Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BIOADSORBEN KULIT PISANG AMBON DAN KULIT SUKUN TERHADAP LOGAM Pb(II) PADA LIMBAH CAIR LABORATORIUM FARMASI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Desti Natalia Lantika T; Nurillahi Febria Leswana; Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.848

Abstract

Kegiatan manusia mengakibatkan pencemaran limbah logam berat ke ling- kungan dalam aneka macam bentuk, termasuk limbah kegiatan industri, limbah laboratorium, pembuangan transportasi, limbah kota, kawasan pembuangan sampah, limbah pertambangan, dan pelapisan listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perbandingan efektivitas bioadsorbeni serbuk kulit buah pisang ambon dan serbuk kulit buah sukun terdapat logam Pb limbah cair laboratorium farmasi dan mengetahui perbandingan kemampuan bioadsorben serbuk kulit buah pisang ambon dan serbuk kulit buah sukun terhadap logam Pb limbah cair laboratorium farmasi. Penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Visible. Berdasarkan kurva hubungan absorbansi terhadap waktu diperoleh kondisi yang stabil yaitu pH 4 pada menit ke 45 sampai 60. Pada penelitian ini menunjukkan pisang ambon waktu optimum kulit pisang ambon adalah 60 menit pada 23,4% dan efektivitas dari pisang ambon yaitu sebesar 29,7% dengan kondisi pH optimum pada pH 5. Sedangkan kulit sukun pada waktu optimum 60 menit 27,4%. Dari data didapat dikatakan bahwa bioadsroben kulit sukun memiliki efektivitas yang cukup baik dalam proses penyerapan Pb dengan nilai efektivitas sebesar 79,6%. sedangkan sukun dengan kondisi optimum pH 5, waktu kontak 60 menit dan massa 125 mg semakin bertambahnya bobot maka semakin menurunnya absorbansi dari limbah. Kata Kunci : Kulit Pisang Ambon, Kulit Sukun, Timbal Pb (II), Limbah Laboratorium Farmasi
Formulasi dan Evaluasi Sleeping Mask Ekstrak Biji Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L) dan Biji Kopi Robusta (Coffea Robusta L) dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 sebagai Gelling Agent Dari, Dewi Wulan; Tresia Butar-Butar, Maria Elvina; Febria Leswana, Nurillahi
Majalah Farmasetika Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.66017

Abstract

Sleeping mask merupakan skincare yang digunakan dimalam hari saat sebelum tidur. Kandungan antioksidan pada bahan alami dapat menghambat radikal bebas mencegah penuaan dini. Didalam biji kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) terdapat kandungan flavonoid sebagai antioksidan yang memiliki fungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Kopi robusta (Coffea robusta L.) memiliki kandungan kafein sebagai antioksidan dan mempunyai aroma khas kopi yang menenangkan sehingga kedua bahan alam tersebut cocok dikombinasikan. Dalam penelitian ini diformulasikan karbopol 940 sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi sifat fisik pada sediaan gel sleeping mask ekstrak biji kurma ajwa dan biji kopi robusta dengan variasi konsentrasi terbaik gelling agent. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Biji kurma ajwa dan kopi robusta diekstraksi dengan cara maserasi dalam etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 3 variasi konsentrasi karbopol 940 yaitu F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (1,5%). Uji evaluasi sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, uji pH, viskositas, dan uji stabilitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variasi karbopol 940 memenuhi semua kriteria uji evaluasi fisik dan hasil uji One Way ANOVA pada daya lekat, pH, dan viskositas menunjukan perbedaan yang signifikan antara kelompok karena nilai signifikasi lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05.
Sunscreen Activity Test of Tahongai (Kleinhovia hospita L) Leaves Infusion use UV-Vis Spectrophotometry Method Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Sianturi, Sister; Leswana, Nurillahi Febria; Muh. Taufiqurrahman
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmasi Galenika Volume 13 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v13i1.425

Abstract

Excessive frequency and duration of UV exposure causes adverse effects, including erythema, pigmentation, premature aging, and even skin cancer. Therefore, additional protection is required, such as the use of sunscreen. The development of natural active ingredients is necessary to reduce the negative impact of sunscreen products. Tahongai (Kleinhovia hospita L) contains flavonoid compounds that have the potential as sunscreens due to the presence of chromophore groups that can absorb UVA and UVB rays. The purpose of this study was to determine the potential of tahongai leaf infusion as a sunscreen. The test method of sunscreen activity was carried out in-vitro using UV-Vis spectrophotometry. The sunscreen activity test was carried out by calculating the percent transmission value (%Te), the percent transmission value of pigmentation (%Tp), and the SPF value. The results of the calculation of %Te, %Tp, and SPF values, as well as the sunscreen category at a concentration of 0.5 g are %Te of 3.368 (extra protection), %Tp of 1.248 (sunblock), and SPF value of 21.945 (ultra protection). Tahongai leaf infusion has potential as an active ingredient for sunscreen products and still requires further in vivo research to ensure its effectiveness as well as the duration of its protection
Pemanfaatan Probiotik Asam Laktat dalam Susu Kuda Sumbawa sebagai Bahan Baku Tabir Surya Muh Taufiqurrahman; Adhe Septa Ryan; Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Indria Pijaryanti
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16652

Abstract

Susu kuda Sumbawa merupakan susu murni dari kuda liar yang dipelihara oleh petani organik di Indonesia. Kandungan asam laktat pada susu kuda Sumbawa jarang digunakan untuk produk non pangan. Asam laktat (lactic acid), dikategorikan sebagai salah satu asam α-hidroksi (AHA), adalah asam organik dengan gugus hidroksil pada posisi alfa. Asam laktat dapat diproduksi baik dengan fermentasi mikroorganisme atau dengan sintesis kimia dan berguna sebagai tabir surya serta antioksidan. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat melindungi kulit dari efek sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi bahan uji dengan melakukan analisis asam laktat yang bertujuan untuk mengetahui jumlah total asam laktat yang terdapat pada sampel susu kuda kemudian dilakukan pengujian SPF, %TP dan %TE. Hasil dari pengujian ini termasuk dalam perlindungan maksimal karena memiliki faktor perlindungan matahari <15, serta kandungan asam laktat dalam susu kuda terbukti efektif sebagai tabir surya dengan nilai SPF yaitu 9,4. Hasil pengukuran persentase eritema (% TE) dan persentase pigmentasi (% TP) susu kuda berada dalam standar dengan masing-masing nilai %Te sebesar 9,3% dan nilai %Tp sebesar 47,5%  termasuk kategori Suntan standar. Kata Kunci: SPF, Persentase Eritema, Persentase Pigmentasi, Suntan, Tabir surya Sumbawa horse milk is pure milk from wild horses raised by organic farmers in Indonesia. The lactic acid content in Sumbawa horse milk is rarely used for non-food products. Lactic acid, categorized as one of the α-hydroxy acids (AHAs), is an organic acid with a hydroxyl group at the alpha position. Lactic acid can be produced either by the fermentation of microorganisms or by chemical synthesis and is used as a sunscreen as well as an antioxidant. Sunscreen is a compound that can protect the skin from the effects of ultraviolet rays emitted by the sun. The study was started by identifying the test material by carrying out lactic acid analysis which aims to determine the total amount of lactic acid present in the horse milk sample and then tested for SPF, %TP and %TE. The result of this test is that the effect of sunscreen on Sumbawa mare's milk is very good, namely 9.4 which is included in the maximum protection because it has a sun protection factor <15. The results of measurements of the percentage of erythema (% TE) and percentage of pigmentation (% TP) of mare's milk were in the standard with each %Te value of 9.3% and %Tp value of 47.5% including the standard suntan category.