Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Sleeping Mask Ekstrak Biji Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L) dan Biji Kopi Robusta (Coffea Robusta L) dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 sebagai Gelling Agent Dari, Dewi Wulan; Tresia Butar-Butar, Maria Elvina; Febria Leswana, Nurillahi
Majalah Farmasetika Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.66017

Abstract

Sleeping mask merupakan skincare yang digunakan dimalam hari saat sebelum tidur. Kandungan antioksidan pada bahan alami dapat menghambat radikal bebas mencegah penuaan dini. Didalam biji kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) terdapat kandungan flavonoid sebagai antioksidan yang memiliki fungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Kopi robusta (Coffea robusta L.) memiliki kandungan kafein sebagai antioksidan dan mempunyai aroma khas kopi yang menenangkan sehingga kedua bahan alam tersebut cocok dikombinasikan. Dalam penelitian ini diformulasikan karbopol 940 sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi sifat fisik pada sediaan gel sleeping mask ekstrak biji kurma ajwa dan biji kopi robusta dengan variasi konsentrasi terbaik gelling agent. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Biji kurma ajwa dan kopi robusta diekstraksi dengan cara maserasi dalam etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 3 variasi konsentrasi karbopol 940 yaitu F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (1,5%). Uji evaluasi sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, uji pH, viskositas, dan uji stabilitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variasi karbopol 940 memenuhi semua kriteria uji evaluasi fisik dan hasil uji One Way ANOVA pada daya lekat, pH, dan viskositas menunjukan perbedaan yang signifikan antara kelompok karena nilai signifikasi lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05.
Pemanfaatan Probiotik Asam Laktat dalam Susu Kuda Sumbawa sebagai Bahan Baku Tabir Surya Muh Taufiqurrahman; Adhe Septa Ryan; Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Indria Pijaryanti
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16652

Abstract

Susu kuda Sumbawa merupakan susu murni dari kuda liar yang dipelihara oleh petani organik di Indonesia. Kandungan asam laktat pada susu kuda Sumbawa jarang digunakan untuk produk non pangan. Asam laktat (lactic acid), dikategorikan sebagai salah satu asam α-hidroksi (AHA), adalah asam organik dengan gugus hidroksil pada posisi alfa. Asam laktat dapat diproduksi baik dengan fermentasi mikroorganisme atau dengan sintesis kimia dan berguna sebagai tabir surya serta antioksidan. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat melindungi kulit dari efek sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi bahan uji dengan melakukan analisis asam laktat yang bertujuan untuk mengetahui jumlah total asam laktat yang terdapat pada sampel susu kuda kemudian dilakukan pengujian SPF, %TP dan %TE. Hasil dari pengujian ini termasuk dalam perlindungan maksimal karena memiliki faktor perlindungan matahari <15, serta kandungan asam laktat dalam susu kuda terbukti efektif sebagai tabir surya dengan nilai SPF yaitu 9,4. Hasil pengukuran persentase eritema (% TE) dan persentase pigmentasi (% TP) susu kuda berada dalam standar dengan masing-masing nilai %Te sebesar 9,3% dan nilai %Tp sebesar 47,5%  termasuk kategori Suntan standar. Kata Kunci: SPF, Persentase Eritema, Persentase Pigmentasi, Suntan, Tabir surya Sumbawa horse milk is pure milk from wild horses raised by organic farmers in Indonesia. The lactic acid content in Sumbawa horse milk is rarely used for non-food products. Lactic acid, categorized as one of the α-hydroxy acids (AHAs), is an organic acid with a hydroxyl group at the alpha position. Lactic acid can be produced either by the fermentation of microorganisms or by chemical synthesis and is used as a sunscreen as well as an antioxidant. Sunscreen is a compound that can protect the skin from the effects of ultraviolet rays emitted by the sun. The study was started by identifying the test material by carrying out lactic acid analysis which aims to determine the total amount of lactic acid present in the horse milk sample and then tested for SPF, %TP and %TE. The result of this test is that the effect of sunscreen on Sumbawa mare's milk is very good, namely 9.4 which is included in the maximum protection because it has a sun protection factor <15. The results of measurements of the percentage of erythema (% TE) and percentage of pigmentation (% TP) of mare's milk were in the standard with each %Te value of 9.3% and %Tp value of 47.5% including the standard suntan category.
Edukasi Dan Sosialisasi Inhaler Aromaterapi Kombinasi Minyak Peppermint (Mentha × piperita) Dan Minyak Chamomile (Matricaria recutita) Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa Tentang Aromaterapi Herbal Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Adhe Septa Ryant Agus; Cristianus Efrain
Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat Juli 2026
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/japm.v3i1.96

Abstract

Aromaterapi herbal merupakan salah satu terapi komplementer yang memanfaatkan minyak atsiri dari tanaman untuk memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu mengurangi stres. Minyak peppermint (Mentha × piperita) mengandung senyawa utama menthol yang memberikan sensasi segar dan berpotensi meningkatkan konsentrasi, sedangkan minyak chamomile (Matricaria recutita) memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berperan dalam memberikan efek menenangkan dan relaksasi. Pemanfaatan aromaterapi dalam bentuk inhaler menjadi salah satu alternatif penggunaan minyak atsiri yang praktis dan mudah diaplikasikan. Namun, pengetahuan mahasiswa mengenai manfaat, cara penggunaan, serta keamanan aromaterapi herbal masih perlu ditingkatkan. Kegiatan edukasi dan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai inhaler aromaterapi kombinasi minyak peppermint dan minyak chamomile sebagai bentuk pemanfaatan bahan alam dalam mendukung kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode edukasi berupa penyampaian materi, pengenalan manfaat minyak peppermint dan chamomile, penjelasan mengenai inhaler aromaterapi, demonstrasi penggunaan produk, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi tingkat pengetahuan peserta dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan edukasi. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi dan sosialisasi mengenai inhaler aromaterapi kombinasi minyak peppermint dan minyak chamomile. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai manfaat, penggunaan, dan keamanan aromaterapi herbal. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi kesehatan mahasiswa serta mendorong pemanfaatan produk herbal secara tepat, aman, dan berbasis pengetahuan ilmiah.
Sunscreen Activity Test of Tahongai (Kleinhovia hospita L) Leaves Infusion use UV-Vis Spectrophotometry Method Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Sister Sianturi; Nurillahi Febria Leswana; Muh. Taufiqurrahman
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Farmasi Galenika Volume 13 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v13i1.425

Abstract

Excessive frequency and duration of UV exposure causes adverse effects, including erythema, pigmentation, premature aging, and even skin cancer. Therefore, additional protection is required, such as the use of sunscreen. The development of natural active ingredients is necessary to reduce the negative impact of sunscreen products. Tahongai (Kleinhovia hospita L) contains flavonoid compounds that have the potential as sunscreens due to the presence of chromophore groups that can absorb UVA and UVB rays. The purpose of this study was to determine the potential of tahongai leaf infusion as a sunscreen. The test method of sunscreen activity was carried out in-vitro using UV-Vis spectrophotometry. The sunscreen activity test was carried out by calculating the percent transmission value (%Te), the percent transmission value of pigmentation (%Tp), and the SPF value. The results of the calculation of %Te, %Tp, and SPF values, as well as the sunscreen category at a concentration of 0.5 g are %Te of 3.368 (extra protection), %Tp of 1.248 (sunblock), and SPF value of 21.945 (ultra protection). Tahongai leaf infusion has potential as an active ingredient for sunscreen products and still requires further in vivo research to ensure its effectiveness as well as the duration of its protection
Relationship of Knowledge and Motivation with Compliance in Taking Anti-Tuberculosis Drugs in TB Patients at North Bontang Health Center 1 Husna husna husna; Nurillahi Febria Leswana; Maria Elvina Tresia Butar-Butar
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.619

Abstract

Tuberculosis (TB) treatment requires six months of continuous Anti-Tuberculosis Drug (OAT) therapy; non-compliance leads to treatment failure and Multi-Drug Resistant TB. This study aimed to analyze the relationship between patient knowledge and motivation with medication compliance among TB patients at the North Bontang Health Center 1, Indonesia. This cross-sectional study involved tuberculosis patients at North Bontang 1 Health Center. From a total registered population of 325 patients, a strict purposive sampling technique was applied based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 30 eligible patients who participated in this study during the period of December 2024 to January 2025. Data on knowledge and motivation were collected using structured questionnaires; compliance was determined via triangulation (interviews, TB Form 01, PMO). Bivariate analysis used the Fisher's Exact Test (n=30). Results showed the majority demonstrated good knowledge (83.3%) and high motivation (90.0%), resulting in a high overall compliance rate (93.3%). Statistical analysis revealed a significant relationship between knowledge and compliance (p=0.006). No statistically significant relationship was found between motivation and compliance (p=0.193), likely due to data homogeneity
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA LIP BALM FRAKSI ETIL-ASETAT DAUN PUCUK MERAH (SYZYGIUM MYRTIFOLIUM WALP.) DENGAN VARIASI LEMAK TENGKAWANG DAN LEMAK COKELAT Fidelia Sarawa; Maria Elvina Tresia Butar-butar; Muh. Taufiqurrahman
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 6 No 1 (2026): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v6i1.902

Abstract

Perawatan bibir diperlukan karena bibir memiliki lapisan pelindung yang tipis, sedikit melanin, serta mudah mengalami kekeringan dan kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet. Daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan memformulasi lip balm fraksi etil-asetat daun pucuk merah dengan variasi lemak tengkawang dan lemak cokelat, serta mengevaluasi karakteristik fisik dan nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Daun pucuk merah dibuat menjadi simplisia, diekstraksi dengan etanol 96%, difraksinasi menggunakan etil asetat, kemudian diformulasikan menjadi lima formula lip balm. Evaluasi meliputi skrining fitokimia, penentuan SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV Vis, organoleptis, homogenitas, titik leleh, pH, daya oles, daya lekat, dan stabilitas 28 hari. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak 24,07% dan rendemen fraksi etil-asetat 3,22%. Fraksi etil-asetat 10 ppm memiliki nilai SPF 15,41. Nilai SPF sediaan berturut-turut adalah F1 1,793; F2 4,925; F3 8,408; F4 15,278; dan F5 4,057. Formula F4 dengan lemak tengkawang 19,3% dan lemak cokelat 41% merupakan formula terbaik karena memiliki SPF sangat tinggi, pH 5,76-5,88, daya lekat 6,60-6,80 detik, daya oles 4,8-5,0 cm, titik leleh rata-rata 56,33 °C, homogen, dan stabil selama penyimpanan.