cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH ARITMETIKA SOSIAL BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN Didik Sugeng Pambudi; Ananda Dwi Iskarina; Ervin Oktavianingtyas; Susanto Susanto; Hobri Hobri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.489 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.4063

Abstract

AbstrakBerpikir reflektif yang terdiri dari tahapan reacting, elaborating/comparing, dan contemplating merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam  aktivitas siswa memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa SMP dalam menyelesaikan masalah aritmetika sosial berdasarkan jenis kelamin. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini melibatkan siswa kelas IXF di satu SMP Negeri di Banyuwangi. Pengumpulan data menggunakan metode tes  dan  wawancara. Tes tertulis berisi materi aritmetika sosial diberikan kepada 31 siswa kelas IXF. Kemudian berdasarkan hasil tahapan contemplating, maka dipilih 4 siswa terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan untuk dilakukan wawancara. Triangulasi metode digunakan untuk memperoleh data yang valid, yaitu membandingkan antara hasil tes tertulis dengan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa persamaan dan perbedaan antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan dalam berfikir reflektif saat memecahkan masalah aritmetika sosial. Pada fase reacting, siswa laki-laki dan siswa perempuan sama baiknya dalam menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal menggunakan kata-kata dari soal atau menggunakan bahasa sendiri. Pada tahap elaborating/comparing, siswa perempuan menunjukkan kemampuan lebih baik dari siswa laki-laki dalam menghubungkan apa yang diketahui dengan apa yang ditanya, menyebutkan kecukupan informasi untuk menjawab soal,  menghubungkan masalah yang ditanyakan dengan masalah yang pernah diterima sebelumnya, menyusun rencana penyelesaian masalah berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki serta menyelesaikan permasalahan menggunakan strategi yang telah disusun. Pada tahap contemplating, siswa laki-laki lebih baik pencapaiannya daripada siswa perempuan dalam menemukan kesalahan pada penetapan jawaban, menjelaskan letak kesalahan, memperbaiki kesalahan, dan membuat kesimpulan dengan benar. Secara keseluruhan, siswa perempuan memiliki kemampuan berfikir reflektif lebih baik daripada siswa laki-laki. Berdasarkan hasil ini, maka disarankan kepada guru matematika hendaknya selalu melatih siswa mengembangkan kemampuan berfikir reflektif dalam aktivitas memecahkan masalah matematika di sekolah. Selanjutnya siswa dilatih untuk mempresentasikan bagaimana melakukan semua tahapan berfikir reflektif tersebut, sehingga semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kemampuan berfikir reflektif  sangat baik untuk memecahkan masalah matematika. Kata kunci:    Aritmetika Sosial; Berpikir Reflektif; Jenis Kelamin; Memecahkan Masalah Matematika. Abstract Reflective thinking which consists of the stages of reacting, elaborating/comparing, and contemplating is one of the factors that play an important role in students' activities in solving mathematical problems. This study aims to describe the reflective thinking ability of junior high school students in solving social arithmetic problems based on gender. This study uses a qualitative descriptive study on students of class IXF at a SMP Negeri at Banyuwangi. Data collection using test and interview methods. A written test containing material on social arithmetic was given to 31 students of class IXF. Then based on the results of the contemplating stage, 4 students were selected consisting of 2 male students and 2 female students to participate in the interview. Triangulation method is used to obtain valid data, namely comparing the results of written tests with interviews. The data were analyzed descriptively. The results showed that there were some similarities and differences between male students and female students in reflective thinking when solving social arithmetic problems. In the reacting phase, male students and female students were equally good at writing down what was known and what was asked in the question using words from the questions or using their own language. At the elaborating/comparing stage, female students showed better abilities than male students in connecting what was known to what was asked, mentioning the adequacy of information to answer questions, connecting the problems asked to problems that had been received before, compiling a problem-solving plan based on experience and solve problems using the strategies that have been prepared. At the contemplating stage, male students had better achievements than female students in finding errors in determining answers, explaining where errors were, correcting errors, and making correct conclusions. Overall, female students have better reflective thinking skills than male students. Based on these results, it is suggested that mathematics teachers should always train students to develop reflective thinking skills in mathematical problem solving activities at school. Furthermore, students are trained to present how to do all the stages of reflective thinking, so that all students, both male and female, have excellent reflective thinking skills to solve mathematical problems.Keywords: Gender; Reflective Thinking; Social Arithmetic; Solving Math Problems.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERMUATAN HIGHER-ORDER THINKING SKILLS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA Amalia, Rifda Zahra; Hadi, Windia
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.578 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3743

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika memiliki peran penting pada  pembelajaran matematika pada kurikulum 2013 yang membuat pendidikan harus mempersiapkan generasi baru yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis bermuatan higher-order thinking skills ditinjau dari gaya belajar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif  dengan instrumen angket gaya belajar, tes tertulis dan wawancara dengan indikator kemampuan pemecahan masalah. Subyek penelitian ini adalah 36 siswa kelas 8 di kota Tangerang. Siswa diberikan angket terlebih dahulu untuk nantinya diperoleh 3 siswa secara acak melakukan tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan kemampuan pemecahan masalah matematis bermuatan higher oerder thinking skills pada siswa yang memiliki gaya belajar visual mampu memenuhi dengan baik semua indikator pemecahan masalah baik dalam soal menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Siswa dengan gaya belajar auditorial mampu memenuhi semua indikator pemecahan masalah pada soal mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6), kurang mampu dalam memenuhi indikator membuat rencana pemecahan masalah dalam soal menganalisis (C4). Dan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik mampu memenuhi semua indikator pemecahan masalah pada soal menganalisis (C4) dan mengevaluasi (C5), kurang mampu dalam memenuhi indikator menyelesaikan masalah dalam soal mencipta (C6).
EKSPLORASI KONSEP ETNOMATEMATIKA PADA GERAK TARI TRADISIONAL SUKU LIO Finsensius Yesekiel Naja; Agustina Mei; Sofia Sa'o
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.534 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3885

Abstract

Culture is something that cannot be avoided in everyday life because culture is a complete and comprehensive unit that applies in a community. This allows mathematical concepts to be embedded in cultural practices. The purpose of this study is to describe the ethnomathematical concepts that exist in each traditional dance movement of the Toja and Wanda of the Lio tribe, Mbuli Village, North Waralau. This study uses a descriptive qualitative research type. The subjects in this study were informants, namely, native speakers who were asked by researchers to talk about mathematical concepts in the art of Toja Wanda dance movements, the instrument of this research was the human instrument, data were analyzed descriptively qualitatively. The results show that one of the Toja dance movements remains in place and one foot moves forward, this motion can form vertical and horizontal lines, in the Wanda dance the men's arms stretch to the side with an upright body, and both hands swing forward and backward. intersecting lines and parallel lines, while in every Toja and Wanda dance movement the hands holding the sash while moving each movement, and the legs moving forward, sideways, and backward, these movements always form angles and triangles. It was concluded that every style of the Toja and Wanda dance movements of the Lio tribe, Wolowuwu Village, Mbuli Village, North Warala has ethnomathematical concepts. including vertical lines, horizontal lines, intersecting lines, acute angles, right angles, obtuse angles, arbitrary triangles, isosceles triangles, equilateral triangles, and right triangles.
INVESTIGASI STRUKTUR ARGUMEN MAHASISWA DALAM PEMBUKTIAN ALJABAR BERDASARKAN SKEMA TOULMIN Siti Faizah; Novia Dwi Rahmawati; Tatik Retno Murniasih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.757 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3781

Abstract

Penelitian tentang argumen dalam pembuktian matematika penting untuk dikaji karena argumen merupakan pembuktian yang memuat justifikasi secara rasional untuk mendapatkan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki struktur argumen mahasiswa ketika menyelesaikan pembuktian aljabar. Penelitian dilakukan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Hasyim Asy’ari. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes tertulis dan wawancara. Instrumen tes diberikan kepada tiga mahasiswa sebagai subjek penelitian, kemudian dilanjutkan dengan wawancara kepada masing-masing subjek. Subjek penelitian ditentukan dengan cara memilih mahasiswa yang mempunyai kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil belajar selama mengikuti perkuliahan Aljabar Linier Elementer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan identifikasi masalah untuk menentukan konsep matematika yang berupa definisi atau teorema. Konsep tersebut merupakan warrant dan backing yang dijadikan penjamin untuk melakukan pembuktian dalam bentuk simbol aljabar. Warrant dan backing adalah penjamin yang dapat menghubungkan antara data dengan klaim. Temuan lain dalam penelitian ini juga muncul saat mahasiswa menyadari kesalahan yang dilakukan karena menggunakan konsep invers pada bilangan real, sehingga mahasiswa memunculkan rebuttal yang berfungsi untuk menyangkal argumennya sendiri. Keraguan mahasiswa muncul saat mereview hasil pembuktiannya. Akan tetapi, jika mahasiswa sudah merasa yakin dengan kesimpulan yang diperoleh, maka keyakinan tersebut adalah qualifier yang berupa justifikasi.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KESIAPAN GURU MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN DARING DALAM PERSPEKTIF TPACK Heru Heru; Refi Elfira Yuliani; Rieno Septra Nery; Nila Kesumawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.478 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3980

Abstract

Implementasi pembelajaran daring menghadirkan konsekuensi logis bagi para guru untuk dapat  mengintegrasikan kemampuan pedagogik (pedagogical knowledge), penguasaan konten/materi (content knowledge) dan penggunaan teknologi (technological knowledge) pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Instrumen kesiapan guru matematika dalam melaksanakan pembelajaran daring dalam perspektif Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Peneliatian ini, merupakan penelitian pengembangan (development research). Pengembangan instrumen TPACK pembelajaran daring menggunakan prosedur pengembangan yang terdiri dari beberapa langkah antara lain: 1) perumusan latar belakang (background); 2) konseptualisasi (questionnaire conceptualization); 3) format dan analisis data (Format and Data Analysis); 4) penentuan validitas (Establishing Validity), dan; 5) penentuan reliabilitas (Establishing Reliability). Subjek penelitian adalah guru yang mengajar muatan pelajaran Matematika SD kelas atas (kelas 4,5, dan 6), guru mata pelajaran Matematika SMP sederajat dan SMA sederajat sebanyak 40 orang guru. Berdasarkan hasil validasi konstruk dan Bahasa yang dilakukan oleh expert review menunjukkan bahwa instrumen telah valid dan siap untuk di uji validasi lapangan. Hasil uji validasi lapangan yang dianalisis menggunakan Rasch model diperoleh satu pernyataan pada komponen Technology Knowledge(TK) yang tidak valid, sementara 44 pernyataan laiinya dinyatakan valid.  Hasil  uji reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen kuiseoner reliabel. Berdasarkan hasil analisis validitas dan reliabilitas menggunakan Rasch model, hanya 44 pernyataan yang dapat digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 44 pernyataan instrumen yang telah dikembangkan layak digunakan untuk mengukur kesiapan guru matematika pada pembelajaran daring dalam perspektif TPACK.
LITERASI DIGITAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN MEDIA SPACE GEOMETRY FLIPBOOK (SGF) Yus Mochamad Cholily; Siti Nur Hasanah; Moh. Mahfud Effendi; Octavina Rizky Utami Putri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.997 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3898

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis literasi digital siswa dalam pembelajaran matematika dengan berbantuan media Space Geometri Flipbook (SGF). Untuk memperoleh data tentang literasi digital siswa menggunakan angket, lembar observasi serta wawancara secara mendalam. Angket di berikan kepada 3 siswa kelas IX SMP yang telah mengoperasikan media SGF. Untuk keabsahan data dilakukan wawancara secara mendalam terhadap siswa. Data dianalisis dengan mereduksi data pada tabel angket, lembar observasi serta wawancara. Kemudian menyajikannya dalam bentuk naratif, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi digital siswa dalam pembelajaran matematika dengan  berbantuan media SGF masuk kategori tinggi. Oleh karena itu pembelajaran matematika berbantuan media SGF perlu dikembangkan dan diterapkan agar literasi digital siswa meningkat.
THE EFFECTIVENESS OF LINEAR SYSTEM MEDIA ON THE THREE VARIABLE LINEAR EQUATION LEARNING SYSTEM Silvana, Ari Wahyu; Utomo, Dwi Priyo; Ummah, Siti Khoiruli
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.341 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3832

Abstract

The aim of this study described the effectiveness of instructional media that produces valid, effective, and practical media. The development of communication and technology requires teachers to be more active and creative in carrying out classroom learning.  Teachers can develop learning media that can improve student learning outcomes. The sample of this research trial was the students of class X at MAN 1 Mojokerto. This study uses a 4-D research method which is shortened to 3-D.  Data collection techniques used include interviews with mathematics teachers, pretest and posttest questions.  The instruments used in this study include guidelines for using media, teaching materials, validation sheets, student response questionnaires and tests.  The results of this study indicate that the average validation guide for the use of media, and teaching materials is 95.15%, besides that the validator also provides an assessment on the response questionnaire sheet of 97.5%.  This indicates that the media guidelines, teaching materials, and response questionnaires are very valid.  The average result of the N-Gain value of students is 0.96, based on the N-Gain criteria scale shows high criteria so that the media is said to be effective, and the results of the calculation of students' questionnaire responses show that each statement point is greater by 70% and the students can be said to be good in ability operate the gadget. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan efektivitas media pembelajaran yang menghasilkan media valid, efektif dan praktis. Berkembangnya komunikasi dan teknologi menuntut guru untuk lebih aktif dan kreatif dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Guru bisa mengembangkan media pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Sampel uji coba penelitian ini adalah siswa kelas X di MAN 1 Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian 4-D yang dipersingkat menjadi 3-D. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara pada guru matematika, soal pretest dan posttest. Instrumen yang digunakan penelitian ini meliputi panduan penggunaan media, bahan ajar, lembar validasi, angket respon peserta didik dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata validasi panduan penggunaan media dan bahan ajar adalah 95,15%, selain itu validator juga memberikan penilaian pada lembar angket respon sebesar 97,5%. Hal ini menyatakan bahwa panduan media, bahan ajar dan angket respon sangat valid. Hasil rata-rata nilai N-Gain peserta didik sebesar 0.96, berdasarkan skala kriteria N-Gain menunjukkan kriteria tinggi sehingga media dikatakan efektif dan hasil perhitungan respon angket peserta didik menunjukkan tiap poin pernyataan lebih besar dengan 70% sehingga peserta didik dapat dikatakan baik dalam kemampuan mengoperasikan gadget.
WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE? Suharti Suharti; Fitriani Nur; Nurul Khusnah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.316 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3724

Abstract

AbstrakPandemi Covid-19 mengubah drastis sistem dan kegiatan pembelajaran di Indonesia. Kegiatan belajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka beralih menjadi online (daring) melalui bantuan berbagai aplikasi mulai dari yang paling familiar yaitu WhatsApp sampai aplikasi yang baru bagi kalangan pelajar seperti zoom, gmeet, dan classroom. Perubahan yang tiba-tiba ini tentunya tetap harus dipantau dan ditelaah kemajuan dan keberhasilannya. Penelitian ini merupakan kualitatif yang hasilnya dijabarkan secara deskriptif. Maksud dilaksanakannya penelitian ini untuk mengeksplore sejauh mana keefektifan dari WhatsApp sebagai media dalam pembelajaran daring. Penelitian ini ditujukan kepada para peserta didik kelas VIII di MTs Manongkoki dengan sampel penelitian yang dipilih adalah kelas VIII 3. Jumlah sampel penelitian ialah 32 orang. Data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara, kemudian teknik analisis datanya menggunakan deskriptif kualitatif. Hasilnya mengungkapkan bahwa pemanfaatan WhatsApp untuk pembelajaran daring belum efektif karena adanya beberapa kendala baik dari pihak pendidik maupun peserta didik seperti tidak stabilnya sinyal, pasifnya instruksi guru, hingga kesibukan orang tua untuk bisa mengontrol anaknya. Oleh sebab itu perlu evaluasi kembali terhadap pendidik dalam hal merencanakan rangkaian pembelajaran online.AbstractThe Covid-19 pandemic has drastically changed the learning system and activities in Indonesia. Learning activities that are usually carried out face-to-face have turned online through the help of various applications, ranging from the most familiar like WhatsApp to applications that are new to students such as zoom, gmeet, and classroom. This research is a qualitative study, the results of which are described descriptively. The purpose of carrying out this research is to explore the extent to which the effectiveness of WhatsApp as a medium in online learning. This research was aimed at students of class VIII at MTs Manongkoki with the research sample chosen was class VIII 3. The number of research samples was 32 people. Data were collected through observation and interviews. The results reveal that the use of WhatsApp for online learning has not been effective due to several obstacles, both on the part of educators and students such as unstable signals, passive teacher instructions, and busy parents to be able to control their children. It is necessary to re-evaluate educators in term of planning online learning series.
LITERASI SPASIAL SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA BELAJAR Indah Prasetya Ningsih; Mega Teguh Budiarto; Siti Khabibah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.947 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3650

Abstract

Abstrak Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil literasi spasial siswa dalam menyelesaikan soal-soal geometri berdasarkan tinjauan perbedaan gaya belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa kelas VIII yang berkemampuan matematika tinggi dengan masing-masing gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik. Instrumen pendukung pada penelitian ini adalah 1) angket gaya belajar; 2) tes kemampuan matematika; 3) tugas geometri; dan 4) pedoman wawancara. Hasil Penelitian ini adalah subjek dengan gaya belajar visual tergolong baik dalam domain visualisasi spasial dan penalaran spasial, tetapi lemah dalam komunikasi spasial. Subjek dengan gaya belajar auditori tergolong baik dalam visualisasi dan komunikasi spasial tetapi lemah pada penalaran spasial. Serta subjek gaya belajar kinestetik tergolong baik dalam komunikasi spasial tetapi lemah pada penalaran spasial. Kata kunci: gaya belajar; literasi spasial; geometri. Abstract The purpose of this study is to describe the profile of students spatial literacy in solving geometry problems based on a review of differences in learning styles. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study were three grade VIII students who had high mathematical abilities with their respective visual learning styles, auditory learning styles, and kinesthetic learning styles. The supporting instruments in this study were 1) a learning style questionnaire; 2) math ability test; 3) geometry task; and 4) interview guide. The results of this study are subjects with visual learning styles classified as good in the domain of spatial visualization and spatial reasoning, but weak in spatial communication. Subjects with auditory learning style are good in visualization and spatial communication but weak in spatial reasoning. And the subject of kinesthetic learning styles is good in spatial communication but weak in spatial reasoning. Keywords: learning style; spatial literacy; geometry
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI KUBUS BERDASARKAN PENDEKATAN OPEN ENDED BERBANTUAN GEOGEBRA Ani Agustianingsih; Lusiana Lusiana; Nila Kesumawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.783 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.4014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk bahan ajar bangun ruang sisi datar pokok bahasan kubusberdasarkan pendekatan Open Endded yang valid dan praktis dengan bantuan geogebra untuk siswa SMP kelas VIIIberdasarkan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berada di Desa Muara Burnai I, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Oki yang mengumpulkan 15 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi lembar angket dan lembar angket respons siswa. Teknik analisis data dilakukan secara deskriftif kuantitatif.. Dari proses pengembangan menghasil data kevalidan dan data kepraktisan bahan ajar.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar mata pelajaran sisi datar kubus berbasis pendekatan Open Endded yang valid dan praktis dengan bantuan Geogebra untuk siswa kelas VIII SMP berbasis model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi dan Evaluasi). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berada di Desa Muara Burnai I Kecamatan Lemrub Jaya Kabupaten Oki yang berjumlah 15 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar angket validasi dan lembar angket respon siswa. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Dari proses pengembangan tersebut menghasilkan data validitas dan kepraktisan bahan ajar. Setelah data dianalisis, Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang telah dikembangkan dikategorikan valid dengan rata-rata skor validitas 97,22% dan dikategorikan praktis dengan skor kepraktisan rata-rata 93,6%. Melalui proses pengembangan, dihasilkan dua jenis bahan ajar, yaitu bahan ajar cetak berupa LKS yang berisi langkah-langkah penggunaan dan bahan ajar non-cetak berupa soft file dalam aplikasi geogebra.

Page 51 of 153 | Total Record : 1528