Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERIAN TEH HIJAU PADA AKSEPTOR AKTIF KB SUNTIK DEPO PROGESTIN DENGAN OBESITAS Eka Maulida Salamah; Arlyana Hikmanti; Susilo Rini
Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.1883

Abstract

Obesitas merupakan suatu keadaan di mana berat badan seseorang berada di atas 120 % dari berat badan relatif (BBR) atau berada di atas 25 dari indeks masa tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihatefek dari pemberian teh hijau pada akseptor aktif KB suntik depo progestin dengan obesitas. Metode penelitian ini dilakukan dilakukan dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian sebagai berikut, berat badan awal 50 Kg IMT 22,2 , berat badan setelah menggunakan KB 60 Kg IMT 26,7, berat badan setelah mengkonsumsi teh hijau hari ke 16 56,2 Kg IMT 24,9, berat badan hari ke 26 54,6 Kg IMT 24. Kesimpulan menunjukkan bahwa secara khusus teh hijau dapat menurunkan berat badan dan akumulasi lemak tubuh dengan cara meningkatkan pengeluaran energi dan oksidasi lemak. Dengan mengkonsumsi 690 mg/hari catechin selama 12 minggu, dapat mengurangi total berat badan ±3 kg, mengurangi lingkar pinggang hingga ±3,3 cm, serta mengurangi persentase lemak tubuh ± 1,5 kg.
Kombinasi pijat oksitosin, breast care dan biological nurturing untuk meningkatkan produksi ASI Silvia Pujiyanti; Susilo Rini; Arlyana Hikmanti
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v2i2.24

Abstract

The postpartum period is a period that is very prone to complications for the mother and baby which if not handled properly can cause problems and even death of the mother and baby. The maternal mortality rate in Indonesia in 2020 is 4,627 cases. It is estimated that about 50% of maternal deaths occur during the puerperium, one of which is caused by breast infections due to swelling or breast engorgement, mastitis, and abscesses. Therefore, to prevent this, some complementary care can be given to postpartum mothers such as oxytocin massage, breast care, and biological nurturing. The purpose of this study was to describe the effect of oxytocin massage care, breast care and biological nurturing on postpartum mothers. The research method used is a case study. It was reported a case of a 21-year-old postpartum mother P1 A0 Ah1 who gave birth to her baby 4 hours ago complaining that her breast milk had come out but it was still low. The results of the case study showed that oxytocin massage, breast care and the biological nurturing were more effective in treating breast complications and increasing milk production.
Efektifitas Akupresure Terhadap Dismenorea Pada Akseptor KB IUD Novianti Novianti; Arlyana Hikmanti; Susilo Rini
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 4 (2023): Proceedings of the Midwifery Conference on Collaborative Maternity Care (DYNAMIC)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v4i.548

Abstract

Dismenorea adalah suatu keluhan yang paling umum ditemui pada pemakaian KB IUD ditahun pertama. Pengobatan dismenorea dapat menggunakan farmakologi dan nonfarmakologi. Melalui farmakologi dengan menggunakan analgesik sebagai obat pereda nyeri, sedangkan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri dengan pijat akupresure yang lebih aman, nyaman dan efisiensi biaya. Dan dari Puskesmas Banjarnegara 2 pada tahun 2021 didapatkan data akseptor KB Implant ada 117 orang, pil 8 orang, kondom 2 orang, suntik 3 bulan 265 orang, dan IUD sebanyak 302 orang. Dari data tersebut akseptor KB IUD dengan keluhan dismenorea terdapat 8 kasus. Sehingga peneliti tertarik untuk menggunakan pijat akupresure sebagai penatalaksanaan dismenorea untuk mendapatkan hasil bahwa pijat akupresure lebih efektif dalam mengurangi rasa nyeri haid.
Pengaruh Rebusan Daun Sirsak dalam Penanganan Flour Albus Asa Kirana; Arlyana Hikmanti; Susilo Rini
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 4 (2023): Proceedings of the Midwifery Conference on Collaborative Maternity Care (DYNAMIC)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v4i.571

Abstract

Flour Albus merupakan salah satu tanda dari suatu gangguan reproduksi yang ditandai dengan pengeluaran cairan yang berlebihan, gatal, berwarna, berbau tidak sedap dan bisa disertai dengan nyeri. Perempuan di Indonesia 75% pernah mengalami flour albus, dan meningkat setiap tahun hingga 70%. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh rebusan daun sirsak pada pasien yang mengalami flour albus di Puskesmas Banjarnegara 1 tahun 2022. Metode penelitian menggunakan studi kasus subjek yang diambil adalah seorang ibu berumur 24 tahun dengan keluhan mengeluarkan cairan berlebih, berwarna putih kekuningan, agak berbau, gatal, dan merasa tidak nyaman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara anamnesa, pemeriksaan fisik, dan observasi dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan air rebusan daun sirsak pada ibu yang mengalami flour albus keluhannya berkurang dan sembuh. Intervensi flour albus terhadap rebusan daun sirsak yaitu memiliki pengaruh dalam mengurangi keluhan dan dapat mengatasi masalah pada ibu dengan flour albus karena daun sirsak sendiri memiliki kandungan antiseptik.
Hubungan Kesehatan Mental Dengan Status Ibu Tidak Menyusui Di Kabupaten Banyumas Fauziah Hanum Nur Adriyani; Arlyana Hikmanti; Feti Kumala Dewi
Midwifery Care Journal Vol 4, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v4i1.9440

Abstract

A mother's mental health greatly impacts breastfeeding and child growth health. Due to the high rate of discontinuation of breastfeeding, we aimed to assess the relationship between maternal mental health and breastfeeding status and find underlying psychological disorders. This will enable us to improve the health of children, mothers, and families communities by adjusting and controlling for factors contributing to the cessation of breastfeeding. This study uses analytical methods. The research sample includes mothers who stopped breastfeeding, used formula milk for babies and toddlers, and used mixed methods (breast milk and formula) for babies aged 0-6 months. The mental health data collection method was adopted from GHQ-28 (General Health Questionnaire). Data analysis used descriptive statistics (absolute frequency, relative frequency, mean, standard deviation) and OR test, Chi-square or Mann-Whitney test. The results showed that mental health influenced the reasons for mothers not breastfeeding because the baby was small 74%, the baby did not gain weight 55.2%, the mother because she worked 77.4%, lack of support 95.3%, breastfeeding was not. Did not come out as much as 89.8%. There were 21 (29.5) mental health problems for working mothers, and 23 (41.1%) breast milk did not come out smoothly, which had an effect of 30,286 times which was the main reason for mothers not coming out. 
Pemberian Informasi Prosedur Pemasangan Implant dalam Mengurangi Kecemasan Calon Akseptor Baru KB Implant Endah Yulis Setiani; Rosi Kurnia Sugiharti; Arlyana Hikmanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.661 KB)

Abstract

Memberikan informasi procedural atau informasi mengenai prosedur tindakan yang akan dilakukan dapat menurunkan kecemasan mengenai apa yang akan terjadi dan apa yang akan dirasakan. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Karakteristik subyek penelitian ini adalah calon akseptor baru KB implant, tekanan darah < 140/90 mmHg dan bersedia menjadi responden. Hasil studi kasus ini adalah telah dilakukan pemberian informasi prosedur pemasangan kb implan pada akseptor baru. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Pemberian informasi prosedur pemasangan Implant sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan calon akseptor Implant dimana terjadi perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian informasi prosedur pemasangan Implant. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan menambah pengetahuan dan wawasan serta optimalisasi Pemberian informasi prosedur pemasangan KB implant dalam menurunkan tingkat kecemasan calon akseptor KB implant.
Kehamilan dengan Riwayat PCOS: Bagaimana Pendekatan Menajemennya? Arlyana Hikmanti; Susilo Rini
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.599 KB)

Abstract

PCOS dikatakan sebagai endrokinopati yang paling sering terjadi pada wanita usia subur dan berhubungan dengan gangguan metabolisme dan disfungsi reproduktif. Seorang Wanita yang mengalami PCOS akan berisiko pada system kardiovaskuler dan terjadi diabetes militus tipe 2 dan diberberat jika terjadi pada kehamilan. Studi kasus ini dilakukan di RSI Bunda Arif dengan menggunakan metode penelitian ini adalah studi kasus yaitu melaporkan terperinci dari ibu hamil 6 minggu dengan riwayat PCOS, pernah melahirkan 1 kali dan keguguran 2 kali dan tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya dengan teknik wawancara, observasi, buku KIA dan rekam medik. Hasil studi kasus menggambarkan Wanita hamil dengan Riwayat PCOS tetap melakukan olah raga, memantau berat badan dan menjaga pola makan untuk kehamilan yang sehat.
Pencegahan Infeksi pada Luka Pasca Pemasangan KB Implan Nur Shafa Devita Sari; Arlyana Hikmanti; Rosi Kurnia Sugiharti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.885 KB)

Abstract

Implan merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang dengan cara memasukan benda asing dibawah kulit oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan infeksi yaitu usaha untuk menghindari masuknya mikroorganisme kedalam jaringan tubuh. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian ini yang dilakukan pada bulan Maret-April tahun 2021 tidak ditemukan kasus infeksi pada luka pasca pemasangan KB implan sehingga dibutuhkan upaya untuk tetap mempertahankan pencegahan infeksi dengan cara memberikan informasi pasca pemasangan KB implan dan perawatan luka. Kesimpulan: Pencegahan infeksi pada luka pasca pemasangan KB implan dapat dicegah dengan cara memberikan informasi pasca pemasangan KB implan dan perawatan luka
Pembentukkan “KEPOKMILI” (Kelompok Ibu Hamil Peduli) Sebagai Upaya Deteksi Dan Pemantauan Hypertensi Kehamilan Linda Yanti; Feti Kumala Dewi; Surtiningsih Surtiningsih; Fauziah Hanum Nur Adriyani; Arlyana Hikmanti; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9125

Abstract

ABSTRAK Hypertensi kehamilan masih menjadi penyebab utama dari angka kmatian ibu (AKI). Di Indonesia sebayak 1.077 kasus ibu meninggak karena mengalami hypertensi kehamilan, di Jawa Tengah sebanyak 156 ibu meniggal karena hypertensi kehamilan dan kabupaten banyumas sebanyak 29 kasus kematian terjadi saat hamil. Permasalahannya adalah terdapat 2 kasus kematian tersebt berada di kecamatan kembaran. Di Desa Bantarwuni terdapat 5 ibu hamil yang mengalami hypertensi, belum ada kelompok ibu hamil yang terbentuk sehingga banyak informasi penting yang tidak diketahui oleh ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk KEPOKMILI (Kelompok Ibu Hamil Peduli), ibu hami juga mampu memberdayakan diri, peningkatan pengetahuan, meningkatkan partisipasi dan minat untuk deteksi dini, pemantauan, dan pencegahan hypertensi serta komplikasi kehamilan. Metode kegiatan ini dengan ceramah, tanya jawab, diskusi pembentukan kelompok ibu hamil perduli, edukasi, deteksi dini dan pemantauan hypertensi kehamilan pemberian informasi dan pemberdayaan diri. Khalayak sasaran yang dipilih adalah ibu hamil dan tempat yang dipilih adalah di Desa Bantarwuni. Hasil kegiatannya yang diikuti oleh 28 peserta penetapan fasilitator, pembentukan KEPOKMILI, pretest, pemberian informasi, posttest, deteksi hypertensi ibu hamil dengan pemeriksaan cold pressor test (CPT), pemantauan tekanan darah. Kesimpulan: terbentuknya KEPOKMILI, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan setelah kegiatan, terdapat 4 ibu hamil yang beririko hypertensi, pemantauan tekanan darah dilakukan intensif selama 1 minggu sekali. Saran: Diharapkan ibu hamil yang baru dapat bergabung dengan komunitas KEPOKMILI, deteksi hypertensi ibu hamil dapat dilakukan dengan pemeriksaan CPT, pemantauan tekanan darah ibu hamil harus dilakukan setiap 1 minggu sekali untuk semua ibu hamil. Kata Kunci: Hypertensi, KEPOKMILI (Kelompok Ibu Hamil Peduli), Cold Pressor Test (CPT)  ABSTRACT Pregnancy hypertension is still the main cause of maternal mortality (MMR). In Indonesia, 1,077 cases of mothers died due to pregnancy hypertension, in Central Java, 156 mothers died due to gestational hypertension, and in Banyumas district, 29 cases of death occurred during pregnancy. The problem is that there were 2 cases of death in the Twin District. In Bantarwuni Village there are 5 pregnant women who experience hypertension, no groups of pregnant women have been formed so that there is a lot of important information that pregnant women do not know. This activity aims to form KEPOKMILI (Caring Pregnant Women Group), pregnant women are also able to empower themselves, increase knowledge, increase participation and interest in early detection, monitoring, and prevention of hypertension and complications of pregnancy. The method of this activity is with lectures, questions and answers, discussions on forming groups of caring pregnant women, education, early detection and monitoring of pregnancy hypertension, providing information and self-empowerment. The selected target audience is pregnant women and the chosen place is in Bantarwuni Village. The results of the activities which were attended by 28 participants were the appointment of facilitators, formation of KEPOKMILI, pretest, provision of information, posttest, detection of hypertension in pregnant women by examining the cold pressor test (CPT), monitoring of blood pressure. Conclusion: the formation of KEPOKMILI, there was an increase in the knowledge of pregnant women before and after the activity, there were 4 pregnant women who were at risk of hypertension, blood pressure monitoring was carried out intensively once a week. Suggestion: It is expected that new pregnant women can join the KEPOKMILI community, detection of hypertension in pregnant women can be done by CPT examination, monitoring of blood pressure in pregnant women must be done once every 1 week for all pregnant women. Keywords: Hypertension, KEPOK MILI (Concerned Pregnant Women Group), Cold Pressor Test (CPT)
SURVEY PEMBERIAN ASI DI FALISITAS PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS: SURVEY OF BREAST MILK IN HEALTH SERVICE FACILITIES IN THE REGION OF BANYUMAS REGENCY Arlyana Hikmanti -; Fauziah Hanum Nur Adriani; Surtiningsih Surtiningsih
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i1.146

Abstract

Abstrak   Penyelenggara pelayanan kesehatan melindungi, mempromosikan dan mendukung pemberian ASI. Maraknya pemasaran dan promosi pengganti ASI menjadi salah satu faktor menurunnya cakupan ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk survey pemberian ASI di fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan pada ibu yang memiliki bayi 7-12 bulan di Kabupaten Banyumas sejumlah 82 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47 responden (57,31%) memberikan ASI langsung, 64 orang (78,04%) mendapatkan bantuan ASI, dan 43 orang (52,43%) tidak memberikan susu formula. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden melakukan immediate breasfeeding, mendapatkan bantuan menyusui dan tidak melakukan promosi susu formula di pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Banyumas. Abstract   Health care providers protect, promote and support breastfeeding. The rise of marketing and promotion of breastmilk substitutes is one of the factors in the decline in the coverage of exclusive breastfeeding. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach that aims to survey breastfeeding in health care facilities in Banyumas Regency. This research was conducted on 82 mothers who had babies aged 7-12 months in Banyumas Regency. The results showed that 47 respondents (57.31%) gave direct breastfeeding, 64 people (78.04%) received breastfeeding assistance, and 43 people (52.43%) did not give formula milk. The conclusion from this study is that most of the respondents did direct breastfeeding, received breastfeeding assistance and did not promote formula milk at the health office in the Banyumas Regency area.