cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
ANGKA PREVALENSI CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA MEJA DAN PERALATAN PEDAGANG DAGING AYAM BROILER DI DUA PASAR TRADISIONAL KOTA BANDA ACEH (The Prevalence Rate of Escherichia coli Contamination on the Table and Equipment of Broiler Traders at Two Traditional Markets in Banda Aceh) chiara giri puspa; T Reza Ferasyi; Rastina Rastina; dwinna aliza; fadli a gani; mahdi abrar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 4, No 3 (2020): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v4i3.15179

Abstract

ABSTRAKEscherichia coli dikenal sebagai bakteri indikator sanitasi, keberadaanya dalam pangan menunjukkan bahwa pangan tercemar oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui angka prevalensi bakteri E. coli pada meja dan peralatan pedagang daging ayam broiler. Sampel yang digunakan yaitu 20 swab meja, pisau, dan talenan pedagang daging ayam broiler di dua Pasar Tradisional Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan larutan Buffer Peptone Water (BPW) dan mengidentifikasi E. coli menggunakan media selektif diferensial, yaitu dengan Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 meja, 2 pisau, dan 3 talenan di Pasar Tradisional Seutui positif tercemar E. coli dengan angka prevalensi cemaran E. coli pada meja (40%), pisau (40%), dan talenan (60%), sedangkan di Pasar Tradisional Peunayong terdapat 2 meja dan 2 pisau positif tercemar E. coli dengan angka prevalensi cemaran  E. coli pada meja (13%) dan pisau (13%). Hasil kesimpulan yang didapat yaitu rata-rata angka prevalensi cemaran E. coli secara keseluruhan pada peralatan pedagang dari dua Pasar Tradisional di Kota Banda Aceh yaitu 18,33%.Kata kunci : Escherichia coli, prevalensi, peralatan pedagang, pasar tradisional  ABSTRACTEscherichia coli is known as an indicator of sanitation bacteria, its presence in food indicates that food is polluted by the environment. This study aims to determine the prevalence of  E. coli bacteria on the table and equipment of broiler chicken meat traders. The samples used were 20 table swabs, knives, and cutting boards of broiler traders in two Traditional Markets in Banda Aceh City. This study uses the Total Plate Count (TPC) method with Buffered Peptone Water (BPW) solution and identifies E. coli using differential selective media, namely Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). The results showed that 2 tables, 2 knives, and 3 cutting boards in the Seutui Traditional Market were positively contaminated with E. coli with the prevalence of E. coli contamination on the table (40%), knives (40%), and cutting boards (60%), while in the Peunayong Tradisional Market there are 2 tables and 2 positive knives contaminated with E. coli with the prevalence rate of E. coli contamination on the table (13%) and knives (13%). The conclusion obtained is the average prevalence rate of E. coli contamination as a whole on the equipment of traders from two Traditional Markets in the City of Banda Aceh is 18.33%. Key words : Escherichia coli, prevalence, equipment traders, traditional markets
HUBUNGAN ANTARA DRIP LOSS (The correlation between drip loss ) DENGAN ANGKA LEMPENG TOTAL (with total plate count ) MUSCULUS LONGISSIMUS DORSI (the musculus longisimus dorsi) TERHADAP DAYA SIMPAN DAGING SAPI ACEH (on the shelf life of aceh beef) Ade widya yunanda; Razali Razali; Fadli A Gani; Cut Dahlia Iskandar; Ismail Ismail; Muslim Akmal
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 4, No 3 (2020): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v4i3.15152

Abstract

ABSTRAKMusculus Longissimus dorsi merupakan otot yang memiliki kadar lemak tinggi namun kadar protein rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi ilmiah mengenai hubungan drip loss dengan Angka Lempeng Total (ALT) pada Musculus Longissimus dorsi terhadap daya simpan daging sapi aceh. Sampel yang digunakan 7 karkas sapi aceh jantan bagian Musculus Longissimus dorsi yang diambil pada pagi hari dimasukkan kedalam plastik steril dan dibawa ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala untuk diperiksa drip loss dan ALT pada hari yang sama. Hasil penelitian menunjukkan nilai drip loss masing-masing 7,3; 10,3; 7,1; 7,2; 11,3; 14,6; 19,7 % dan ALT masing-masing 8 x ; 4 x ; 2,9 x; 3,2 x ; 3,3 x ; 4,1 x ; 7 x cfu/gram. Disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai drip loss maka semakin tinggi ALT yang didapatkan pada Musculus Longissimus dorsi sapi aceh, sehingga penurunan daya simpan.Kata Kunci: Sapi aceh, Musculus Longissimus dorsi, Drip Loss, Angka Lempeng Total (ALT)ABSTRACT             Musculus Longissimus dorsi is a muscle that has high fat content but low protein content. The aim of this research was to obtain scientific information about the relationship between drip loss with Total Plate Count (ALT) Musculus Longissimus dorsi on the shelf life of aceh beef. Samples used were 7 carcasses of aceh male cow in the part of Musculus Longissimus dorsi which were taken in the morning were put into sterile plastic and were brought to the Veterinary Public Health Laboratory of the Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University to be examined for drip loss and ALT on the same day. The results showed the value of each drip loss 7,3; 10,3; 7,1; 7,2; 11,3; 14,6; 19,7% and ALT respectively 8 x ; 4 x ; 3,2 x; 2,9 x ; 3,3 x ; 4,1 x ; 7 x cfu/gram. It was concluded that the higher the value of drip loss, the higher the ALT obtained in Musculus Longissimus dorsi of aceh beef, thereby decreasing its shelf life.Keywords: Aceh cow, Musculus Longissimus dorsi, Drip Loss, Total Plate Count (ALT)
PENGARUH PEMBERIAN INFUSA KULIT PISANG RAJA (Musa paradisiaca var Raja) TERHADAP JUMLAH TOTAL CEMARAN BAKTERI PADA DAGING KAMBING (The Effect of Raja Banana Peel (Musa paradisiaca var Raja) Infusion on Total Amount of Bacterial Contamination in Goat Meat) Desi Ramadhani; Razali Razali; T Zahrial Helmi; Rinidar Rinidar; Erina Erina; Sugito Sugito
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 4, No 3 (2020): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v4i3.15142

Abstract

ABSTRAKKulit dari pisang raja (Musa paradisiaca var Raja) merupakan bagian dari salah satu tanaman yang mengandung antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa kulit pisang raja terhadap penurunan jumlah total cemaran bakteri pada daging kambing. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 5 kelompok perlakuan K1 (kontrol negatif), K2, K3, K4, dan K5 dengan persentase infusa masing-masing 20%, 40%, 60%, dan 80%, dan 4 ulangan. Parameter yang diamati yaitu jumlah koloni bakteri yang dapat dihitung  pada media Plate Count Agar (PCA) dengan menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Data jumlah total cemaran bakteri dianalisis secara kuantitatif serta dilanjutkan dengan uji Duncan taraf 0,05. Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah total cemaran bakteri pada setiap kelompok perlakuan K1, K2, K3, K4 dan K5 berturut-turut adalah 1,82x105, 1,50x105, 1,25x105,  0,45x105, dan 0,12x105(cfu/g). Penurunan jumlah total cemaran bakteri secara signifikan terjadi pada K5 (80%). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian infusa kulit pisang raja (Musa paradisiaca var Raja) berpengaruh terhadap penurunan jumlah total cemaran bakteri pada daging kambing.Kata kunci:  Infusa, kulit pisang raja, daging kambing, dan koloni bakteri.ABSTRACT             The peel of Raja Banana (Musa paradisiaca var Raja) is part of one the plant that contains antibacterial properties. The purpose of this study is to determine the effect of Raja banana peels infusion to decrease the total amount of bacterial contamination in goat meat. This was an experimental by using a completely randomized design with one way 5 treatment groups K1 (control negative), K2, K3, K4, and K5 are 20%, 40%, 60%, and 80%, 4 repeat. The parameters observed were  the number of bacterial colonies that could be counted on the Plate Count Agar (PCA) media using the Total Plate Count (TPC) method. Data on the total amount of bacterial contamination were analyzed quantitatively and continued with the Duncan test at the 0.05 level. The results showed the average total number of bacterial contamination in each treatment group K1, K2, K3, K4 and K5 consecutived was 1.82x105, 1.50x105, 1.25x105, 0.45x105, and 0.12x105(cfu/g). Significant reduction in the total amount of bacterial contamination was found in K5 (80%). From the results of the study it can be concluded that the administration of Raja Banana peel infusion (Musa paradisiaca var Raja) has an effect on reducing the total amount of bacterial contamination in goat meat.Keywords: Infusion, raja banana peel, goat meat, and bacterial colonies.
ANGKA PREVALENSI CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA TANGAN PEDAGANG DAGING AYAM BROILER DI DUA PASAR TRADISIONAL KOTA BANDA ACEH (The Prevalence Rate of Escherichia coli Contamination on Hand of Broiler Meat Traders at Two Traditional Markets in Banda Aceh) pani noveliani lubis; T Reza Ferasyi; Rastina Rastina; muhammad isa; Nazaruddin Nazaruddin; etriwati etriwati
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 4, No 3 (2020): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v4i3.15178

Abstract

ABSTRAKSumber pencemaran Escherichia coli pada produk pangan salah satunya yang penting yaitu diakibatkan oleh kontaminasi tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran dari tangan pedagang dan angka prevalensi cemaran bakteri Escherichia coli pada tangan pedagang daging ayam broiler di dua pasar tradisional Kota Banda Aceh dengan metode Replicate Organism Direct Agar Contact (RODAC).Sampel yang digunakanadalah 20 tangan pedagang daging ayam broiler. Tangan langsung ditempelkan pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) dan selanjutnya diinkubasi dengan suhu 37˚C selama 24 jam. Jumlah koloni bakteri yang tumbuh dihitung untuk mengetahui angkap revalensi. Dari 20 sampel tangan pedagang yang diperiksa, adanya cemaran Escherichia coli pada 9 sampel tangan pedagang. Dapat disimpulkan bahwa tangan pedagang daging ayam broiler tercemar Escherichia coli dengan angka prevalensi keseluruhan 45%.Kata Kunci : Escherichia coli, cemaran, tangan pedagang ABSTRACTOne important source of Escherichia coli pollution in food products is caused by hand contamination. The purpose of this study to determine the contamination from the hands of traders and the prevalence rate of Escherichia coli contamination in the hands of broiler meat traders in two traditional markets in Banda Aceh City with the Replicate Organism Direct Agar Contact (RODAC) method. The sample used was 20 hands of broiler meat traders. The hands were placed on Eosin Methylen Blue Agar (EMBA) media and then incubated at temperature 37˚C for 24 hours. The number of bacterial colonies that grow is calculated to determine the prevalence rate. From the 20 samples of traders hands examined, there were Escherichia coli contaminations in 9 samples of traders hands. It can be concluded that the hands of broiler chicken meat traders are contaminated Escherichia coli with an overall prevalence rate of 45%.Keywords: Escherichia coli, contamination, traders hand
ANGKA PREVALENSI CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA DAGING AYAM BROILER YANG DIJUAL DI TIGA PASAR TRADISIONAL KOTA BANDA ACEH (The Prevalence Rate of Escherichia coli Contamination in Broiler Chicken Meat Sold in Three Traditional Markets in Banda Aceh) erma yusintha ramdhania; T Reza Ferasyi; wahyu eka sari; mahdi abrar; ismail ismail ismail; cut nila thasmi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 4, No 3 (2020): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v4i3.15180

Abstract

ABSTRAK Escherichia coli merupakan salah satu bakteri penyebab foodborne disease yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya apabila bahan pangan yang terkontaminasi dikonsumsi oleh manusia. Salah satu bahan pangan asal hewan yang sering dikonsumsi masyarakat adalah daging ayam, baik daging ayam kampung maupun daging ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi bakteri E. coli pada daging ayam broiler yang dijual di Tiga Pasar Tradisional Kota Banda Aceh. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 sampel daging ayam broiler yang diambil dari Tiga Pasar Tradisional. Penelitian ini menggunakan metode total plate count dengan larutan buffered peptone water (BPW) dan media selektif differensial eosin methylene blue Agar (EMBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan sampel daging ayam broiler positif tercemar E.  coli dengan angka prevalensi yaitu di Pasar Seutui (100%) dan Pasar Peunayong (26,7%). Dapat disimpulkan bahwa cemaran bakteri E. coli melebihi batas normal dengan angka prevalensi secara keseluruhan dari Tiga Pasar Tradisional di Kota Banda Aceh yaitu sebesar 36%.  Kata kunci : Escherichia coli, daging ayam broiler, foodborne disease, prevalensi ABSTRACT Escherichia coli is one of the bacteria that cause foodborne disease which can cause dangerous diseases if contaminated food is consumed by humans. One foodstuff of animal origin that is often consumed by the public is chicken meat, both native chicken meat and broiler chicken meat. This study aims to determine the prevalence of E. coli in broiler chicken meat sold in the Three Traditional Markets in Banda Aceh. The sample used in this study was 25 samples of broiler chicken meat taken from the Three Traditional Markets. This study uses the total plate count method with buffered peptone water (BPW) and differential selective media eosin methylene blue agar (EMBA). The results showed that nine samples of broiler’s chicken meat were positively contaminated E. coli with prevalence rates in Seutui Market (100%) and Peunayong Market (26.7%). It can be concluded that the contamination of E. coli exceeds normal limits with an overall prevalence rate of the Three Traditional Markets in Banda Aceh City is 36%. Keywords : Escherichia coli, broiler chicken meat, foodborne disease, prevalence  
Otitis Eksterna Bilateral karena Infeksi Campuran Otodectes cynotis dengan Bakteri Staphylococcus spp. dan Klebsiella spp pada Kucing Eksotik Rambut Pendek (OTITIS EXTERNA BILATERAL ON EXOTIC SHORT HAIR CAT CAUSED BY OTODECTES CYNOTIS WITH STAPHYLOCOCCUS SPP. AND KLEBSIELLA SPP AS A SECONDARY BACTERIAL INFECTION) Archie Leander Maslim; I Wayan Batan
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 1 (2020): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i1.16196

Abstract

ABSTRAK            Otitis eksterna adalah kondisi inflamasi pada saluran telinga luar dan pinna.  Masalah ini umum dan sering terjadi pada kucing.  Seekor kucing eksotik rambut pendek berumur 2,5 tahun dengan bobot badan 4 kg diperiksa dengan keluhan pruritus dan banyak serumen pada kedua lubang telinga. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya erythrema dan serumen berwarna coklat tua yang kering pada kedua lubang telinga.  Hasil pemeriksaan swab telinga menunjukkan adanya infeksi tungau Otodectes cynotis. Hasil pemeriksaan sitologi dan isolasi bakteri menunjukkan adanya infeki bakteri Staphylococcus spp. dan Klebsiella spp.  Hewan didiagnosis otitis eksterna.  Pengobatan pada otitis eksterna diberikan permehtrine, neomisin sulfate, dan triamnicolone acetonide secara topical sehari sekali.  Pembersihan telinga dengan chlorhexidine dan alkohol juga dilakukan sebelum pengobatan. Pada hari ke-7 kucing kasus menunjukkan tanda-tanda pulih dengan tidak ditemukan lagi O. cynotis. Kata-kata kunci : otitis externa; kucing; Otodectes cynotis; bakteri  ABSTRACT            Otitis externa is inflammation condition on the external of ear canal dan pinnae. This problem is common and frequently in cats. A two and a half year cat male 4 kg exotic short hair cat was examined pruritus and excessive cerumen in both ears. Clinical examination showed erythrema and dark brown cerumens in both cannal ears. Ear swab examination showed infection of Otodectes cynotis mites. Cytologi and isolation bacteria examination showed bacterial infection of Staphylococcus spp. and Klebsiella spp. Cat were diagnosed with otitis externa. Treatments of otitis externa are permethrine, neomycin sulfate, and triamnicolone acetonide topically once a day. Chlorhexidine and alcohol was also perfomed before the treatment. Day 7, cat showed a good signs and Otodectes cynotis were not found. Keywords : otitis externa; cat; otodectes cynotis; bacteria
Profil Darah Kucing Domestik (Felis domesticus) yang Menderita Ear Mites Yola Kartika; Erina Erina; Nuzul Asmilia
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 1 (2020): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i1.15315

Abstract

Ear mites merupakan salah satu penyebab paling umum pada kasus otitis eksterna yang merupakan salah satu penyakit yang penting secara klinis pada kucing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan profil darah pada kucing domestik yang menderita ear mites. Penelitian ini menggunakan 12 ekor kucing domestik yang dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok ear mites. Sampel darah diambil pada bagian vena cephalica antebrachii dengan menggunakan spuid steril, selanjutnya dilakukan penghitungan eritrosit, hemoglobin, hematokrit, leukosit dan trombosit menggunakan hematology analyzer, sedangkan untuk diferensial leukosit menggunakan preparat darah apus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan independent t-test. Hasil analisis statistik menunjukkan rata-rata (±SD) jumlah eritrosit pada kelompok P1= 8,83 ±0,60 x10⁶/µL, P2= 7,52±1,22 x10⁶/µL. Kadar hemoglobin P1= 11,91±1,12 g/dl, P2= 11,64±1,92 g/dl. Nilai hematokrit P1= 42,60±3,25%, P2= 36,21±5,83%. Jumlah leukosit P1= 16,45±0,64 x10³/µL, P2= 16,64±4,16 x10³/µL. Jumlah trombosit P1= 4,11±1,53 x105/µL, P2= 5,77±1,78 x105/µL. Jumlah neutrofil P1= 5,89±1,55 x10³/µL, P2= 8,57±3,75 x10³/µL. Jumlah eosinofil P1= 0,33±0,01 x10³/µL, P2=4,28±2,10 x10³/µL. Jumlah basofil P1=0,00±0,00 x10³/µL, P2=0,14±0,14 x10³/µL. Jumlah limfosit P1= 4,15±0,35 x10³/µL, P2=4,72±1,80 x10³/µL. Jumlah monosit P1= 0,58±0,14 x10³/µL, P2=1,28±0,80 x10³/µL. Hasil uji analisis statistik menunjukkan jumlah eritrosit, hemoglobin, hematokrit, leukosit total, trombosit dan diferensial leukosit yaitu neutrofil, basofil, limfosit dan monosit tidak berbeda secara nyata (P0,05), sedangkan jumlah eosinofil terdapat perbedaan yang nyata (P0,05). Kesimpulan kucing yang menderita ear mites mengalami perubahan profil darah yaitu jumlah eosinofil yang tinggi (eosinofilia).
UJI RESISTENSI SALMONELLA sp YANG DIISOLASI DARI AIR DI LINGKUNGAN KANDANG TERNAK SAPI ACEH (Resistence of Salmonella sp Isolated From the Water Surrounding Aceh Cattle Houses) Fitri Wulan Sari; Teuku Reza Ferasyi; Razali Razali; Erina Erina; Abdullah Hamzah; Rinidar Rinidar; M Daud AK
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 2 (2021): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i2.10765

Abstract

ABSTRAKPemakaian antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan dalam pengobatan dan dapat juga terjadi residu dalam bahan makanan asal hewan. Salmonella merupakan salah satu jenis bakteri berbahaya bagi hewan dan manusia. Terkait dengan persoalan tersebut  maka dilakukan isolasi Salmonella sp dari air didalam kran, air di dalam bak penampungan dan air genangan didalam kandang   ternak sapi aceh di Aceh Besar. Isolasi tersebut dilanjutkan dengan pengujian resistensi terhadap 6 antibiotik yaitu eritromisin, tetrasiklin, streptomisin, kloramfenikol, penisilin, dan amoksisilin dengan menggunakan metode Kirby Bauer pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil penelitian menunjukan terjadinya  resistensi terhadap eritromisin, penisillin, streptomisin, dan tetrasiklin berturut-turut sebesar 100%, 100%, 89%, dan 11%. Namun tidak terjadi resistensi terhadap amoksisilin, dan  kloramfenikol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bakteri Salmonella sp yang diisolasi dari air di sekitar kandang sapi aceh resisten terhadap 4 jenis antibiotik.Kata kunci : Resistensi antibiotik, Salmonella sp, air, sapi aceh. ABSTRACTUse of antibiotic inappropriate can cause failure in treatment and residues in food from animals. Salmonella is one of the type of hazard bacteria to animal and human. Regarding this issue, Salmonella sp were isolated from water in the faucet, water in the shelter, and puddle water in the aceh cattle cage in Aceh Besar. The isolated was followed by resistance tested of 6 antibiotics, that were eritromisin, tetrasiklin, streptomisin, chloramphenicol, penicillin and amoxicillin using Kirby Bauer method on Mueller-Hinton Agar. The results showed a resistance to eritromisin, penicillin, streptomisin, and tetrasiklin at 100%, 100%, 89%, and 11%. However there was no resistance to amoxicillin and chloramphenicol. Therefore, it can be concluded that Salmonella sp bacteria that isolated from water in the water surrounding aceh cattle houses resistance on 4 type of antibiotic.Keywords: Antibiotic resistance, Salmonella sp, water, aceh cattle.
GAMBARAN HISTOPATOLOGIS USUS IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) YANG TERPAPAR MERKURI KLORIDA (HgCl2) (The Histopathology of Tiapia Fish (Oreochromis mossambicus) Intestine Exposed To Mercury Cloride (HgCl2) hasni marmas; Dwinna Aliza; Nazaruddin Nazaruddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 1 (2020): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i1.4776

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologis usus ikan mujair (Oreochromis mossambicus) yang terpapar merkuri klorida (HgCl2). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan mujair sebanyak 36 ekor, berjenis kelamin jantan, dengan berat badan berkisar 200-300 gram. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan motode rancangan Acak Lengkap (RAL) berfaktorial 3x4, terdiri atas 4 kelompok perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu PO (kontrol), PI (konsentrasi 0,25 ppm), PII (konsentrasi 0,50 ppm), dan PIII (konsentrasi 0,75 ppm) masing-masing perlakuan terdiri atas 9 ekor ikan. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke 10, 20, dan 30 setelah perlakuan. Ikan di eutanasia kemudian dilakukan nekropsi untuk mengambil organ usus bagian anterior, kemudian dibuat preparat histopatologis dan diwarnai dengan hematoxylin eosin. Preparat diamati di bawah mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan PI, PII, dan PIII pada hari 10, 20, dan 30 terjadi kerusakan lapisan usus, kerusakan vili usus, dan nekrosis sel usus. Kerusakan tersebut semakin parah seiring dengan peningkatan konsentrasi dan lama waktu paparan. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa paparan merkuri klorida dapat menyebabkan kerusakan usus ikan mujair.Kata kunci : insang, ikan mujair (Oreochromis mossambicus), histopatologis, merkuri klorida. ABSTRACT        The aimed of this research was to find out the histopatological changes of tilapia fish (Oreochromis mossambicus) intestine exposed to mercury chloride (HgCl2). A total of 36 male tilapia fish with the weight of 200-300 gram were used as sample. This study used a complete randomized design of 3x4 factorial pattern, consisting of 4 treatment groups and 3 replications ie PO (control), PI (concentration 0,25 ppm), PII (concentration 0,50 ppm), PIII (concentration 0,75 ppm), 9 fish each. The treatment duration factors were 10, 20, and 30 days. Fish were eutanized and necropsied, then intestines were colleted before proceed to histopathology preparations using hematoxylin eosin staining. The results showed that group PI, PII, and PIII on day 10, 20, and 30 show the damage of intestine layer, intestine villi, and necrosis of intestine cell. The damage was more severe along with the increase of the concentration and the lenght of exposure. In condusion, mercury chloride exposure affect the of tilapia intestine.Keywords : gills, tilapia fish (Oreochromis mossambicus), histopathology, mercury chloride.   
PENGARUH JUMLAH MIKROFILARIA PADA ANJING PENDERITA Dirofilaria immitis TERHADAP ANGKA KEMATIAN NYAMUK Culex quinquefasciatus ISOLAT LAPANG (Effect Of Microfilirae On Dogs With Dirofilaria immitis On the Mortality Rate Of Culex quinquefasciatus With Isolate) Afifah Nur Oriyasmi; T. Fadrial Karmil; Winaruddin Winaruddin; Farida Athaillah; Abdullah Hamzah; Ummu Balqis; M Daud AK
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 4, No 3 (2020): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v4i3.8576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah mikrofilaria pada anjing penderita D. immitis terhadap angka kematian nyamuk Cx. quinquefaciatus isolat lapang. Sampel yang digunakan adalah empat ekor anjing, tiga ekor anjing yang terinfeksi D. immitis dengan jumlah mikrofilaria  tingkat infeksi 330 mf/ml darah, 1.430 mf/ml darah, dan 10.395 mf/ml darah serta satu anjing sebagai control (negatif D. immitis). Nyamuk Cx. quinquefasciatus yang  diinfeksikan dengan berbagai tingkat infeksi mikrofilaria tersebut diamati angka kematian nyamuk selama 13 hari. Hasil penelitian menujukan bahwa angka kematian nyamuk Cx. quinquefasciatus dengan tiga tingkatan infeksi terjadi kematian yang tinggi pada hari ke-10 infeksi berat 31,56 %, sedang 21,7 % dan ringan 15.4 %  hal ini disebabkan oleh pergerakan dan aktivitas biologis larva yang dapat merusak tubulus malpighia. Sehingga dapat disimpulkan Angka kematian nyamuk Cx. quinquefasciatus dengan jumlah mikrofilaria tinggi (10.395 mf/ ml darah ) adalah 13,1 %, tingkat infeksi sedang ( 1.430 mf/ml darah ) adalah 10,4 % dan tingkat rendah ( 330 mf/ml darah ) adalah 9,1 %  serta kontrol 0,2 %. Sehingga semakin tinggi tingkat infeksi mikrofilaria maka semakin tinggi angka kematian nyamuk.This study aims to determine the effect of the number of microfilariae in dogs with D. immitis to mosquito mortality. Cx quinquefaciatus isolate field. The samples used were four dogs, three dogs infected with D. immitis with microfilaria number of infection rate 330 mf / ml blood, 1,430 mf / ml blood, and 10,395 mf / ml of blood and one dog as control (negative D. immitis) . Mosquito Cx. quinquefasciatus infected with various levels of microfilaria infection was observed mortality rate for 13 days. The results showed that the mortality rate Cx. quinquefasciatus with three levels of infection occurs high mortality on day 10 this is caused by the movement and biological activity of larvae that can damage the tubule malpighia. So it can be concluded mosquito mortality rate. Cx quinquefasciatus with high microfilariae (10.395 mf / ml blood) was 13.1%, moderate infection rate (1.430 mf / ml blood) was 10.4% and low level (330 mf / ml blood) was 9.1% and control 0.2%. So the higher the rate of microfilaria infection, the higher the mortality rate of mosquitoe.