cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PENDAMPINGAN TEKNOLOGI DAN PEMASARAN PRODUK KEPITING KAMBU KHAS PULAU SALEMO, DESA MATTIRO BOMBANG, KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN Tawali, Abu Bakar; Karim, Muhammad Yusri; Asfar, Muhammad; Hasanuddin, Nurul Fathanah; Clausthaldi, Fadhil Rizki; Irwan, Irwan; Nadhifa, Dwi Ghina
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.31234

Abstract

Kepiting kambu merupakan produk olahan hasil laut yang menjadi ciri khas Masyarakat di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara, Kabupaten Pangkep. Kepiting kambu ini merupakan produk yang berupa cangkang kepiting rajungan kemudian diberi isian, Adapun isian dari kepiting kambu saat ini di Pulau Salemo telah beragam seperti isian sayur, otak-otak, bakso dan isian kelapa. Pada tahun 2022 di Pulau Salemo telah dibentuk KUB yaitu KUB Salemo di Desa Mattiro Bombang yang memproduksi kepiting kambu, hanya saja proses penjualan atau pemasarannya masih sangat terbatas. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk melakukan pendampingan terkait teknologi dan pemasaran produk kepiting kambu di Pulau Salemo. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan teknologi surimi pada isian otak-otak sebagai varian baru dari kepiting kambu di Pulau Salemo serta teknik pemasaran yang tepat terkait penjualan kepiting kambu sehingga produk yang dihasilkan memiliki pasar yang lebih luas. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu kordinasi dengan mitra dan persiapan pengabdian, persiapan teknologi, sosialiasi dan pendampingan, serta pelatihan pembuatan kepiting kambu. Hasil pengabdian dikatakan berhasil berdasarkan nilai pre-post test masyarakat karena ada peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan. Kata kunci: Pemasaran, kepiting kambu, Desa Mattiro Bombang. ABSTRACT Kambu crab is a processed seafood product that characterizes the community on Salemo Island, Mattiro Bombang Village, North Liukang Tuppabiring District, Pangkep Regency.This kambu crab is a product in the form of a crab shell and then given a filling, the filling of kambu crabs currently on Salemo Island has varied such as vegetable filling, brain-brain, meatballs and coconut filling. In 2022 on Salemo Island, a KUB was formed, namely KUB Salemo in Mattiro Bombang Village, which produces kambu crabs, but the sales or marketing process is still very limited. Therefore, it is necessary to provide assistance related to technology and marketing of kambu crab products on Salemo Island, Mattiro Bombang Village. The purpose of this activity is to provide technology and assistance related to proper marketing related to the sale of kambu crabs so that the products produced have a wider market and are known by consumers not only in the Mattiro Bombang Village area. This activity was carried out in several stages, namely coordination with partners and preparation for service, preparation of technology, socialization and assistance, and training in making kambu crabs. The results of the service are said to be successful based on the community's pre-post test scores because there is an increase in knowledge after the socialization and assistance carried out. Keywords: Marketing, kambu crab, Mattiro Bombang village
PENYULUHAN KONSEP KETEKNIKAN GEOLOGI DI AKADEMI DAKWAH INDONESIA, PROVINSI ACEH, UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN DAKWAH ISLAMIYAH Adhari, Muhammad Ridha; Fahri Adrian
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.31317

Abstract

Ilmu geologi mempunyai peranan penting dalam berbagai lingkup kehidupan masyarakat termasuk dalam hal eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam (minyak dan gas bumi, mineral, batubara), dan juga dalam hal mitigasi bencana alam kebumian (gempa bumi, tsunami, gunung meletus). Disamping itu, pengetahuan geologi juga berguna untuk keperluan kegiatan dakwah islamiyah. Berbagai macam fenomena geologi tertulis di dalam Al-Qur’an, namun banyak sekali para pendakwah (da’i) yang masih belum mampu menjelaskan hal tersebut secara keilmuan ilmiah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dirasa perlu untuk diadakan kegiatan pengabdian ini. Materi keilmuan geologi yang diajarkan dalam kegiatan ini dikombinasikan dengan pemahaman keilmuan islamiyah untuk menjelaskan fenomena alam yang tercantum dalam Al-Qur’an. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat yang cukup besar terutama untuk para peserta yang telah ikut berpartisipasi. Diantara dampak langsung yang dirasakan oleh para peserta yaitu adanya peningkatan wawasan, dan pengetahuan dasar geologi serta adanya peningkatan kompetensi para peserta dalam mengaitkan pemahaman keagamaan dengan keilmuan geologi dalam rangka pelaksanaan dakwah islamiyah. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan peningkatan kompetensi para peserta bisa digunakan semaksimal mungkin dalam melakukan kegiatan dakwah islamiyah. Kata kunci: Fenomena Geologi, Al-Qur’an, Keilmuan Geologi. ABSTRACT Geology plays an important role in various spheres of human life, including in the exploration and exploitation of natural resources (oil and gas, minerals, coal), and also in the mitigation of natural disasters (earthquakes, tsunamis, mountain eruptions). Besides, geological knowledge is also useful for the purposes of Islamic activities. Geological phenomena are written in the Al-Qur’an, but many preachers are still unable to explain these scientifically. In order to solve this problem, it is considered necessary to hold training in the application of geological science to support the activities of Islamic teaching. The geological materials taught in this activity was combined with the understanding of Islamic science to explain some of the natural phenomena listed in the Al-Qur’an. This activity has been very beneficial, and among the direct impact felt by the participants is the improvement of insight, and basic knowledge of geology as well as the increased competence of the participants in linking the understanding of religion with geological science in the implementation of Islamic teaching. With this activity, it is expected that the increased competence of the participants can be used as much as possible in carrying out Islamic activities. Keywords: Geological Phenomena, Al-Qur’an, Geological Science.
PEMANFAATAN BAHAN ALAMI BIOAKTIF TANAMAN (BABT) SEBAGAI BAHAN PESTISIDA NABATI DI KECAMATAN PATTALASSANG KABUPATEN GOWA Sjam, Sylvia; Dewi, Vien Sartika; Rosmana, Ade; Amrullah, Andi; Sulastri, Elsa; Fitriyanti, Nur Azizah; Wardihan, Muhammad Agung
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.31421

Abstract

Kabupaten Gowa merupakan salah satu daerah sentra tanaman sayuran yang terletak di sebelah selatan Provinsi Sulawesi Selatan. Sayuran merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan  tetapi  pengelolaan tanaman sayuran bersifat konvensional dengan asupan senyawa kimia sintetik yang tinggi terrmasuk pupuk dan pestisida sintetik. Pengunaan bahan kimia sintetik yang tinggi dalam pengelolaan tanaman sayuran akan membahayakan kesehatan konsumen dan tidak ramah lingkungan. Keprihatinan terhadap isu lingkungan dan  preferensi  konsumen yang tinggi terhadap produk sayur organik maka Fresko Organik yang berlokasi di Desa Pacellekang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa telah melakukan budidaya sayuran secara organik tetapi masih banyak kendala yang dihadapi sedangkan pada kelompok masyarakat (KWT ASYTA) adalah yang ada di lokasi tersebut juga tidak berkembang/produktif karena tidak mendapat pendampingan/bimbingan terutama bagaimana sistem budidaya sayuran yang ramah lingkungan semuanya masih mengandalkan penggunaan senyawa kimia sintetik. Dari hasil pengamatan dilapang dan  wawancara/diskusi, maka permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman dan teknologi bagaimana memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada misalnya pemanfaatan teknologi BABT terutama untuk pembuatan pupuk organik  dan untuk pengendalian/pengelolaan hama dan penyakit tanaman. Solusi yang ditawarkan adalah dengan melakukan pelatihan pembuatan pestisida dan pupuk organik yang berasal dari bahan alami bioaktif tanaman dan implementasi penggunaan BABT pada lahan Fresko organik sebagai tempat pembelajaran terhadap dampak penggunaan BABT dalam upaya mengurangi serangan hama. Pemanfaatan BABT mulai dari pengenalan jenis jenis BABT yang bisa dimanfaatkan sebagai pengendali hama dan pupuk organik kompos. Metode yang diterapkan adalah: penyuluhan, pelatihan, demonstrasi teknologi, aplikasi teknologi serta pendampingan yang dilakukan secara partisipatif. Kata kunci: Pestisida nabati, BABT, sayur organik. ABSTRACT Gowa Regency is one of the vegetable growing centers among the 23 regencies and municipalities in South Sulawesi Province and is located in the south of the province. Vegetables are one of the most widely cultivated horticultural crops, but the management of vegetable crops is conventional, with a high intake of synthetic chemical compounds, including synthetic fertilizers and pesticides. The high use of synthetic chemicals in the management of vegetable crops will endanger the health of consumers and is not environmentally friendly. Concerned about environmental issues and high consumer preferences for organic vegetable products, the organic frescoes are located in Pattalassang sub-district, Pacellekang village, and Pacellekang district. Gowa has been cultivating vegetables organically, but there are still many obstacles to face. The community group (KWT ASYTA) says that those in that location are also not developing or productive because they don't get assistance or guidance, especially since an environmentally friendly vegetable cultivation system still relies on the use of synthetic chemical compounds. From the results of field observations and interviews and discussions, the problems found are lack of understanding and technology on how to take advantage of the potential of existing local resources, for example, the use of BABT technology, especially for the manufacture of organic fertilizers and for the control and management of pests and plant diseases. The solutions offered are conducting training on making organic pesticides and fertilizers derived from natural bioactive plant ingredients and Implementation of the use of BABT on organic Fersko land as a place to learn about the impact of using BABT in an effort to reduce pest attacks. The utilization of BABT, starting with the introduction of the types of BABT that can be used as pest control and organic compost fertilizer. The methods applied are counseling, training, technology demonstration, technology application, and mentoring, which is carried out in a participatory manner. Keywords: Botanical pesticides, BABT, organic vegetables.
PENDAMPINGAN ON-FARM TEKNOLOGI KOMPOS TRICHODERMA, PUPUK NANO SILIKA, DAN BIOENZIM PADA PRODUKSI SORGUM MANIS DI KABUPATEN PANGKEP Farid, Muh.; Ridwan, Ifayanti; Anshori, Muhammad Fuad; Adzima, Ahmad Fauzan; Latif, Aqilah Nurul Khaerani; Nur, Amin
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.31444

Abstract

melibatkan mitra kelompok tani pada Desa Bantimurung Kecamatan Tondong Tallasa dan Desa Bara Batu Kecamatan Labakkang, CV. Sorgum, dan Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk diseminasi teknologi kompos Trichoderma, pupuk nano silika, dan pupuk cair Bioenzim pada budidaya Sorgum manis sebagai pangan fungsional. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah sekolah lapang pembuatan pupuk kompos berbahan dasar cendawan Trichoderma, pembuatan pupuk nano silika, dan pembuatan pupuk organik cair bioenzim. Selain itu juga dilakukan demplot penanaman sorgum manis untuk kebutuhan produksi benih unggul dan beras sorgum. Kegiatan terlaksana dengan lancar dan diikuti oleh anggota kelompok tani dari kedua lokasi dan mitra dari dunia usaha dan industri serta pemda setempat. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra terhadap pembuatan dan aplikasi pupuk kompos Trichoderma, nano silika dan bioenzim. Selain itu, melalui demplot percobaan dihasilkan benih sorgum dari varietas unggul untuk kebutuhan penanaman sorgum oleh kelompok tani. Selama kegiatan penanaman berlangsung terdapat kendala musim kemarau yang berkepanjangan sehingga produktivitas yang dihasilkan dari demplot produksi benih dan beras sorgum hanya mencapai masing-masing 3 ton/ha dan 4 ton/ha yang lebih tinggi dari produktivitas normal petani sorgum di Kabupaten Pangkep. Selain itu, dari penggunaan teknologi ketiga jenis pupuk yang diperkenalkan dihasilkan batang sorgum dengan kandungan brix sebesar 18-21%. Kata kunci: Sorghum bicolor L., Trichokompos, Nano Silika, Bioenzim. ABSTRACT A community service activity was carried out in Pangkep Regency involving farmer group partners in Bantimurung Village, Tondong Tallasa District and Bara Batu Village, Labakkang District, CV. Sorghum, and the Pangkep District Agriculture Service. The service activity aims to disseminate Trichoderma compost technology, nano silica fertilizer, and Bioenzyme liquid fertilizer in the cultivation of sweet sorghum as functional food. The method of implementing community service activities is a field school for making compost fertilizer made from the Trichoderma fungus, making nano silica fertilizer, and making bioenzyme liquid organic fertilizer. Apart from that, a sweet sorghum planting demonstration plot was also carried out for the production of superior seeds and sorghum rice. The activity was carried out smoothly and was attended by members of farmer groups from both locations and partners from the world of business and industry as well as the local government. From this community service activity, it can be concluded that there has been an increase in partners' knowledge and skills regarding the manufacture and application of Trichoderma compost fertilizer, nano silica and bioenzymes. In addition, through experimental demonstration plots, sorghum seeds from superior varieties were produced for the needs of sorghum planting by farmer groups. During the planting activities, there was a long dry season so that the productivity resulting from the sorghum seed and rice production demonstration plots only reached 3 tons/ha and 4 tons/ha respectively, which was higher than the normal productivity of sorghum farmers in Pangkep Regency. Apart from that, using the technology of the three types of fertilizer introduced produces sorghum stalks with a Brix content of 18-21%. Keywords: Sorghum bicolor L., Trichokompos, Nano Silica, Bioenzym.
PENGEMBANGAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN TEKNOLOGI PRODUKSI LIPAT GANDA (PROLIGA) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI: Enhancing Productivity of Chili Crops Through the Development of Training and Mentoring in Double Folding Production Technology (Proliga) Ulfa, Fachira; Syam'un, Elkawakib; Dungga, Novaty Eny; Dewi, Vien Sartika; Rafiuddin, Rafiuddin; Heliawaty, Heliawaty
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.31603

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi dalam membudidayakan tanaman cabai adalah pembudidayaan tanaman tidak dilakukan dengan penanganan pembudidayaan yang benar. Masalah-masalah seperti ini perlu dicarikan solusinya untuk meningkatkan produktivitas nasional yang hanya 8,74 t/ha dengan mulai menerapkan teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga). Teknologi Proliga ini difokuskan pada peningkatan produktivitas menjadi >20 t/ha. Beberapa komponen teknologi Proliga yang diterapkan, di antaranya: (1) menggunakan sistem persemaian sehat; (2) menggunakan varietas unggul yang adaptif; (3) melaksanakan pengelolaan hara, tanah, dan air; dan (4) pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Talakaya di Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah: 1). Penyuluhan; 2). Pelatihan dan pendampingan pembuatan demplot pesemaian, penanaman serta pemeliharaan cabai. Setelah kegiatan ini kelompok tani dapat menerapkan tambahan ilmu yang diperolehnya dalam berusahatani cabai baik di musim hujan maupun kemarau. Kata kunci: Cabai, Proliga, ramah lingkungan. ABSTRACT The common problem in cultivating chili plants is that they are not grown with proper cultivation practices. Issues like this need to be addressed to improve the natnal productivity, which currently stands at only 8.74 t/ha, by implementing the Double Folding Production (PROLIGA) technology. Proliga technology is focused on increasing productivity to over 20 t/ha. Some of the components of Proliga technology applied include: (1) using a healthy seeding system; (2) using adaptable superior varieties; (3) managing nutrients, soil, and water; and (4) controlling pests and diseases. This activity is carried out for the Talakaya Farmers Group in the Galesong District of Takalar Regency. The methods employed in this activity are: 1) Extension; 2) Training and assistance in the establishment of healthy seedbeds, planting, and maintenance of chili plants. After this activity, the farmer group can apply the additional knowledge they have gained in chili farming, both during the rainy and dry seasons. Keywords: Chili, Proliga, environmentally friendly.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN OLAHAN CABE RAWIT PADA KELOMPOK TANI “SIPATOKKONG II”, DALAM MENINGKATKAN USAHA PRODUKTIF SECARA EKONOMI DI KELURAHAN TAKKALASI KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU: Community Empowerment through Training on Processed Cayenne Pepper Manufacture in the "Sipatokkong II" Farmer Group, in Increasing Economically Productive Businesses in Takkalasi Village, Balusu District, Barru Regency Djam`an, Fitriwati; Mangilep, Muhammad Ady Agung; Nurqamar, Insani Fitri; Samir, Salman; Nugraha, Rahmat Nurul Prima; Nurwati, Nurwati; Djaya, Subhan
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.31720

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memberdayakan masyarakat melalui pengolahan cabe rawit di Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru pada kegiatan kemitraan UNHAS (PKM- Pengabdian Masyarakat). Pengabdian ini mempunyai tiga program utama. Program pertama adalah pengolahan cabai rawit menjadi berbagai produk turunan seperti, sambal tuna, sambal teri, sambal petai, sambal daging, sambal udang dan sambal cumi. Program kedua adalah pengepakan/packaging. Pada tahap ini, masyarakat dilatih untuk mengembangkan ide, inovasi dan kreatifitas mereka untuk mendesain model packaging atau kemasan yang mempunyai desain menarik, simple, fungsional dan berkualitas. Program ketiga adalah tahap pemasaran/marketing. Pada fase ini, masyarakat dilatih melakukan dua jenis konsep pemasaran/marketing, yaitu 1. Offline marketing, dengan mempromosikan dan menjual produk olahan cabai rawit di pasar secara langsung dan 2. Online marketing, dengan memperkenalkan produk olahan cabai rawit melalui media online, seperti whatsapp, instagram, dan media online lainnya. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa ibu ibu petani cabai rawit sangat tertarik untuk mengembangkan kegiatan industri pengolahan cabai rawit dengan membentuk kelompok pengolahan cabai untuk meningkatkan pendapatan petani di Kelurahan Takkalasi. Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, cabai rawit, pengolahan, pengepakan, pemasaran. ABSTRACT The purpose of this study is to empower the community through processing of cundlenut in Takkalasi Village, Balusu Sub-Districts, Barru Districts in the PKM UNHAS. This research has three main programs. The first program is processing red chili pepper into various derivative products such as tuna chili sauce, smoked fish chili sauce, petai chili sauce, meat chili sauce, squid chili sauce, shrimp chili sauce. The second program is packaging. At this stage, the community is trained to develop their ideas, innovations and creativity to design packaging models that have attractive, simple, functional and quality designs. The third program is the marketing phase. In this phase, the community is trained to do two types of marketing concepts, examples 1. Offline marketing, by promoting and selling red chili pepper products in the market directly and 2. Online marketing, by introducing products through online media, such as whatsapp, instagram, and media other online. The results of this study show that farmers are really interested in developing red chili pepper processing industry by forming a red chili pepper processing group to increase farmer income in Barru. Keywords: Community empowerment, red chili pepper, processing, packaging, marketing.
BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI DESA LAPEO: Cultivation of Maggot Black Soldier Fly (BSF) as an Effort to Utilize Household Organic Waste in Lapeo Village Haruna, Harsani; Rasbawati, Rasbawati; Sukmawati, Sukmawati; Fitriani, Fitriani; Syahra, Nur Jihad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.31750

Abstract

Limbah rumah tangga menjadi permasalahan yang sangat penting dalam aspek lingkungan. Hal ini yang banyak dihadapi oleh ibu rumah tangga khusunya pada kelompok TP PKK Desa Lapeo Kabupaten Polewali Mandar. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pada mitra dalam mengelolah sampah organik serta belum adanya teknologi pengolahan sampah di lokasi Mitra. Sampah organik biasanya di buang tanpa adanya proses pengolahan. Hal ini juga di perparah dengan adanya beberapa kali penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) oleh warga di Kabupaten Polewali Mandar. Akibat dari penutupan ini menyebabkan terjadinya penumpukan sampah di beberapa tempat di kabupaten Polewali Mandar dan tidak terkecuali di Desa Lapeo. Budidaya maggot menjadi salah satu solusi yang tepat untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh kelompok TP PKK Desa Lapeo. Pengabdian ini dilaksanakan dengan memanfaatkan maggot sebagai pengurai limbah organik rumah tangga. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara Ceramah, diskusi dan praktek langsung oleh peserta. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa antusias masyarakat dalam hal ini anggota kelompok TP PKK Desa Lapeo terhadap pelatihan budidaya maggot cukup tinggi. Hal ini di tunjukkan dengan jumlah peserta yang berpatisipasi dan keaktifan peserta dalam mengikuti pelatihan hingga kegiatan selesai. Pada sesi diskusi banyak peserta yang aktif dalam bertanya terkait budidaya maggot. Kegiatan pelatihan budidaya maggot di Desa Lapeo berlangsung sukses dan pemahaman kelompok sasaran meningkat terkait pengolahan limbah dengan budidaya maggot. Kata kunci: Maggot, limbah, organik, sampah.       ABSTRACT Household waste is a very important issue in environmental aspects. This is what many faced by housewives, especially in the TP PKK group, Lapeo Village, Polewali Mandar Regency. Lack of knowledge and skills on partners in managing organic waste and the absence of waste processing technology at partner locations. Organic waste is usually disposed of without any processing. This is also exacerbated by the closure of the final disposal site (TPA) by residents in Polewali Mandar Regency. As a result of this closure caused a buildup of garbage in several places in Polewali Mandar Regency and Lapeo village was no exception. Maggot cultivation is one of the right solutions to answer the problems faced by the TP PKK group in Lapeo Village. This service is carried out by utilizing maggot as a decomposer of household organic waste. The method of service implementation is done by lecture, discussion and practice directly by the participants. The results of the activity can be concluded that the enthusiasm of the community in this case the members of the TP PKK group in Lapeo Village towards maggot cultivation training is quite high. This is indicated by the number of participants participating and the activeness of participants in the training until the activity is completed. In the discussion session, many participants were active in asking questions related to maggot cultivation. Maggot cultivation training activities in Lapeo village were successful and the understanding of the target group increased regarding waste treatment with maggot cultivation. Keywords: Maggot, waste, organic, garbage.
EXPERIMENTAL FARM (Exfarm) SEBAGAI UNIT PEMBELAJARAN DAN USAHA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Farid, Muh.; S, Rahmawati; Anshori, Muhammad Fuad; Iswoyo, Hari; Adzima, Muhammad Fauzan
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.31777

Abstract

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di lahan Experimental Farm (Exfarm) Fakultas Pertanian dengan sekitar 7 ha bertujuan untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal, kecuali untuk tujuan praktikum dan penelitian dosen. Solusi yang ditawarkan adalah menjadikan exfarm Fakultas Pertanian sebagai unit pembelajaran dan sekaligus sebagai unit produksi dengan memanfaatkan lahan, sarana dan prasarana yang tersedia. Dengan luas lahan yang ada serta fasilitas yang cukup, exfarm dimanfaatkan sebagai suatu unit usaha agar menjadi tempat pembelajaran kewirausahaan mahasiswa sekaligus unit produksi untuk mendapatkan profit untuk digunakan dalam pemeliharaan rutin exfarm. Hal ini sekaligus sebagai cikal bakal untuk meningkatkan pendapatan Fakultas dan Universitas Hasanuddin sebagai PTNBH. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pembuatan produk pupuk organik cair, pupuk silika, sayuran hidroponik, dan hasil stek tanam hias dan buah. Kegiatan ini melibatkan para pegawai kebun, mahasiswa/i Fakultas Pertanian dan Vokasi Universitas Hasanuddin, serta siswa/i SMA. Kegiatan pengabdian ini memberikan pengetahuan, wawasan serta keterampilan kepada para peserta yang terlibat dalam proses kegiatan pengabdian. Kata kunci: Experimental farm, unit usaha, unit pembelajaran, pelatihan, produk. ABSTRACT The service activities carried out on the Experimental Farm (exfarm) of the Faculty of Agriculture with around 7 ha aim to optimize the available facilities and infrastructure which have not been used optimally, except for practicum and lecturer research purposes. The solution offered is to make the Faculty of Agriculture's exfarm a learning unit and at the same time a production unit by utilizing the available land, facilities and infrastructure. With the existing land area and sufficient facilities, the exfarm is used as a business unit to become a place for student entrepreneurial learning as well as a production unit to earn profits to be used for routine maintenance of the exfarm. This is also a precursor to increasing the income of Hasanuddin Faculty and University as PTNBH. Service activities are carried out in the form of training and making liquid organic fertilizer products, silica fertilizer, hydroponic vegetables, and ornamental and fruit planting cuttings. This activity involved plantation employees, students from the Faculty of Agriculture and Vocational Studies, Hasanuddin University, as well as high school students. This service activity provides knowledge, insight and skills to participants involved in the service activity process. Keywords: Experimental farm, business unit, learning unit, training, product.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUDIDAYA IKAN NILA DI KOLAM TERPAL RESIRKULASI DAN TEKNOLOGI PEMBUATAN PAKANNYA DI PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM SHOHWATUL IS’AD KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN Saade, Edison; Andriani, Irma; Hidayani, Andi Aliah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.32174

Abstract

Ikan nila, Oreochromis niloticus salah satu ikan air tawar yang sangat digemari masyarakat saat ini. Selain kandungan nutrisinya yang cukup tinggi juga rasa dagingnya sangat lezat. Hal lain yang menjadikan ikan nila ini memuncak trendnya adalah mudah penangananannya dalam budidaya dan teknologi pakannya sudah dikuasai. Namun demikian, teknologi budidaya baik pada usaha pembesaran dan produksi benihnya serta teknologi pembuatan pakannya belum memasyarakat oleh para praktisi. Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Shohwatul Is’ad (Shohid)  berlokasi di Kabupaten Pangkajene Kepulauan berperan sebagai mitra pada kegiatan ini dengan harapan PPMI Shohid sebagai institusi swasta mampu meningkatkan finansialnya secara mandiri melalui budidaya ikan nila di kolam terpal dengan Recirculating Aquaculture System (RAS). Permasalahannya adalah pengetahuan dan keterampilan SDM meliputi guru, tenaga kependidikan, dan santri tentang hal-hal tersebut di atas masih terbatas. Solusinya adalah upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM melalui pelatihan, demonstrasi dan pendampingan. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah publikasi di jurnal nasional, publikasi media cetak, video dan teknologi tepat guna berupa pakan buatan yang telah dikemas. Tahapan kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkannya adalah audiensi dengan Yayasan PPMI Shohid, survey lokasi, persiapan bahan dan alat, pelatihan meliputi budidaya ikan di kolam terpal resirkulasi, pembuatan pakan dan teknik produksi benih ikan nila jantan, pemasangan kolam terpal dengan RAS, penebaran ikan, monitoring, pemeliharaan ikan nila, dan panen. Kegiatan pengabdian dinyatakan sukses dengan indikator  PPMI Shohid mampu memeliharan dan memproduksi ikan nila di kolam terpal resirkulasi dengan upaya mandiri. Kata kunci: Ikan nila, kolam terpal, pakan buatan, PPMI Shohid. ABSTRACT Tilapia, Oreochromis niloticus, is one of the freshwater fish that is very popular with people today. Apart from its high nutritional content, the meat also tastes very delicious. Another thing that makes this tilapia fish peak in popularity is that it is easy to handle in cultivation and the feed technology has been mastered.  However, cultivation technology, both in growing and producing larvae, as well as technology for making feed, has not yet become popular among practitioners. Islamic Modern Islamic Boarding School (PPMI) of Shohwatul Is'ad (Shohid) as a partner is located in Pangkajene Islands Regency is expected to be able to manage and meet its financial needs independently. The problem is that the knowledge and skills of human resources including teachers, education staff and students regarding fish cultivation in tarpaulin ponds are still limited. The solution is an effort to increase the knowledge and skills of human resources through training, demonstrations and mentoring. The stages of activities carried out to make this happen are an audience with the PPMI Shohid Foundation, site survey, preparation of materials and tools, training including cultivating fish in recirculating tarpaulin ponds, making feed and production techniques for male tilapia fish seeds, installing tarpaulin ponds with RAS, stocking fish, monitoring, raising tilapia, and harvesting. The service activity was declared successful with the PPMI Shohid indicator being able to raise and produce tilapia in recirculating tarpaulin ponds with independent efforts. Keywords: Tilapia fish, tarpaulin pond, artificial feed, and PPMI Shohid.
OPTIMALISASI LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PENGGUNAAN PUPUK DAN PESTISIDA ORGANIK DI KAWASAN AGROWISATA LOTO, TERNATE, MALUKU UTARA Hartati, Tri; Aji, Krishna; Tangge, Nurul Ainun; Robo, Sarif; Kololikiye, Gilang Ramadan
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.32299

Abstract

F Pupuk dan pestisida merupakan komponen kunci dalam meningkatkan produktivitas lahan. Permintaan penggunaan pupuk dan pestisida organik saat ini makin meningkat seiring dengan meningkatnya kerusakan tanah dalam memproduksi biomassa akibat penggunaan pupuk dan pestisida anorganik yang berlebihan. Pemanfaatan pupuk dan pestisida organik menjadi solusi mengurangi kerusakan tanah di masa yang akan datang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Agrowisata Loto, Ternate, Maluku Utara. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan penggunaan pupuk dan pestisida organik di kawasan Agrowisata. Peserta pengabdian merupakan kelompok tani Agrowisata Loto. Kegiatan ini dilakukan secara langsung dengan kelompok tani Agrowisata Loto. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat kelompok tani Agrowisata Loto mengalami pemahaman yang signifikan dari 40% belum memahami menjadi 100 %. Peserta pun antusias untuk memanfaatkan pupuk dan pestisida organik untuk mengurangi dampak dari penggunaan pupuk dan pestisida anorganik. Kata kunci: Kerusakan tanah, produktivitas lahan, pupuk dan pestisida organik. ABSTRACT Fertilizers and pesticides are key components in increasing land productivity. The demand for the use of organic fertilizers and pesticides is currently increasing along with the increasing damage to the soil in producing biomass due to the excessive use of inorganic fertilizers and pesticides. The use of organic fertilizers and pesticides is a solution to reduce soil damage in the future. This community service activity was carried out at Loto Agrotourism, Ternate, Maluku. The purpose of this community service is to provide knowledge about the use of organic fertilizers and pesticides in the Agrotourism area. The service participants were the Loto Agrotourism farmer group. This activity was carried out directly with the Loto Agro-tourism farmer group. The results of community service activities of the Loto Agrotourism farmer group experienced a significant understanding from 40% not understanding to 100%. Participants were enthusiastic about utilizing organic fertilizers and pesticides to reduce the impact of using inorganic fertilizers and pesticides. Keywords: Land degradation, land productivity, organic fertilizers and pesticides.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue