cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,642 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI DESA CIPARI PARI TIMUR KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Ulfa Husna Dhirah; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astryna; Fauziah Andika
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5246

Abstract

AbstrakStatus gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat, terutama pada usia 12–24 bulan yang merupakan periode emas pertumbuhan. Faktor pola asuh orang tua, khususnya ibu, sangat berpengaruh dalam menentukan asupan makanan dan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan status gizi balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 12–24 bulan di Desa Cipari Pari Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh dan pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) untuk menentukan status gizi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh yang baik (58%) dan status gizi balita normal (62%). Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan status gizi balita (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua, khususnya dalam pemberian makanan dan perawatan sehari-hari, berhubungan erat dengan status gizi balita. Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan praktik pola asuh gizi yang baik serta kepada tenaga kesehatan desa agar terus memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi optimal pada balita. 
EKSPLORASI SENYAWA BIOAKTIF DALAM BUNGA TAPAK DARA (CATHARANTHUS ROSEUS) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGAN OBAT HERBAL MODERN Nurhayati Nurhayati; Syarifah Yanti Astrina; Syarifah Asyura; Maulidella Maulidella; Ulfa Husna Dhirah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5247

Abstract

AbstrakBunga Catharanthus roseus diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bernilai penting, seperti alkaloid vincristine, vindoline, serta kelompok flavonoid dan senyawa fenolik, yang memiliki potensi farmakologis yang luas. Artikel ini menyajikan tinjauan pustaka mengenai eksplorasi senyawa-senyawa tersebut pada bunga tapak dara dan keterkaitannya dengan pengembangan obat herbal modern dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas biologis yang menonjol, termasuk sifat antikanker, antiinflamasi, antioksidan, dan antidiabetik. Pemanfaatan pendekatan bioteknologi dan teknologi formulasi terkini, seperti multi-omik dan nanoteknologi, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan produksi serta efektivitas senyawa bioaktif tersebut. Namun demikian, proses standarisasi, pengujian toksisitas, dan validasi klinis tetap diperlukan untuk memastikan keamanan dan kemanjurannya. Kajian ini memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk mendukung potensi Catharanthus roseus sebagai kandidat dalam pengembangan fitofarmaka berbasis evidensi. 
UJI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) Syarifah Yanti Astryna; Fitra Alvionida; Elizar Elizar; Rulia Meilina; Asmaul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5252

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang beriklim tropis, sehingga pancaran sinar ultraviolet dapat menyebabkan radiasi dan membahayakan manusia apabila mengenai kulit manusia dalam waktu yang lama, sehingga perlu dirawat dengan menggunakan senyawa yang memiliki aktivitas tabir surya. Keefektifan tabir surya dinyatakan dalam label kekuatan SPF (Sun Protecting Factor). Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya adalah daun pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etil  asetat daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai tabir surya. Metode pada penelitian ini dilakukan secara Experimental Laboratory dilakukan dengan metode pengukuran nilai SPF pada variasi konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm dengan alat spektofotometer UV-vis. Hasil pengukuran pada konsentrasi paling tinggi yaitu 500 ppm diperoleh nilai SPF paling tinggi juga yaitu sebesar 24,37 dengan  kategori proteksi ultra. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh konsentrasi ekstrak etil asetat daun pepaya mengandung senyawa flavonoid, tannin dan alkaloid. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh ekstrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) dapat dijadikan  sebagai tabir surya. 
DETERMINASI PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI GAMPONG BAYU KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Burdah Burdah; Rahmatul Azkia; Amelia Sari; Rima Hayati; Ernita Silviana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5261

Abstract

Penggunaan obat tradisional masih menjadi pilihan masyarakat dalam menjaga kesehatan, dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan Penelitian mengidentifikasi faktor yang memengaruhi penggunaan obat tradisional di Gampong Bayu, Darul Imarah.  Metode penelitian analitik kuantitatif, pendekatan cross-sectional. Sampel 80 responden, melalui purposive sampling, menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji chi square. Hasil 66,2% responden menggunakan obat modern, 33,8% obat tradisional. Faktor signifikan adalah pengetahuan (p=0,001), sikap (p<0,001), jarak fasilitas kesehatan (p=0,002), tujuan penggunaan (p<0,001), dan pengaruh keluarga (p=0,004). Semua variabel  berpengaruh terhadap penggunaan obat tradisional. Penelitian ini belum mengkaji kekuatan pengaruh variabel. Penelitian selanjutnya dapat melakukan analisis regresi logistik, untuk mengetahui kekuatan pengaruh.
PENGARUH STRES TERHADAP KESEHATAN MENTAL DAN FISIK: TINJAUAN PSIKOLOGI KLINIS Cut Nursadrina; Kurnia Rahmayanti; Melda Sofia; Herawati Herawati; Syarifah Asyura; Pardi Pardi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5288

Abstract

Stres merupakan respons psikologis dan fisiologis yang timbul ketika individu menghadapi tuntutan atau tekanan yang melebihi kemampuan adaptasi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam hubungan antara stres, kesehatan mental, dan kesehatan fisik dengan pendekatan psikologi klinis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap 45 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa stres kronis dapat memengaruhi fungsi sistem saraf otonom, sistem endokrin, dan sistem imun, yang berimplikasi pada peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi, kecemasan, serta gangguan fisik seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme. Faktor protektif seperti coping adaptif, dukungan sosial, dan regulasi emosi terbukti mampu menurunkan dampak negatif stres. Implikasi temuan ini menekankan pentingnya intervensi psikologis preventif dan promotif untuk meningkatkan resiliensi individu terhadap stres. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG CARA PEMBERIAN SUSU BOTOL DENGAN RAMPAN KARIES PADA MURID TK NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH Yucha Zirda; Intan Liana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5293

Abstract

Rampan karies merupakan kerusakan gigi yang terjadi secara luas dan cepat, terutama pada anak usia dini. Salah satu penyebab utamanya adalah kebiasaan pemberian susu botol yang tidak tepat terutama menjelang tidur. Pengetahuan ibu memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya rampan karies pada anak. Mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang cara pemberian susu botol dengan kejadian rampan karies pada murid TK Negeri 5 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 55 murid TK dan ibu murid, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan langsung pada gigi anak, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang baik mengenai pemberian susu botol (43,6%). Dan murid-murid lebih banyak mengalami rampan karies dengan kategori sedang (36,3%) dan berat (34,5%). Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang pemberian susu botol dengan kejadian rampan karies (p = 0,003). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang cara pemberian susu botol dengan rampan karies pada anak. Peningkatan edukasi kepada ibu tentang cara pemberian susu botol yang baik sangat dianjurkan untuk mencegah terjadinya karies gigi pada anak usia dini. Diharapkan kepada ibu agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang cara pemberian susu botol yang baik dan benar.Melalui posyandu atau klinik gigi serta membimbing anak agar menyikat gigi 2 kali sehari, dan mengontrol gigi anak kepelayan kesehatan gigi setiap 6 bulan sekali sehingga terhindar dari kejadian rampan karies gigi.
HUBUNGAN MENGKONSUMSI MAKANAN MANIS DENGAN KARIES GIGI PADA SISWA SDN 104211 MARINDAL Alifiya Nabila Pratiwi; Ratna Wilis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5296

Abstract

Karies Gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah dasar. Berdasarkan data awal yang peneliti ambil pada 15 orang siswa kelas 5 SDN 104211 Marindal. Salah satu faktor utama penyebab karies gigi adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan manis secara berlebihan tanpa diimbangi dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan manis dengan karies gigi pada siswa SDN 104211 Marindal.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang dipilih secara acak (random sampling). Instrumen yang digunakan meliputi kuisioner konsumsi makanan manis dan pemeriksaan karies gigi menggunakan indeks def-t dan DMF-T. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dalam kategori kadang-kadang ( 41,4% ) dan sering (34,3%). Sebagian besar siswa juga mengalami karies dengan tingkat sedang (40%) dan tinggi (28,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan manis dengan karies gigi pada siswa.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin sering siswa mengkonsumsi makanan manis maka semakin tinggi risiko terjadinya karies gigi. Diperlukan peran aktif sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta mengurangi konsumsi makanan manis.
PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KUARTET TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA SDN 63 BANDA ACEH Naila Salsabilla Novrizal; Henny Febriani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5297

Abstract

Kesehatan  gigi  dan  mulut merupakan  hal yang penting dalam kehidupan  setiap individu  termasuk  pada  anak, karena  gigi dan gusi yang rusak dan tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit. Pada pemeriksaan awal didapatkan bahwa nilai angka debris indeks dan calculus indeks masih tinggi dengan kategori Buruk sehingga perlu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut. Tujuan ini untuk mengetahui Pengaruh penyuluhan menggunakan media kartu kuartet terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SDN 63 Banda Aceh. metode quasi eksperiment, pada desain ini penelitian dilaksanakan pada dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin, dimana diperoleh sampel berjumlah 64 orang kelompok intervensi dan 64 orang kelompok kontrol. Analisis dengan menggunakan Uji Normalitas dan Uji-T berpasangan Paired-Sample T-Test dan di analisis dengan mengunakan uji T Test Independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada pengaruh penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut siswa sebelum dan sesudah menggunakan kartu kuartet (p=0,000). Ada penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut siswa sebelum dan sesudah menggunakan media poster (p =0,004). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penggunaan kartu kuartet lebih efektif dan signifikan dibandingkan menggunakan media poster. Dimana ada pengaruh pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah menggunakan penyuluhan dengan menggunakan media kartu kuartet dengan (p 0,000), Diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi SDN 63 Banda Aceh untuk menambah wawasan dan pengetahuan dan lebih bermanfaat sehingga bisa digunakan kedepannya bagi anak usia sekolah sebagai pendidikan kesehatan yang diberikan supaya lebih mudah dipahami.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN RISIKO TERJADINYA KARIES MENGGUNAKAN METODE IRENE’S DONUTS DI DESA GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Natasya Miranda; Henny Febriani; Linda Suryani; Ainun Mardiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5303

Abstract

Permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih cukup tinggi, salah satunya karies gigi pada anak yang diakibatkan berbagai faktor seperti pola makan, kebiasaan menyikat gigi yang buruk, serta kurangnya pengetahuan dan perhatian orang tua terhadap kesehatan gigi. Anak-anak usia dini merupakan kelompok rentan karena masih sangat tergantung pada pengawasan dan perawatan oleh orang tua, khususnya dari ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan risiko terjadinya karies pada anak usia 2–5 tahun menggunakan metode Irene’s Donuts. Metode penelitian ini pendekatan analitik dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 69 ibu yang memiliki anak usia 2-5 tahun di Desa Garot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 april dan 14 april 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan aplikasi Irene’s Donuts, yang berisi pertanyaan terkait pengetahuan ibu serta penilaian risiko karies anak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan risiko terjadinya karies (p = 0,001) p <0,05. Kesimpulan terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan risiko terjadinya karies. Disarankan adanya edukasi, motivasi dan pendampingan yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
PENGARUH PIJAT AKUPRESURE TERHADAP PENGURANGAN MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TM 1 DI TPMB DELIMA WINDA MAOLINDA Futri Yani; Dwi Rahmawati; Eirene Eunike Mediana Gaghauna; Frani Mariana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5307

Abstract

Latar Belakang: Lebih dari 80% pada wanita hamil di Indonesia mengalami mual muntah berlebihan. Hiperemesis gravidarum menyebabkan komplikasi berbahaya pada kehamilan. Terapi akupresure memiliki pengaruh besar dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil.Tujuan: Menganalisis Pengaruh Pijat Akupresure Terhadap Pengurangan Mual Muntah Pada Ibu Hamil TM 1 di TPMB Delima Winda Maolinda.Metode: Berjenis kuantitatif, dengan rancangan pre-eksperimental dan pendekatan one group pretest – posttest design. Sampel sebanyak 30 orang. Teknik sampel purposive sampling . Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Semua responden menderita mual muntah sebelum mendapatkan terapi (100%). Mayoritas responden tidak menderita mual muntah setelah mendapatkan terapi dengan jumlah 24 dari 30 responden (86,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = <0,001 < 0,05 artinya terdapat pengaruh terapi pada ibu hamil trimester 1 dengan mual muntah.Simpulan: Ibu dengan frekuensi ringan menurun menjadi tidak mual muntah. Ibu dengan frekuensi sedang menurun menjadi ringan. Ibu harus tetap melakukan akupresure secara mandiri sebagai tindak lanjut dari terapi akupresure di TPMB Delima Winda Maolinda.