Subekti; Diah Puspaningrum; Susan Barbara Patricia Sembiring Meliala; Widya Kristiyanti Putri; Nurul Dwi Novikarumsari
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.110507

Abstract

Stunting pada masa tumbuh anak masih menjadi tantangan besar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang menunjukkan bahwa kemandirian desa tidak otomatis menjamin ketahanan pangan rumah tangga maupun perbaikan status gizi. Penelitian ini mengkaji hubungan antara ketahanan pangan dengan prevalensi stunting sekaligus merumuskan model inovasi kelembagaan sosial-ekonomi dan pertanian yang terintegrasi. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini memadukan klasifikasi kemiskinan Sajogyo, analisis Location Quotient (LQ), dan uji Chi-square dengan thematic analysis dari diskusi kelompok terfokus, wawancara, serta observasi partisipatif pada desa agraris dengan prevalensi stunting yang tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses pangan bergizi pada rumah tangga berpendapatan rendah merupakan faktor dominan, dengan bukti statistik yang mengonfirmasi hubungan signifikan antara kemiskinan dan status gizi anak. Studi ini berkontribusi melalui perumusan model kelembagaan yang mengoptimalkan pekarangan, integrasi tanaman–ternak, pemanfaatan lahan tidur, dan distribusi pangan melalui koperasi desa. Model ini memberikan konseptual dan kebijakan bagi pengurangan stunting berkelanjutan serta penguatan ketahanan pangan pedesaan di negara berkembang.
Evaluasi Pengukuran IKD 71 Indikator Tentang Penanggulangan Bencana di Wilayah Kota Tangerang Selatan Meiladyastrinda Hapsari; Rachmadhi Purwana; Mizan Bustanul Fuady Bisri
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.110769

Abstract

Sejak tahun 2015, Indeks Ketahanan Daerah menggunakan IKD 71 Indikator telah diperkenalkan untuk digunakan secara nasional sebagai alat ukur ketahanan daerah menghadapi bencana. Hasil dari pengukuran ini juga ditargetkan menjadi acuan pembuatan program pengurangan risiko bencana. Namun pengukuran ketahanan dan manfaatnya belum banyak diketahui staf BPBD dan stakeholder di kabupaten kota meskipun pengukuran ketahanan membantu daerah untuk mengidentifikasi program prioritas yang dibutuhkan untuk kesiapsiagaan terhadap bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengukuran ketahanan bencana yang menggunakan IKD 71 Indikator dengan melihat perangkat IKD 71 Indikator dari konteks pengukuran, proses, input, dan produk yang dihasilkan dari pengukuran ketahanan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teori evaluasi yang digunakan adalah CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam. Proses pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam di tahun 2023 dengan informan yang berasal dari BNPB, BPBD, dan stakeholder daerah. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa konteks ketahanan dipahami oleh sebagian petugas BPBD dan stakeholder di Kota Tangerang Selatan namun pemahaman terhadap mekanisme pengukuran sangat terbatas sehingga pengukuran yang dilakukan belum menjadi prioritas kerja daerah dan penelitian merekomendasi perlunya upaya peningkatan pemahaman dan pemanfaatan nilai IKD 71 Indikator bagi OPD dan petugas BPBD agar pengukuran ketahanan dipahami dan dilakukan di Kota Tangerang Selatan.
Peran Strategis Kegiatan Ekstrakurikuler Pemuda untuk Ketahanan Identitas Lokal (Studi Tentang Resolusi Konflik Nilai Budaya dan Modernitas di SMA Informatika Ciamis, Jawa Barat) Egi Nurholis; Aan Anwar Sihabudin; Agus Budiman; Yat Rospia Brata; Soni Ramdani; Dede Ahmad Suryana
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.112355

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis pemuda dalam Paguyuban Puseur Galuh Pancaniti di Kabupaten Ciamis dalam meresolusi ketegangan antara nilai-nilai budaya lokal dan arus modernitas melalui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme internal paguyuban serta dampak kegiatan tersebut terhadap penguatan ketahanan identitas dan keberlanjutan budaya lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, sementara pengolahan dan analisis data dilakukan melalui analisis tematik interaktif guna mengidentifikasi pola, makna, dan dinamika peran pemuda dalam pelestarian budaya komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang difokuskan pada pelestarian seni, budaya, bahasa, dan tradisi lokal mampu memperkuat kesadaran budaya sekaligus mengakomodasi dinamika modernitas. Pemuda di paguyuban ini menjadi agen perubahan yang adaptif sekaligus penjaga nilai budaya yang relevan dalam konteks sosial kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis pemuda melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya merupakan elemen kunci dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas di masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan organisasi kepemudaan untuk merancang program pemberdayaan budaya yang berkelanjutan, memperkuat integrasi sosial, serta membangun ketahanan nasional berbasis nilai-nilai budaya.
Kapabilitas Dinamis dan Inklusivitas Budaya sebagai Fondasi Ketahanan Komunitas UMKM Kedai Kopi di Kabupaten Belitung Tsulis Amiruddin Zahri; Akbar Farid; Hanifa Intan Desiga; Khoerotun Nisa Liswati
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.112580

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kedai kopi di Kabupaten Belitung berkembang menjadi arenaekonomi dan sosial yang strategis, namun studi tentang kontribusinya terhadap ketahanan nasional melalui kapabilitasdinamis dan inklusivitas budaya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kedua faktor tersebutdalam memperkuat daya tahan UMKM terhadap perubahan sosial-ekonomi dan tekanan globalisasi. Metode yangdigunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi wawancara mendalam terhadap pelakuusaha kopi di Kabupaten Belitung, dan didukung data di Kota Pangkalpinang. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kapabilitas dinamis tercermin dalam inovasi produk, diversifikasi pasar, dan integrasi digital, sedangkaninklusivitas budaya tampak dalam toleransi antar-etnis, pelayanan berbasis kearifan lokal, dan solidaritas sosial diruang kopi. Kedua dimensi tersebut membentuk ekosistem UMKM yang tangguh, adaptif, dan inklusif. Penelitianini menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya dibangun melalui kebijakan negara, tetapi juga melaluipraktik ekonomi mikro berbasis nilai budaya dan solidaritas sosial. UMKM kedai kopi di Belitung menjadi simpulketahanan nasional berbasis komunitas yang memperkuat kohesi sosial dan kemandirian ekonomi rakyat.
Kearifan Lokal sebagai Fondasi Ketahanan Masyarakat Pesisir Menghadapi Ancaman Tsunami di Pesisir Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Fathin Aulia Rahman; Arief Wibowo; Abdul Haris Achadi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.112955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal sebagai fondasi ketahanan masyarakat pesisir Kabupaten Bantul dalam menghadapi ancaman tsunami. Latar belakang penelitian ini berasal dari tingginya ancaman bencana Tsunami di wilayah pesisir selatan Yogyakarta yang menuntut strategi mitigasi berbasis nilai lokal dan sosial budaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada 179 responden masyarakat pesisir serta didukung oleh analisis deskriptif dan interpretatif terhadap variabel pengetahuan lokal, keyakinan masyarakat, praktik adat, pola komunikasi, dan kepekaan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Keyakinan Masyarakat menjadi aspek paling dominan dengan nilai rerata indeks 4,13, khususnya indikator dorongan budaya/agama untuk gotong royong saat bencana (4,31) yang memperlihatkan kekuatan solidaritas sosial. Sementara itu, indikator kemampuan mengamati tanda-tanda alam (2,61) merupakan aspek terendah yang menandakan menurunnya pengetahuan ekologis tradisional. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai budaya dan spiritualitas masih menjadi kekuatan utama dalam membangun ketahanan sosial, namun perlu diimbangi dengan revitalisasi pengetahuan lokal dan penguatan sistem peringatan dini. Kesimpulannya, sinergi antara kearifan lokal dan teknologi modern menjadi kunci penting dalam membangun resiliensi masyarakat pesisir terhadap ancaman tsunami. 

Filter by Year

1996 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026) Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue