cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues
ISSN : 26225522     EISSN : 26225530     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
JAWI [ISSN 2622-5522, e-ISSN 2622-5530] is a journal published by UIN Raden Intan Lampung, INDONESIA. JAWI is published twice a year. JAWI focuses on an aspect related to Islamic Studies in Southeast Asian context, with special reference to culture, politics, society, economy, and history. JAWI is intended as a means to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted to JAWI will undergo blind peer review process before publication.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Jaringan Islamisasi Kesultanan Demak di Sumatera dan Kalimantan abad XV-XVII Fanni Izzah; Uswatun Hasanah; Izzah, Fanni; Hasanah, Uswatun
JURNAL JAWI Vol 7 No 1 (2024): Islam and Maritime Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202372148300

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang jaringan Islamisasi Kesultanan Demak di Sumatera dan Kalimantan pada abad XV-XVI dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Sumber yang digunakan mencakup situs Demak, naskah-naskah tertulis seperti Babad Tanah Jawi, Babad Demak, Hikayat Banjar, dan Suma Oriental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Muslim di Jawa pada zaman Majapahit menjadi cikal bakal Kesultanan Demak di bawah Raden Fatah. Jaringan Islamisasi meluas ke luar Jawa, terutama ke Palembang melalui pendekatan kultural karena keterkaitannya dengan pendiri Demak, sementara ke Malaka melalui pendekatan militer, dan ke Banjar (Kalimantan) melalui konflik lokal dan proses pengislaman. Dari semua jaringan tersebut, hubungan dengan Palembang terbukti lebih kuat dan berakar dalam ingatan kolektif hingga saat ini, yang terlihat dari penggunaan nama Raden Fatah sebagai nama kampus UIN Raden Fatah Palembang
Pendidikan Bajo dan Bajo Pendidik: Studi Sejarah Sosial-budaya di Sulawesi Tengah Haliadi; Haliadi, Haliadi
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.21660

Abstract

Artikel ini bertujuan merekonstruksi sejarah sosial-budayaorang Bajo di Sulawesi Tengah, khususnya dalam hal perkembangan pendidikan di Salakan Banggai Kepulauan dan Jayabakti Kabupaten Banggai. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan posmodernisme diterapkan untuk menganalisis perubahan pola pikir orang Bajo, dengan fokus pada dekonstruksi sejarah subaltern dan penggalian alam pikiran bawah sadar melalui cerita-cerita warga. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pada periode 1930-1975, hanya enam orang Bajo yang berhasil lulus SMA. Namun, pada periode 1976-2000, jumlahnya meningkat pesat menjadi 104 orang, dengan 14 orang meraih diploma dan tiga orang mencapai gelar sarjana. Kajian ini menyoroti transformasi signifikan dalam etos kerja dan pola pikir orang Bajo, yang semakin terbuka terhadap pendidikan dan modernitas. Kontribusi kajian ini adalah memperkaya pemahaman tentang pendidikan dan kebudayaan orang Bajo dalam konteks sosial dan sejarah mereka.
Keragaman Respons Umat Islam Terhadap Isu Penodaan Agama pada Media Massa di Jawa, 1918-1922 Rina Mutaharoh; Martina Safitry; Mutoharoh, Rina; Safitry, Martina
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.21695

Abstract

Isu penistaan agama akan menjadi isu nasional ketika disebarkan secara luas dan masif. Setelah menjadi isu nasional maka muncul pola-pola reaktif yang beraneka ragam. Pada Januari 1918 sebuah surat kabar di Solo menerbitkan tulisan yang membuat marah umat Islam. Artikel itu mengulas mengenai Tuhan umat Islam dan Nabi Muhammad SAW dengan ungkapan yang tidak pantas. Walhasil artikel tersebut mendaptkan berbagai reaksi dan protes dari umat Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisa sikap kelompok-kelompok masyarakat Islam dalam merepon isu penodaan agama di masa kolonial Belanda 1918-1922, dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Sumber primernya adalah berupa surat kabar sezaman, serta didukung oleh sumber sekunder berupa buku-buku yang relevan dengan topik ini. Hasil penelitian menemukan bahwa tiga pendekatan masyarakat dalam merespon peristiwa isu tersebut yaitu reaktif aksi lapangan, reaktif aksi hukum, dan reaktif damai. Dalam konteks kekinian, temuan kajian ini dapat diaplikasikan untuk melihat bagaimana masyarakat merespon kasus-karus serupa yang kerap terjadi di media massa.
Encountering Islam and Local Culture in Massorong Tradition in the Mandar Bay Sumarni; Suardi Kaco; Sumarni, Sumarni; kaco, Suardi
JURNAL JAWI Vol 7 No 1 (2024): Islam and Maritime Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202372189300

Abstract

This research delves into the encounter between Islam and local culture within the community of Teluk Mandar. Utilizing phenomenological, historical, and cultural anthropology approaches, the findings unveil that initially, the encounter was peaceful, yet encountered resistance from certain residents post their Islamic studies at the local boarding school, citing the tradition as contradictory to Islamic teachings. Nevertheless, the tradition perseveres as a means to uphold environmental equilibrium and foster a tranquil and prosperous life. Traditional figures retain their pivotal roles, with Islamic elements seamlessly integrated into the ritual. In summary, the encounter between Islam and local culture within the Massorong tradition reflects mutual influence, accommodation, and potential conflict, necessitating profound comprehension and dialogue to sustain community harmony.
Karir Politik Alamsjah Ratu Perwiranegara: Dari Duta Besar hingga Menteri Agama 1972-1983 Neti Widia Watina; Watina, Neti Lidia
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.23402

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji perjalanan politik Alamsjah Ratu Perwiranegara, mulai dari Duta Besar hingga Menteri Agama. Kajian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber utamanya adalah karya-karya Alamsjah sendiri dan berbagai literatur lain yang membahas tentang kiprahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alamsjah Ratu Perwiranegara memiliki dedikasi yang luar biasa dalam mensejahterakan dan menyatukan masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang keagamaan. Salah satu kontribusi signifikan yang ia tinggalkan adalah pendirian masjid Amal Bhakti Pancasila di seluruh Indonesia, yang hingga kini tetap menjadi tempat ibadah umat Islam. Selain itu, ia mencetuskan trilogi kerukunan antar umat beragama, yang bertujuan menciptakan kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman keyakinan masyarakat Indonesia. Trilogi ini menekankan pentingnya dialog, penghormatan terhadap perbedaan, dan kolaborasi antar komunitas keagamaan, yang telah memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Temuan ini menegaskan relevansi ide-ide Alamsjah dalam membangun harmoni di masyarakat pluralis.  
Studi Komparatif Tasawuf Modern: Buya Hamka dan Buya Kamba Mey Melitasari; Suhandi; Yoga Irawan; M. Afif Anshori; Melitasari, Mey; Suhandi, Suhandi; Irawan, Yoga; Ansori, M. Afif
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.23630

Abstract

Modernisasi telah menimbulkan krisis spiritual dan kekosongan dalam kehidupan manusia modern. Dalam upaya mencari jawaban atas kondisi ini, banyak individu beralih ke tasawuf sebagai jalan solusi, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk baru yang disebut tasawuf modern. Penelitian ini berfokus pada pemikiran dua tokoh tasawuf modern Indonesia, Buya Hamka dan Buya Kamba, yang meskipun memiliki latar belakang berbeda, keduanya mengajarkan inti ajaran tasawuf yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persamaan dan perbedaan dalam pandangan mereka tentang tasawuf modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konten untuk menggali pemikiran kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan pandangan mereka mengenai tazkiyatun-nafs, pedoman tasawuf modern, dan konsep zuhud. Namun, perbedaan muncul dalam pandangan mereka terkait tarekat, sumber penyakit mental, dan maqamat. Relevansi kajian ini sangat penting dalam konteks modern, di mana tasawuf dapat menawarkan solusi terhadap krisis spiritual yang banyak dialami oleh masyarakat di era modern, dengan mengajarkan keseimbangan antara aspek batin dan kehidupan duniawi. 
Propaganda of the Bintang Timur Newspaper during the Indonesia-Malaysia Confrontation, 1963-1965 Osman, Samsul Kamil; Haniffa, Mohamed Ali; binti Rambely, Nor Azlah Sham
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.24698

Abstract

This survey study aims to review the propaganda activities of the Bintang Timur newspaper, published by the Indonesian Communist Party (PKI), during the Indonesia-Malaysia Confrontation from 1963 to 1965. The objective of this study is to examine how effectively the PKI utilized Bintang Timur to spread propaganda in order to gain public support for the movement to Ganyang Malaysia (Crush Malaysia). The propaganda, through articles and cartoons, successfully instilled hatred among the people towards the leaders and citizens of Malaysia. This study explores the Indonesian Communist Party's (PKI) role in the Indonesia-Malaysia Confrontation (1963-1965), using historical methodology and focusing on its political, social, and military involvement. Data is collected through library research, primarily examining newspapers published by the PKI. In addition to references at the National Library of the Republic of Indonesia, field studies such as interviews and observations were also conducted by the author. The study's findings show that the propaganda of the Indonesian Communist Party, through both written content and the use of cartoons, successfully influenced the Indonesian public to support President Sukarno's confrontation policy towards Malaysia. This public support was translated into backing for President Sukarno’s Ganyang Malaysia campaign.
Strategi Gerilya Raden Intan II Melawan Belanda di Lampung 1850-1856 Itsna Rohmatillah; Rahman Hamid, Abd; Agus Mahfudin Setiawan; Rohmatillah, Itsna; Hamid, Abd Rahman; Setiawan, Agus Mahfudin
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.24775

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisa tentang strategi gerilya yang diterapkan oleh Raden Intan II dalam melawan kuasa Belanda di Lampung pada 1850-1856 dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini didorongoleh tiga faktor utama: pemanfaatan kondisi geografis Lampung (Gunung Rajabasa), keunggulan persenjataan Belanda, dan pembelajaran dari pengalaman para pendahulunya. Perlawanan ini berpusat di Gunung Rajabasa dengan benteng-benteng yang kokoh seperti Katimbang, Bendulu, Hawi Berak, dan Galah Sintok. Perlawanan ini berakhir akibat pengkhianatan Raden Ngarapat yang menjebak Raden Intan II untuk keluar dari daerah gerilyanya hingga kemudian dibunuh. Perlawanan Raden Intan II memberikan dampak signifikan terhadap kekuasaan Belanda di Lampung. Selama masa perlawanan Belanda tidak mampu sepenuhnya menguasai wilayah tersebut. Namun, setelah perlawanan Belanda dapat memperkokoh kekuasannya di Lampung. Bagi masyarakat Lampung kekalahan ini menandai runtuhnya kekuasaan marga dan hilangnya para pemimpin perjuangan.
Sejarah dan Tradisi Pandai Besi: Harmoni Empat Unsur dalam Warisan Peradaban Islam di Toloa, Tidore (1600-1945) Ahmad, Irfan; Bahtiar Hairullah
JURNAL JAWI Vol 8 No 1 (2025): Nusantara's Networks and Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202582692000

Abstract

Tradisi pandai besi di Toloa, Tidore, merupakan salah satu warisan budaya yang merefleksikan perpaduan antara keterampilan lokal dan nilai-nilai Islam. Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan produksi alat-alat besi, tetapi juga menyimpan makna filosofis yang mendalam, terutama dalam penggunaan dan peran empat unsur alam yaitu; tanah, air, udara, dan api. Dalam perspektif Islam, keempat unsur ini memiliki simbolisme spiritual yang terkait erat dengan penciptaan manusia, proses penyucian, ujian kehidupan, dan kekuatan ruhani. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri jejak sejarah Islam dalam perkembangan tradisi pandai besi di Toloa serta mengkaji harmoni antara proses penempaan besi dan makna simbolik empat unsur alam dalam ajaran Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap itu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pandai besi di Toloa tidak hanya merupakan aktivitas ekonomi dan budaya, tetapi juga manifestasi dari nilai-nilai spiritual yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat sejak masuknya Islam ke wilayah tersebut. Penempaan besi menjadi media ekspresi hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan, yang selaras dengan konsep tauhid dan kesatuan ciptaan dalam Islam. Temuan ini menunjukkan pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari warisan peradaban Islam di Nusantara.
The Reciprocal Acculturation of Islamic Culture and Local Culture in the Nusantara: A Historical Review Abdullah, Anzar; Muhammad Asdam; Alimbagu, Andi
JURNAL JAWI Vol 8 No 1 (2025): Nusantara's Networks and Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202582704000

Abstract

This article investigates the process of acculturation between Islam and local cultures in the Indonesian archipelago (Nusantara) from the 13th to the 17th century. Employing historical and cultural approaches, the study is grounded in the theories of cultural acculturation, diffusion, Islamic indigenization, and symbolic interactionism. The objective is to demonstrate that Islam did not arrive as a hegemonic or coercive force, but rather integrated harmoniously with existing cultural traditions. By examining the roles of trade, art, governance, and religious rituals, the article highlights how Islam engaged in constructive and adaptive dialogue with indigenous practices. The findings suggest that the emergence of Islam in Indonesia was marked by a creative and dynamic process of cultural negotiation, ultimately contributing to the development of a moderate and tolerant Islamic identity.