cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 1 (2025)" : 10 Documents clear
Analisis Faktor Faktor Risiko Anemia pada Anak di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Bali Suriadi, Regina; Mustika, Putu Pradnyanita; Wielim, Edbert; Cynthia, Cynthia; Suryawan, I Wayan Bikin
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.32-7

Abstract

Latar belakang. Anemia merupakan kondisi yang sering ditemukan pada anak. Anemia memiliki dampak yang besar bagi pertumbuhan, perkembangan, morbiditas dan mortalitas anak, sehingga penting untuk mencegah dan menangani anemia pada anak sejak dini. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kejadian anemia dan faktor-faktor determinannya pada pasien anak.Metode. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional analitik melibatkan pada pasien anak dengan anemia yang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Bali selama periode Januari 2023 hingga jumlah sampel terpenuhi. Berdasarkan jumlah sampel minimal untuk penelitian cross-sectional dibutuhkan minimal 76 sampel. Kriteria inklusi adalah pasien anak berusia 1 bulan -18 tahun yang terdiagnosis anemia. Pasien dengan catatan medis yang tidak lengkap dikeluarkan dari penelitianHasil. Sebanyak 76 pasien anak dengan anemia diikutsertakan dalam penelitian ini. Rata-rata kadar Hb 12-20% lebih rendah pada kelompok dengan berat badan lahir rendah, usia ibu, lama pemberian ASI, stunted, gizi kurang, dan riwayat gastroenteritis, hasil ini juga bermakna secara statistik. Analisis multivariat menunjukkan faktor yang memiliki hubungan paling kuat terhadap kadar Hb anak adalah gizi kurang (koefisien ?: 0,283).Kesimpulan. Terdapat hubungan antara faktor anak (BBLR, stunted, gizi kurang, riwayat gastroenteritis) dan faktor ibu (usia ibu, lama pemberian ASI) terhadap kejadian anemia pada anak.
Pengaruh Mutasi Gen Fukutin terhadap Perkembangan Congenital Muscular Dystrophy Tandiabang, Pascal Adventra; Nuryana, Ch Tri; Pantow, Sefry Markswel
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.65-72

Abstract

Congenital Muscular Dystrophy (CMD) adalah kelompok penyakit genetik langka yang ditandai oleh kelemahan otot yang terjadi sejak lahir dan sering melibatkan multisistem, termasuk sistem saraf. Mutasi gen Fukutin berperan signifikan dalam patogenesis berbagai subtipe CMD. Fukutin berperan dalam glikosilasi alpha-dystroglycan (?-DG), suatu proses yang penting untuk stabilitas sarkolema otot. Gangguan glikosilasi akibat mutasi Fukutin menyebabkan kelemahan otot progresif, anomali otak seperti cobblestone lissencephaly, hingga disfungsi multisistem. Teknologi molekuler, seperti Whole Exome Sequencing (WES), membantu mengidentifikasi kasus global mutasi ini. Artikel ini mengeksplorasi mekanisme molekuler, patogenesis, dan spektrum klinis CMD terkait Fukutin, memberikan wawasan untuk pemahaman lebih dalam dan pengembangan terapi.
Hubungan Status Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Menarche Dini pada Anak Sekolah Dasar di Surakarta Andieny, Pramudya Dwi; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Sari, Atriany Nilam; Rokhayati, Evi; Kusmawati, Iffah Indri
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.26-31

Abstract

Latar belakang. Usia menarche bagi seorang anak perempuan sangat penting karena hal ini dapat menjadi prediksi kesehatan pada saat dewasa. Seiring berjalannya waktu, usia menarche secara signifikan semakin dini. Menarche dini ditemukan menjadi faktor risiko berkembangnya kanker payudara, kanker endometrium, leiomyomata uterus, penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus type 2, dan obesitas. Faktor yang dapat memengaruhi menarche dini, di antaranya status gizi dan aktivitas fisik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan menarche dini pada anak sekolah dasar di Surakarta.Metode. Penelitian dilakukan di SDIT Insan Mulia Surakarta. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 65 orang. Data dianalisis secara bivariat dengan chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik biner. Hasil. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan menarche dini (p-value 0,013). Tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan menarche dini (p-value 0,402). Status gizi (p-value 0,005) lebih berhubungan dengan menarche dini dibandingkan aktivitas fisik (p-value 0,477).Kesimpulan. Status gizi lebih berhubungan dengan menarche dini pada anak SDIT Insan Mulia. Oleh karena itu, diharapkan anak perempuan dapat menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya menarche dini.
Dampak Fluid Overload Terhadap Morbiditas dan Pemanjangan Penggunaan Ventilator Mekanik pada Anak Sakit Kritis Amalia, Tiwi Qira; Martuti, Sri; Hafidh, Yulidar
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.44-50

Abstract

Latar belakang. Fluid overload sering terjadi pada anak sakit kritis karena cenderung mendapat jumlah cairan belebih akibat resusitasi cairan untuk memperbaiki hemodinamik. Organ paru adalah organ utama yang terkena dampak, karena edema paru dianggap sebagai mekanisme utama dari hasil yang merugikan akibat FO dan berpengaruh terhadap pemanjangan penggunaan ventilator mekanik (VM).Tujuan. Menganalisis hubungan fluid overload dengan pemanjangan penggunaan ventilator mekanik pada anak sakit kritis.Metode. Penelitian kohort prospektif dilakukan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta sejak bulan Januari – Mei 2024 dengan cara consecutive sampling. Perhitungan FO melalui keseimbangan/balans cairan kumulatif selama 3 hari awal VM disertai pembuktian status overload dari pemeriksaan penunjang berupa rontgen dada, USG toraks, USG inferior vena cava, USCOM, dan dilakukan pencatatan lama penggunaan ventilator pada hari ke-7. Hasil. Fluid overload diamati pada 53 subjek (47,2%). Didapatkan 41,5% subjek mengalami pemanjangan penggunaan VM >7 hari. Pada analisis multivariat, didapatkan bahwa FO secara statistik signifikan berhubungan terhadap pemanjangan penggunaan VM (OR 4.5, IK95%:1,39-14,51, p=0,012). Kesimpulan. Pada anak sakit kritis, FO berhubungan signifikan terhadap pemanjangan penggunaan VM. Dengan menjaga keseimbangan cairan secara ketat dengan intervensi yang tepat, pemanjangan penggunaan ventilator mekanik dapat dikurangi.
Faktor Risiko Mortalitas Anak dengan Sepsis dan Disseminated Intravascular Coagulation: Peran Penanda Inflamasi dan Koagulasi di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh Nuriyanto, Alivia Rizky; Edward, Eka Destianti; Andid, Rusdi; Sovira, Nora; Herdata, Heru Noviat; Thaib, Teuku Muhammad
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.9-17

Abstract

Latar belakang. Sepsis yang tidak tertangani dapat berlanjut menjadi Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). Apabila DIC tidak segera ditangani dapat menimbulkan kegagalan organ dan meningkatkan mortalitas. Memahami pemeriksaan penanda inflamasi dan faktor koagulasi memegang peranan penting dalam prognosis dan upaya mencegah mortalitas pada anak dengan sepsis dan DIC. Tujuan. Untuk mengetahui faktor risiko mortalitas berdasarkan penanda inflamasi dan faktor koagulasi pada anak dengan sepsis disertai DIC di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada anak usia 1 bulan sampai 18 tahun di ruang rawat inap dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sejak Januari sampai Desember 2023 dengan menggunakan data rekam medis 104 anak yang memenuhi kriteria penelitian. Analisa data Bivariat menggunakan uji chi-square dan uji fisher serta uji regresi logistik untuk data multivariat.Hasil. Insiden sepsis dan DIC pada anak sebanyak 104 subjek dengan kelompok meninggal paling banyak dijumpai pada kelompok usia <5 tahun, jenis kelamin perempuan, gangguan respirasi, ? 2 komorbid, lama rawatan yang lebih lama, skor PELOD-2 yang lebih dari 13, skor ISTH yang lebih dari 5, gizi baik dan penggunaan ventilasi mekanik. Faktor risiko mortalitas berdasarkan penanda inflamasi dan faktor koagulasi pada anak dengan sepsis dan DIC adalah Neutrofil to Lymphocyte Ratio (NLR) (p < 0,001) dengan OR 16,16 (IK95%: 4,43-154,42), leukosit (p=0,006) dengan OR 9,05 (IK95%: 1,83-43,79), D-dimer (p=0,006) dengan OR 6,25 (IK95%: 1,67-23,39) dan trombosit (p=0,026) OR 0,22 (IK95%: 0,06-0,835).Kesimpulan. Nilai NLR merupakan faktor risiko mortalitas pada anak dengan sepsis dan DIC.
Pengaruh Pola Asuh dan Pemberian Makan terhadap Status Gizi Balita di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh Hasibuan, Reina Rizqia Muharrami; Ismy, Jufitriani; Husnah, Husnah; Syahrizal, Syahrizal; Dimiati, Herlina
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.38-43

Abstract

Latar belakang. Hasil survei status gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan prevalensi status gizi di Provinsi Aceh untuk kategori gizi buruk 95.504 balita, 584.232 balita gizi kurang. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa 54% kematian anak di dunia disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Sementara di Indonesia masalah gizi mengakibatkan lebih dari 80% kematian anak. Aceh diklasifikasikan sebagai salah satu provinsi dengan empat permasalahan gizi pada balita yakni stunting, wasting, underweight, dan overweight.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan pola pemberian makan dengan status gizi balita 12-59 bulan di wilayah Puskesmas Kuta Alam.Metode. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan September 2024 menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 96 responden dengan teknik purposive sampling yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil. Hasil menunjukkan mayoritas ibu balita berusia 26–30 tahun, lulusan SMA, IRT, dan berpenghasilan < Rp1.000.000. Balita didominasi perempuan usia 12–24 bulan, berat <11 kg, dan tinggi 71–90 cm. Pola asuh sebagian besar kurang baik (58,33%) dan pola makan umumnya tepat (95,83%). Status gizi balita sebagian besar baik (66,67%). Terdapat hubungan signifikan antara pola asuh dan pola makan dengan status gizi (r=0,283 dan 0,272; p=0,005 dan 0,007). Kesimpulan. Pola asuh dan pola makan berpengaruh terhadap perbaikan status gizi balita. Oleh karena itu, intervensi yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pengasuhan dan pemberian makan yang tepat sangat penting untuk mendukung perbaikan status gizi anak di wilayah Puskesmas Kuta Alam.
Faktor yang Memengaruhi Perilaku Tantrum pada Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme Nurfandini, Fiandra Fadiya; Anam, Moh Syarofil; Rahmadi, Farid Agung; Sareharto, Tun Paksi
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.18-25

Abstract

Latar belakang. Tantrum merupakan perilaku yang umum ditemui pada anak, termasuk pada anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA). Pada anak usia 18-36 bulan, sebanyak 87-91% pernah mengalami tantrum, dan frekuensinya cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Namun, pada anak dengan GSA, tantrum cenderung lebih intens dan berlangsung lebih lama dibandingkan anak tanpa autisme. Tujuan. Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tantrum pada anak dengan GSA.Metode. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional,menggunakan analisis bivariat melalui uji chi-square dengan nilai p<0,05 dianggap signifikan secara statistik. Subjek penelitian: pasien anak dengan GSA yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Kariadi Semarang, Rumah Sakit Nasional Diponegoro, dan Klinik Terapi Autisme di Semarang. Data penelitian didapat dari pengisian kuesioner oleh responden.Hasil. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa usia kronologis anak memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku tantrum Aspek lainnya meliputiusia pertama kali tantrum, adanya faktor pencetus, screen time yang tidak sesuai, dan adanya komorbid tidak menunjukkan hubungan bermakna terhadap perilaku tantrum pada anak dengan GSA.Kesimpulan. Usia kronologis anak berpengaruh terhadap perilaku tantrum anak. Beberapa faktor lainnya yang dianggap berpotensi memengaruhi perilaku tantrum pada anak dengan GSA, seperti usia pertama kali tantrum, faktor pencetus tantrum, usia pertama kali terpapar layar, durasi paparan layar, dan keberadaan komorbiditas tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik.
Efektivitas Metotreksat sebagai Terapi pada Anak dengan Sistemik Sklerosis Tololiu, Charity Cesilia; Takumansang, Raynald Oktafianus; Sondakh, Diana Devi
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.58-64

Abstract

Latar belakang. Sklerosis sistemik juvenil pada anak (JSSc) merupakan penyakit jaringan ikat multisistem, kronis, dan autoimun yang menyerang anak-anak <10% dari semua kasus. Sementara itu, data yang dipublikasikan mengenai pengobatan JSSc dan ciri-ciri klinis pada anak-anak jarang dilaporkan dan sebagian besar berupa laporan kasus. Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak dengan JSSc memiliki hasil yang lebih baik, terkait dengan angka kematian yang lebih rendah.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Metotreksat sebagai terapi pada anak dengan sklerosis sistemik juvenil.Metode. Penelusuran pustaka database elektronik, yaitu Pubmed dan google Scholar dengan kata kunci ”Juvenile Systemic Sclerosis” AND ”Methotrexate” AND ”Children”.Hasil. Empat artikel dievaluasi secara kritis. Rattanakaemakorn dkk. (2018) melaporkan bahwa Metotreksat (MTX) merupakan terapi efektif dan aman untuk terapi awal JSSc. Fadanelli dkk. (2020) melaporkan remisi total pada pasien Scleroderma yang diterapi dengan MTX. Zulian dkk melaporkan MTX merupakan terapi yang penting untuk anak dengan juvenile localized scleroderma (JLS). Sementara itu, Zulian dkk menemukan kombinasi MTX dan kortikosteroid merupakan terapi jangka panjang yang efektif pada JLS. Kesimpulan. Metotreksat (MTX) terbukti efektif dan dapat ditoleransi baik pada anak-anak dengan varian sklerosis sistemik juvenil.
Hubungan Asupan Protein dengan Kadar Zink Rambut terhadap Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kota Padang As Siddiqi, Abdurrahman Arsyad; Masnadi, Nice Rachmawati; Jurnalis, Yusri Dianne; Izzah, Amirah Zatil; Mayetti, Mayetti; Yantri, Eny
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.1-8

Abstract

Latar belakang. Stunting menggambarkan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh masalah nutrisi. Defisiensi zink dapat menghentikan proses pertumbuhan. Asupan zink memiliki korelasi positif terhadap asupan protein dari makanan. Kadar zink tubuh dapat diukur melalui kadar zink rambut, yang lebih akurat menggambarkan kadar zink kronis dan sesuai untuk kondisi stunting.Tujuan. Mengetahui hubungan antara asupan protein dengan kadar zink rambut pada anak stunting usia 24-59 bulan di Puskesmas Anak Air, Ikur Koto, dan Seberang Padang.Metode. Penelitian cross-sectional dilakukan di tiga Puskesmas di Kota Padang dan Laboratorium Kesehatan Sumatera Barat dari Februari 2023 hingga Maret 2024. Subjek adalah anak dengan stunting berusia 24-59 bulan. Data asupan protein diukur dengan wawancara food recall 2x24 jam, sedangkan kadar zink rambut dianalisis menggunakan teknik flame atomic absorption spectrometry (FAAS).Hasil. Sebanyak 97 subjek yang diteliti, 67% memiliki asupan protein kurang dengan median 13,92 gram, dan 67% memiliki kadar zink rambut kurang dengan median 123,80 ppm. Selain itu, 64,6% anak dengan asupan protein kurang juga memiliki kadar zink rambut yang rendah. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik chi-square dan diperoleh nilai p-value adalah 0,627 (p>0,05) maka Ho diterima yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara asupan protein total harian dengan kadar zink rambut pada anak stunting usia 24-59 bulan.Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara asupan protein dengan kadar zink rambut pada anak stunting usia 24-59 bulan.
Pengaruh Pengajaran dengan Media Video terhadap Pengetahuan Mahasiswa tentang Pengukuran Antropometri Bayi Linati, Raudina Dwita; Handoko, Willy; Andriani, Rini
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.51-7

Abstract

Latar belakang. Antropometri adalah salah satu metode dalam penilaian status nutrisi pada anak maupun dewasa. Malnutrisi menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia terutama Kalimantan Barat dengan proporsi 19,58%. Saat pandemi COVID-19 dilaksanakan pembelajaran jarak jauh, sehingga diperlukan suatu media yang inovatif sebagai upaya pembelajaran mahasiswa mengenai pengukuran antropometri bayi. Tujuan. Mengetahui perubahan pengetahuan mahasiswa mengenai pengukuran antropometri bayi setelah pengajaran dengan media video.Metode. Penelitian menggunakan metode one group pretest-posttest. Sampel penelitian diambil secara total sampling dengan jumlah 100 mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura angkatan 2021. Analisis bivariat menggunakan uji t berpasangan.Hasil. Proporsi mahasiswa dengan tingkat pengetahuan “sangat baik” meningkat dari 29% sebelum intervensi menjadi 72% setelah intervensi, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian media video. Penggunaan media pembelajaran berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pengukuran antropometri pada bayi.Kesimpulan. Pengajaran dengan media video secara signifikan meningkatkan pengetahuan mahasiswa kedokteran mengenai pengukuran antropometri bayi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue