cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PENGUATAN LITERASI KEAGAMAAN BAGI SISWA MI AL AZIZIYAH BANGSAL MOJOKERTO Utami, Faiqotul Isma Dwi; Aini, Nining Khurrotul; Khumairoh, Rohmatin Nur; Muslikhah, Siti; Jannah, Putri Dwi Nur; Nabighoh, Muhammad Nur
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.26050

Abstract

Pengabdian pada masyarakat dalam pemanfaatan literasi keagamaan melalui rumah baca telah dilaksanakan di MI Al – Aziziyah Dusun Jumput Desa Mejoyo. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan minat dan kemampuan membaca pada peserta didik. Metode pengabdian ini menggunakan pedekatan PAR (Participatory Action Research), yaitu sebuah pendekatan dalam pengabdian kepada peserta didik MI Al – Aziziyah dengan melihat serta memecahkan masalah sehingga memperoleh pengalaman dan pengetahuan. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah menggunakan wawancara dan dokumentasi. Tujuan pengabdian adalah peningkatan minat dan kemampuan membaca peserta didik dengan kegiatan literasi. Dengan demikian, rumah baca juga berfungsi serta berperan sebagai wadah belajar lain bagi peserta didik maupun orang tua peserta didik terutama ibu rumah tangga dalam mendidik anaknya. Subjek dari pengabdian ini adalah anak-anak MI Al Aziziyah usia 7-12 tahun yang merupakan usia emas anak dalam memahami konsep pengetahuan. Hasil dari seluruh kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa Rumah Baca ini meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, karena banyaknya jenis-jenis bacaan secara fisik serta pusat belajar peserta didik yang tidak terbatas dan dapat diakses oleh siapa saja. Dengan demikian Rumah Baca sangat berperan untuk wawasan dari semua kalangan. Artinya semakin baik kegiatan literasi sekolahnya maka akan semakin positif peningkatan rumah baca peserta didik. Kata kunci: Siswa, pendidikan, literasi, rumah baca. ABSTRACT A devotion in the use of religious literacy through a reading house has been conducted in MI Al - Aziziyah Jumput Hamlet, Mejoyo Village. The purpose of devotion is to increase interest and ability to read in students. This method of service uses the proximity of PAR (Participatory Action Research), which is an approach in service to MI Al - Aziziyah students by seeing and solving problems so as to gain experience and knowledge. The method used for data collection is to use interviews and documentation. The purpose of service is to increase the interest and reading ability of students with literacy activities. Thus, the reading house also functions and acts as another learning forum for students and parents of students, especially housewives in educating their children. The subject of this devotion is the children of MI Al Aziziyah aged 7-12 years which is the golden age of children in understanding the concept of knowledge. The results of all the activities carried out show that this Reading House improves the ability of students to read, because of the many types of physical reading as well as the student learning center that is unlimited and accessible to anyone. Thus, the Reading House plays a very important role for insights from all walks of life. This means that the better the school literacy activities, the more positive the increase in student reading houses. Keywords: Students, education, literacy, reading house.
PEMBUATAN SERUM DENGAN MEMANFAATKAN EKSTRAK KULIT GAMAL (Gliricidia sepium) DAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN LUKA RINGAN Ahmad, A. Sri Sartika Sufiina; Sjahril, Rinaldi; Yanasari, Herlinda; Suria, Muh. Yunus; Fauzan, Achmad; Febrianti, Nur Qadri
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.26957

Abstract

Kulit sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Namun, kulit seringkali menjadi permasalahan utama ketika terjadi kecelakaan, yang mana akibat dari kecelakaan tersebut dapat menimbulkan luka. Luka adalah suatu kondisi rusaknya kontinuitas jaringan, struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat adanya proses patologis. Luka saat ini menjadi masalah penting bagi setiap orang dikarenakan dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri, sehingga perawatan dan pengelolaan terhadap luka perlu dilakukan secara baik dan teratur. Obat luka yang yang berbahan dasar alami sangat amat sulit buat didapatkan. Kini telah hadir obat luka yang berasal dari 100% bahan alami yaitu obat luka yang berasal dai kulit gamal dan lidah buaya. Kegiatan ini bertujuan untuk pemanfaatan gamal yang hanya diketahui sebagai pakan ternak, dan pemanfaatan lidah buaya yang masih sangat minim dan menciptakan sebuah inovasi baru serum luka dari bahan alami ekstrak kulit gamal dan juga lidah buaya untuk menyembuhkan luka ringan. Dari kegiatan ini diperoleh sebuah produk serum luka berbahan dasar alami dari ekstrak kulit gamal dan lidah buaya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kata kunci: Gamal, lidah buaya, luka. ABSTRACT Skin plays a very important role in human life. However, skin is often becoming a major problem when an accident occurs, which can result in injuries. of the accident can cause wounds. Wound is a condition of damage to the continuity of tissue, structure, and anatomical function of normal skin as a result of a pathological process. Wounds are currently an important issue for everyone because they can reduce the level of self-confidence so the care and management of wounds need to be done properly and regularly. Wound medications that are made from natural ingredients are very difficult to obtain. Now there is wound medicine that comes from 100% natural ingredients, namely wound medicine from gamal skin and aloe vera. This activity aims to utilize gamal, which is only known as animal feed, and the utilization of aloe vera, which is still very minimal and creates a new innovation. Utilization is still very minimal and creates a new innovation of wound serum from natural ingredients of Gamal skin extract and aloe vera to heal minor wounds. From this activity, a natural-based wound serum product was obtained from gamal skin extract and aloe vera that can be utilized by the community.
PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) FERMENTASI DAN SABUN VCO DI KELURAHAN PALLANTIKANG, KECAMATAN MAROS, KABUPATEN MAROS Haedar, Nur; Umriani P Umar, Nur; Salam, Abdul; Dwyana, Zaraswati; Umar, Muhammad Ruslan; Gani, Fuad; Sardiani, Nenis; Jamaluddin, Mutia Putri; Tuwo, Mustika
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.27281

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa yang dibuat tanpa pemanasan atau tambahan bahan apapun sehingga komponen antioksidannya tidak mengalami kerusakan sehingga sering disebut juga minyak murni atau minyak perawan. VCO mengandung asam laurat yang tinggi dan dalam tubuh akan diubah menjadi monolaurin yaitu sebuah senyawa monogliserida yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia terhadap penyakit serta mempercepat proses penyembuhan. Pembuatan VCO bisa dengan berbagai cara dan salah satunya dengan fermentasi dengan menggunakan ragi roti. Metode ini mudah dalam pembuatan selain itu VCO juga dapat dibuat menjadi sabun VCO. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan akan khasiat VCO dan sabun VCO bagi kesehatan serta minat berwirausaha masyarakat sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga di Kelurahan Pallantikang Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Tahapan kegiatan didahului dengan survei lokasi dan pembuatan VCO skala laboratorium. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyuluhan/ceramah  terkait  khasiat VCO bagi kesehatan, cara pengemasan dan  pemasaran produk secara online. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan praktek pembuatan VCO secara fermentasi dan diakhiri dengan diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu dan remaja putri yang merupakan sasaran kegiatan ini PKM dan juga pemerintah setempat. Kegiatan berjalan lancar dan peserta menunjukkan antusias yang tinggi dalam diskusi maupun praktek. Hasil evaluasi kegiatan berdasarkan pre dan post test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang VCO fermentasi dan sabun VCO setelah kegiatan. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan minat wirausaha sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga dengan memanfaatkan potensi lokal. Kata kunci: Virgin Coconut Oil (VCO) fermentasi, sabun VCO, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru.     ABSTRACT Virgin Coconut Oil (VCO) is coconut oil made without heating or adding any ingredients so that the antioxidant components are not damaged, so it is often called pure oil or virgin oil. VCO contains high lauric acid and in the body will be converted into monolaurin, a monoglyceride compound that can increase the human body's resistance to disease and accelerate the healing process. VCO can be made in various ways and one of them is by fermentation using baker's yeast. This method is easy to make and VCO can also be made into VCO soap. This activity aims to increase knowledge of the efficacy of VCO and VCO soap for health and community entrepreneurial interest so that it can improve the family economy in Pallantikang Village, Maros Baru Subdistrict, Maros Regency. The activity stages were preceded by a location survey and laboratory-scale VCO production. The implementation of activities in the form of counseling / lectures related to the efficacy of VCO for health, how to package products and online product marketing followed by training and practice of making VCO by fermentation and ending with discussion. During the activity the participants showed high enthusiasm in practice and discussion, this was in line with the increase in their knowledge of fermented VCO to 60% and felt that their knowledge of how to make VCO and VCO soap had increased. This activity is expected to increase entrepreneurial interest so that it can improve the family economy by utilizing local potential. Keywords: Fermented Virgin Coconut Oil (VCO), VCO soap, Pallantikang Village, Maros Baru District.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DEMPLOT BUDIDAYA BAWANG MERAH PRODUKSI LIPAT GANDA: Training and Assistance of Double Production of Onion Cultivation Demplots Ulfa, Fachira; Syam'un, Elkawakib; Bahrun, Abdul Haris; Dewi, Vien Sartika; Mantja, Katriani; Heliawaty, Heliawaty
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.27552

Abstract

Kebutuhan bawang merah dalam negeri dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan yang tidak seimbang dengan produksi sehingga kebutuhan dalam negeri diatasi melalui impor. Selama ini, penanaman yang lazim dilakukan petani adalah menggunakan umbi bawang merah atau mencapai 40% dari total biaya produksi. Penanaman bawang merah dengan biji memberikan banyak keuntungan diantaranya hemat (hanya 5 kg/ha), biaya bibit murah, lebih tahan simpan (2 tahun) dan umbi yang dihasilkan lebih besar serta produksinya lebih tingggi dibandingkan dengan menggunakan umbi. Penanaman bawang merah dari biji merupakan terobosan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Teknologi penanaman bawang merah dengan menggunakan biji belum banyak dipahami di tingkat petani walau memberikan banyak keuntungan sehingga perlu dilakukan pembimbingan dan pelatihan serta pendampingan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam membudidayakan bawang merah melalui biji botani dengan program Produksi Lipat Ganda (Proliga) di atas 10 ton per Ha. Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan Juli sampai November 2022 dan diawali dengan melakukan pre-test kepada anggota kelompok tani. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah: 1). Penyuluhan mengenai teknologi ramah lingkungan dalam budidaya bawang merah; 2). Praktek membuat pupuk organik cair, zat pengatur tumbuh dan pestisida nabati; 3). Pendampingan pembuatan plot budidaya bawang merah asal biji botani. Hasil  yang dicapai dari kegiatan ini adalah: a). Kelompok tani mampu menyerap teknologi yang diberikan terbukti dengan berhasilnya mereka membuat pupuk organik cair, zat pengatur tumbuh dan pestisida dari bahan nabati yang ramah terhadap lingkungan; b). Kelompok tani mampu membudidayakan bawang merah dengan menggunakan biji sebagai bahan tanam. Kata kunci: Benih, umbi bawang merah, ramah lingkungan.   ABSTRACT The need for domestic shallots from year to year tends to increase which is not balanced with production so that domestic demand is met through imports. So far, the planting that is commonly done by farmers is using shallot bulbs which can reach 40% of the total production cost. Planting shallots with seeds provides many advantages including being economical (only 5 kg/ha), cheap seed costs, more shelf-stable (2 years) and larger tubers and higher production compared to using tubers. Planting shallots from seeds is a breakthrough to increase farmer productivity and welfare. The technology for planting shallots using seeds is not widely understood at the farmer level, although it provides many advantages, so guidance and training and assistance are needed. This activity aims to increase farmers' knowledge and skills in cultivating shallots through botanical seeds with Double Fold Production above 10 tonnes per Ha. This activity was carried out from July to November 2022 and began with conducting pre-tests on members of farmer groups. The methods used in this service activity are: 1). Counseling on environmentally friendly technology in shallot cultivation; 2). The practice of making liquid organic fertilizers, growth regulators and vegetable pesticides; 3). Assistance in making shallot cultivation plots from botanical seeds. The results achieved from this activity are: a). Farmer groups are able to absorb the technology provided, as evidenced by their success in making liquid organic fertilizers, growth regulators and pesticides from environmentally friendly vegetable materials; b). Farmer groups are able to cultivate shallots using seeds as planting material. Keywords: Seeds, shallot bulbs, environmentally friendly.
PEMBERDAYAAN PETANI TEMBAKAU MELALUI DIVERSIFIKASI BUDIDAYA PETERNAKAN LEBAH MADU DI KABUPATEN PROBOLINGGO JAWA TIMUR Hanani, Nuhfil; Hartono, Budi; Fahriyah, Fahriyah; Rahman, Moh Shadiqur; Putritamara, Jaisy Aghniarahim; Asmara, Rosihan; Ula, Mahfudlotul; Nugroho, Condro Puspo; Noor, Arif Yustian Maulana; Intyas, Candra Adi; Shaleh, Mohammad Ilyas
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.27831

Abstract

Kesejahteraan petani tembakau di Indonesia cenderung rendah, dengan beberapa faktor yang mempengaruhi termasuk pendapatan rendah, ketergantungan pada industri rokok, rendahnya tingkat pendidikan, dan kurangnya akses pada teknologi dan informasi. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, perlu fokus pada peningkatan pendapatan, akses teknologi, informasi, dan pendidikan. Musim hujan menjadi tantangan bagi petani tembakau karena dapat mengakibatkan kerusakan pada tanaman dan mempengaruhi kualitas tembakau. Petani dapat mencari alternatif pendapatan dengan beternak lebah. Ternak lebah memberikan pendapatan tambahan, perlindungan lingkungan, dan meningkatkan kualitas produk pertanian melalui pollinasi. Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar untuk ternak lebah karena ketersediaan sumber pakan, iklim yang baik, keragaman budidaya pertanian, dan minat masyarakat. Dengan potensi ini, petani di Kabupaten Probolinggo dapat memperoleh pendapatan tambahan dan mempertahankan kesuburan tanah. Pasar madu di Indonesia memiliki potensi tinggi sebagai salah satu negara penghasil madu terbesar di dunia. Pendekatan community development dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan menjadi kunci kesuksesan program ini. Pelatihan dan pendampingan budidaya lebah madu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, sambil memastikan pelaksanaan yang berkelanjutan. Program perlindungan lingkungan dengan penanaman tanaman bunga untuk lebah madu membawa manfaat ganda dalam penyediaan pakan dan konservasi lingkungan. Pengenalan ekowisata lebah madu menjadi cara untuk menggabungkan budidaya yang berkelanjutan dengan pariwisata berbasis alam, sambil meningkatkan kesadaran konservasi. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui ternak lebah madu memiliki banyak manfaat, termasuk meningkatkan kesejahteraan, perlindungan lingkungan, pengembangan industri madu, dan peningkatan devisa negara. Selain itu, inisiatif ini juga membuka peluang ekowisata yang berkelanjutan, yang dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah dan memperkuat perekonomian negara. Kata kunci: Petani tembakau, pengabdian masyarakat, lebah madu, diversifikasi. ABSTRACT The well-being of tobacco farmers in Indonesia tends to be low due to several influencing factors, including low income, dependence on the cigarette industry, low educational levels, and limited access to technology and information. To enhance their welfare, there is a need to focus on increasing income, improving access to technology, information, and education. The rainy season poses challenges for tobacco farmers as it can cause damage to crops and affect the quality of tobacco. Farmers can explore alternative sources of income by beekeeping. Beekeeping provides additional income, environmental protection, and enhances the quality of agricultural products through pollination. Probolinggo Regency has significant potential for beekeeping due to the availability of food sources, favorable climate, diverse agricultural practices, and community interest. With this potential, farmers in Probolinggo Regency can earn additional income and maintain soil fertility. The key to the success of this program lies in community development approaches and community participation in decision-making. Training and mentoring in honey bee cultivation improve participants' knowledge and skills while ensuring sustainable implementation. Environmental protection programs involving planting flowering plants for honey bees offer dual benefits by providing food and conserving the environment. Introducing honey bee ecotourism is a way to combine sustainable cultivation with nature-based tourism, enhancing conservation awareness. Therefore, empowering communities through beekeeping has many benefits, including improving welfare, environmental protection, developing the honey industry, and increasing national revenue. Moreover, this initiative also opens opportunities for sustainable ecotourism, serving as a source of local revenue and strengthening the country's economy. Keywords: Tobacco farmers, community service, honey bees, diversification.
BUDIDAYA TANAMAN SAYUR DAN OBAT ORGANIK DI PEKARANGAN Haring, Feranita; Sjahril, Rinaldi; Syaiful, Syatrianty A.; Sahur, Asmiaty
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.28216

Abstract

Pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi pemantik untuk menggerakkan kegiatan perekonomian rumah tangga dan menyediakan sumber pangan dan obat yang sehat untuk keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman sayur dan obat di Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Kegiatan dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin dengan melibatkan kelompok wanita tani (KWT) Segar Harum, Koordinator dan Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan metode pembinaan terkait budidaya tanaman sayur dan obat organik di pekarangan melalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan pupuk asam amino. Hasil penyuluhan dan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman para peserta tentang pertanian organik, budidaya tanaman sayur dan obat organik di pekarangan, serta pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan pupuk organik. Kata kunci: Pupuk asam amino, pekarangan. ABSTRACT This community service is expected to be a trigger to drive household economic activities and provide healthy sources of food and medicine for families. This community service activity aims to encourage the optimization of the use of yards through the cultivation of vegetable and medicinal plants in the Adatongeng Village, Turikale District, Maros Regency. The activity was carried out by lecturers and students of the Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, involving the Segar Harum Women Farmers Group (KWT), Coordinators and Agricultural Extension Officers at the Agricultural Extension Center, Turikale District, Maros Regency. This activity was carried out using coaching methods related to the cultivation of organic vegetable and medicinal plants in the yard through counseling activities and demonstrations on how to make amino acid fertilizers. The results of counseling and training showed an increase in participants' understanding of organic farming, cultivation of organic vegetable and medicinal plants in the yard, as well as knowledge and skills about making organic fertilizer. Keywords: Amino acid fertilizer, yard.
PEMBINAAN KELOMPOK TANI KEDELAI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI WATER MANAJEMEN PADA BERBAGAI MODEL IRIGASI DI DESA JE'NETAESA KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN Aminah, Aminah; Basri, Lambang; Busaeri, St. Rahbiah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.28578

Abstract

Tantangan penyediaan pangan semakin hari semakin berat, degradasi lahan dan lingkungan, baik oleh ulah manusia maupun gangguan alam, semakin meningkat terbatasnya ketersediaan air pada lahan kering yang merupakan faktor yang sangat penting dalam peningkatan produksi tanaman, olehnya itu tindakan konservasi air sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan penyediaan air terutama bagi lahan kering sehingga keberlanjutan pangan akan terus bisa berdaulat. Upaya konservasi air memerlukan komitmen dari semua pihak terhadap isu keberlanjutan air. Apabila memanen air hujan dipraktekkan secara berkesinambungan akan dapat membantu memelihara keberlanjutan air dan keberlanjutan lingkungan sebagai pendukung perikehidupan generasi sekarang dan yang akan datang. Tujuan dari program PkM adalah memberikan pengetahuan kepada petani di wilayah mitra tentang bagimana mengelola air hujan dengan menampung air hujan yang berlebih saat musim hujan (panen hujan) serta pengetahuan bagaimana membuat beberapa model irigasi yang sederhana yang bisa diterapkan saat musim kemarau sehingga efisiensi penggunaan air bisa tercapai, mengingat jumlah air saat musim kemarau sangat terbatas. Metode pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan Ipteks tersebut adalah dengan metode penyuluhan dan bimbingan teknologi. Hasil kegiatan PkM adalah masyarakat jadi mengetahui tentang cara memanen air hujan dan membuat irigasi sederhana (genangan dan saluran), dan masyarakat disana sudah sadar dan memahami akan pentingnya memanen/menampung air hujan disaat musim hujan yang nantinya nanti air tampungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Kata kunci: Kedelai, Panen hujan, Metode irigasi genangan, Metode irigasi saluran. ABSTRACT The challenge in providing food is getting harder, which caused by land and environment degradation due to the increasement of intensity human and nature behaviour. Fertile lands for agriculture are shifting significantly for non-agriculture purposes. As a consequence, the cultivitation activities move to critical lands (dry land), which require high input and quite expensive to produce food products. Effort to conserve water requires commitment from all party towards the water sustainability issue. If rainwater harvesting is practiced on an ongoing basis, it will be able to help maintain water sustainability and environmental sustainability as a support for the livelihoods of present and future generations. The aim of the community service program is to provide knowledge to farmers in partner areas about how to manage rainwater by accommodating excess rainwater during the rainy season (rain harvesting) as well as to educate them on how to make some simple irrigation models that can be applied during the dry season so that water use efficiency can be achieved, considering the amount of water during the dry season is very limited. The approach method used in the implementation of the science and technology is the counseling method and technology guidance. The results of the community service activity are to make the community aware how to ripe water from the rain and build a simple irrigation (inundation and canal). In addition, the targeted community have awared and known the cruciality of containing the rain water which will be used later for various needs. Keywords: Soybean, rain harvest, inundated irrigation method, and canal irrigation method.
TRANSFER TEKNOLOGI PENGOLAHAN TOMAT MENJADI PRODUK YANG MENYERUPAI KURMA UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH DAN DAYA SIMPAN PRODUK Rum, Muhpidah; Rahmayanti, Andi; Laga, Amran; Asfar, Muhammad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i1.29724

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditi holtikultura yang produktivitasnya tinggi. Tomat umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sayuran atau bahan tambahan pada suatu masakan. Selain itu, tomat juga dapat dibuat menjadi produk yang dikomersilkan seperti saus. Meskipun demikian ketika tiba panen raya tomat, masih banyak tomat yang tidak termanfaatkan dan akhirnya membusuk. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya food waste yang dapat mencemari lingkungan. Tingginya produktivitas tomat juga tidak seimbang dengan tingkat konsumsi masyarakat yang hanya menjadi bahan tambahan masakan. Sehingga diperlukan produk inovasi untuk mengurangi jumlah tomat yang tidak termanfaatkan dan meningkatkan konsumsi masyarakat serta mengurangi kerugian yang dialami oleh pelaku budidaya tomat, maka dilakukanlah inovasi olahan tomat kurmato (kurma tomat). Kurmato memiliki bentuk lonjong yang menyerupai tomat dan memiliki cita rasa khas dengan masa simpan yang lebih Panjang dibandingkan tomat segar. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui transfer teknologi meliputi edukasi terkait proses produksi dan teknik pengemasan hingga kegiatan praktik pengolahan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan menghasilkan produk kurma tomat yang siap untuk dipasarkan dengan kemasan reusable serta label kemasan informatif dan menarik. Kata kunci: Tomat, kurma, gula. ABSTRACT Tomatoes are one of the horticultural commodities with high productivity. Tomatoes are generally used by the community as vegetables or additives to a dish. In addition, tomatoes can also be made into commercialized products such as sauces. However, when it comes to the bumper harvest of tomatoes, there are still many tomatoes that are not used and eventually rot. This will have an impact on increasing food waste that can pollute the environment. The high productivity of tomatoes is also not balanced with the level of public consumption which is only an additive to cooking. So that innovation products are needed to reduce the number of unused tomatoes and increase public consumption and reduce losses experienced by tomato cultivators, so an innovation of processed kurmato tomatoes (tomato dates) is carried out. Kurmato has an oval shape that resembles a tomato and has a distinctive taste with a longer shelf life than fresh tomatoes. This service activity is carried out through technology transfer including education related to production processes and packaging techniques to processing practices and mentoring activities. The service activities that have been carried out produce tomato date products that are ready to be marketed with reusable packaging and informative and attractive packaging labels. Keywords: Tomatoes, dates, sugar.
EDUKASI BAHASA INGGRIS DASAR DI SDN JAMPANG 04 MENGGUNAKAN METODE PENDEKATAN INTERAKTIF Indriani, Wini; Fatma, Fira; Prabowo, Arie; Urokhmat, Syifa
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.31005

Abstract

Kurikulum di Indonesia terus mengalami perubahan dan pada dasarnya perubahan berguna untuk peningkatan mutu pendidikan kearah yang lebih baik. Pada kurikulum 2013 yang diterapkan di SD/MI, Indonesia tidak memasukkan kelas bahasa Inggris namun bukan berarti kelas bahasa Inggris dilarang  di sekolah. Sekolah masih diperbolehkan mengadakan kelas bahasa Inggris sebagai bagian dari program ekstrakurikuler. Hal ini yang menjadi alasan kuat SDN Jampang 04 tidak memasukkan bahasa Inggris ke dalam kurikulum belajarnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, kelompok 3 KKN Unusia 2023 mengadakan edukasi/pengajaran bahasa Inggris rutin setiap hari sabtu jam 08.00 - 11.00 WIB kepada siswa kelas 6 dengan menggunakan metode pendekatan interaktif seperti ceramah, role play dan diskusi. Berdasarkan hasil observasi selama mengajar dan wawancara dengan pihak sekolah, dapat diketahui bahwa antusiasme siswa meningkat terhadap pelajaran bahasa Inggris. Pihak sekolah juga mempertimbangkan untuk memasukkan bahasa Inggris kembali ke dalam kurikulum, namun masih terkendala tenaga pengajarnya yang belum memadai. Kata kunci: Bahasa Inggris, Sekolah Dasar (SD), Edukasi. ABSTRACT The school curriculum in Indonesia continues to change, and these changes are fundamentally helpful in improving the quality of education. In the 2013 curriculum implemented in SD/MI, Indonesia does not have English classes, but this does not mean that English classes are banned in schools. Schools are still allowed to hold English classes as part of their after-school programs. This is a good reason why SDN Jampang 04 does not include English in its curriculum. Based on that foundation, Unusia KKN 2023 Group 3 organizes regular English teaching/teaching every Saturday from 8 am to 11 am WIB for 6th grade students using interactive approaches such as lectures, role play and discussion. Based on the results of observations during the teaching process and interviews with the school, it can be seen that students' interest in learning English is increasing. The school is also considering bringing English back into the curriculum but still lacks teachers. Keywords: English, Elementary School (SD), education.
EDUKASI MENJAGA KESEHATAN DAN LINGKUNGAN SEJAK DINI DI KAWASAN WISATA BATULAPISI, MALINO Yunianti, Andi Detti; Ahmad, Asmita; Widaningsih, Yuyun; Putra Pangestu, Kidung; Firmansyah, Firmansyah; Syah, Ashar Ramadan
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v9i2.31050

Abstract

Salah satu aktivitas yang sangat meresahkan adalah kebiasaan menebangi pohon di kawasan hutan secara ilegal yang terjadi di sekitar daerah wisata dusun Batulapisi, Desa Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Selain itu, sampah hasil pembersihan buah dan sayuran banyak tidak dimanfaatkan, terbuang percuma. Dari permasalahan tersebut, Tim pengabdian dari multi disiplin yaitu Kehutanan, Pertanian dan Kedokteran memandang perlu adanya edukasi sejak dini kepada anak-anak. Langkah yang ditempuh ini untuk mengatasi persoalan tersebut adalah menyiapkan generasi penerus yang paham betul mengenai lingkungan hidup dan kesehatan melalui pendidikan sejak dini. Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah di TK Kaori dan TPA Nurun Nisa’ yang ada di Daerah Wisata Batu Lapisi. Guru-guru TK Kaori dan TPA Nurun Nisa’ memiliki keterbatasan pengetahuan terkait lingkungan hidup, pengelolaan limbah organik dan bahaya merokok. Oleh karena itu, tim pengabdian bertujuan untuk memberikan transfer ilmu pengetahuan terkait bagaimana menjaga lingkungan hidup dan keterampilan pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair serta edukasi kesehatan terkait bahaya merokok sejak dini dan inisiasi pendirian UKS di TK Kaori. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Melalui serangkain kegiatan tersebut, mitra diharapkan mampu menjaga kelestarian kawasan hutan dengan tidak menebang pohon dan turut menyebar luaskan melalui poster dan buku saku. Selain itu, mitra juga diharapkan mampu menghasilkan pupuk cair secara mandiri atau membuat dalam skala besar agar dapat memperoleh nilai tambah ekonomi dari kegiatan tersebut serta memiliki pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan sejak dini. Kata kunci: Edukasi, kesehatan, lingkungan, TK Kaori, TPA Nurun Nisa. ABSTRACT One of activity that is very disturbing is the habit of illegally cutting down trees in forest areas which occurs around the tourist area of Batulapisi hamlet, Malino Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency. Apart from that, much of the waste resulting from cleaning fruit and vegetables is not used and is wasted. Based on this problem, the multi-disciplinary service team, namely Forestry, Agriculture and Medicine, saw the need for early education for children. The step taken to overcome this problem is to prepare the next generation who really understands the environment and health through education from an early age. Partners in this service activity are Kaori Kindergarten and Nurun Nisa' TPA in the Batu Lapisi Tourism Area. Partners have limited knowledge regarding the environment, organic waste management and the dangers of smoking as they often campaign to their students. Therefore, the service team aims to provide knowledge transfer related to how to protect the environment and skills in processing organic waste into liquid fertilizer considering that in this area there is quite a lot of organic waste left over from processing vegetables and fruit as well as health education regarding the dangers of smoking from an early age and initiation. establishment of UKS at Kaori Kindergarten. This activity is carried out using lecture and interactive discussion methods. Through this series of activities, partners are expected to be able to preserve forest areas by not cutting down trees and also spreading the word through posters and booklets. Apart from that, partners are also expected to be able to produce liquid fertilizer independently or make it on a large scale so that they can obtain added economic value from this activity and have knowledge of how to maintain health from an early age. Keywords: Education, health, environtment, TK Kaori, TPA Nurun Nisa.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue