cover
Contact Name
ARI HAYATI
Contact Email
ari.hayati@unisma.ac.id
Phone
+62341- 551932
Journal Mail Official
biosaintropis@unisma.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha FMIPA Unisma Gedung Usman bin Affan Kompleks Unisma Jl. MT Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
ISSN : 23382805     EISSN : 24609455     DOI : https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.305
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ini mengkaji fenomena dan temuan penelitian di bidang biologi dan ilmu-ilmu dasar (sains) lainnya serta bidang studi di wilayah tropis. Jurnal ini ditujukan untuk menemukan solusi alternatif dalam perkembangan ilmu biologi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Dunia.
Articles 270 Documents
Kajian Etnoekonomi Tumbuhan Masyarakat Dayak Bakumpai di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan Khalidi, Muhammad; Zaini, Muhammad; Biyatmoko, Danang
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 9 No 2 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/e-jbst.v9i2.562

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu yang mengkaji interaksi antara manusia dan tumbuhan di sekitarnya. Etnobotani bermanfaat bagi masyarakat khususnya daerah yang memiliki potensi lokal beragam. Fokus penelitian yakni pada kajian etnoekonomi masyarakat Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala yang dimana masyarakat masih memanfaatkan tumbuhan potensi lokal sebagai mata pencaharian atau untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan etnoekonomi tumbuhan masyarakat Dayak Bakumpai Kabupaten Barito Kuala. Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan snowball sampling. Subjek penelitian yakni tokoh adat, tokoh masyarakat, dan sesepuh desa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai penunjang ekonomi warga Dayak Bakumpai dan hampir seluruh bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan nilai ekonominya dengan hasil 3 spesies sebagai pewarna alami pembuatan makanan, 2 spesies untuk bahan “menginang” yang diperjualbelikan di pasaran, 2 spesies sebagai hiasan pekarangan bunga dan diperjualbelikan, 5 spesies untuk bumbu masakan yang dikonsumsi rumahan atau diperjualbelikan, 3 spesies sebagai perabot rumahan, tali/bakul, dan kayu bakar. 1 spesies untuk perawatan wajah “pupur sadingen”, 3 spesies untuk bahan makanan secara langsung yang diperjualbelikan, dan 1 spesies sebagai pewangi/parfum
Keanekaragaman dan Kelimpahan Vegetasi Riparian di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Ali, Mahrus; Wulandari, Sri Riani; Ferdiansyah, Akhmad
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 9 No 2 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/e-jbst.v9i2.563

Abstract

Riparian vegetation is a plant community of several types of habitus such as trees, saplings and seedlings that live on river banks. The characteristics of riparian vegetation which have specifically adapted to environmental conditions make it have many strategic functions in maintaining the ecosystem. Some of the positive impacts of riparian vegetation depend on the varying structure and composition of the vegetation. The destruction of riparian vegetation will result in a decrease in the function of riparian vegetation in maintaining the ecosystem. The aim of this research is to study the diversity and abundance of riparian vegetation and to study environmental factors that influence the diversity and abundance of riparian vegetation. The method used is the belt transect method. The method is to make 4 belt transects, each measuring 10m x 80m. Each belt transect is made into a quadrant measuring 10m x 10m which is installed perpendicular to the river bank. Each quadrant is placed with a sampling plot measuring 2m x 2m for seedlings, 5m x 5m for saplings, and 10m x 10m for trees. Vegetation analysis includes: importance value index, diversity index (H'), uniformity index (E), and dominance index (C). The research was conducted on the Saroka River, Saronggi District, Sumenep Regency. The results of this research were the discovery of 37 types of riparian vegetation from 20 families whose habit was trees, saplings and seedlings. The highest INP for tree habitus is dominated by banana species, sapling habitus is dominated by cassava, while INP for seedling habitus is puzzle. The diversity index at all research stations is moderate (H'= 2.12), the uniformity index is high (E= 0.75) with a dominance index of 0.17 (almost no individuals dominate). Environmental factors that influence the diversity and abundance of riparian vegetation are air humidity, soil pH and environmental temperature.
Eksplorasi Etnobotani Sebagai Obat Tradisional Masyarakat Desa Duko Kecamatan Rubaru - Sumenep Argus, Argus; Zahiroh, Syarifahtuz; Ali, Mahrus
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 9 No 2 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/e-jbst.v9i2.564

Abstract

The utilization of plants as traditional medicine has been known for a long time by the people of Duko Village, Rubaru Subdistrict, Sumenep District. However, there is no data that can be used as an archive about plants in Duko Village, Rubaru District, Sumenep Regency. This study aims to determine the exploration of ethnobotanical diversity as traditional medicine and its parts used in traditional medicine and how it is utilized. This research is a non-experimental qualitative descriptive research and literature study. This research used field survey methods, semi-structured interviews, and documentation. This research was conducted in March-May 2023 in Duko Village, Rubaru District, Sumenep Regency. Sampling was carried out using purposive sampling technique in three hamlets, namely East Pedatar Hamlet, West Pedatar Hamlet, and Laok Lorong Hamlet, so that 97 respondents were obtained. Data analysis in this study used the Use Value Species (Uvs) method. The results showed that there were 107 species used by the people of Duko Village as traditional medicine to treat various diseases. Plant parts used include leaves with a percentage of 51%, fruit 26%, rhizomes 14%, flowers 11%, seeds 8%, tubers 7%, roots 7%, sap 6%, stems 4%, bark 2%, and plant hair parts 1%. Ways of utilizing plants in medicine include boiling, extracting, mashing, consuming directly, and roasting
Potensi Antibakteri Senyawa Aktif Bunga Cananga odorata Terhadap Mycobacterium tuberculosis Wulandari, Dian Novita; Wibisono, Nugroho; Mirza, Denis Mery
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.566

Abstract

Pengobatan tuberculosis (TB) yang efektif melibatkan penggunaan kombinasi antibiotik yang bersifat anti-TB untuk jangka waktu yang cukup lama. Pengobatan TB harus dilakukan dengan rutin dan tepat agar efektif dan mencegah resistensi obat. Resistensi antibiotik pada TB akan mempersulit pengobatan dan pengendalian dari penyakit TB. Bunga kenanga (Cananga odorata) memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri, sehingga dilakukan simulasi molecular docking dan analisis prediksi druglikeness sebagai kandidat obat anti-TB. Senyawa aktif bunga C.odorata dilakukan aktivitas anti-TB melalui simulasi molecular docking dengan PyRX 0.8 terhadap protein PknB Mycobacterium tuberculosis (PDB ID 2FUM) dan visualisasi dengan Biovia Discovery Studio Visualizer 2019. Senyawa aktif juga dilakukan analisis druglikeness menggunakan SwissADME dengan pengamatan Lipinski’s Rule of Five dan filter Ghose dan Veber. Hasil simulasi molecular docking senyawa aktif C. odorata memiliki senyawa aktif yang mampu menghambat protein PknB M. tuberculosis diantaranya geranyl acetate, geraniol dan linalyl acetate. Senyawa tersebut secara berturut turut memiliki nilai binding affinity -5.6; -5,3 dan -5,2 yang memiliki nilai binding affinity mendekati nilai senyawa pembanding (Mitoxantrone) yaitu -7.7. Hasil analisis druglikeness menunjukkan senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate berpotensi dikembangkan menjadi sediaan dalam bentuk oral. Senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate dalam bunga C. odorata memiliki potensi yang baik sebagai terapi anti-TB dalam bentuk sediaan oral.
Potensi Kulit Jagung (Zea mays L) Dan Sari Lidah Buaya (Aloe vera L) Sebagai Pelembab Dalam Sediaan Lotion Rejeki, Desi Sri; Fahamsya, Arifina; Safitri, Rafika Dwi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.579

Abstract

Ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan sehingga dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas esktrak kulit jagung dan sari lidah buaya sebagai pelembab alami yang diaplikasikan dalam sediaan lotion dan mengetahui mutu fisik serta efek iritasinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan berbagai konsentrasi F0 (0 %), F1 (10 : 3%), F2 (8 : 5%) , dan F3 (6 : 7%). Adapun uji evaluasi lotion diantaranya uji pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan uji iritasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil lotion menunjukkan ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mampu berpotensi melebabkan kulit dan pada uji mutu fisik memenuhi syarat, serta hasil uji iritasi pada keempat formula tidak menimbulkan efek iritasi eritema maupun edema.  
Antibakteri Keracunan Bahan Pangan Pada Formulasi Sediaan Sabun Mandi Kombucha Bunga Telang Sebagai Produk Bioteknologi Farmasi Dari 3 Lokasi Budidaya Fadhillah, Maya; Rezaldi, Firman; Yenny, Ratna Fitry; Maritha, Vevi; Ayuwardani, Novi; Suminar, Erni
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.586

Abstract

 Produk bioteknologi farmasi dalam bentuk formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha bunga telang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sediaan farmasi atau kosmetik yang bersifat antibakteri penyebab keracunan bahan pangan dan sebelumnya telah teruji pada formulasi dan sediaan sabun cuci tangan berbahan aktif kombucha bunga telang, sehingga pada penelitian ini penulis tertarik untuk menggunakan 3 lokasi budidaya tanaman bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang yang diperoleh dari tiga lokasi budidaya yaitu kampung pekuncen kota cilegon, kampung cinangka anyer kabupaten serang, dan desa banjarwangi kabupaten pandeglang banten. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium yaitu dengan cara membuat basis sabun mandi cair tanpa zat aktif, membuat basis sabun mandi cair dengan bahan aktif kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% yang diperoleh dari 3 lokasi budidaya, dan menyediakan sabun mandi pasaran sebagai kontrol positif. Metode dalam pengujian sediaan farmasi (kosmetik/sabun mandi cair) melalui difusi cakram. Data mengenai rata-rata diameter zona hambat dianalisis melalui ANOVA satu jalur jika terdapat perbedaan secara signifikan dilanjut melalui analisis pos hoc Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa masing-masing bunga telang yang dibudidayakan dari 3 lokasi dan juga dibuat sebagai formulasi dan sediaan sabun mandi cair kombucha berkolerasi secara positif dalam menghambat keemepat pertumbuhan bakteri uji. Berdasarkan analisis ANOVA satu jalur dengan masing-masing nilai P<0,05, maka dapat dilakukan uji lanjut berupa analisis pos hoc dimana formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif kombucha bunga telang dari 3 lokasi budidaya pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antibakteri penyebab keracunan bahan pangan baik yang dihasilkan dari Lokasi budidaya kampung pekucen, kota cilegon banten, kampung cinangka kabupaten serang, banten, dan desa banjarwangi, kabupaten pandeglang, banten.
Identifikasi Mikroorganisme Rendaman Cairan Pembersih Lensa Kontak Larasati, Marsella; Mahtuti, Erni Yohani; Rahmawati, Previta Zeizar
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.588

Abstract

Satu diantara aspek risiko utama adanya kontaminasi mikroba pada lensa kontak yakni rendahnya kebersihan dan kepatuhan terhadap perawatan lensa yang apabila terkontaminasi akan menyebabkan infeksi pada mata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi mikroorganisme pada cairan rendaman pembersih lensa kontak. Jenis penelitian berikut ialah studi deskriptif dengan analitik, menggunakan random sampling. Sampel berupa rendaman cairan lensa kontak setelah pakai sebanyak 10 sampel. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel rendaman cairan pembersih lensa kontak, pembuatan isolasi koloni bakteri dengan media MSA dan MCA, pembuatan biakan murni pada media supaya miring dan observasi mikroskopis koloni bakteri pada media MCA dan MSA, di lanjutkan uji biokimia serta uji enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan koloni bakteri adalah bentuk batang, gram-negatif, berwarna merah, menyebar dan bakteri gram positif, bentuk bulat atau coccus, berkelompok, berwarna ungu. Pengujian biokimia memaparkan laktosa (-), glukosa (+),maltosa (-), mannitol (-), H2S (+), sukrosa (-), Mr (+), indol (+),citrate (+), Vp (-), mengarah pada spesies Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji enzimatik meliputi katalase didapatkan hasil positif dengan adanya gelembung udara yang menunjukkan bakteri tersebut adalah Staphylococcus aureus. Saran selanjutnya mengidentifikasi bakteri gram positif dengan uji koagulase agar lebih spesifik menentukan diferensiasi bakteri Staphylococcus aureus dari spesies Staphylococcus lainnya.
Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus Sediaan Gel dengan Berbagai Jenis Gelling Agent Widyaningrum, Ike; Sukmana, Achdan; Azmi, Nur Iza Ulul
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.589

Abstract

Sediaan gel adalah jenis sediaan semipadat yang memiliki sifat bening, dingin, serta mudah diaplikasikan terutama untuk sediaan topikal. Bahan penyusun yang dibutuhkan untuk membuat sediaan tersebut adalah basis gel atau gelling agent. Berdasarkan asalnya gelling agent dibagi menjadi beberapa golongan yakni, sintetik, semisintetik, dan alami. Maisng-masing golongan terdapat contoh bahan yang kerap digunakan untuk membuat sediaan gel, yakni karbopol dari golongan sintetik, HPMC dari golongan semisintetaik, dan Xanthan gum dari golongan alami. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan pengaruh dari berbagai jenis gelling agent terhadap aktifitas antibekateri. Bahan aktif yang digunakan sebagai model penelitian ini adalah asam salisilat. Asam salisilat secara teori disebutkan bahwa memiliki aktifitas antibakteri Bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Diketahui bahwa bakteri tersebut merupakan flora normal yang apabila pada jumlah berlebih akan menyebabkan infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, selulits dan lain lain.
Identifikasi Vegetasi Gulma di Lahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit di Lahan Marginal Swandi, Fradilla; Rannando, Rannando; Azmi, Yudia; Mariandy, Riky
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.590

Abstract

Gulma dapat menjadi faktor pembatas produksi kelapa sawit akibat terjadinya persaingan dalam memperoleh energi cahaya, air, O2, CO2, dan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, komposisi dan struktur vegetasi gulma di lahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) kelapa sawit di lahan mineral. Penelitian menggunakan metode Purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 blok kebun pada lahan TBM, yang di dalamnya dibuat plot berbentuk persegi empat berukuran 1 x 1 m dengan jumlah petakan sebanyak 9 plot dari total 3 blok. Pada setiap plot pengamatan dilakukan identifikasi jenis, komposisi dan sturuktur vegetasi gulma dan dihitung indeks keanekaragamannya. Dari penelitian ditemukan 10 jenis gulma yang terdiri dari gulma berdaun lebar dan gulma rumputan. Komposisi gulma yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit TBM ada10 jenis dengan jumlah individu 334. Gulma yang banyak ditemukan adalah gulma rumput torpedo (Panicum repens).  Struktur vegetasi gulma yang dominan pada perkebunan kelapa sawit TBM adalah gulma rumputan Panicum repens yang memiliki nilai NJD sebesar 26,76%. Nilai indeks keanekaragaman gulma memiliki nilai 1,84 yang termasuk kedalam kategori tinggi. 
Analisis Dinamika Atmosfer Pada Kejadian Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang Di Semarang dan Demak Tanggal 13 Maret 2024 Amri, Sayful; Giarno, Giarno
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.594

Abstract

Pada tanggal 13 Maret 2024 terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Semarang dan Demak. Bencana ini disebabkan oleh cuaca ekstrim berupa hujan ekstrim disertai badai guntur dan angin kencang. Beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji analisis cuaca ekstrim masih belum detail menjelaskan seluruh faktor yang dapat menjadi penyebab cuaca ektrim tersebut. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis seluruh faktor global, regional, hingga lokal, serta analisis fisis awan, sehingga dapat bermanfaat untuk operasional peringatan dini cuaca, terutama saat terjadi gangguan cuaca yang sejenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif kuantitatif, terhadap analisis ENSO, DM, MJO, CENS, SST, MSLP, streamline angin gradien, LLMT serta divergensinya, labilitas udara atas, fisis awan, curah hujan dan pasang surut air laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MJO dan gelombang Rossby Ekuator meningkatkan moisture di wilayah Indonesia. Selain itu, adanya bibit siklon tropis 91S di perairan selatan Jawa memicu penguatan aliran monsun Asia dan menyebabkan cross-equatorial flow dan meningkatkan transpor kelembapan dari LCS ke wilayah pesisir Utara Jawa. SST yang hangat, udara atas yang labil, serta konvergensi LLMT di wilayah Semarang dan sekitarnya semakin memicu terbentuknya MCS yang menjadi penyebab hujan ekstrim yang disertai badai guntur dan angin kencang, sehingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di Semarang dan Demak pada tanggal 13 Maret 2024.