Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Riwayat BBLR Dan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 24-59 Bulan Di Puskesmas Kutawis Anggi Nurin Kamarina; Prasanti Adriani; Arlyana Hikmanti
Viva Medika Vol 16 No 3 (2023): VOLUME 16 / Nomor 03 /JULI/ 2023
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i3.1038

Abstract

Stunting is the impaired growth experienced by children under five due to chronic malnutrition and repeated infections in the first 1,000 days of life. Children under five with a height of < -2 SD are considered stunting. This study aims to identify the relationship between Low Birth Weight (LBW) and exclusive breastfeeding with the stunting incidences in children aged 24-59 months in Puskesmas Kutawis. This quantitative study used case-control and retrospective designs involving 76 samples divided into two, case and control groups with 38 children of each using purposive sampling techniques. Data were analyzed using the chi-square test and showed that children with LBW history were 20 (52.6%) in the case group and 5 (13.2%) in the control group. Children under five with exclusive breastfeeding were 13 (34.2%) in the case group and 31 (81.6%) in the control group. The results of the Chi-square test found that children under five with a history of LBW obtained p-values of 0.001 (OR = 7.333; 95% CI: 2.355-22.835) and the history of exclusive breastfeeding obtained p-values of 0.000 (OR = 8.516; 95% CI: 2.953-24.561). It can be concluded that there is a significant relationship between LBW and exclusive breastfeeding with stunting incidences in Puskesmas Kutawis where children with a history of LBW have risks of 7,333 times and those without exclusive breastfeeding have risks of 8,516 times.
Penerapan Senam Dismenore untuk Meringankan Nyeri Dismenore Tifany Aquilia Kusuma; Arlyana Hikmanti; Linda Yanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11447

Abstract

ABSTRAK Dismenore yaitu keadaan nyeri saat haid, dan biasanya ditandai dengan rasa kram pada bagian perut bagian bawah, Keluhan nyeri saat haid amat bervariasi mulai dari ringan hingga berat, nyeri saat haid juga menjadi salah satu penyebab terganggunya kegiatan beraktifitas pada remaja putri. Di panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto terdapat 5 remaja putri yang mengalami dismenore. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penurunan skala nyeri dengan menggunakan teknik senam yaitu senam dismenore. Hasil dari studi kasus yang didapatkan dari 5 responden yaitu responden memahami teknik senam dismenore dan didapatkan penurunan skala nyeri pada ke-5 responden dengan menggunakan teknik senam dismenore. Metode studi kasus ini dengan pembentukan kelompok, ceramah tanya jawab dan edukasi. Kesimpulan: terjadinya penurunan skala nyeri sebelum dan setelah senam dismenore dilakukan. Saran: Diharapkan teknik senam dismenore ini dapat terus digunakan bagi remaja yang mengalami dismenore pada saat haid. Kata Kunci: Dismenore, Remaja, Senam Dismenore  ABSTRACT Dysmenorrhea is a painful condition during menstruation, and is usually marked by a feeling of cramps in the lower abdomen. Complaints of pain during menstruation vary widely, ranging from mild to severe. Pain during menstruation is also one of the causes of disruption of activities in young women. This case study aims to determine the level of pain scale reduction by using gymnastic techniques, namely dysmenorrhea exercises. The results of the case study were obtained from 5 respondents, namely respondents who understood the dysmenorrhea exercise technique and obtained a decrease in the pain scale in the 5 respondents using the dysmenorrhea exercise technique. This case study method is by forming groups, question and answer lectures and education. Conclusion: there is a decrease in the pain scale before and after dysmenorrhea exercises are carried out. Suggestion: It is hoped that this dysmenorrhea exercise technique can continue to be used for adolescents who experience dysmenorrhea during menstruation. Keywords: Dysmenorrhea, Adolescents, Dysmenorrhea Exercise
Pendekatan Edukatif Breast Care dan Pijat Oksitosin sebagai Solusi Alternatif Gangguan Menyusui pada Ibu Nifas Dewi Ayu Lestari; Feti Kumala Dewi; Arlyana Hikmanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11329

Abstract

ABSTRAK Banyaknya kasus gangguan menyusui salah satunya ASI yang kurang lancar, kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam teknik menyusui.  Dengan memberikan edukasi atau pendekatan secara personal melalui pertanyaan pre test dan  post test.  Banyaknya ibu yang jarang mengikuti kelas hamil sehingga banyak ibu yang  kurang  mengetahui tentang brest care dan pijat oksitosin . Untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada responden. sasaran pengabdian  masyarakat ini adalah ibu nifas dan keluarga pasien. Yang digunakan pada pengabdian  masyarakat ini yaitu edukasi instrument kuesioner pre test dan  post test tentang brest care dan pijat oksitosin pada ibu nifas, dengan persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dilakukan 1 hari.  Pengabdian masyarakat pada 10 responden menunjukan bahwa gambaran karakteristik pada permasalahan menyusui banyak ditemukan  pada ibu dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 5 responden (50%), sedangkan pada tingkat SMP sejumlah 3 responden (30%), dan pada tingkat SMA sejumlah 2 responden (20%).  Berdasarkan usia didapatkan sebagian ada pada usia 20-35 tahun sebanyak 8 responden (80%), pengetahuan ibu tentang breast care dan pijat oksitosin yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 responden (70%), cukup berjumlah 3 responden (30%).  Sedangkan pada keterampilan ibu tentang breast care dan pijat oksitosin pada kategori baik sebanyak 8 responden (80%), sedangkan pada kategori kurang sejumlah 2 responden (20%). Karakteristik responden menunjukan bahwa usia dan pendidikan juga dapat mempengaruhi seseorang dalam memahami ilmu pengetahuan, dan di dapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan responden tentang breast care dan pijat oksitosin setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kata Kunci : Breast Care, Pijat Oksitosin, Ibu Nifas  ABSTRACT The majority of cases of breastfeeding disorders include inadeguete breast-feeding, lack of mother’s knowledge and skills in breastfeed technigues.  By providing education of personal approach through pre-test and post-test questions. there are so many mothers who don’t’ attend pregnancy classes that they know a lot less about brest care and oxytocin massege.  To increase the milk production of the breast-feeding mother, improve knowledge and skills in respondents. The goal of this community’s service is the breast mother and the patient’s family.  Used in this community service are educational instruments questionnaire pre test and post test about breast care and oxytocin massege in mother breathing, with preparation, implementation, monitoring and evaluation carried out one day.  Public dedication 10 respondents showed that the charactestic picture of breastfeeding problems was found in mothers with a SD education level pf 5 respondents (50%0, compared to 3 respondents (30%) at the primary level, and at the secondary level of 2 respondents (20%). based on aage obtained there were at the age of 20-35  years as many as 8 respondents (80%), knowledge as much as 7 respondents (70%), quite a number of 3 respondents (30%0. as for the mother’s shills on breast care and oxytocin massege in the category of well as 8 respondents (80%), while in the category of less than 2 respondents (20%).  Respondent characteristic show that age and education can also influence a person’s understanding of science, and in gaining increased knowledge and skills of respondents about breast care and oxytocin massege. Keywords : Breast Care, Oxytocin Massage, Postpartum Mother
Pemanfaatan Yogurt Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Hipertensi Anggun Rizka Saputri; Linda Yanti; Arlyana Hikmanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1182

Abstract

Someone who suffers from hypertension during pregnancy can cause preeclampsia. Someone who has preeclampsia has a risk of having seizures to produce foam. The prevalence of pregnant women with hypertension is 16% in Central Java. The purpose of this study was to determine the effectiveness of yogurt in reducing high blood pressure in pregnant women with hypertension. Case study is the method used in this research. The subjects were pregnant women with hypertension in the second and third trimesters. This community service experimented with 130 ml of yogurt a day for 14 days on pregnant women with hypertension and blood pressure measurements were taken every day. From the community service given to pregnant women with hypertension for 14 days it has the effect of lowering blood pressure every day.
Studi Kasus Peningkatan Frekuensi Makan dengan Pijat Tui Na pada Balita Stunting: Case Study of Increasing Eating Frequency with Tui Na Massage in Stunted Toddlers Anggi Puspitasari; Fauziah Hanum Nur Adriyani; Arlyana Hikmanti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.318

Abstract

Based on the World Health Organization (WHO) in its 2022 report, it shows that globally, there are 149.2 million children under the age of 5 experiencing stunting, 45.4 million are underweight, and 38.9 million are overweight. In 2010, there was a slight decrease in stunting in toddler data, namely 36.8%. and in 2013 it increased to 37.2%. The success of the government program is shown by reducing the prevalence of stunting under five in 2018 to 30.8%. However, it is still a problem because the prevalence rate is more than 20%. Data obtained from the Banjarnegara District Health Service in 2023, the number of toddlers who came to be weighed at the posyandu was 61,387 toddlers, there were 4,844 (7.9%) malnourished toddlers, 13,951 (22.7%) stunted toddlers, 35 (0.06%) ) malnutrition. Based on data obtained from the Mandiraja 1 Community Health Center, 1003 toddlers were weighed, 123 (12.2%) were malnourished, and 294 (29.3%) were stunted. One of the complementary actions taken to overcome difficulty eating in toddlers is Tui Na Massage which has the function of increasing appetite so that nutrition is met. The purpose of Tui Na Massage care is because there are still many cases of stunted toddlers with complaints that the frequency of eating is reduced so that the toddler's energy intake is not met, causing failure in growth and development. The method used for 5 stunted toddlers was using the interview method, namely asking questions and giving respondents a table. food records for 3 days to determine the frequency of eating in stunted toddlers. The research results showed that the majority of toddlers experienced an increase in eating frequency, 4 out of 5 toddlers and there was 1 toddler who did not experience an increase in eating frequency but his portion size increased. Suggestions to midwives and other health tasks can improve the quality of health services, especially for stunted toddlers, one of which is complementary action, namely tui na massage. ABSTRAK Berdasarkan World Health Organization (WHO) dalam laporan Tahun 2022 menunjukan bahwa secara global, terdapat 149,2 juta anak dibawah usia 5 tahun mengalami stunting, 45,4 juta kurus, dan 38,9 juta kelebihan berat badan. Pada tahun 2010, data balita stunting terjadi sedikit penurunan yaitu sebesar 36,8 %. dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 37,2%.  Upaya keberhasilan program pemerintah ditunjukan melalui penurunan prevalensi balita pendek pada Tahun 2018 menjadi 30,8%. Namun masih menjadi masalah karena angka prevalensi lebih dari 20%. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara tahun 2023 jumlah balita yang datang dilakukan penimbangan di posyandu sebanyak 61.387 balita, terdapat hasil 4.844 (7,9%) gizi kurang, 13.951 (22,7%) balita pendek, 35 (0,06%) gizi buruk. Berdasarkan  data yang didapatkan dari Puskesmas Mandiraja 1 terdapat balita yang dilakukan penimbangan sebanyak 1003 balita, terdapat hasil 123 (12,2%) gizi kurang, dan 294 (29,3 %) balita pendek. Salah satu tindakan komplementer yang dilakukan untuk mengatasi sulit makan pada balita yaitu dilakukannya Pijat Tui Na yang mempunyai fungsi untuk meningkatkan nafsu makan agar nutrisinya terpenuhi. Tujuan dilakukan asuhan Pijat Tui na karena masih banyaknya kasus balita stunting dengan keluhan frekuensi makannya berkurang sehingga asupan energi pada balita tidak terpenuhi maka menyebabkan gagal dalam pertumbuhan dan perkembangan.Metode yang dilakukan kepada 5 balita stunting dengan menggunakan metode wawancara yaitu menanyakan pertanyaan dan memberikan responden tabel food records selama 3 hari untuk mengetahui frekuensi makan pada balita stunting. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar balita mengalami peningkatan frekuensi makan sebanyak 4 dari 5 balita dan ada 1 balita yang tidak mengalami peningkatan frekuensi makan tetapi porsi makannya naik. Saran kepada bidan dan tugas kesehatan lainnya dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama pada balita stunting salah satunya dilakukan tindakan komplementer yaitu pijat tui na.
Application Of Sanyinjiao And Hegu Point Acupressure For Young Women With Primary Dysmenorrhea Refi Rizki Apriana; Arlyana Hikmanti; Fauziah Hanum Nur Adriyani
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v6i1.1846

Abstract

Dysmenorrhea is abdominal pain or cramps that occur during menstruation. Characteristics of dysmenorrhea include lower abdominal pain to the waist, dizziness, nausea and fainting. In Indonesia, 64.25% of women of childbearing age experience dysmenorrhea, of which 54.89% experience primary dysmenorrhea. In Central Java, as many as 1,465,876 adolescents experience dysmenorrhea. The problem that occurs in Banyumas, to be precise the Muhammadiyah Princess Orphanage in Purwokerto, there are 19 adolescents with dysmenorrhea out of a total of 40 young women and have never received acupressure therapy with a combination of sanyinjiao and hegu points. This case study aims to carry out reproductive health care regarding a combination of acupressure therapy at sanyinjiao and hegu points to reduce the intensity of dysmenorrhea pain. The methods used were anamnesis, physical examination, Hb examination, observation at the second and third meetings, interviews and documentation studies. The target audience was selected, 5 young women from the Muhammadiyah Purwokerto Orphanage who experienced mild and moderate dysmenorrhea pain who did not do other therapy. The results of applying sanyinjiao and hegu point acupressure to reducing dysmenorrhea pain are decreasing the intensity of menstrual pain on an average scale of 1-2 and increasing the skills of young women in dealing with mild to moderate dysmenorrhea independently. Based on the results of the study, it is hoped that the respondents can apply the acupressure that has been given and can be used as a way to reduce menstrual pain when menstruation comes.
Teknik Perawatan Payudara Pada Ibu Postpartum Susinta Wati; Susilo Rini; Arlyana Hikmanti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast Care adalah salah satu untuk merangsang hormon oksitosin untuk menghasilkan ASI sedini mungkin dan memegang peran penting untuk menghadapi masalah menyusui. Teknik pemijatan dan rangsangan pada putting susu yang dilakukan pada breast care adalah latihan semacam efekhisapan bayi sebagai pemicu mengeluarkan ASI. Sebagai ibu yang menyusui bayinya, perawatan payudara dan putting susu merupakan suatu hal yang sangat penting, breast care yang tidak benar menyebabkan payudara bengkak penuh  dan putting pecah yang akan menjadi penyulit dalam proses menyusui, bila putting menjadi pecah-pecah proses menyusui ditangguhkan sampai putting tersebut sembuh. Penerapan Breast Care Untuk Mengatasi Menyusui Inefektif Post Partum pada Ny. E. Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus, dilakukan pada Ny. E yang mempunyai masalah menyusui inefektif dengan ciri-ciri kencang dan nyeri. Breast Care dilakukan di Rumah Ny. E Twelagiri Rt 05/ Rw 03, Pagedongan, Banjarnegara, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Setelah dilakukan tindakan breast care Ny. E mengalami payudara sudah tampakpengosongan, sudah tidak tampak kencang, bayi menyusu kuat pada putting ibu, nyeri berkurang.Kata Kunci : Breast Care, Infektif Post partum, ASI
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS Fifi Hidayah; Susilo Rini; Arlyana Hikmanti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2020 yaitu 4.627 kasus. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2019 yaitu 4.221 kasus (Kemenkes RI, 2021). Diperkirakan sekitar 60% kematian ibu di Indonesia terjadi pada masa nifas atau postpartum. Sekitar 50% kematian terjadi pada 24 jam pertama, terutama pada 6 jam pertama setelah persalinan (6 jam postpartum). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, pada tahun 2019 terjadi penurunan angka kematian ibu menjadi 76,9 per 100.000 kelahiran hidup. Kabupaten/kota dengan jumlah angka kematian ibu tertinggi di Provinsi Jawa Tengah yaitu Kabupaten Brebes sebanyak 37 kasus, Kabupaten Grobogan 36 kasus, dan Kabupaten Banjarnegara dengan 22 kasus. Cakupan kunjungan nifas di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2018. Cakupan kunjungan nifas pada tahun 2019 yakni 98,41% sedangkan pada tahun 2018 sebesar 98,03%.Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Banjarnegara tahun 2019 adalah 139,83/100.000 kelahiran hidup dimana secara absolut dihitung dari jumlah kematian ibu sebesar 22 kasus dengan jumlah kelahiran hidup sebesar 15.733 bayi lahir hidup. 0,93%nya disumbang oleh puskesmas banjarnegara 2,berapa kasus diakibatkan oleh perdarahan postpartum, infeksi masa nifas, lochea yang berbau busuk, subinvolusi uterus, nyeri pada perut dan pelvis, pusing danlemas yang berlebihan disertai sakit kepala, nyeri epigastrik dan penglihatan kabur, suhu tubuh > 38° C, infeksi pada payudara, pembengkakan pada wajah maupun ekstremitas dan infeksi salurankemih (Mutiarasari & Sawitri, 2014). Dan keluhan tersebut dapat dicegah dengan salah satu cara pijat oxytosin pada ibu nifas yang selain dapat melancarkan produksi ASI juga dapat mencegah perdarahan oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan asuhan kebidanan pada Ibu Nifas Ny.S Umur 28 Tahun P2 A0 Ah1 6 Jam Post Partum Di Puskesmas Banjarnegara 2 Tahun 2022.Kata Kunci : nifas, persalinan, fisiologis, oksitosin,pijat
The Effect of Green Bean Porridge and Boiled Eggs on Malnourished Toddlers 2-5 Years to Gain Weight Amanda, Nova; Adriyani, Fauziah Hanum Nur; Hikmanti, Arlyana
An Idea Health Journal Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i01.372

Abstract

Toddles are a period of physical, congnitve. The age of toddlers ranges from 1 to 5 years, this age is exceptionally critical for a child's development and improvement so it is called the golden age. The most frequent nutritional problem s malnutrtion. Young children who experience malnutrition from of 2-5 years old for a long period of time wiil exxperience a thin body and experience problems whit the growth and brain tissue, which can affect the level ofbrain intelligence. The general aim of preparing this report is to conduct a case study regarding giving green bean porridge andboiled eggs to malnourished toddlers aged 2-5 years to gain weight. The method used was to 5 undernourished In Rakit 1 health center i, infants aged 2-5 years are observed for 10 days. providing green bean porridge and boiled eggs. This case study was carried out through interviews and providing eating observation A document designed to measure the weight of children who are undernourished.The outcomes of the program. green bean porridge and boiled eggs, there were 4 small children who experienced improvement body wight , 1 did not experince an increase in body wight. These result can beseen from the average increase in toddler weight 0,59 Kg
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWI SMP NU AL - ITQON PANGANDARAN Nopiyanti, Eva; Haniyah, Siti; Hikmanti, Arlyana
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i1.1827

Abstract

Anak sekolah termasuk kelompok rentan gizi sehingga memerlukan pemenuhan zat-zat gizi karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya. Hal ini berkaitan dengan proses belajar dan pencapaian hasil belajar yang optimal terlebih pada remaja putri sekolah menengah pertama yang memiliki berbagai perkembangan dalam kecerdasan yang akan timbul berbedanya minat dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Status Gizi Dengan Prestasi Belajar pada Siswi di SMP NU Al-itqon Pangandaran, Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang pengambilan data dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di SMP NU Al-itqon Pangandaran. Sampel pada penelitian ini adalah remaja putri SMP NU Al-Itqon Pangandaran, sebanyak 67 remaja putri. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan hasil dari uji spearman rank terdapat nilai (P<0.092) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar siswi SMP NU Al-Itqon Pangandaran dan memiliki keeratan rendah dengan koefisien korelasi 0,208. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan menggunakan variabel lain di SMP NU Al-Itqon Pangandaran.