cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
DETEKSI CEMARAN Salmonella sp. PADA IKAN PATIN ASAP (Pangasius sutchi) DI DESA KOTO MASJID KABUPATEN KAMPAR, RIAU Putri Ayu Ningsih; Rastina Rastina; Mahdi Abrar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 1 (2020): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i1.14666

Abstract

ABSTRAKIkan  patin (Pangasius sutchi) merupakan komoditas baru dalam dunia perikanan. Pengolahan ikan patin asap secara tradisional menjadikan salah satu makanan khas Riau yang sering disebut ikan salai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya cemaran Salmonella sp. pada ikan patin asap (Pangasius sutchi). Sampel penelitian sebanyak 20 ekor ikan patin asap yang berasal dari Desa Koto Masjid Kabupaten Kampar, Riau. Penelitian ini dilakukan dengan metode Carter 1987, setiap satu ekor ikan patin asap masing-masing diambil sebanyak 1 gram kemudian dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan ke dalam media Selenite Cystine Broth (SCB) kemudian inkubasikan dengan suhu 37ºC selama 24 jam. Setelah itu dilakukan penanaman pada media Salmonella Shigella Agar  (SSA), inkubasikan dengan suhu 37ºC selama 24 jam. Hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada 20 sampel ikan patin asap di Desa Koto Masjid Kabupaten Kampar, Riau tidak terdapatnya cemaran Salmonella sp. dan telah memenuhi batas maksimum cemaran Salmonella sp. pada ikan asap menurut SNI yaitu negatif. ABSTRACT               Catfish (Pangasius sutchi) is a new commodity in the world of fisheries. Traditional processing of smoked catfish makes one of Riau special foods often called salai fish. This study aims to detect the presence of Salmonella sp.. in smoked catfish (Pangasius sutchi). The research consisted of 20 smoked catfish from the Koto Masjid Village of Kampar District, Riau. This research was conducted by Carter’s method.  A total amount of 1 gram smoked catfish cut into small pieces and put into Selenite Cystine Broth (SCB) medium, then incubate with 37oC for 24 hours. Then put the samples from Selenite Cystine Broth (SCB) to  Salmonella Shigella Agar (SSA) media, incubate with 37oC for 24 hours. The result were descriptive analysed and arranged in tables and figure. The result of this study indicate that in 20 smoked catfish samples in Koto Masjid Village, Kampar district, Riau ther were no contaminants of Salmonella sp. and have met the maximum limit of Salmonella sp. in smoked fish according to SNI is negative.
IDENTIFIKASI DAN JUMLAH SEL RADANG PADA LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus) YANG DIBERI EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) Widya Wati; ummu balqis; cut dahlia iskandar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 4, No 4 (2020): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v4i4.15900

Abstract

ABSTRAKLuka sayat dapat disebabkan karena gigitan hewan dan trauma benda tajam yang dapat merusak srtuktur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung jumlah sel radang pada luka sayat mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) pada hari ke-21. Hewan coba yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) dengan berat 20-50 gram berumur 2-3 bulan dan berjenis kelamin jantan sebanyak 12 ekor. Mencit dibagi dalam 4 kelompok perlakukan dengan 3 kali pengulangan. Kelompok pertama (K1) sebagai control hanya diberikan akuades. Kelompok dua (K2) diberikan ekstrak daun binahong 5%. Kelompok tiga (K3) diberikan ekstrak daun binahong 10%. Kelompok empat (K4) diberikan ekstrak daun binahong 15%. Pengambilan sampel jaringan kulit dilakukan pada hari ke-21. Bagian kulit yang dibuat luka diinsisi, lalu difiksasi dengan larutan BNF 10% selama 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sel radang; basofil, eosinofil, neutrofil, monosit dan limfosit pada K1: 18,50±2,47, 21,38±0,18, 22,88±0,88, 16,38±1,94, 23,63±0,88. K2: 16,75±2,12, 17,88±2,30, 15,13±2,65, 22,75±1,41. K3: 14,63±2,30, 18,63±1,94, 22,63±2,30, 22,38±0,88, 33,75±2,47. K4:13,75±1,77, 17,13±3,01, 20,75±2,83, 20,00±1,77, 29,88±0,53. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun binahong dapat disimpulkan bahwasanya antara konsentrasi 5%, 10%, 15% tidak ditemukan adanya perbedaan jumlah masing-masing sel radang antar kelompok. Kata kunci: Basofil, Eosinofil, Neutrofil, Monosit, Limfosit, Daun Binahong ABSTRACTThe cut can be caused by animal bites and the trauma of sharp objects that can damage tissue srtuktur. This study aims to identify and count the number of inflammatory cells in cuts mice (Mus musculus) were given the leaf extract binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) on day 21. The experimental animals used were mice (Mus musculus) weighing 20-50 grams, 2-3 months old and 12 male. Mice were divided into 4 groups and treated with 3 repetitions. The first group (K1) as control was given only distilled water. Group two (K2) is given binahong leaf extract 5%. A group of three (K3) given the leaf extract binahong 10%. Kelompok empat (K4) diberikan ekstrak daun binahong 15%. Skin tissue sampling conducted on the 21st day. The skin is made incised wound, then fixed in a solution of 10% BNF for 2x24 hours. The results showed the number of inflammatory cells; basophils, eosinophils, neutrophils, monocytes and lymphocytes in K1: 18,50±2,47, 21,38±0,18, 22,88±0,88, 16,38±1,94, 23,63±0,88. K2: 16,75±2,12, 17,88±2,30, 15,13±2,65, 22,75±1,41. K3: 14,63±2,30, 18,63±1,94, 22,63±2,30, 22,38±0,88, 33,75±2,47. K4:13,75±1,77, 17,13±3,01, 20,75±2,83, 20,00±1,77, 29,88±0,53. Based on the research results binahong leaf extract can conclude that the concentration of 5%, 10%, 15% did not find any difference in the number of inflammatory cells respectively between groups.Keywords: Basophils, Eosinophils, Neutrophils, Monocytes, Lymphocytes, Leaf                        Binahong
Deteksi Bakteri Salmonella sp. pada Tangan Pedagang Daging Sapi dan Perkiraan Penyebabnya di Pasar Peunayong Banda Aceh (Detection of Salmonella sp. on Meat Seller’s Hand and Estimation of It Causes in Peunayong Banda Aceh) Uswatun Hasanah; Teuku Reza Ferasyi; Mahdi Abrar; Erina Erina; Nurliana Nurliana; Rastina Rastina; Azhari Azhari
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 2 (2021): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i2.7728

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeteksi bakteri Salmonella sp. pada tangan pedagang daging sapi dan perkiraan faktor penyebabnya di Pasar Peunayong Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang digunakan adalah swab tangan dari pedagang yang dipilih secara acak. Selain itu juga dilakukan pengamatan untuk perkiraan faktor penyebabnya dengan menggunakan lembar observasi. Bakteri Salmonella sp. diisolasi dari sampel swab pada tangan pedagang. Selanjutnya diinokulasikan ke dalam media pengkayaan yaitu Selenite Cysteine Broth (SCB). Kemudian ditumbuhkan pada media selektif Salmonella Shigella Agar (SSA). Lembar observasi digunakan untuk melihat kemungkinan peran higiene dan sanitasi sebagai penyebab cemaran bakteri Salmonella sp. pada tangan pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 sampel swab tangan pedagang daging sapi di pasar Peunayong, Banda Aceh, ditemukan 11 sampel (91,7 %) yang positif Salmonella sp. Berdasarkan penilaian lembar observasi, terlihat bahwa kondisi higiene dan sanitasi di lokasi pedagang daging sapi di Pasar Peunayong tergolong tidak bagus. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat cemaran bakteri Salmonella sp. pada tangan pedagang daging sapi di Pasar Peunayong Banda Aceh dan diperkirakan faktor penyebabnya adalah kondisi higiene dan sanitasi lokasi penjualan tersebut.  ABSTRACTThis study was aimed to detect bacteria Salmonella sp. on the hand of the meat sellers and the approximate cause in Peunayong Banda Aceh. This research were used a cross sectional approach. The samples used were seller’s hand swabs for bacteria detection. Then, an observation was conducted to estimate the cause factor for contamination. Salmonella bacteria sp. isolated by swab on the merchant's hand. The swab samples were inoculated into the enrichment medium of Selenite Cysteine Broth (SCB). Then, they were grown on selective Salmonella Shigella agar (SSA) medium. The data were analysed descriptively. The results showed that 11 (91.7%) of 12 samples of hand swab were found positive contaminated with Salmonella sp. Then, based on assessment of observation sheet, it was seen that hygiene and sanitation condition was not good in the sampling location. It can be concluded that most of the hand of meat sellers in Peunayong market ofBanda Aceh is contaminated with Salmonella sp. The factors that estimated as the caused of the contamination are hygiene and sanitation of the market.Keywords: Salmonella sp., Hand swab, hygiene, meat seller
GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) YANG TERPAPARMERKURI KLORIDA (HgCl2) (Histopatology of Tilapia Fish (Oreochromis mossambicus) Kidneys Exposed by Mercury chloride (HgCl2)) dewi sandra; Dwinna Aliza; nazaruddun nazaruddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 1 (2020): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i1.4775

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologis ginjal ikan mujair (Oreochromis mossambicus)  yang terpapar merkuri klorida (HgCl2). Sampel yang digunakan adalah ikan mujair sebanyak 36 ekor, berjenis kelamin jantan, dan berat badan 200-300 gram, yang diambil dari tambak Gampong Cadek Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 kelompok perlakuan, dengan 3 kali ulangan, yaitu PO (kontrol), PI (konsentrasi 0,25 ppm), PII (konsentrasi 0,50 ppm), dan PIII (konsentrasi 0,75 ppm) masing-masing perlakuan terdiri atas 9 ekor ikan. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke 10, 20, dan 30 setelah perlakuan. Ikan dieutanasia kemudian dilakukan nekropsi untuk mengambil organ ginjal dan difiksasi dalam NBF 10%, selanjutkan dilakukan pembuatan sediaan histopatologi dan diwarnai dengan hematoksilin eosin. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok perlakuan PI, PII, dan PIII pada hari ke-10, 20, dan 30 mengalami kerusakan histopatologis berupa pembengkakkan glomerulus, nekrosis pada epitel tubulus, dan infiltrasi sel radang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kerusakan jaringan ginjal akan semakin parah seiring dengan peningkatan dosis dan lama paparan HgCl2.Kata kunci : Ginjal, ikan mujair, histopatologis, merkuri klorida, Oreochromis mossambicus. ABSTRACTThis research was aimed to find out the histopathological features of tilapia fish (Oreochromis mossambicus) kidneys exposed to mercury chloride (HgCl2). A total of 36 tilipia fish with the criteria of male sex and 200-300 gram weigh were used in this study which were collected from Cadek ponds, Aceh Besar. Research implemented a completely randomized design (RAL) of 4 treatment group, with 3 repetitions, ie PO (control), PI (concentration 0.25 ppm), PII (concentration 0.50 ppm), and PIII (concentration 0.75 Ppm) 9 fish each. All fish were treated for 10, 20, and 30 days. Fish were eutanized then necropsied, kidney were collected and fixed in NBF 10% before proceed with histopathology preparation with hematoxylin eosin staining method. The results showed that group PI, PII, and PIII on day 10, 20, and 30 experienced histopathologic damage in the form of glomerular swelling, necrosis of tubular epithelium, and infiltration of inflammatory cell found in kidney tissue. In conclusion, the damage of kidney tissue more severe along with increasing doses and the longer exposed of fish with HgCl2.. Keywords : kidneys, tilapia fish, histopathology, mercury chloride, Oreochromis mossambicus.
PROFIL DARAH KUCING LOKAL (Felis catus) SELAMA KESEMBUHAN DISTANT FLAPS akbar muzaky; Erwin Erwin; Herrialfian Herrialfian; M Nur Salim; Tongku Nizwan Siregar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 3 (2021): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i3.12107

Abstract

ABSTRAKPerubahan nilai profil darah merupakan salah satu indikasi gangguan fisiologis tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan nilai profil darah kucing lokal (Felis catus) selama kesembuhan distant flaps. Penelitian ini menggunakan tiga ekor kucing lokal jantan. Semua kucing dibuat luka 2 × 2 cm pada ekstremitas bagian depan, untuk kemudian ditangani dengan teknik distant flap yang bersumber dari area thorak. Pengambilan darah pada hari ke-0 sebelum bedah dan hari ke-3, 6, 9, dan 12 setelah bedah distant flap. Pemeriksaan nilai profil darah meliputi eritrosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, trombosit, dan diferensial leukosit (granulosit, monosit dan limfosit). Hasil pengamatan menunjukkan nilai profil darah kucing mengalami fluktuasi sepanjang hari pengamatan. Peningkatan dan penurunan nilai profil darah merupakan respon tubuh terhadap kesembuhan distant flaps. Distant flap dapat digunakan untuk penutupan luka area ekstremitas pada kucing. Kata kunci : profil darah, kucing, distant flap ABSTRACTChanges in blood profile values are one indication of the physiological disturbances of the body. This study aims to determine the changes in blood profile of local cats (Felis catus) during the healing of distant flaps. This study used three male local cats. All cats were made 2 × 2 cm wound on the front extremities, they then were treated with distant flap technique originating from the thorax area. Blood collection was carried out on day 0 before surgery and days 3, 6, 9, and 12 after distant flap surgery. The blood tests included erythrocytes, leukocytes, hemoglobin, hematocrit, platelets, and differential leukocytes (granulocytes, monocytes and lymphocytes). The observations showed that the value of a cat's blood profile experienced fluctuations throughout the observation day. The increase and decrease in blood profile value is the body's response to the healing of distant flaps. Distant flap can be used for wound closure of the extremity area in cats. Keywords : blood profile, cat, distant flap
GAMBARAN HISTOPATOLOGI OTOT FEMUR KELINCI (LEPUS SP.) SETELAH IMPLAN PLAT LOGAM (Histopathology Of Rabbit’s (Lepus sp.)Femur Muscle After Metal Plate Implantation) Muhammad Fathur Ridho; Erwin Erwin; Ummu Balqis; Muhammad Hambal; Syafruddin Syafruddin; Mulyadi Adam
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 3 (2021): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i3.12878

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi otot femur kelinci (Lepus sp.) setelah implan plat besi dan tantalum. Kelompok perlakuan 1 (K1) kelinci yang diimplantasi menggunakan plat tantalum dan kelompok perlakuan 2 (K2) kelinci yang diimplantasi menggunakan plat besi di antara Musculus Vastus Lateralis dan tulang femur selama 2 bulan. Perubahan histologi yang diamati adalah ada tidaknya nekrosis, fibrosis dan tissue cavities pada jaringan otot femur kelinci. Hasil pengamatan secara mikroskpois  ditemukan fibrosis, tetapi tidak ditemukan nekrosis dan tissue cavities. Terdapat perbedaan gambaran histopatologi otot kelinci (Lepus sp.) setelah penggunaan implan plat tantalum dan plat besi. Kata kunci : Kelinci, Tantalum, Besi, Histopatologi, Otot, Fibrosis, Nekrosis, Tissue Cavities. ABSTRACT                    The aim of this study was to determine the differences in the histopathology of the rabbit femur (Lepus sp.) Muscle after iron plate and tantalum implants. The first treatment group (K1) rabbits implanted using tantalum plates and treatment group 2 (K2) rabbits were implanted using an iron plate between the Musculus Vastus Lateralis and the femur bone for 2 months. The histological changes observed were the presence or absence of necrosis, fibrosis and tissue cavities in the muscle tissue of the rabbit femur. The results of the study showed that fibrosis was found, but necrosis and tissue cavities were not found. There are differences in the histopatological muscle of rabbit (Lepus sp.) after the use of tantalum plate and iron plate implants. Keywords: Rabbit, Tantalum, Iron, Histopathology, Muscle, Fibrosis, Nekrotic, Tissue Cavities.
PENILAIAN KESEJAHTERAAN HEWAN PADA PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN DI BEBERAPA GAMPONG DI KOTA BANDA ACEH (THE EVALUATION OF ANIMAL WALFARE IN QURBAN ANIMAL SLAUGHTERING AT SOME VILLAGES IN BANDA ACEH CITY) Roy Tigana Putra; Razali Razali; T. Reza Ferasyi; Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Ismail Ismail; Ginta Riady; M Daud AK
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 4 (2021): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i4.12941

Abstract

ABSTRAKPenelitianinibertujuanmenilaipenerapan kesejahteraan hewan padapenyembelihanhewankurbantahun 2018 di 17 Gampong di Kota Banda Aceh.Metodeyang digunakandalampenelitianiniadalahmetodesurveymenggunakan data check list dankuesioner. Data hasilsurveydikelompokkankedalamtigakategoriyaitu. kesehatan hewan, penanganan hewan hidup  dan proses penyembelihan. Data yang diperolehdianalisissecaradeskriptif.  Hasilanalisischeck listmenunjukkanbahwaketigaaspek yang dinilaimendapatkanhasilpenilaian yang buruk. Berdasarkankuisionerdidapatbahwa 70,6%tempatpenyembelihanhewankurbanbelummemilikikandangkhususuntukpenampunganhewansebelumdisembelih. Bahwasebesar82,4% tempatpenyembelihanterpisahtidakjauhataudapatdilihatolehsapi lain. Kemudiansebesar82,4% saat hewan tiba tidak disediakan tempat penurunan hewan dari truk.Dapatdisimpulkanbahwapenyembelihanhewankurbantahun 2018 di Banda Aceh belum menerapkanaspekkesejahteraan hewan.Kata Kunci: Kesejahteraan, penampungan,penyembelihan, kurban, Banda AcehABSTRACTThis study aims to assess the application of animal welfare to the slaughter of sacrificial animals in 2018 in 17 villages in the city of Banda Aceh. The method used in this study is the survey method using data check lists and questionnaires. The survey data are grouped into three categories, namely. animal health, handling live animals and the slaughter process. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the check list analysis show that the three aspects assessed get poor results. Based on the questionnaire it was found that 70.6% of slaughterhouses for sacrificial animals did not have speciallairagefor animal shelter before being slaughtered. Whereas 82.4% of the slaughterhouses are not far apart or can be seen by other cows. Then 82.4% when animals arrive, there is no place for dropping animals from trucks. It can be concluded that the slaughter of sacrificial animals in 2018 in Banda Aceh has not yet applied aspects of animal welfare. Keywords: Welfare, shelter, slaughter, sacrifice, Banda AcehABSTRAKPenelitianinibertujuanmenilaipenerapan kesejahteraan hewan padapenyembelihanhewankurbantahun 2018 di 17 Gampong di Kota Banda Aceh.Metodeyang digunakandalampenelitianiniadalahmetodesurveymenggunakan data check list dankuesioner. Data hasilsurveydikelompokkankedalamtigakategoriyaitu. kesehatan hewan, penanganan hewan hidup  dan proses penyembelihan. Data yang diperolehdianalisissecaradeskriptif.  Hasilanalisischeck listmenunjukkanbahwaketigaaspek yang dinilaimendapatkanhasilpenilaian yang buruk. Berdasarkankuisionerdidapatbahwa 70,6%tempatpenyembelihanhewankurbanbelummemilikikandangkhususuntukpenampunganhewansebelumdisembelih. Bahwasebesar82,4% tempatpenyembelihanterpisahtidakjauhataudapatdilihatolehsapi lain. Kemudiansebesar82,4% saat hewan tiba tidak disediakan tempat penurunan hewan dari truk.Dapatdisimpulkanbahwapenyembelihanhewankurbantahun 2018 di Banda Aceh belum menerapkanaspekkesejahteraan hewan.Kata Kunci: Kesejahteraan, penampungan,penyembelihan, kurban, Banda Aceh ABSTRACTThis study aims to assess the application of animal welfare to the slaughter of sacrificial animals in 2018 in 17 villages in the city of Banda Aceh. The method used in this study is the survey method using data check lists and questionnaires. The survey data are grouped into three categories, namely. animal health, handling live animals and the slaughter process. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the check list analysis show that the three aspects assessed get poor results. Based on the questionnaire it was found that 70.6% of slaughterhouses for sacrificial animals did not have speciallairagefor animal shelter before being slaughtered. Whereas 82.4% of the slaughterhouses are not far apart or can be seen by other cows. Then 82.4% when animals arrive, there is no place for dropping animals from trucks. It can be concluded that the slaughter of sacrificial animals in 2018 in Banda Aceh has not yet applied aspects of animal welfare.Keywords: Welfare, shelter, slaughter, sacrifice, Banda Aceh
CEMARAN MIKROBA PADA TELUR AYAM RAS DI PETERNAKAN DUSUN SILAOK KECAMATAN MUNGKA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT Mutia Yuli Yana; Rastina Rastina; Ismail Ismail; Nurliana Nurliana; Amiruddin Amiruddin; Mahdi Abrar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 4 (2021): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i4.18438

Abstract

Telur ayam ras merupakan salah satu sumber protein hewani yang cukup tinggi yang harus dijamin keamananya dan juga sebagai media yang baik bagi mikroba termasuk mikroorganisme pencemar dan  patogen. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dan memperoleh informasi cemaran mikroba pada telur ayam  ras di peternakan unggas Dusun Silaok, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera  Barat. Sampel telur ayam diperoleh dari 5 peternakan yang terdiri dari 25 butir telur ayam dan 5 butir telur ayam dari setiap peternakan ayam  ras. Pemeriksaan cemaran mikroba dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC) terhadap isi telur (­kuning telur dan putih telur). Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini pada Peternakan A 4,0 x 102 cfu/ml, Peternakan B 6,2 x 105 cfu/ml, Peternakan C 2,3 x 104 cfu/ml, Peternakan D 5,6 x 103 cfu/ml dan Peternakan E 4,5 x 104 cfu/ml. Jadi cemaran mikroba yang melebihi batas maksimum SNI terdapat pada peternakan B yaitu 6,2 x 105 cfu/ml dan sebanyak 0,18% peternakan di Dusun Silaok Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat, terdapat telur yang batas maksimun cemaran mikroba melebihi standar SNI 7388:2009 (1 x 105 cfu/ml).
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN DEPIK (Rasbora tawarensis) DI BALAI BENIH IKAN (BBI) KABUPATEN ACEH TENGAH Khaifa Hairunnisa; Farida Athaillah; Muttaqien Bakri
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 4 (2021): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i4.18439

Abstract

Ikan depik merupakan spesies endemik dan diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah (threatened species) dan terdaftar sebagai Critical Endangered Species. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan depik serta menentukan tingkat prevalensi ektoparasit yang menyerang ikan depik. Sebanyak 30 ekor ikan depik diambil menggunakan jaring pada akuarium BBI Kabupaten Aceh Tengah dan diidentifikasi di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Pengamatan ektoparasit dilakukan dengan metode natif (pemeriksaan langsung) yaitu dengan cara mengamati organ luar dan membuat apusan lendir serta mengamati pada kedua insang dan seluruh sirip ikan tersebut kemudian amati di bawah mikroskop. Hasil penelitian terhadap pemeriksaan ektoparasit pada ikan depik di BBI ditemukan 5 jenis ektoparasit yang terdapat pada organ predileksi bagian luar yaitu Dactylogyrus sp. dengan prevalensi pada insang (3,33%) dan pada lendir/kulit (16,67%), Piscinoodinium sp. prevalensi pada lendir/kulit (3,33%), Chilodonella sp. prevalensi pada lendir/kulit (16,67%), Ichtyophthirius multifilis memiliki nilai prevalensi sama pada organ predileksi lendir/kulit, insang dan sirip yaitu (3,33%), Trichodina sp. prevalensi pada lendir/kulit (6,67%) dan sirip (16,67%). Dari data tersebut ektoparasit yang paling banyak menginfeksi ikan depik ialah Trichodina sp. dengan jumlah 7 ekor ikan yang terinfeksi dari total sampel 30 ekor, dimana didapatkan 2 Trichodina sp. pada organ predileksi lendir/kulit dengan nilai prevalensi (6,67%) dan 5 Trichodina sp. pada sirip dengan nilai prevalensi (16,67) sedangkan ektoparasit paling sedikit menginfeksi ikan depik yaitu Piscinoodinium sp. yang hanya menginfeksi 1 ekor ikan dari total sampel 30 ekor dimana ektoparasit ini menginfeksi organ predileksi lendir/kulit dengan nilai prevalensi (3,33%).
STUDI EVALUASI PEMOTONGAN HEWAN QURBAN DI KOTA BANDA ACEH DAN SEBAGIAN ACEH BESAR DARI ASPEK SANITASI DAN KESRAWAN Evalution Study of Qurban Slaughtering Animals in Banda Aceh City and Most Aceh Besar From Sanitation Aspect And Animal Welfare tati maulidya; Razali Razali; Ismail Ismail; Rastina Rastina; Fakhrurrazi Fakhrurrazi; M Daud AK; Muhammad Hambal; Muttaqien Muttaqien
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 4 (2021): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i4.7880

Abstract

This study aims to evaluate the slaughter of qurban animals in Banda Aceh City and some of Aceh Besar in 2017. This research was conducted in the form of data analysis from questionnaire results of qurban slaughtering animals. The data analyzed was data obtained from the results of questionnaires and observations about some aspects which classified into four categories, namely qurban animals health aspects, aspects of shelter and qurban animals slaughter equipment, the process of slaughtering qurban animals, and fourth was the aspect of cutting meat or carcass. The data were analyzed descriptively. The results showed that 83.28% of the health aspects of qurban animals in Banda Aceh city and some of Aceh Besar can be said very good. As many as 84.12% of the people in Banda Aceh city and some of Aceh Besar have done the shelter and qurban animal slaughtering equipment. 76.56% of the people in Banda Aceh city and some of Aceh Besar have done the slaughtering of qurban animals in accordance with slaughtering requirements, and 88.88% have done carcass or carcass handled properly. The conclusion stated that the slaughtering of qurban animals in Banda Aceh City and some of Aceh Besar in 2017 has fulfilled the aspect of sanitation and animal welfare