Articles
Cyber Counseling Berbasis Seni sebagai Penawar Gejala Trauma Dampak Pandemi Covid-19
Karyanti Karyanti;
Dina Fariza Tryani Syarif;
Muhammad Andi Setiawan
Anterior Jurnal Vol 22 No Special-1 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/anterior.v22iSpecial-1.2768
An increasing number of people affected by COVID-19 is likely to lead to increased levels of emotional trauma and mental illness. This article systematically reviews available data on the benefits of interventions to reduce the adverse mental health sequelae of infectious disease outbreaks and offers guidance for mental health services' responses to infectious disease pandemics. Increasing public mental health literacy is very important to prevent a mental health crisis during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the effectiveness of art-based cyber counseling to reduce symptoms of trauma due to the Covid 19 pandemic. The research method used Literature Review, by collecting data from national and international journal articles. Art-based counseling and cyber counseling interventions are reported to be effective against the mental health impact of COVID-19. Art-based counseling and cyber counseling interventions are reported to be effective against the mental health impact of COVID-19. The art-based cyber counseling service strategy is an effective choice to increase mental health response capacity for current and future infectious diseases. however, the usefulness and limitations of providing cyber health counseling must also be recognized.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK DENGAN BIMBINGAN TEMAN SEBAYA BERBASIS NILAI-NILAI HUMA BETANG
Muhammad Andi Setiawan;
Agung Riadin
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Number 1, March 2021
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jbki.v6i1.1912
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan bantuan bimbingan teman sebaya berbasis nilai nilai huma betang. Teman sebaya merupakan unsur penting dalam pendidikan karena mereka bisa memfasilitasi teman sebaya untuk bisa lebih maju lagi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian mixed method. Strategi mixed method yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi transformatif sekuensial. Strategi transformatif sekuensial merupakan proyek dua tahap dengan perspektif teoritis tertentu (sperti, gender, ras, teori ilmu sosial) yang turut membentuk prosedur-prosedur didalamnya. Strategi ini terdiri dari tahap pertama (baik itu kualitatif atau kuantitatif) yang diikuti oleh tahap kedua (baik itu kuantitatif ataupun kualitatif. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik SMP Muhammadiyah palangkaraya. Instrument pengumpulan data mengunakan tes. Berdasarkan hasil bimbingan teman sebaya berbasis huma betang di SMP Muhammadiyah palangkaraya setelah di laksanakan postest maka dapat diketahui bahwa bimbingan teman sebaya berbasis huma betang mampu meningkatkan hasl belajar peserta didik, hal ini diperkuat dengan hasil uji paired sampel t test yang menunjukan nilai t hitung 13,78731, maka nilai t tabel -2,0243941 < thitung 13,78731 < ttabel 2,0243941 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan rata – rata nilai pretset sebelum mengunakan bimbingan teman sebaya berbasis huma betang dengan rata – rata hasil posttest setelah menggunakan bimbingan teman sebaya berbasis huma betang pada mata pelajaran IPA peserta didik.
Hubungan antara Perhatian Orang Tua dan Intensitas Penggunaan Smartphone dengan Hasil Belajar Ekonomi pada Peserta Didik Kelas XI IPS di SMAN 4 Palangkaraya
Susilawati Susilawati;
Muhammad Andi Setiawan
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 3 No 2 (2018): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (96.026 KB)
|
DOI: 10.33084/bitnet.v3i2.659
This study aims to find out: The relationship between parental attention and the intensity of smartphone use with economic learning outcomes. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The population in this study amounted to 186 while the sample amounted to 125 students. The results of this study show there is a positive relationship between the attention of parents with the learning outcomes of economic students where the value of r count > r table or 0.900> 0.176, so Ho is rejected, There is a positive relationship between the intensity of smartphone use with learning outcomes, r count > r table or 0.355 > 0.176 , so Ho is rejected. There is a positive relationship between parental attention and the intensity of smartphone use with students' economic learning outcomes, r count > r table or 0.901> 0.176, so Ho is rejected. Thus it can be concluded that this study resulted in a significant relationship between parental attention and the intensity of smartphone use with the learning outcomes of economic students
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi dengan Menggunakan Media Audio Visual Pada Peserta Didik Kelas XI MA Miftahul Jannah Palangka Raya
Trisnawati Trisnawati;
Muhammad Andi Setiawan
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 3 No 1 (2018): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.078 KB)
|
DOI: 10.33084/bitnet.v3i1.664
This study aims to determine the Improvement of Learning Outcomes and Learning Activities of Class XI students of Madrasah Aliyah Miftahul Jannah Palangakaraya using audiovisual media. The type of research used in this study is Classroom Action Research (CAR). The instruments of data collection in this study were observation and tests. While the data analysis techniques in this study used the classical and individual completeness percentage formula. The results of the study: (1) Learner Activities Learning Madrasah Aliyah class XI Miftahul Jannah Palangkaraya at the time of economic learning using audiovisual media is more active, (2) There is an increase in learning outcomes of students of class XI Economics Madrasah Aliyah Miftahul Jannah Palangkaraya after using Audio-Visual Media.
Perbedaan Metode Inkuiri dengan Metode Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar IPA
Muhammad Andi Setiawan;
Iin Trisnawatie
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 2 No 1 (2017): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.359 KB)
|
DOI: 10.33084/bitnet.v2i1.760
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang menggunakan metode inkuiri dengan metode demonstrasi di Kelas IV SDN-4 Pahandut Palangka Raya Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV SDN-4 Pahandut Palangka Raya yang berjumlah 42 orang, karena sampel kurang dari 100 orang maka semua anggota populasi dijadikan sampel untuk pengumpulan data peneliti menggunakan teknik tes awal dan tes akhir (pre test dan post test), sedangkan teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan, bahwa untuk sampel penelitian pada kelas IVa (Eksperimen I) yang berjumlah 21 peserta didik diperoleh, rata-rata ( = 83,33, selanjutnya diperoleh hasil perhitungan untuk sampel penelitian pada kelas IVb (Eksperimen II) yang berjumlah 21 peserta didik dengan nilai rata-rata = 74,52. Hasil belajar IPA dengan menggunakan metode inkuiri dan metode demonstrasi di kelas IV ternyata nilai t hitung = 2,841 lebih besar dari t tabel = 2,021 berarti ada perbedaan hasil belajar IPA yang menggunakan metode inkuiri dengan metode demonstrasi di Kelas IV SDN- 4 Pahandut Palangka Raya Tahun Pelajaran 2012/2013.
Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
Muhammad Andi Setiawan
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 1 No 1 (2016): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (42.129 KB)
|
DOI: 10.33084/bitnet.v1i1.770
Teknologi informasi (TI) merupakan segala sesuatu yang mencakup software dan hardware yang digunakan untuk memperoleh, menyebarkan, memproses ataupun menyimpan berbgai informasi yang bermanfaat dan dibutuhkan. Bimbingan dan konseling sebagai salah satu komponen pendidikan juga memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi dalam bimbingan konseling digunakan sebagai sarana untuk memperoleh, memproses, menyimpan serta menyebarluaskan informasi. Perkembangan TI yang semakin canggih secara langsung mendukung proses pelayanan BK yang kreatif, menarik dan inovatif. Dengan demikian, keberadaan TI tentunya dibutuhkan dalam pelayanan bimbingan dan konseling.
Kecakapan Behavioral Dalam Proses Pembelajaran PAI Melalui Komunikasi Interpersonal
Latifah Latifah;
Ngalimun Ngalimun;
Muhammad Andi Setiawan;
Makmur Haji Harun
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 5 No 2 (2020): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/bitnet.v5i2.1747
Penelitian ini membuat gambaran secara sistematis tentang bagaimana Kecakapan Behavioral dalam proses pembelajaran PAI melalui komunikasi interpersonal di Madrasah Ibtidaiyah AssalamMartapura. Penelitian ini memfokuskan pada kecakapan behavioral yang artinya kecakapan pada tingkat perilaku. Kecakapan ini membantu seseorang untuk melaksanakan perilaku yang membawa seseorang mencapai tujuan dalam komunikasi dengan orang lain. Kecakapan behavioral ini meliputi: 1) Keterlibatan interaktif (interactive involvement). Kecakapan ini menentukan tingkat keikutsertaan dan partisipasi seseorang dalam komunikasi dengan orang lain. Kecakapan ini meliputi, sikap tanggap (responsiveness), sikap perseptif (perceptiveness) dan sikap penuh perhatian (attentiveness). 2) Manajemen interaksi (interaction management). Kecakapan itu membantu seseorang mampu mengambil tindakan-tindakan yang berguna bagi seseorang untuk mencapai tujuan komunikasi. 3) Keluwesan perilaku (behavioral flexibility). Kecakapan ini membantu seseorang untuk melaksanakan berbagai kemungkinan perilaku yang dapat diambil untuk mencapai tujuan komunikasi. 4) Mendengarkan (listening). Kecakapan ini membantu seseorang untuk dapat mendengarkan orang yang berkomunikasi dengan seseorang tidak hanya isi, tetapi juga perasaan, keprihatinan, dan kekhawatiran yang menyertainya. 5) Gaya sosial (social style). Kecakapan ini membantu seseorang dapat berperilaku menarik, khas, dan dapat diterima oleh orang yang berkomunikasi dengan seseorang tersebut. 6) Kecemasan komunikasi (communication anxiety). Dengan kecakapan ini seseorang dapat mengatasi rasa takut, bingung, dan kacau pikiran, tubuh gemetar, dan rasa demam panggung yang muncul dalam komunikasi dengan orang lain.
Efektivitas Aplikasi Zoom Dalam Proses Pembelajaran Matematika
Muhammad Andi Setiawan;
Izha Suci Maghfirah
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 6 No 1 (2021): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/bitnet.v6i1.2565
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Aplikasi Zoom Dalam Proses Pembelajaran Matematika pada kelas X TKRO di SMK Negeri 1 Palangka Raya. Dengan fokus penelitian “Bagaimanakah efektivitas aplikasi zoom Dalam Proses Pembelajaran Matematika pada kelas X TKRO di SMK Negeri 1 Palangka Raya”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara dan dokumentasi kepada peserta didik kelas X TKRO, Guru mata pelajaran Matematika dan wali kelas X TKRO di SMK Negeri 1 Palangka Raya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa penggunaan aplikasi zoom dapat dikatakan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran daring. Dengan adanya aplikasi tersebut dapat mempermudah proses belajar mengajar saat ini dan guru dapat berinteraksi sekaligus bertatap muka dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING BERBANTUAN MEDIA POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
Chandra Anugrah Putra;
M. Andi Setiawan
Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.612 KB)
|
DOI: 10.21067/jbpd.v3i1.2958
AbstrakModel pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi membuat peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran, sehingga hasil belajar IPS dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari penerapan model Circuit Learning berbantuan media power point terhadap hasil belajar IPS. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian seluruh peserta didik kelas IV SDN-4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 35 peserta didik. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif, kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dilihat melalui rata-rata kelas pada posttest yaitu sebesar 80 dan presentase ketuntasan peserta didik secara klasikal yaitu 100%, dari ketetapan yang sudah ditentukan yaitu untuk KKM sebesar 65 dan kriteria ketuntasan secara klasikal 85% dengan ini maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPS setelah menerapkan model pembelajaran Circuit Learning berbantuan media Microsoft Power Point. Implikasi pada penelitian ini adalah dengan penggunaan multimedia yang dilengkapi dengan audio visual dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. AbstractThe learning model used by teachers is less varied, making students less active in the learning process, so that social studies learning outcomes are below the Minimum Completion Criteria (KKM). This study aims to determine the effect of multimedia-based Circuit Learning models on social studies learning outcomes. The type of research used in this study was classroom action research with the subject of the study were all fourth grade students of SDN-4 Menteng Palangka Raya, totaling 35 students. Data collection techniques in this study used observation and tests. Data analysis using qualitative, quantitative data analysis. The results of this study indicate that seen through the class average at posttest is equal to 80 and the completeness percentage of students in classics is 100%, from the predetermined provisions, namely for KKM at 65 and classical completeness criteria 85% with this it can be concluded that there was an increase in social studies learning outcomes after applying the Learning Learning model assisted by Microsoft Power Point. The implication in this study is that the use of multimedia equipped with audio visual can increase students' interest in learning.
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI-NILAI KARAKTER YANG EFEKTIF BAGI PESERTA DIDIK
Asep Solikin;
Muhammad Andi Setiawan
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 8, No 2 (2022): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jbkr.v8i2.7770
Bimbingan kelompok merupakan layanan dalam bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh konselor kepada konseli dengan memadukan berbagai aspek pendukung untuk menciptakan layanan yang berkualitas. Salah satu aspek yang dapat dipadukan yaitu dengan nilai nilai karakter. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menemukan Model Bimbingan Kelompok Berbasis Nilai-Nilai Karaakter Sebagai Bentuk Upaya Untuk Menciptakan Layanan Bimbingan Kelompok Yang Efektif Bagi Peserta Didik. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengembangan model ADDIE, analisis data yang dipakai yaitu analisis kualitatif dan kuantitaif. Analisis kualitatif digunakakn untuk mengali data yang bersifat deskriptif dan analisis kuantitatif digunakan untuk mendapatkan data statistic. Hasil penelitian ini menemukan model bimbingan kelompok yang terdiri atas empat tahapan utama yaitu tahap pembentukan, peralihan, kegiatan dan tahapan akhir. Dalam setiap tahapan bimbingan kelompok menanamkan nilai-nilai karakter sehingga pada ahirnya menciptakan layanan yang lebih baik dan efektif bagi peserta didik yang membutuhkan layanan tersebut. Idikator efektif terbukti dengan adanya hasil analisis postest lebih baik dibandingkan dengan hasil pretest. Bagi peneliti selanjutnya harapanya bisa mengembangkan penelitian dilihat dari aspek karakter yang lain agar bimbingan kelompok ini lebih lengkap dan bisa di implementasikan dalam layanan bimbingan dan konseling secara utuh.__________________________________________________________________Group guidance is a service in guidance and counseling that counselors carry out to counselees by combining various supporting aspects to create quality services. One aspect that can be combined is character values. This study aims to find a Group Guidance Model Based on Character Values as a Form of Effort to Create Effective Group Guidance Services for Students. The methodology used in this research is developing the ADDIE model, and the data analysis used is qualitative and quantitative. Qualitative analysis is used to analyze descriptive data, and quantitative analysis is used to obtain statistical data. The results of this study found a group guidance model consisting of four main stages, namely the formation, transition, activity, and final stages. In each stage of group guidance, instill character values so that, in the end, it creates better and more effective services for students who need them. Effective indicators are proven by the results of the posttest analysis, which are better than the results of the pretest. For future researchers, it is hoped that they can develop research seen from other aspects of character so that this group guidance is more complete and can be implemented in full guidance and counseling services.