cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 261 Documents
PENERAPAN DESAIN KELAS EFEKTIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SNETS YCHI AUTISM CENTRE CABANG JEPARA Murni, Sri; Naiema, An Naas Shahifatun; Suhaila, Arina; Sanjali, Sarwan; Rizka, Muhammad Dany; Shofiyuddin, Muhammad; Zulfahmi, Muhammad Nofan
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.9134

Abstract

Abstract. In each child there is an ability or potential that is unique to him or her. And child rights which state that all children have the same rights and obligations to live and develop fully according to their potential. Autistic children generally have a high level of carefulness in terms of visualization. This sensitivity to visualization is traumatic to certain colors. the study room is designed according to the characteristics of the behavior of children with special needs or according to the type or type of therapy. "Form Follow Function" which means that the shape of the room follows its function, the interior design of the occupational class at the Jepara Branch of Snets Ychi Autism Center makes a positive contribution to achievement by increasing interest in learning. This positive contribution is obtained through the effects of using materials and colors on interior elements, anthropometry of indoor furniture, and lighting system. Nevertheless. The resources of educators at YCHI are not able to design and manage classrooms that are suitable for children with special needs. Thus, this enggagement program  is carried out by means of training and mentoring methods for educators in managing classrooms. The results of this program indicate an increase in the quality of classroom design that is suitable for children with special needs.Abstrak. Pada setiap anak memiliki kemampuan atau potensi diri yang unik dan berbeda-beda. Hak-hak anak (child right) memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mengembangkan potensinya. Anak autis, pada dasarnya memiliki kemampuan yang tinggi terkait dengan visualisasi. Kepekaan terhadap visualisasi ini menyebabkan adanya traumatis terhadap warna-warna tertentu. Ruang belajar didesain sesuai dengan karakteristik perilaku Anak Berkebutuhan Khusus yang sesuai dengan jenis atau macam terapinya. “Form Follow Function” yang artinya bahwa bentuk ruang mengikuti fungsinya, desain interior kelas okupasi di Snets YCHI Autism Centre Cabang Jepara memberikan kontribusi yang positif dalam pencapaian dengan meningkatkan minat belajar. Kontribusi positif tersebut didapatkan melalui pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan bahan dan warna pada elemen interior, antropometri perabot dalam ruang dan sistem pencahayaan. Meski demikian. Sumberdaya para pendidik di YCHI belum memadai untuk mendesain dan mengelola ruang kelas yang sesuai untuk anak berkebutuhan khusus. Demikian, pengabdian ini dilaksanakan dengan metode pelatihan dan pendampingan bagi para pendidik dalam mengelola ruang kelas. Hasil program ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas desain ruang kelas yang sesuai untuk anak berkebutuhan khusus.
GAME BASED ASSESSMENT UNTUK PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI: KAHOOT! Suryati, Indah; Permatasari, Ratna; Rofiana, Adinda Putri; Miftah, Rika Nurul; Musthofa, Wafa Sandwi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.10310

Abstract

Abstract. Learning assessments at SMP Muhammadiyah 4 Sambi during this pandemic have not maximized the use of online learning assessment (online). Teachers have not been able to adapt to technology in the field of education, such as making learning media. The Student Creativity Program is expected to be able to maximize online learning assessments with learning assessment in the form of the Game application “Kahoot!” and can train teachers to adapt to technology in education. It is hoped that with this assessment media, teachers can maximez the use of online learning assessment. The objectives to be achieved in this PKM-PM are to socialize and train teacher in utilizing technology with Game-based learning assessment “Kahoot!”, to find out how to conduct learning assessment with the “Kahoot!” application and to create online learning assessment with application “Kahoot!”during the pandemic. The implementation methode consist of the preparation stage, the implementation/implementation stage and the evaluation stage. We succeeded in socializing and training teachers in utilizing technology with the Game-based learnig assessment “Kahoot!”. We have also succeeded in socializing to teachers in knowing how to conduct learning assessment with the “Kahoot!” application. And the teacher with our help also succeeded in creating learning assessment with the “Kahoot!” application that is by applying it to 7th graders for assessments on mathematics subject matter of numbers.Abstrak. Penilaian pembelajaran di SMP Muhammadiyah 4 Sambi pada masa pandemi ini, belum memaksimalkan penggunaan penilaian pembelajaran secara online (daring). Bapak dan Ibu guru belum bisa beradaptasi dengan teknologi di bidang pendidikan, seperti membuat media pembelajaran. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini diharapkan mampu memaksimalkan penilaian pembelajaran secara daring dengan media penilaian pembelajaran berupa aplikasi Games “Kahoot!” dan dapat melatih guru untuk beradaptasi dengan teknologi dibidang pendidikan. Diharapkan dengan media penilaian ini, guru bisa lebih memaksimalkam penggunaan penilaian pembelajaran secara daring. Tujuan yang ingin dicapai pada PKM-PM ini yaitu untuk mensosialisasikan dan pelatihan kepada guru dalam memanfaatkan teknologi dengan penilaian pembelajaran berbasis Game “Kahoot!”, untuk mengetahui cara melakukan penilaian pembelajaran dengan aplikasi “Kahoot!”dan untuk menciptakan penilaian pembelajaran online dengan aplikasi “Kahoot!” selama masa pandemi. Metode pelaksanaannya terdiri dari tahap persiapan, tahap implementasi/pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Kami berhasil mensosialisasikan dan pelatihan kepada guru dalam memanfaatkan teknologi dengan penilaian pembelajaran berbasis Game “Kahoot!”. Sehingga Bapak dan Ibu guru dapat mengenal Game “Kahoot!” untuk penilaian pembelajaran. Kami juga berhasil mensosialisasikan kepada guru dalam mengetahui cara melakukan penilaian pembelajaran dengan aplikasi “Kahoot!”. Sehingga Bapak dan Ibu guru dapat berlatih membuat media pembelajaran untuk penilaian pembelajaran. Dan dapat menjadi reverensi untuk Bapak dan Ibu guru dalam membuat media pembelajaran. Serta guru dengan bantuan kami juga berhasil menciptakan penilaian pembelajaran dengan aplikasi “Kahoot!” yaitu dengan menerapkannya kepada siswa kelas 7 untuk penilaian pada mata pelajaran matematika materi bilangan. Siswa terlihat begitu antusias dan aktif selama melakukan penilaian dengan Game “Kahoot!”. 
PENGELOLAAN SIMPANAN HARI RAYA NIR-RIBA DI KELOMPOK PENGAJIAN ASY-SYIFA KABUPATEN REJANG LEBONG Hendrianto, Hendrianto; Dedi, Syahrial; Elfalahy, Lutfy
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.8571

Abstract

Abstract. Asy-Syifa Study Group of Rejang Lebong Regency manages the eid savings by paying dues at each study event. If one member needs urgent funds, then the funds raised can be lent. The loan must be returned with a value more than the nominal loaned, so that in the future the group can enjoy the excess given by the group members at the time of repayment of the loan. This kind of advantage in Islam is called riba. The purpose of this devotional activity is to provide knowledge about islamic views in counseling to the Asy-Syifa Study group about the concept of saving and borrowing in accordance with Islamic Sharia, realigning the practice of saving eids that have been practiced to conform to the concept of Islam, and accompanying the Asy-Syifa group in the practice of managing nir-riba eid deposits. So that this devotion will benefit in helping the Local Government of Rejang Lebong Regency realize one of the visions of Rejang Lebong area that is free from riba so that it creates a smart, taqwa and prosperous Rejang Lebong, as well as raising public awareness to stay away from Riba in any form of activity. This service is carried out by counseling, mentoring, and supervision methods. After the implementation of this service, the study of Ash-Syifa has gradually changed the practice of saving and borrowing that has been done to save loans in accordance with Islamic sharia through murabahah, hiwalah bil ujrah, and Qardh.Abstrak. Kelompok Pengajian Asy-Syifa Kabupaten Rejang Lebong melakukan pengelolaan simpanan hari raya dengan membayar iuran di setiap acara pengajian. Jika salah seorang anggota membutuhkan dana mendesak, maka dana yang terkumpul boleh dipinjamkan. Pinjaman harus dikembalikan dengan nilai lebih dari nominal yang dipinjamkan, sehingga dikemudian hari kelompok bisa menikmati kelebihan yang diberikan oleh anggota kelompok pada saat pelunasan pinjaman tersebut. Kelebihan seperti ini dalam Islam dinamakan riba. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pengetahuan mengenai pandangan Islam dalam penyuluhan kepada kelompok Pengajian Asy-Syifa tentang konsep simpan pinjam sesuai Syariat Islam, meluruskan kembali praktek simpanan hari raya yang selama ini telah dipraktekkan agar sesuai konsep Islam, dan mendampingi kelompok Asy-Syifa dalam praktek mengelola simpanan hari raya yang nir-riba. Sehingga pengabdian ini akan memberi manfaat dalam membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong mewujudkan salah satu visi daerah Rejang Lebong yaitu bebas riba sehingga tercipta Rejang Lebong yang cerdas, taqwa dan sejahtera, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjauhi Riba dalam bentuk kegiatan apapun. Pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan, pendampingan, dan pengawasan. Setelah dilaksanakan pengabdian ini, pengajian Asy-Syifa secara bertahap telah merubah praktik simpan pinjam yang selama ini dilakukan kepada simpan pinjam yang sesuai dengan syariat Islam melalui murabahah, hiwalah bil ujrah, dan Qardh. 
PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH MANGROVE PUTUT (Bruguiera gymnorrhiza) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SABUN CAIR DI KABUPATEN PASURUAN Sulistyawati, Sulistyawati; Hidayanto, Fajar; Mahfud, Ridwan Isnaeni
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.9196

Abstract

Abstract.Currently the world is experiencing the COVID-19 pandemic, which requires people to adopt a clean and healthy lifestyle. The government has launched the 3M program, among others; Wear a mask, wash hands and physical distancing. The agricultural sector can be part of the success of this program by making liquid soap products for washing hands using additional plant extracts that contain antimicrobial compounds. Putut mangrove plants (Bruguiera gymnorrhiza) are an alternative as a soap additive because they contain antimicrobial compounds such as alkaloids, flavonoids, phenolics, tannins, and steroids. Training and socialization of liquid soap making activities with mangrove fruit extract was also carried out to provide information about the basic ingredients for making environmentally friendly liquid soap using Methyl Ester Sulfonate (MES) as vegetable surfactants and mangrove fruit extracts, as well as inviting participants to be able to make liquid soap independently. . The methods used: 1) interviews and observations, 2) socialization methods with lectures and discussions or questions and answers; 3) training methods with lectures and demonstrations and hands-on practice. Based on the implementation of the community service program, it can be concluded as follows: 1) community service participants can make liquid soap independently, 2) participants become aware of environmentally friendly chemicals, 3) the community will be more aware of the uses of mangrove fruit and plantsAbstrak. Saat ini dunia mengalami pandemi COVID-19 yang mengharuskan masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pemerintah telah mencanangkan progam 3M antara lain; Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak. Bidang pertanian dapat menjadi bagian dalam mensukseskan progam ini yaitu dengan membuat produk sabun cair untuk cuci tangan menggunakan tambahan ekstrak tanaman yang mengandung senyawa antimikrobial. Tanaman mangrove putut (Bruguiera gymnorrhiza) menjadi alternatif sebagai bahan tambahan sabun karena memiliki kandungan senyawa antimikrobial seperti alkaloid, flavonoid, fenolik, tannin, dan steroid. Pelatihan dan sosialisasi kegiatan pembuatan sabun cair dengan ektrak buah mangrove juga dilakukan untuk memberikan informasi tentang bahan dasar pembuatan sabun cair ramah lingkungan dengan menggunakan Methyl Ester Sulfonate (MES) sebagai nabati surfaktan dan ekstrak buah mangrove, sekaligus mengajak peserta untuk bisa membuat sabun cair secara mandiri. Metode yang digunakan: 1) wawancara dan observasi, 2) metode sosialisasi dengan ceramah dan diskusi atau tanya jawab; 3) metode pelatihan dengan ceramah dan demonstrasi serta praktek langsung. Berdasarkan pelaksanaan program pengabdian masyarakat dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) peserta pengabdian dapat membuat sabun cair dengan mandiri, 2) peserta menjadi paham akan bahan kimia yang ramah lingkungan, 3) masyarakat akan lebih sadar akan kegunaan buah dan tanaman mangrove 
PROGRAM SOLUTIF PADA USAHA BANK SAMPAH KELOMPOK KERJA PKK DESA NGABAR, SIMAN, PONOROGO Setiawan, Fery; Widhianingrum, Wahna; Kurniasih, Ranti
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.10581

Abstract

Abstract. Garbage which is in the spotlight of many people has become something of great concern in Ngabar village, especially inorganic waste. Some time ago, when participating in a village competition at the provincial level, they carried out waste collection activities and processed them into handicrafts that had economic value, but after the announcement of the 2nd winner, waste management and processing was not sustainable. This is due to the lack of motivation and knowledge of human resources in processing inorganic waste into a craft that has economic value. In addition, the marketing of the products is also a problem for this Pokja. The output target is to produce handicraft products that are processed by quality inorganic waste and are able to attract local and regional markets through online marketing (e-commers) as well as the emergence of motivation for existing human resources to be more empowered in processing household waste. The method used is counseling on improving human resources for PKK women and forming a small group of DASAWISMA management who are equipped with knowledge related to waste bank management, inorganic waste management and marketing techniques for production. From these activities, management will also be formed Dasawisma who will be the garbage collector and direct buyer of the waste products which will eventually market the product online. Abstrak. Sampah yang menjadi sorotan banyak kalangan menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan di desa Ngabar, utamanya sampah anorganik. Beberapa waktu lalu saat mengikuti lomba desa tingkat provinsi melakukan kegiatan pengumpulan sampah dan mengolahnya menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis, namun setelah pengumuman pemenang mendapat juara 2, pengelolaan dan pengolahan sampah tidak ada keberlanjutan. Hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi dan pengetahuan SDM dalam mengolah sampah anorganic menjadi suatu kerajinan yang bernilai ekonomis. Selain itu, pemasaran hasil produksi juga menjadi masalah bagi Pokja ini. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan mitra dalam mengelola organisasi serta secara spesifik menambah keterampilan pengolahan sampah serta pemasaran produk yang dimiliki mitra. Target luaran menghasilkan produk kerajinan hasil olahan limbah sampah anorganik yang berkualitas dan mampu menarik pasar local maupun regional melalui pemasaran secara online (e-commers) serta munculnya motivasi bagi SDM yang ada agar lebih berdaya dalam pengolahan limbah sampah rumah tangga. Metode yang digunakan dengan penyuluhan peningkatan SDM terhadap ibu-ibu PKK dan dibentuk kepengurusan kelompok kecil DASAWISMA yang dibekali pengetahuan terkait pengelolaan bank sampah, pengolahan limbah sampah anorganik dan teknik pemasaran hasil produksi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kemampuan mitra dalam hal organisasi, hal ini dibuktikan dengan lebih tertatanya system dan proses kerja organisasi. Adapun produk yang dihasilkan adalah souvenir bunga yang terbuat dari limbah plastic. Selain itu, keterampilan mitra dalam membuat strategi perencanaan pemasaran secara online juga meningkat. 
PERANCANGAN STANDAR OPERATIONAL PROSEDUR (SOP) PADA PROSES PRODUKSI FROZEN FOOD Hapsari, Yaning Tri; Kurniawanti, Kurniawanti
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.8671

Abstract

Abstract. SME Minanisa is an SME in the field of frozen food industry. The production process at UKM Minanisa does not yet have written standards or procedures. This allows the occurrence of work accidents and the large variety of products produced in the production process. The purpose of this service is to design a written document that describes the sequence of work steps in production activities (SOP). This service is carried out by interview and observation to the business location. The result of this dedication is the design of SOP which is expected to improve the production process to run better.Abstrak. UKM Minanisa merupakan UKM yang bergerak di industri frozen food. Proses produksi pada UKM Minanisa belum memiliki standar atau prosedur yang tertulis. Hal ini memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja dan banyaknya variansi produk yang dihasilkan di proses produksi. Tujuan dari pengabdian ini adalah merancang suatu dokumen tertulis yang menjelaskan urutan langkah-langkah kerja dalam kegiatan produksi (SOP). Pengabdian ini dilaksanakan dengan wawancara dan observasi di lokasi usaha. Hasil pengabdian ini adalah rancangan SOP yang diharapkan dapat memperbaiki proses produksi berjalan lebih baik.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN SATR DAN POSTER SHAF SHOLAT PADA MASJID JAMI’ UNIDA GONTOR SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KEKHUSYUKAN SHOLAT Puspitasari, Niken Sylvia; Taqriri, Zulfan; Falah, Fajrul; Al-Faathir, Fawwaz Ezar; Basya, Aulia Azhari; Rohman, Fathur
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.9208

Abstract

Abstract. This mentoring program was carried out from the results of observations and data collection that had been carried out by the team towards partners, in this case the Jami 'Unida Gontor Mosque through the Ta'mir mosque. Through this data collection, it is known that the mosque is the central point that animates tapping on the Unida Gontor campus, where most people from the academic community spend their time in the mosque for obligatory worship and sunnah. From the data that has been collected, it is known that the problem experienced by the partners is the density of the congregation when the congregational prayer is taking place, this can be seen from the inadequacy of the prayer shaf in the right, left and terrace of the mosque because there are no shaf markers and media to educate the congregation about the importance of straightening and tightening the shaf as the virtue of prayer. Partners in this activity are the ta'mir of the mosque and its staff. The solution is given by giving a satr sign as a guide for the shaf on the terrace of the mosque, the sign is in the form of a diamond resembling a black dot. With the limitation of shaf on the terrace of the mosque, it can also increase “kekhusyu'an” jammah in worship and the difference in the shaf of congregation on the northern and southern terraces of the mosque can be avoided. Partners also play a role in setting the time for the implementation of the Community Service, as well as active participants in mentoring activities. The results of this community empowerment are in the form of satr on the terrace and porch of the mosque. In addition, posters are reminders of the straightness of the shaf. The questionnaire on the effectiveness of satr and posters that have been produced shows that. Meanwhile, from the results of the field evaluation, it was found that there was an increase in the behavior of the congregation.  Abstrak. Program pendampingan ini dilaksanakan dari hasil pengamatan dan pengumpulan data yang telah dilakukan oleh tim terhadap mitra dalam hal ini Masjid Jami’ Unida Gontor melalui Ta’mir masjid. Melalui pengumpulan data tersebut diketahui bahwa masjid merupakan titik pusat yang menjiwai peradapan di kampus Unida Gontor, dimana sebagian besar masyarakat dari civitas akademika meluangkan waktunya ke masjid untuk beribadah wajib maupun sunnah. Dari data yang telah dikumpulkan tersebut diketahui permasalahan yang dialami mitra adalah kerapatan jamaah pada saat sholat berjamaah berlangsung, hal ini dapat terlihat dari belum optimalnya shaf sholat yang berada di serambi kanan,kiri serta teras masjid karena tidak adanya penanda shaf serta media untuk mengedukasi jamaah akan pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf sebagai keutamaan shalat. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini karena masjid memiliki fungsi utama yaitu sebagai tempat sujud umat islam(Kelayakan et al., n.d.) maka dari itu pemanfaatan atas fasilitas ibadah sangat diperlukan untuk menambah kehusyu’an dalam melakasanan sholat. Mitra dalam kegiatan ini adalah ta’mir masjid beserta jajarannya. Solusi yang diberikan dengan memberi tanda satr sebagai pedoman shaf pada teras masjid, tanda tersebut berbentuk ketupat menyerupai titik yang berwarna hitam. Dengan adanya batasan shaf pada teras masjid juga dapat meningkatkan ke khusyu’an jammah dalam beribadah dan perbedaan shaf  jamaah di teras bagian utara dan selatan masjid dapat dihindarkan, Salain pendampingan pembuatan satr mitra juga akan didampingi dalam membuat poster sebagai media edukasi visual pengingat kelurusan shaf. Mitra juga berperan dalam pengaturan waktu pelaksanaan abdimas, serta peserta aktif dalam kegiatan pendampingan. Hasil abdimas ini berupa satr di teras maupun serambi masjid. Selain itu poster pengingat kelurusan shaf. Kuisioner kaeefektifan satr dan poster yang telah dihasilkan menunjukkan bahwa . sedangkan dari hasil evaluasi lapangan diketahui ada peingkatan perubahan perilaku jamaah. 
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS STEM Annisya, Annisya; Handayani, Sri; Megasari, Rizza; Satrio, Yogi Dwi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.9011

Abstract

Abstract. The industrial revolution era is an era where cyber-physical and manufacturing collaborations mark the change. The challenges that exist must be faced by various parties, including the world of education. The world of education, which is at the core of human resource development, must prepare a learning design that is able to answer these challenges. STEM is considered capable of being an alternative method used in learning. This method integrates Science, Technology, Engineering, and Mathematics. The aim of the training carried out at the Economic MGMP in Kediri Regency is to improve the professional skills of teachers in making STEM-based lesson plans. The results of the activities that have been carried out are that the teachers are very enthusiastic about participating in the training activities well and as many as 80% of the teachers already understand and can make STEM-based lesson plans well. The hope in the future is that teachers will always use STEM-based lesson plans according to the subject matter they teach so that learning activities can be well integrated and can achieve maximum learning objectives.Abstrak. Era revolusi Industri merupakan sebuah era dimana cyber fisik dan kolaborasi manufaktur yang menandai perubahannya. Tantangan yang ada harus dihadapi oleh berbagai pihak tidak terkecuali dunia pendidikan. Dunia Pendidikan yang mana merupakan sebuah inti dari pembangunan sumberdaya manusia harus menyiapkan rancangan pembelajaran yang mampu menjawab tantangan tersebut. STEM dianggap mampu menjadi salah satu alternatif metode yang digunakan dalam pembelajan. Metode ini  mengintegrasikan antara Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Tujuan pelatihan yang dilaksanakan pada MGMP Ekonomi di Kabupaten Kediri ini adalah meningkatkan ketrampilan professional para guru dalam pembuatan RPP berbasis STEM. Hasil dari kegiatan yang telah dilakukan adalah para guru sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan tersebut dengan baik dan sebanyak 80% guru sudah memahami dan dapat membuat RPP berbasis STEM dengan baik. Harapan kedepannya adalah, para guru selalu menggunakan RPP berbasis STEM disesuaikan dengan materi pelajaran yang diajarkannya sehingga kegiatan pembelajaran dapat terintegrasi dengan baik serta dapat mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal. 
PELATIHAN PENGOLAHAN ALPUKAT MENJADI KERUPUK Hairun, Yahya; Tonra, Wilda Syam; Abdullah, In .Hi; Ikhsan, Muhammad
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.10062

Abstract

Abstract. This Community Service (PkM) aims to provide training for inhabitant of Tidore Islands, Afa-Afa Village, to process avocados into crackers. Avocado was chosen because this fruit is very abundant in Afa-afa, even avocados often rot when the harvest season comes, another reason because this fruit has a high nutritional value. Therefore, this activity is the initiation of processing avocados into products that have a higher economic value or selling value. This training was held on July 24, 2021. The parties involved were the PkM team from Khairun University, Inhabitant of afa-afa Village. The number of participants is 24. PkM method are the opening ceremony, presentation of training materials, discussions for sharing between presenters and participants, as well as direct demonstrations on how to make crackers. Second, the product is avocado crackers. There are two results of this PkM, first is the description of the method and the description of the product. The product is avocado crackers. The hallmark of this crackers is the presence of a bitter taste in the crackers, the way to counteract the bitter taste is to add sugar to the cracker dough or you can also add wet sugar after the crackers are fried.Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Kepulauan Tidore Keluarahan Afa-Afa guna mengolah alpukat menjadi kerupuk. Alpukat dipilih karena buah ini sangat melimpah di daerah Afa-afa, bahkan seringkai buah alpukat membusuk jika musim tiba, alasan lain karena buah ini memiliki nilai gizi yang tinggi. Oleh karena itu kegiatan ini sebagai inisiasi pengolahan alpukat menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis atau nilai jual yang lebih tinggi. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2021. Pihak yang terlibat adalah tim  PkM dari Universitas Khairun, pihak kelurahan afa-afa dan PKK Afa-afa. Jumlah peserta adalah 24 orang. Metode Pelaksanaan PkM adalah pembukaan, presentasi materi pengolahan kerupuk, diskusi dengan peserta pelatihan, demonstrasi pembuatan kerupuk. Hasil dari kegiatan ini berupa deskripsi tentang pelaksanaan kegiatan dan deskripsi tentang produk berupa kerupuk alpukat. Ciri khas dari produk kerupuk alpukat ini adalah adanya rasa pahit pada kerupuk, cara untuk mentaktisi rasa pahit adalah pemberian gula pada adonan kerupuk atau bisa juga memberikan gula basah setelah kerupuk digoreng. 
PENYULUHAN MENGENAI PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI DUSUN REJOSARI, BOYOLALI DENGAN USAHA MIKRO MELALUI BAITUL MAL WAT TAMLIK (BMT) Febriandika, Nur Rizqi; Dewi, Veronika Candra
Jurnal Terapan Abdimas Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v7i1.8729

Abstract

Abstract. The residents of Rejosari Hamlet, Seboto Village, Ampel District, Boyolali Regency are religious residents where there are many mosques in their neighborhood. The majority of residents work as farmers. The necessities of modern life are increasingly complex, plus agricultural products are only able to meet a few of the necessities of life, sometimes forcing some residents into debt and credit. Their ignorance of how to develop the economy through micro business or Home Industry. Making them trapped in debt and poverty. The community in Rejosari Hamlet, Boyolali has not received counseling related to community economic empowerment with micro-businesses through Baitul Mal Wat Tamwil (BMT), so this makes people not know how to start a micro business and is afraid to do a micro business because there is no capital. In this article, the author tries to investigate the needs of the villagers and then provides a solution to them by holding counseling on community economic empowerment with micro enterprises through the Baitul Mal Wat Tamwil (BMT). This counseling activity aims to increase knowledge of residents related to Micro Business or Home Industry and increase public awareness to run micro businesses so that they can increase income. Lectures and dialogues are interactively chosen as service methods, and in this outreach activity is carried out for one day. The results show that the community's understanding of community economic empowerment with micro-businesses through Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) has increased significantly after this activity was held, and the people in this village have a high desire to have a micro business.Abstrak. Warga Dusun Rejosari, Desa Seboto, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali merupakan penduduk religius dimana terdapat banyak masjid di lingkungan tempat mereka. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani. Kebutuhan hidup zaman modern semakin kompleks ditambah lagi hasil pertanian yang hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup beberapa saja, hingga terkadang memaksa sebagian warga berhutang piutang. Ketidaktahuan mereka tentang cara mengembangkan perekonomian melalui usaha mikro atau Home Industry. Membuat mereka terjebak dalam hutang dan kemiskinan. Masyarakat di Dusun Rejosari, Boyolali belum mendapatkan penyuluhan terkait Pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan usaha mikro melalui Baitul Mal Wat Tamwil (BMT), sehingga hal ini membuat masyarakat tidak mengetahui bagaimana memulai usaha mikro dan takut melakukan usaha mikro karena tidak adanya modal. Pada artikel ini penulis mencoba untuk menginvestigasi kebutuhan dari penduduk desa lalu kemudin memberikan solusi kepada mereka dengan mengadakan Penyuluhan Mengenai Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dengan Usaha Mikro Melalui Baitul Mal Wat Tamwil (BMT). Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan warga terkait Usaha Mikro atau Home Industry dan menambah kesadaran masyarakat untuk melakukan usaha mikro sehingga dapat menambah penghasilan. Ceramah dan dialog secara interaktif dipilih sebagai metode pengabdian, dan dalam kegiatan penyuluhan ini dilakukan selama satu hari. Hasil menunjukkan bahwa pemahamanan masyarakat mengenai Pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan usaha mikro melalui Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) mengalami peningkatan secara signifikan setelah diadakan kegiatan ini, dan masyarakat di desa ini mempunyai keinginan yang tinggi untuk memiliki usaha mikro.