cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 4 (2024)" : 27 Documents clear
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING MATERI LINGKARAN DI MTs NEGERI AMBON Rusmin Madia; Abdul Manaf; Syamsu Alam; Mariana Mariana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9077

Abstract

Menyajikan pelajaran lingkaran di kelas dengan mengaitkan pada konteks dunia nyata akan membuat siswa tertarik dengan  materi tersebut, namun hal tersebut kurang dilakukan oleh guru. Pembelajaran dengan menggali daya berpikir tinggi perlu dilakukan salah satu caranya dengan menggunakan pendekatan problem posing dan pembelajaran berbasis kontekstual. Namun kenyataannya pembelajaran kontekstual dan  pendekatan problem posing kurang dilakukan dan pembelajaran cenderung monoton. Untuk meningkatkan minat belajar dan membangkitkan daya berpikir siswa perlu dibuat suatu  perangkat pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengambil model pengembangan 4D Thiagarajan & Summel. Pengembangan akan dilakuakan pada lembar kerja siswa berbasis kontekstual (LKS-BK) dengan pendekatan problem posing materi lingkaran di MTs. Negeri Ambon. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan LKS-BK dengan pendekatan problem posing materi lingkaran yang valid, praktis. Lembar validasi untuk mengukur validitas perangkat yang dikembangkan, lembar angket siswa untuk mengukur kepraktisan perangkat yang dikembangkan. Subjek uji coba di kelas VIIIA MTs. Negeri Ambon sebanyak 35 siswa.  Validasi dilakukan pada LKS-BK dengan pendekatan problem posing dan diperoleh hasil validasi  87,20 (kriteri sangat Valid), hasil angket respon siswa diperoleh 82,74 (kriteria sangat praktis). Dengan demikian produk yang dihasilkan telah memenuhi kriteria valid, dan Dapat disimpulkan bahwa perangkat LKS-BK dengan pendekatan problem posing efektif meningkatkan minat belajar siswa dan mampu membangkitkan daya berpikir tinggi siswa pada materi lingkaran.   Presenting circle lessons in the classroom with real-world contexts engages students, but this approach is rarely used by teachers. Higher-order thinking skills should be developed through problem-posing and contextual learning methods. However, these methods are often neglected, resulting in monotonous learning experiences. To enhance students' interest and stimulate their thinking, a new learning tool is essential. This research uses the 4D development model by Thiagarajan & Summel to create contextual-based student worksheets (LKS-BK) with a problem-posing approach for circle material at MTs. Negeri Ambon. The aim is to produce LKS-BK that are both valid and practical. Validation sheets measure the validity of the materials, while student questionnaires assess their practicality. The study involved 35 students from class VIIIA at MTs. Negeri Ambon. The validation process for the LKS-BK with a problem-posing approach resulted in a score of 87.20, indicating very valid criteria. The student response questionnaires scored 82.74, reflecting very practical criteria. These findings indicate that the developed product meets the necessary standards of validity and practicality. In conclusion, the LKS-BK with a problem-posing approach effectively increases students' interest in learning and enhances their higher-order thinking skills in circle material. By integrating real-world contexts and active learning strategies, this tool addresses the limitations of traditional teaching methods and provides a more engaging and effective learning experience for students
THE EFFECT OF PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) USING PIZZALUV-MATHEMATICS MEDIA ON SELF-EFFICACY AND 4C SKILLS Akhsanul In'am; Moh. Mahfud Effendi; Rani Darmayanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.11230

Abstract

In the era of modern education, effective instruments to measure 4Cs and students' self-efficacy are urgently needed. This study aims to (1) compare the mathematics skills of students taught using the PjBL model with Pizzaluv-Mathematics media and students taught using the PBL model; (2) measure the effect of PjBL on students' self-efficacy; and (3) evaluate the impact of PjBL on 4Cs. This study was conducted on twelfth-grade students at MAN 2 Malang, Indonesia, in the context of algebraic function limits. Pizzaluv-Mathematics media is designed to help students complete learning projects through communication, collaboration, and critical and creative thinking in making a "Love" shaped math pizza using visual media. This study used a quasi-experimental design involving 72 students divided into an experimental group (PjBL) and a control group (PBL) based on pre-existing class divisions. Data were collected using tests and questionnaires to measure self-efficacy and 4C abilities. Self-efficacy was assessed using a standard scale with proven validity and reliability, while 4C skills were measured through performance tasks and peer evaluations with strict objectivity standards. Two-way analysis of Variance (ANOVA) showed a significant difference in mathematics learning ability that favored the PjBL model using Pizzaluv-Mathematics media (p < 0.05, η² = 0.11). The results of one-way ANOVA also showed significant differences in 4C ability and self-efficacy between student groups (p < 0.01). In addition, Pearson correlation analysis revealed a strong positive relationship between 4C ability and self-efficacy (p < 0.01). The findings of this study indicate that the PjBL model using Pizzaluv-Mathematics media positively impacts students' self-efficacy and 4C ability.Di era pendidikan modern, instrumen yang efektif untuk mengukur 4C dan efikasi diri siswa sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membandingkan keterampilan matematika siswa yang diajarkan menggunakan model PjBL dengan media Pizzaluv-Mathematics dan siswa yang diajarkan menggunakan model PBL; (2) mengukur pengaruh PjBL terhadap efikasi diri siswa; dan (3) mengevaluasi dampak PjBL terhadap 4C. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas dua belas di MAN 2 Malang, Indonesia, dalam konteks limit fungsi aljabar. Media Pizzaluv-Mathematics dirancang untuk membantu siswa menyelesaikan proyek pembelajaran melalui komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis dan kreatif dalam membuat pizza matematika berbentuk "Love" menggunakan media visual. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental yang melibatkan 72 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (PjBL) dan kelompok kontrol (PBL) berdasarkan pembagian kelas yang sudah ada sebelumnya. Data dikumpulkan menggunakan tes dan kuesioner untuk mengukur efikasi diri dan kemampuan 4C. Efikasi diri dinilai menggunakan skala standar dengan validitas dan reliabilitas yang terbukti, sementara keterampilan 4C diukur melalui tugas kinerja dan evaluasi rekan sejawat dengan standar objektivitas yang ketat. Analisis Varians Dua Arah (ANOVA) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan belajar matematika yang mendukung model PjBL menggunakan media Pizzaluv-Matematika (p= 0,004, η² = 0,11). Hasil ANOVA satu arah juga menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan 4C dan efikasi diri antara kelompok siswa (p= 0.001). Selain itu, analisis korelasi Pearson mengungkapkan hubungan positif yang kuat antara kemampuan 4C dan efikasi diri (p= 0,01). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model PjBL menggunakan media Pizzaluv-Matematika berdampak positif terhadap efikasi diri dan kemampuan 4C siswa.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASSESMEN DIAGNOSTIK MATEMATIKA UNTUK MENDESAIN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR Tyas Deviana; Nawang Sulistyani; Falistya Roisatul MN; Mochammad Archi Maulyda
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9773

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang masih ditemukan beberapa masalah dalam implementasinya. Salah satu kebingungan yang dirasakan guru adalah menyusun instrumen asesmen diagnostik yang digunakan sebagai dasar penyusunan pembelajaran berdiferensiasi khusunya pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen assesmen diagnostik matematika yang dapat digunakan untuk memetakan kemampuan awal dan mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Desain penelitian yang digunakan sesuai dengan model ADDIE mulai dari analisis hingga menghasilkan produk yang dibutuhkan kemudian di uji kelayakannya. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi pembelajaran, wawancara, serta hasil analisis tes asesmen diagnostik kepada peserta didik. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan instrumen asesmen diagnostik yang telah diuji secara empiris untuk mendukung pengajaran matematika yang efektif dalam merespon keunikan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Tes diagnostik yang dihasilkan memberikan wawasan yang penting bagi guru mengenai pola kesulitan belajar yang sering muncul, seperti dalam pemecahan masalah atau pemahaman konsep bilangan. Hal ini dapat digunakan guru untuk memetakan materi prasyarat sehingga dapat mendesain pembelajaran berdiferensiasi yang tepat. Guru dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran yang responsif dan adaptif dengan kebutuhan peserta didik. Instrumen asesmen diagnostic ini digunakan guru sebagai dasar desain pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar baik secara konten, proses dan produk. Rekomendasi penelitian selanjutnya yaitu melakukan studi komparatif untuk mengeksplorasi efektivitas instrumen asesmen diagnostic matematika dalam jenjang kelas yang berbeda untuk memperluas penerapannya dalam kurikulum.
CASE BASED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KOMUNIKASI MATEMATIS Rahmad Bustanul Anwar; Dwi Rahmawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.11165

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Melalui penguasaan komunikasi matematis yang baik, mahasiswa akan menyampaikan konsep-konsep matematika dengan baik dan benar. Case based learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat memfasilitasi berkembangnya kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dirancang untuk mengamati peningkatan aktivitas belajar dan kemampuan komunikasi mahasiswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model case based learning. Penelitian ini melibatkan 15 mahasiswa yang menempuh mata kuliah statistika. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar mahasiswa dengan model case based learning. Selanjutnya diakhir pembelajaran diberikan soal tes untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa case based learning dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Peningkatan aktivitas dalam pembelajaran dengan model case based learning terjadi pada seluruh aktivitas. Terdapat dua aktivitas belajar yaitu pengajuan gagasan dan perumusan solusi yang perlu dibutuhkan strategi dan penguatan oleh dosen agar dapat meningkat tiap siklus. Sedangkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis terjadi pada tiap siklus. Rata-rata hasil tes komunikasi matematis meningkat tiap siklus.
ANALISIS PROSES BERPIKIR KOMPUTASI SISWA PADA MATERI BARISAN ARITMETIKA BERDASARKAN KECERDASAN MAJEMUK Rosevita Melati; Toto Nusantara; Mochammad Hafiizh
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9189

Abstract

Kemampuan berpikir komputasi adalah keterampilan yang dibutuhkan pada pembelajaran di Abad 21. Berpikir komputasi menjadi keterampilan penting untuk melatih siswa menyelesaikan masalah, sedangkan setiap siswa memiliki kecerdasan majemuk yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir komputasi pada barisan aritmetika berdasarkan kecerdasan majemuk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan berdasarkan kecerdasan majemuk siswa. Berdasarkan purposive sampling terpilih 6 partisipan, meliputi dua partisipan dengan kecerdasan visual spasial, dua partisipan dengan kecerdasan verbal linguistik, dan dua partisipan dengan kecerdasan logis matematis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Analisis data terhadap proses berpikir komputasi siswa dilihat berdasarkan kecerdasan majemuknya yaitu visual spasial, verbal linguistik, dan logis matematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses berpikir komputasi ketiga kategori siswa dimulai dengan mendekomposisi masalah. Pada tahap berpikir algoritma siswa dengan kecerdasan visual spasial melakukan pengenalan pola dengan baik, siswa dengan kecerdasan verbal lingustik menggunakan kemampuan pemahaman ilustrasi soal untuk menyelesaikan masalah selanjutnya mengabstraksi informasi soal menggunakan istilah matematis untuk menemukan generalisasi rumus umum. Siswa dengan kecerdasan logis matematis berpikir melakukan abstraksi dan generalisasi menggunakan simbol matematis. Pada tahap debugging tidak dilakukan oleh seluruh siswa sehingga siswa memperoleh hasil akhir yang kurang tepat. Computational thinking ability is a skill required in 21st-century learning. Computational thinking becomes an important skill to train students in problem-solving, especially because each student has diverse multiple intelligences. This study aims to describe the process of computational thinking in arithmetic sequences based on multiple intelligences. This research is a qualitative descriptive study. Participants in this study were selected using purposive sampling techniques based on students' multiple intelligences. Six subjects were chosen using purposive sampling, including two with visual-spatial intelligence, two with verbal-linguistic intelligence, and two with logical-mathematical intelligence. Data collection approaches included tests and interviews. Data analysis on the process of students' computational thinking was viewed based on their multiple intelligences, such as visual-spatial, verbal-linguistic, and logical-mathematical. The analysis results revealed that the computational thinking process of the three student groups began with dissecting the problem. Visual-spatial intelligence students excelled at pattern detection throughout the algorithmic thinking level. Students with verbal-linguistic intelligence solved the problem by first understanding the illustration and then abstracting the problem information using mathematical words to create generalizations of general formulas. Students with logical-mathematical intelligence think by performing abstraction and generalization using mathematical symbols. The debugging stage was not performed by all students, resulting in less accurate final results.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATEMATIKA TEKNIK MESIN BERBASIS PROBLEM SOLVING Indah Riezky Pratiwi; Elisa Mayang Sari; Novitasari Novitasari; Licia Christianty
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9128

Abstract

Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas kelas dan pencapaian belajar dalam mata kuliah Matematika, ditemukan bahwa seluruh mahasiswa (100%) mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah. Kesulitan ini perlu segera diatasi, mengingat pentingnya keterampilan pemecahan masalah dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil melalui penelitian dan pengembangan mencakup pembuatan buku ajar matematika teknik mesin berbasis problem solving yang memenuhi kriteria validitas dan kepraktisan. Pengembangan buku ajar ini menggunakan metode penelitian design research dengan jenis development study yang meliputi tahap preliminary, perencanaan, evaluasi formatif, dan prototyping. Berdasarkan hasil review dari para ahli, buku ajar ini dinilai sangat valid. Secara bersamaan, buku ajar diuji coba pada lima mahasiswa untuk menilai keterbacaannya, dan hasilnya menunjukkan bahwa buku ajar tersebut tergolong sangat praktis. Hasil uji coba one-to-one mengungkapkan bahwa penerapan langkah-langkah pemecahan masalah yang sistematis, seperti memahami masalah, merancang rencana, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi kembali, membantu mahasiswa mencapai solusi yang lebih tepat. Temuan juga menunjukkan bahwa penerapan langkah-langkah tersebut meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian, buku ajar ini memenuhi standar validitas dan kepraktisan.Based on observations of classroom activities and learning outcomes in the Mathematics course, it was found that all students (100%) experienced difficulties in problem-solving. Given the importance of problem-solving skills in preparing students for the workforce, this issue must be addressed promptly. Therefore, the steps taken through research and development involved creating a mathematics textbook for mechanical engineering based on problem-solving that meets the criteria of validity and practicality. The development of this textbook employed a design research method with a development study approach, including several stages: preliminary, planning, formative evaluation, and prototyping. Based on expert reviews, it was concluded that the developed textbook is highly valid. Simultaneously, the textbook was tested with five students to assess its readability, and the results showed that it was efficient. The results from the one-to-one trial revealed that applying systematic problem-solving steps, such as understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and looking back, helped students arrive at more accurate solutions. Other findings also indicated that following these steps increased students’ confidence in solving problems. Therefore, it can be concluded that the mathematics textbook for mechanical engineering based on problem-solving meets the standards of validity and practicality.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI STATISTIK MAHASISWA Syita Fatih &#039;Adna; Aprilia Nurul Chasanah; Umi Muyasaroh
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9059

Abstract

Mata kuliah Statistika Penelitian Pendidikan memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa untuk menyusun skripsi. Namun, pada kenyataannya, meskipun mahasiswa merasa memahami materi yang diajarkan selama perkuliahan, mereka sering kali menghadapi kesulitan saat harus menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam konteks atau kasus berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan e-modul berbasis Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan literasi statistik mahasiswa pada mata kuliah ini. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi lima tahap: analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (develop), implementasi (implement), dan evaluasi (evaluate). Hasil pengembangan menunjukkan bahwa validasi ahli media memperoleh skor 0,84, yang dikategorikan sangat valid, begitu pula validasi ahli materi yang mendapatkan nilai 0,84 dengan kategori yang sama. Selain itu, angket respon mahasiswa memberikan hasil sebesar 85,3%, yang termasuk dalam kategori sangat praktis, sehingga e-modul berbasis RME ini dianggap praktis dan menarik untuk digunakan dalam pembelajaran. Tes kemampuan literasi statistik menunjukkan peningkatan dengan nilai N-Gain sebesar 0,691, yang tergolong dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, e-modul berbasis RME dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi statistik mahasiswa.The Educational Research Statistics course played a crucial role in preparing students to write their theses. However, in practice, although students felt they understood the material presented during lectures, they often struggled to solve problems in different contexts or cases. This study aimed to evaluate the validity, practicality, and effectiveness of an e-module based on Realistic Mathematics Education (RME) in improving students' statistical literacy in this course. The research followed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model, which consisted of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of this development research indicated that media expert validation scored 0.84, categorized as very valid, and material expert validation also scored 0.84 with the same category. Additionally, the student response questionnaire showed a result of 85.3%, categorized as very practical, which meant the RME-based e-module was practical and engaging for use in the course. A statistical literacy ability test revealed an N-Gain score of 0.691, indicating a moderate level of improvement. Based on these findings, the RME-based e-module was considered valid, practical, and effective in enhancing students' statistical literacy.
DEVELOPMENT OF A NUMERACY LITERACY BASED MATHEMATICS TEST ASSESSMENT ON INTEGERS IN PRIMARY SCHOOLS Mohammad Yusuf Randy; Sukoriyanto Sukoriyanto; Sri Rahayuningsih; Radeni Sukma Indra Dewi; Shirly Rizki Kusumaningrum
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9797

Abstract

One of the mathematics materials students considers difficult is integer material. This affects the results of AKM Numeracy, which is not optimal, especially in the number domain. This study aimed to develop a numeracy literacy-based mathematics test instrument on whole number material in grade V elementary school. This type of research is Research & Development with the development stages of the Thiagarajan 4D model (defining, designing, developing, and disseminating). The instruments developed include question grids as guidelines for making questions, questions and answer keys to test students' numeracy skills and scoring guidelines as a tool for giving student scores. The number of questions developed was three multiple-choice questions and seven complex multiple-choice questions. The principal and fifth-grade teacher validated this test instrument and obtained very valid results. The instrument was tested on fifth-grade students of SDN Kasembon 3 in the 2023/2024 school year and received the results of the item validity test getting a valid level on each item, the reliability test getting a high level, the differentiator test getting a sufficient and reasonable level, and the difficulty test getting an easy and moderate level. So, this numeracy literacy-based mathematics test instrument on integer material is feasible and can measure numeracy skills very well
INTERACTIVE LEARNING USING GEOGEBRA SOFTWARE TO INCREASE MOTIVATION OF NATIVE PAPUAN STUDENTS IN LEARNING MATHEMATICS Teguh Santoso; Deni Yuliani; Khusnul Arisma
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9654

Abstract

Papua students are still less motivated to take mathematics lessons. Students feel that mathematics is difficult and boring, so they are less interested during the mathematics learning process. The aim of this research is to increase the learning motivation of native Papuan students towards mathematics subjects using Geogebra software. The method in this research is classroom action research. This research will be carried out at SMA N 1 Warmare. The subjects used in this research were native Papuan students in class X at SMA N 1 Warmare. Data collection methods in this research include observation, questionnaire and documentation methods. The data analysis technique in this research uses descriptive analysis, namely qualitative data from observations and quantitative data from the results of the mathematics learning motivation questionnaire. In the pre-cycle, students' motivation towards mathematics was still weak on average, then in cycle 1 students' motivation to learn mathematics increased with an average of strong category, but there were still some students who had sufficient and weak motivation towards mathematics, this was shown with still the lowest score of students in the weak category. In cycle 2 there was a fairly high increase in student learning motivation, with the majority of students having a very high category, this was proven by the fact that there were no students who had weak motivation to learn mathematics. Students have also been active in participating in the learning process. Learning using Geogebra software can increase the motivation of native Papuan students in learning mathematics
PENGEMBANGAN LKPD FUNGSI KUADRAT BERBASIS PEMBUKTIAN DENGAN MODEL ARGUMENTASI TOULMIN UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN ARGUMEN MATEMATIS Debi Suci Putri; Cecil Hiltrimartin; Yusuf Hartono; Nyimas Aisyah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9181

Abstract

Riset berikut tujuannya guna memperoleh LKPD berbasis pembuktian fungsi kuadrat di SMA yang valid dan praktis serta mempunyai efek potensial pada kemampuan argumentasi matematis pelajar. Riset diperlukan lantaran kemampuan argumentasi matematis pelajar yang termasuk rendah dan belum adanya bahan ajar yang dapat mendukung kemampuan argumentasi matematis pelajar. Jenis riset yang dipakai ialah studi pengembangan bermodel Tessmer yang tersusun atas evaluasi pendahuluan dan formatif. Subjek dalam riset yakni pelajar kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palembang semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada riset berikut yakni kuesioner, wawancara, dan tes. Validitas LKPD berbasis bukti dicermati melalui 3 faktor yakni konstruk, isi, serta bahasa yang terdapat pada lembar validasi dalam tahapan expert review dan sesuai masukan/komentar dari hasil percobaan one to one. Kepraktisan LKPD berbasis bukti yang terlihat dari hasil hitung kuesioner yang diberi dalam tahapan kelompok kecil. Hasil riset memaparkan bahwasanya pengembangan LKPD mempunyai persentase kevalidan 87,17% dengan kriteria sangat valid dan persentase kepraktisannya 84,5% dengan kriteria sangat praktis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan valid dan praktis serta mempunyai efek potensial pada kemampuan argumentasi matematis pelajar yang terlihat dari hasil analisis data tes dengan rata-rata argumentasi pelajar berada pada level 4 (argumentasi siswa disusun dengan baik). The following research aims to obtain proof-based student worksheet on quadratic functions in high school that is valid and practical and has a potential effect on students' mathematical argumentation abilities. The following research is needed because students' mathematical argumentation abilities are low and there are no teaching materials that can support students' mathematical argumentation abilities. The type of research used is a development studies with Tessmer model which is composed of preliminary and formative evaluations. The subjects used in the following research are class X students of Muhammadiyah 1 Palembang Senior High School odd semester of the 2023/2024 academic year. The data collection techniques used in the following research are questionnaires, interviews and tests. The validity of proof-based student worksheet is examined through 3 factors, namely construct, content and language contained in the validation sheet in the expert review stage and according to suggestions/comments from the results of one to one experiments. The practicality of proof-based student worksheet that can be seen from the results of calculating questionnaires given in the small group stage. The research results show that the development of student worksheet has a validity percentage of 87.17% with very valid criteria and a practical percentage of 84.5% with very practical criteria. So it can be concluded that the developed LKPD is valid and practical and has a potential effect on students' mathematical argumentation skills as seen from the results of test data analysis with the average student argumentation at level 4 (student argumentation is well organized).  

Page 2 of 3 | Total Record : 27