cover
Contact Name
DWI PRASETIYAWATI DIYAH HARIYANTI
Contact Email
duik_pdh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
paudiapgpaud@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 20891431     EISSN : 25984047     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
PAUDIA is scientific journal about early childhood education; it hereby states that the publication of the articles is true research outcomes and it is scientifically. PAUDIA is a scientific journal about early childhood education. It belongs to PG PAUD Program of Science Education Faculty in Semarang PGRI University. It publishes twice a year; it is on July and October. This journal is research outcomes which are talking about early childhood educatio
Arjuna Subject : -
Articles 300 Documents
Implementasi Disiplin Positif Oleh Orangtua Dalam Proses Pengasuhan Terhadap Anak Lilik Sukamti; Ajeng Ayu Widiastuti
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 2 (2022): Desember 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v11i2.12311

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to determine how positive discipline is implemented in the parenting process for children and how parental attempts to discipline the parenting process. mainly because a lot of parents use violence as a form of punishment. This study's methodology employs a qualitative method with a phenomenological perspective. where the research approach is based on phenomena or occurrences that are currently taking place. In this study, observation, interviews, and documentation were used as data collection methods. Data gathering, data reduction, and conclusions are the methods of data analysis employed. According to the study's findings, some parents still punish their kids by physically or verbally abusing them. This is done to deter youngsters because, in the eyes of parents, discipline is about abiding by parental rules. According to the study's findings, there are a number of factors that affect how well parents discipline their children, including the type of parenting they use, how much time they spend with them, how well they communicate with them, and how well they understand discipline themselves. Therefore, it's crucial for parents to comprehend discipline.Keywords:communication, early childhood, parenting, positive disipline AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk  mengetahui bagaimana implementasi disiplin positif dalam poses pengasuhan terhadap anak serta bagaimana upaya orangtua dalam mendisiplinkan pada proses pengasuhan. Karena banyaknya orangtua yangenggunakan kekerasan sebagai alasan pendisilpinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Dimana penelitian yang diambil sesuai dengan fenomena atau peristiwa yang terjadi saat ini. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknikanalisia data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masih ada orangtua yang menerapkan disiplin kepada anak meggunakan kekerasan baik itu fisik maupun verbal. Hal tersebut dilakukan untuk memberi efek jera kepada anak karena menurut orangtua disiplin itu adalah mengikuti aturan yang orangtua berikan. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan ada beberapa faktor yang mempengaruhi pendisiplinan terhadap anak diantaranya pola asuh yang diterapkan oleh orangtua, intensitas waktu orangtua bersama anak, komunikasi antara orangtua dan anak dan pemahaman orangtua terhadap disiplin. Maka dari itu pemahaman disiplin bagi orangtua sangatlah penting.Kata kunci : anak usia dini, pola asuh positif, komunikasi
Analisis Kemampuan Gerakan Lokomotor Anak Melalui Permainan Enggrang Bathok Usia 3-4 Tahun Jesiska Destiyani; Dwi Prasetiyawati; Purwadi Purwadi
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 2 (2022): Desember 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v11i2.13246

Abstract

AbstractThe ability of locomotor movement is a movement to move the body in different ways, so it is indicated by the movement of the body from one place to another. Bathok hornbill is a traditional game passed down from the ancestors with natural products made of coconut shells that are easy to play together or individually and can be contested. The purpose of this study was to analyze the locomotor movement abilities of children through the bathok enggrang game. This type of research is qualitative research. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection methods used were observation, interview and documentation. The validity of the data in this study by increasing the persistence in research, triangulation, discussion. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the locomotor movement ability of children through the bathok enggrang game at TPA Pena Prima Semarang resulted in different locomotor movement abilities of children from one another. This is because each child shows development according to their respective abilities. The suggestion that can be conveyed is that the teacher can support the development of the child's locomotor movement ability to develop optimally through learning bathok enggrang.Keywords: locomotor motion, bathok enggrang gameAbstrakKemampuan gerakan lokomotor adalah gerakan untuk memindahkan tubuh dengan cara yang berbeda sehingga ditunjukkan dengan adanya perpindahan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Enggrang bathok adalah permainan tradisional yang turun temurun dari nenek moyang dengan buatan alami dari tempurung kelapa yang mudah dimainkan dalam bersama-sama atau individu dan dapat dilombakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan gerak lokomotor anak  melalui permainan enggrang bathok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini dengan cara peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi. Tehnik analisis data berupa koleksi data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan gerakan lokomotor anak melalui permainan enggrang bathok di TPA Pena Prima Semarang mendapatkan hasil kemampuan gerakan lokomotor anak berbeda-beda satu sama lain. Hal tersebut dikarenakan, setiap anak menunjukkan perkembangan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Saran yang dapat disampaikan adalah supaya guru dapat mendukung perkembangan kemampuan gerakan lokomotor anak agar berkembang secara optimal melalui pembelajaran enggrang bathok.Kata kunci: gerak lokomotor, permainan enggrang bathok
Perancangan Buku Latihan Menggambar Menggunakan Penggaris Putar Dita Maryani; Mochamad Rafel Iskandar
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i1.14671

Abstract

Spirograph® is used to rotate repeatedly that can increase finger grips strength on a pencil, support coordinate eyes to hands and practice both of hand so that it is recommended to provide in children playground facilities. A similar tool like Spirograph® in Indonesia that already exist in ruler shape, or be known by penggaris putar, penggaris bunga or penggaris rotari. But in Indonesia however they haven't provided practice book to use this ruler. This study aims to design a drawing exercise book using a penggaris putar as a guide for teachers and parents when accompanying children to draw. The design of this book uses the Research and Development level 1 method, utilizes literature studies and produces designs for a number of 3 series of drawing practice books tittle are “Ayo menggambar dengan penggaris putar”.Keywords: Penggaris Putar; Spirograph®AbstrakSpirograph® penggunaannya dengan diputar secara berulang sehingga dapat meningkatkan kekuatan genggaman jari pada pensil, mendukung koordinasi mata-tangan dan melatih kedua tangan sehingga direkomendasi untuk disediakan di tempat fasilitas bermain anak. Alat serupa Spirograph® di Indonesia sudah ada dalam bentuk penggaris, dikenal dengan sebutan penggaris putar, penggaris bunga atau penggaris rotari. Namun di Indonesia belum tersedia buku latihan untuk menggunakan penggaris ini. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan buku latihan menggambar menggunakan penggaris putar sebagai panduan guru dan orang tua saat mendampingi anak menggambar. Perancangan buku ini menggunakan metode Research and Development    level 1, memanfaatkan studi literatur dan menghasilkan rancangan sejumlah 3 seri buku dengan judul “Ayo menggambar dengan penggaris putar”.Kata kunci: Penggaris Putar;Spirograph®”.
Meningkatkan Cinta Tanah Air Melalui Kegiatan Bermain Permainan Tradisional Kelompok B KB Teratai Mekar 2 Tangerang Afifah Afifah; Yunita Wijaya; Nurul Umrotullatifah
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i1.15358

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to instill a sense of love for the country from an early age through traditional games. The main problem of this research is that many children like online games and the lack of socialization of teachers about the introduction of traditional game culture in schools. This research is part of classroom activity research (PTK) conducted in two cycles. The research participants were Group B KB Teratai Mekar 2 Neglasari Tangerang which amounted to 10 children, 5 boys and 5 girls. The data used are qualitative data (observation/documentation) and quantitative data (tables/diagrams). The results showed that in the first cycle many children still had an undeveloped attitude of love for the country, and in the second cycle children began to grow and develop as expected. Judging from the percentage of cycle 1 that did not develop 70%, which began to develop as expected 20%, 10% of children who had not developed, while in Cycle II children who developed as expected were 80%, children who began to develop 20% and children who did not develop were zero. From this study it is concluded that playing traditional games can increase children's sense of love for the country.Keywords: Love of country; traditional games; research.AbstrakPermasalahan utama penelitian ini terletak pada banyaknya anak yang menyukai game online dan kurangnya sosialisasi guru tentang pengenalan budaya permainan tradisional di sekolah. Sehingga mengakibatkan para siswa menyukai game-game online sehingga melupakan dan meninggalkan permainan tradisonal.  Menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini melalui permainan tradisional Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kegiatan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Peserta penelitian adalah Kelompok B KB Teratai Mekar 2 Neglasari Tangerang yang berjumlah 10anak, 5 laki-laki dan 5 perempuan. Data yang digunakan adalah data kualitatif (observasi/ dokumentasi) dan data kuantitatif (tabel/diagram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama banyakanak yang masih memiliki sikap cinta tanah air yang belum berkembang, dan pada siklus kedua anak mulai tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan guru. Dilihat dari persentase siklus 1 yang tidakberkembang 70%, yang mulai berkembang sesuai harapan 20%, 10% anak yang belum berkembang, sedangkan pada Siklus II proporsi anak yang berkembang sesuai harapan adalah 80%, anak yang mulai berkembang 20% dan proporsi anak yang tidak berkembang adalah nol. Dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa bermain permainan tradisional dapat meningkatkan rasa cinta tanah air anak.Kata kunci: Cinta tanah air; permainan tradisional; penelitian
Pengembangan Game Spelling Word Scrabble Untuk Perkembangan Aspek Bahasa Pada Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun Shofrotul Faizah; Siti Masitoh
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i1.14386

Abstract

AbstractThis research is motivated by the results of an analysis which shows that media for early childhood 5-6 years is needed for the development of aspects of language development. This research aims to develop a media that is suitable for the characteristics of early childhood 5-6 years. The method used is Research and Development (R&D) research. The subjects used in this study were 15 children aged 5-6 years from an educational institution in Sukodono, Sidoarjo. The results of this study are, as follows. 1) Media spelling word scrabble to develop aspects of language development in early childhood 5-6 years is developed based on the steps in DDD-E, namely Decide, Design, Development and Evaluate. 2) The effectiveness of the spelling word scrabble media product is "Effective". It can be concluded that Scrabble spelling word media is effectively used to develop language development in early childhood 5-6 years.Keywords: Research and Development; Media Scrabble; Language Development; GamificationAbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi dari hasil analisis lapangan yang menunjukkan sangat dibutuhkan alat bantu untuk anak usia dini 5-6 tahun untuk mengembangkan aspek perkembangan Bahasa. Penilitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R&D). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 anak dengan usia 5-6 tahun dari suatu lembaga pendidikan di Sukodono, Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini adalah, sebagai berikut. 1) Media spelling word scrabble untuk mengembangkan aspek perkembangan Bahasa pada anak usia dini 5-6 tahun dikembangkan berdasarkan langkah-langkah dalam DDD-E, yaitu Decide, Design, Development and Evaluate. 2) Efektifitas produk media spelling word scrabble adalah “Efektif”. Dapat disimpulkan bahwa media spelling word scrabble efektif digunakan untuk mengembangkan perkembangan Bahasa anak usia dini 5-6 tahun.Kata kunci: Penelitian dan Pengembangan; Media Scrabble; Perkembangan Bahasa; Gamification
Model Pengasuhan Terhadap Pembentukan Karakter Anak Panti Asuhan Al –Washliyah Kota Binjai Lidya Saputri; Syawaluddin Nasution
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i1.15548

Abstract

AbstractOrphanages are facilities for neglected children, children without parents, and underprivileged children. This article aims to discuss the programs provided by the orphanage in caring for orphans, then how are the models of caregivers there in shaping the character of the orphanage, what kind of character is formed, and the inhibiting factors in shaping the character of the orphanage. The method in this research is qualitative, namely observation, data collection, interviews, and direct documentation of orphanages. The research subjects were the administrators of the orphanage and the children in the orphanage. Based on the results of the research that each orphanage has its own way of shaping the character of the children in the orphanage. Just like in the al-washliyah orphanage, binjai city, there they apply rules that are obeyed by every child. From the results of the interviews they conducted, they applied a democratic parenting model, namely parenting that prioritizes communication between children and parents. When the child wants to do something, he must first discuss it with the caregivers who are there, with this discussion it can make the child become focused, confident, able to socialize well and become a more independent person.Keywords: Parenting; Character building; OrphanageAbstrakPanti Asuhan adalah fasilitas bagi anak terlantar, anak yang tidak ada orangtua nya,dan anak yang kurang mampu. Artikel ini bertujuan untuk membahas program yang diberikan pihak panti dalam mengasuh anak panti, kemudian bagaimana model pengasuh yang ada disana dalam membentuk karakter anak panti , karakter seperti apa yang dibentuk, dan faktor penghambat dalam membentuk karakter anak panti . Metode dalam penelitian ini adalah Kualitatif, yaitu Observasi, pegumpulan data, wawancara, dan dokumentasi langsung kepanti asuhan. Subjek penelitian adalah para pengurus panti asuhan dan anak –anak yang ada dipanti asuhan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya setiap panti asuhan memiliki caranya masing –masing dalam membentuk karakter anak dipanti asuhan tersebut. Sama halnya seperti didalam panti asuhan al-washliyah kota binjai, disana mereka menerapkan aturan yang dipatuhi oleh setiap anak. Dari hasil wawancara yang dilakukan mereka menerapkan model pengasuhan secara demokratis, yaitu pola asuh yang mengutamakan komunikasi antara anak dan orangtua. Ketika anak tersebut ingin melakukan sesuatu maka harus berdiskusi terlebih dahulu kepada para pengasuh yang ada disana, dengan adanya diskusi tersebut dapat membuat anak tersebut menjadi terarah, percaya diri, dapat bersosialisasi dengan baik dan menjadi pribadi yang lebih mandiri.Kata kunci: Pengasuhan; Pembentukan karakter; Anak Panti Asuhan
Pemetaan Stimulasi Pengembangan Aspek Agama Dan Moral Pada Masa Pandemi La Hewi; Suni Sundari
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i1.13685

Abstract

AbstractDevelopmental stimulation of children becomes the task and responsibility of educators. Developmental stimulation in the aspects of religion and morality is one of the developments that must be stimulated. This research aims to analyze the actualization of stimulation of the religious and moral aspects of children, and how to overcome obstacles encountered during online learning in early childhood education institutions in Kendari city. The researcher used a qualitative approach with a phenomenological method to gain in-depth understanding. Interviews and documentation were used as data collection methods. The collected data were then analyzed using an interactive model, where the data analysis stages were data reduction, data presentation, inference, and verification. The results of the study showed that, first, the implementation of stimulation for the religious and moral aspects of children during the pandemic in Kendari city's early childhood education institutions used a combination of online and offline methods (online using WhatsApp group application; offline or face-to-face meetings in school conducted 2 to 3 times a week. The stimulation content was carried out by habituating religious teachings practices such as reading prayers before studying, memorizing daily prayers, and short surahs). Second, obstacles to the stimulation of religious and moral development were overcome by meetings with parents (home visits) to discuss their children's development during the implementation of learning at home.Keywords: religious and moral value; offline and; online AbstrakStimulasi perkembangan anak menjadi tugas dan tanggung jawab pendidik. Stimulasi perkembangan pada aspek agama dan moral merupakan salah satu perkembangan yang harus distimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktualisasi stimulasi aspek agama dan moral anak dan cara mengatasi hambatan yang didapatkan pada pelaksanaan pembelajaran daring di lembaga pendidikan anak usia dini di kota Kendari. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan model interaktif, dimana tahapan analisis data adalah reduksi data, penyajian data, inferensi dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pelaksanaan stimulasi untuk aspek agama dan moral anak masa pandemi di lembaga PAUD kota Kendari menggunakan kombinasi daring dan luring (daring menggunakan aplikasi grup whatsApp; luring atau tatap muka di sekolah dilakukan 2 sampai 3 kali dalam seminggu. adapun konten stimulasi dilakukan dengan melakukan pembiasaan praktek ajaran agama seperti membaca doa sebelum belajar, menghafal doa-doa harian dan juga surah-surah pendek); kedua, hambatan stimulasi pengembangan agama dan moral diatasi dengan cara pertemuan dengan orang tua siswa (home visit) untuk membahas perkembangan anak selama pelaksanaan pembelajaran di rumah.Kata kunci: nilai agama dan moral; luring dan; daring
Batik dan Media Pembelajaran: Upaya Melestarikan Budaya Lokal Dusun Giriloyo Desa Wukirsari Kapanewon Imogiri Bantul Siti Zubaedah; Utami Nur Hidayah
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i1.11315

Abstract

AbstractBatik plays an important role in Indonesia's national identity as a unique tradition. Therefore, it is important to introduce batik to children from an early age to preserve this cultural heritage. This study aims to identify how to introduce batik as a cultural learning tool for children and to understand the cultural elements, community participation, and supporting factors/barriers in introducing batik. This is a descriptive-qualitative study involving batik introducers, managers, guides, and young children. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed through data reduction, presentation, verification, and validation through triangulation. The results showed that introducing batik requires careful planning, implementation, and evaluation. Batik encompasses six universal cultural elements and involves the community in preserving local culture sustainability. The activity was positively received by children and supported by parents, comfortable and safe locations, adequate facilities, and friendly communities. However, some participants arrived late due to pandemic restrictions, and only a few children from each village were able to participate.Keywords: Batik; Early Childhood; Learning Media; Local CultureAbstrakBatik memainkan peran penting dalam identitas nasional Indonesia sebagai tradisi khasnya. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan batik sejak dini kepada anak-anak agar dapat mempertahankan warisan budaya tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui cara mengenalkan batik sebagai alat pembelajaran budaya bagi anak-anak, serta untuk memahami unsur-unsur budaya, partisipasi masyarakat, dan faktor pendukung dan penghambat dalam memperkenalkan batik. Studi ini merupakan jenis deskriptif-kualitatif yang melibatkan pengantar batik, pengelola, pemandu, dan anak muda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, verifikasi, dan validasi melalui triangulasi. Hasil studi menunjukkan bahwa memperkenalkan batik membutuhkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang. Batik mencakup enam unsur budaya universal dan melibatkan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Kegiatan ini direspons positif oleh anak-anak dan didukung oleh orang tua, lokasi yang nyaman dan aman, sarana dan prasarana yang memadai, serta masyarakat yang ramah. Namun, beberapa peserta datang terlambat karena pembatasan pandemi, dan hanya sedikit anak dari setiap desa yang dapat berpartisipasi.Kata kunci: Batik; Anak Usia Dini; Media Pembelajaran; Budaya Lokal
Upaya Meningkatkan Kemampuan Anak Mengenal Huruf Melalui Permainan Kartu Huruf Reni Islamiati; Dwi Prasetiyawati Diyah Haryanti; Ratna Wahyu Pusari
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i1.15681

Abstract

AbstractThe application of learning has so far been less accepted by children or less interesting so that children ignore it and are not interested. Therefore, the use of interesting methods such as telling stories using letter cards can improve children's reading skills. The purpose of this researcher is to improve children's ability to recognize letters in early childhood through letter cards in the PGRI Serutsadang Kindergarten. The research method used in this research is the Class Action Research (PTK) method which consists of two cycles and each cycle has three meetings. The subjects of this study were group B children in the 2022/2023 school year, which consisted of 20 children. Research data collection techniques, namely through observation, interviews and documentation studies. Based on the results of the study, it was shown that by using letter card games students could participate in the process happily and enthusiastically, they listened and understood well. After using the storytelling method using letter cards, children's reading ability has increased significantly. This can be seen when the children are resting, many children are interested in reading in the reading corner. The percentage of children who know letters is only 5% of children in the pre-cycle, but the frequency of children who know letters increases to 90% of children after being given the letter card game method for 2 cyclesKeywords: Word Cards; Recognizing Letters; Game; Child's Ability; AbstrakKurangnya kemampuan anak dalam mengenal huruf dan menggabungkannnya menjadi suku kata menjadi latar belakang penelitian ini, hal tersebut juga dipengaruhi oleh penerapan pembelajaran masih konvensional kurang menarik sehingga anak-anak mengabaikan dan tidak tertarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal huruf pada anak usia dini melalui kartu huruf di TK PGRI Serutsadang. Metoden dalam penelitian menggunakan  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya ada tiga pertemuan. Subjek penelitian ini, yaitu anak kelompok B pada tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 20 orang anak. Teknik pengumpulan data penelitian, yaitu melalui observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan permainan kartu huruf peserta didik dapat mengikuti proses tersebut dengan senang dan antusias, mereka mendengarkan dan memahami dengan baik. Setelah dilakukan metode bercerita menggunakan kartu huruf kemampuan membaca pada anak meningkat, hal ini dapat dilihat ketika anak istirahat, banyak anak yang berminat membaca di pojok baca. Presentase anak yang mengenal huruf hanya ada 5% anak saja pada pra siklus dan meningkat menjadi  menjadi 90% anak setelah diberikan metode permainan kartu huruf sebanyak 2 siklus.Kata kunci: Kartu Kata; Mengenal Huruf; Permainan; Kemampuan Anak
Pengembangan Model Permainan Berbasis Outbond Dalam Menanamkan Karakter Tanggung Jawab untuk Anak Asep Ardiyanto; Pamuji Sukoco; Sugeng Purwanto; Rizka Nur Khanifah; Riris Setyo Sundari
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i1.15783

Abstract

AbstractThis research was motivated by the use of less effective learning support models, students lack enthusiasm in participating in learning activities, late submitting assignments and lack of maintaining class cleanliness, This is motivated by the limited facilities and infrastructure used so that students are less enthusiastic when learning. Study aims to develop an outbound-based game model to instill the character of children's responsibility. This type of research is research development or Research and Development (R&D) with a 5-stage development procedure. The stages of the development procedure are Potential and Problems, Information Collection, Product Design, Design Validation, Design Revision. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The development resulted in 5 outbound-based game models to instill the character of children's responsibility, namely 1) swaying bridge game, 2) watery sponge game, 3) victory twig game, 4) golden ball game and 5) rocky river game. The results of the expert assessment show that the outbound-based game model to instill the character of responsibility that has been developed is worth testingKeywords: game models; outbond; responsibility character; children    AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh penggunaan model penunjang pembelajaran yang kurang efektif, siswa kurangnya antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, terlambat mengumpulkan tugas serta kurangnya menjaga kebersihan kelas, Selain itu karena terbatasnya sarana dan prasana yang digunakan sehingga anak kurang antusias saat pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah anak usia 6-9 tahun dengan jumlah 28 peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model permainan berbasis outbound untuk menanamkan karakter tanggung jawab anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengen prosedur pengembangan 5 tahap. Tahapan prosedur pengembangan tersebut yaitu Potensi dan Masalah, Pengumpulan Informasi, Desain Produk, Validasi Desain, Revisi Desain. Pengumpulan data dilakukan melalui Observasi,wawancara, angket, dan dokumentasi. Pengembangan menghasilkan 5 model permainan berbasis outbound untuk menanamkan karakter tanggung jawab anak, yaitu 1) permainan jembatan bergoyang, 2) permainan spons berair, 3) permainan ranting kemenangan, 4) permainan bola emas dan 5) permainan sungai berbatu. Hasil penilaian ahli menunjukkan bahwa model permainan berbasis outbound untuk menanamkan karakter tanggung jawab yang telah dikembangkan layak untuk di ujicobakanKata kunci: Model permainan; outbound; karakter tanggung jawab; Anak

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2024): Juli 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 12, No 2 (2023): Desember 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 11, No 2 (2022): Desember 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din Vol 11, No 1 (2022): Juli 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 1 (2021): Juli 2021 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 9, No 2 (2020): Desember 2020 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9, No 1 (2020): Juli 2020 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 8, No 2 (2019): Desember 2019 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2019): Juli 2019 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 1 (2015): volume.4 No. 1 Juli (2015) Vol 4, No 2 Oktober (2015): PAUDIA Vol 4, No 1 Oktober (2015): PAUDIA Vol 3, No 2 Oktober (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 3, No 1 Oktober (2014) Vol 2, No 2 (2013): PAUDIA Vol 2 No 2 Oktober 2013 Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA Vol 1, No 1 (2011) Vol 1, No 1 (2011) More Issue