Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK ATSIRI DARI BAHAN DAPUR PADA MASYARAKAT DI KSP CREDIT UNION DAYA LESTARI KALIMANTAN TIMUR Sianturi, Sister; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes), Edisi Desember 2024
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Indonesia dikenal dengan kekayaan alam yang berlimpah. Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung kurang memperhatikan kesehatan, maka berkembangnya berbagai penyakit di masyarakat tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini mendorong masyarakat untuk mencari alternatif pengobatan yang efektif dan efisien. Pengobatan herba adalah ramuan turun temurun dari leluhur agar dipertahankan dan dikembangkan salah satu nya adalah Minyak Atsiri. Minyak atsiri banyak digunakan dalam industri sebagai pemberi aroma dan rasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di KSP Credit Union Daya Lestari Selili Samarinda yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minyak Atsiri dari Bahan Dapur pada anggota KSP Credit Union Daya Lestari di Bukuan Palaran Samarinda. Edukasi dan Pelatihan diharapkan memberikan pengetahuan pembuatan produk yang praktis dari bahan yang nudah diperoleh serta menumbuhkan jiwa wirausaha pada peserta. Hasil edukasi menunjukkan adanya peningkatan nilai pretest dan postest peserta yang menunjukkan bahwa penyampaian edukasi tersampaikan dengan baik dan diterima oleh peserta.
Formulasi dan Evaluasi Krim Ekstrak Jamur Sawit (Volvariella sp) sebagai Tabir Surya dengan Variasi Konsentrasi Basis Lemak Tengkawang dan Lemak Cokelat Prehatin, Chrisbaningrum; Butarbutar, Maria Elvina Tresia; Sianturi, Sister; Fernandes, Andrian
Majalah Farmasetika Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i1.60520

Abstract

Jamur sawit merupakan bahan alam yang mengandung senyawa antioksidan sangat kuat, yaitu 19,14 bpj, sehingga memiliki potensi sebagai tabir surya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas ekstrak jamur sawit sebagai tabir surya dengan menentukan nilai SPF yang diformulasikan menjadi sediaan krim dengan variasi konsentrasi lemak tengkawang dan lemak cokelat. Metode spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menentukan nilai SPF krim ekstrak jamur sawit. Diuji nilai SPF 7 formula dan diperoleh 3 formula terbaik, yaitu F1 (1,9305), F5 (1,6487), dan F7 (1,7906) untuk selanjutnya dilakukan evaluasi mutu fisik. Pada uji pH, F1, F5, dan F7 memenuhi persyaratan pH kulit, yaitu 4,5-6,5, dasil statistik pH diperoleh p>0,05 menunjukan tidak terdapat perbedaan pada variasi konsentrasi terhadap nilai pH. Pada uji viskositas F1, F5, dan F7 memenuhi persyaratan sediaan krim, yaitu 2.000-50.000 cPs. Pada uji daya sebar F1, F5, dan F7 tidak memenuhi persyaratan sediaan krim, yaitu 5-7 cm. Pada uji daya lekat tidak memenuhi persyaratan waktu daya lekat krim, yaitu <4 detik. Hasil viskositas diperoleh adanya perbedaan pada F1, F5, dan F7 dengan nilai p<0,05. Nilai signifikansi tersebut dapat diartikan adanya pengaruh variasi konsentrasi basis terhadap nilai viskositas.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Sabun Organik Eco-Friendly dari Bahan Alam Lemon dan Kayu Manis di KSP Credit Union Daya Lestari TP. Selili Samarinda Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Nurillahi Febria Leswana; Agnes Elisa
ABDIMASKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat UTND Vol 3 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 - Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jpmtnd.v3i2.1236

Abstract

Penggunaan sabun merupakan salah satu cara mudah dan efektif untuk membersihkan dan mencegah infeksi atu penyakit dan banyak digunakan sebagai salah satu kebutuhan rumah tangga. Berbagai macam jenis sabun komersil sudah banyak beredar dipasaran. Namun, sabun yang beredar umumnya mengandung detergen kimia yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama perairan. Pengembangan produk sabun yang ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan alami, dianggap lebih aman dan minum mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melakukan edukasi dan pelatihan pembuatan sabun organik eco-friendly berbahan lemon dan kayu manis kepada anggota masyarakat di KSP Credit Union Daya Lestari TP. Selili Samarinda. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, melalui kegiatan edukasi, diskusi, dan praktek langsung pembuatan sabun, serta penutup. Hasil yang diperoleh pada kegiatan PkM ini adalah produk sabun menggunakan bahan alami lemon dan kayu manis. Tingginya antusias peserta saat proses presentasi edukasi dan kegiatan pelatihan pembuatan sabun yang dihasilkan menjadi bukti ketercapaian PkM yang dilakukan. Pada kegiatan PkM ini dapat menjadi masukkan bagi peserta untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan
Antihypercholesterolemic Activity of Tahongai Leaf infusion (Kleinsovia hospita L.) In Mice (Mus musculus L.) Sianturi, Sister; Sinaga, Clara Ritawany; Leswana, Nurillahi Febria; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.141.233-238

Abstract

Tahongai (Kleinhovia hospita L.) is an indigenous plant of East Kalimantan known for its health benefits, including antibacterial, anti-inflammatory, antioxidant, anticancer, and antidiabetic properties. This study evaluates the antihypercholesterolemic activity of Tahongai leaf infusion in hypercholesterolemic mice (Mus musculus L.), induced by egg yolk. The test groups included a positive control (simvastatin), a negative control (distilled water), and three treatment groups with Tahongai leaf infusion at concentrations of 15%, 30%, and 60%. The results indicated that the highest reduction in cholesterol levels was observed in the P1 group (15% infusion) with an average decrease of 30.84%, followed by P2 (30% infusion) at 24.79%, and P3 (60% infusion) at 9.31%. The positive control group showed an average reduction of 8.64%. Statistical analysis using One-Way ANOVA revealed a significant difference (p<0.05) in cholesterol level reduction among the treatment groups.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENANGGULANGAN PENYAKIT ISPA DI PUSKESMAS SEPASO TAHUN 2025 Sriminarty Tambing; Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Raymon Simanullang
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the level of public knowledge about the management of Upper Respiratory Tract Infections (ISPA) at the Sepaso Health Center in 2025. ISPA is a significant health problem in Indonesia, with a high incidence rate often caused by a lack of public knowledge about the prevention and treatment of this disease. Through this research, it is hoped that valuable information can be obtained to improve efforts to prevent and overcome ISPA in the future. The research method used is a survey with data collection through questionnaires distributed to the community in the Bengalon Health Center area. This research will also identify factors that affect the level of public knowledge about ISPA, as well as the effectiveness of educational programs that have been implemented by the Health Center. The majority of respondents were < 35 years old (37.5%), gender (66.7%), university education level (95.2%), working, (100%). The majority of knowledge levels are good (37.5%), the level of knowledge is sufficient >35 years old (72.7%), women (32.6%), elementary school (66.7%), working (39.4%), the level of knowledge is sufficient >35 years old (100%), women (100%), junior high school (63.6%), and RT mothers (50%).
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Lipomulse luxe sebagai Emulgator pada Krim Aromaterapi Lavender Oil (Lavandula angustifolia oil) dan Peppermint Oil (Mentha piperitae aetheroleum) Butarbutar, Maria Elvina Tresia; Septa Ryant Agus, Adhe; Selvina, Selvina; Fernandes, Andrian
Majalah Farmasetika Vol 10, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i5.66544

Abstract

Krim merupakan sediaan topikal yang terdiri dari fase air, emulgator, dan fase minyak. Emulgator memegang peran penting dalam sediaan krim yang mempengaruhi homogenitas, viskositas, stabilitas, dan penampilan sediaan krim. Oleh sebab itu, pemilihan dan konsentrasi emulgator menjadi hal yang sangat penting. Pada penelilitian ini variasi konsentrasi Lipomulse luxe digunakan sebagai emulgator untuk mengetahui pengaruh Lipomulse luxe terhadap sediaan krim. Sediaan krim yang akan dibuat adalah krim aromaterapi dengan variasi Lipomulse luxe, yaitu F1 (3%), F2 (4%), F3 (5%), dan F4 (6%). Krim aromaterapi dievaluasi yang meliputi pengamatan organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, uji daya tercuci, dan uji stabilitas menggunakan metode sentrifugasi. Pengamatan organoleptis selama 28 hari menunjukkan perbedaan konsentrasi Lipomulse luxe tidak mempengaruhi warna (putih), bau (campuran lavender oil dan peppermint oil), dan bentuk (semi solid). Hasil homogenitas F1 menunjukkan ukuran globul yang terdispersi lebih besar dan F4 menunjukkan ukuran globul yang lebih kecil. Hasil viskositas menunjukkan F1 (10,1804 cP), F2 (18,016 cP), F3 (20,004 cP), dan F4 (22,768 cP), semakin besar konsentrasi Lipomulse luxe, maka semakin besar viskositas. Hasil uji pH menunjukkan F1 (5,16), F2 (5,26), F3 (5,66), dan F4 (5,78), perbedaan konsentrasi Lipomulse luxe tidak mempengaruhi pH sediaan krim aromaterapi. Hasil uji daya tercuci menunjukkan F1 (9,2 mL), F2 (10,2 mL), F3 (12,4 mL), dan F4 (16,0 mL), Lipomulse luxe mempengaruhi volume air yang dibutuhkan untuk krim dapat tercuci. Hasil uji stabilitas menggunakan metode sentrifugasi menunjukkan F1, F2, F3, dan F4 tidak stabil karena terjadi pemisahan fase. Perbedaan konsentrasi Lipomulse luxe mempengaruhi homogenitas, viskositas, daya tercuci, dan stabilitas sediaan krim aromaterapi. Semakin besar konsentrasi Lipomulse luxe semakin kecil ukuran globul, semakin besar viskositas, dan semakin besar volume air yang diperlukan untuk mencuci krim, dan semakin kecil volume air yang terpisah.Kata kunci: Krim aromaterapi, Lavender oil, Peppermint Oil, Emulgator, Lipomulse luxe
Antidepressant Activity Study of Keruing (Dipterocarpus grandiflorus) Oleoresin Candle Aromatherapy on Male Mice (Mus musculus) Balb/C Strain Agus, Adhe Septa Ryant; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Fernandes, Andrian; Maharani, Rizki; Awan, Kevin Imanuel; Luhat, Martin Gilbert
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24665

Abstract

Depression represents a manifestation of prolonged stress, which, if left untreated, may lead to severe mental disorders. For depression treatment therapy, it can be carried out based on evidence-based treatment for depression and anxiety. Aromatherapy candles can be used as a non-pharmacological medium for depression therapy, where keruing has active compounds are phthalic acid di(3-methoxybenzyl) ester and phthalic acid, 5-ethyl-1,3-dioxan-5-yl octyl ester, causing keruing oleoresin to have a distinctive fragrance. This study aims to evaluate the pharmacological potential of keruing as an antidepressant for non-pharmacological therapy. Aromatherapy candles were formulated with keruing oleoresin at concentrations of 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10%, followed by testing their antidepressant activity using the Conditioned Place Preference (CPP) method. The results of the Paired T-test for groups F0, F2, and F4 or formulas containing 0%, 5%, and 10% of keruing oleoresin have a significant effect (sig. values <0.05) between pre and post-test being given aromatherapy and induction. In the One-way ANOVA test, between their groups, it can be seen there was no significant difference in test activity, namely for the pre-treatment test (sig. 0.445 > 0.05) and for the post-treatment test (sig. 0.065 > 0.05). Results indicated that while the candles met physical quality standards outlined by the Indonesian National Standard (SNI), no significant antidepressant effects were observed in mice. Further refinement in methodology, including the concentration of active compounds and delivery methods, is recommended to enhance the pharmacological potential of keruing oleoresin.
Antihyperuricemic Activity of Tahongai (Kleinhovia hospita L.) Leaf Infusion in Mice (Mus musculus L.) Sianturi, Sister; Sinaga, Clara Ritwany; Leswana, Nurillahi Febria; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Simanullang, Raymon
Journal of Biotechnology and Natural Science Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jbns.v5i2.14723

Abstract

Tahongai (Kleinhovia hospita L.) is recognized as a traditional medicinal plant originating from East Kalimantan. This species possesses various bioactive properties that contribute to health benefits, particularly from its leaves, which contain active compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, and terpenoids. These bioactive constituents have been reported to exhibit anti-hyperuricemic properties. This study aimed to evaluate the anti-hyperuricemic activity of K. hospita leaf infusion in hyperuricemic mice (Mus musculus L.), which were induced using chicken liver juice. The test material used was an infusion prepared from K. hospita leaves. The experimental design consisted of five treatment groups: a positive control group receiving allopurinol, a negative control group receiving distilled water, and three treatment groups administered K. hospita leaf infusion at varying concentrations of P1=15%, P2=30%, and P3=60%. The results indicated that the highest mean reduction in uric acid levels was observed in the P2 group, which received a 30% concentration of K. hospita leaf infusion, with an average percentage decrease of 19.12%. However, statistical analysis using One-Way ANOVA revealed a p-value greater than 0.05, indicating that there was no significant difference in uric acid reduction among the treatment groups.
Relationship of Knowledge and Motivation with Compliance in Taking Anti-Tuberculosis Drugs in TB Patients at North Bontang Health Center 1 husna, Husna husna; Leswana, Nurillahi Febria; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.619

Abstract

Tuberculosis (TB) treatment requires six months of continuous Anti-Tuberculosis Drug (OAT) therapy; non-compliance leads to treatment failure and Multi-Drug Resistant TB. This study aimed to analyze the relationship between patient knowledge and motivation with medication compliance among TB patients at the North Bontang Health Center 1, Indonesia. This cross-sectional study involved tuberculosis patients at North Bontang 1 Health Center. From a total registered population of 325 patients, a strict purposive sampling technique was applied based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 30 eligible patients who participated in this study during the period of December 2024 to January 2025. Data on knowledge and motivation were collected using structured questionnaires; compliance was determined via triangulation (interviews, TB Form 01, PMO). Bivariate analysis used the Fisher's Exact Test (n=30). Results showed the majority demonstrated good knowledge (83.3%) and high motivation (90.0%), resulting in a high overall compliance rate (93.3%). Statistical analysis revealed a significant relationship between knowledge and compliance (p=0.006). No statistically significant relationship was found between motivation and compliance (p=0.193), likely due to data homogeneity
Pemberdayaan masyarakat desa sungai bawang melalui pelatihan diversifikasi olahan lele dan pemasaran digital Muh. Taufiqurrahman; Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Remita Ully Hutagalung; Maria Floriana Ping; Nurillahi Febria Leswana; Angel Natalia Nainggolan; Falen Sindi Ayugistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31056

Abstract

AbstrakDesa Budaya Sungai Bawang merupakan salah satu desa binaan STIKES Dirgahayu Samarinda yang memiliki potensi besar dalam pengembangan program ketahanan pangan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pada tahun 2024, melalui anggaran desa, masyarakat menerima bantuan bibit ikan lele sebagai bentuk inisiasi budidaya perikanan di pekarangan rumah. Melihat potensi ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk mendukung hilirisasi hasil budidaya ikan lele dalam bentuk produk olahan pangan yang bernilai ekonomi tinggi serta berdaya saing pasar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Penyuluhan diberikan dengan metode presentasi dan diskusi interaktif, yang membahas pentingnya diversifikasi produk olahan ikan dan pembentukan kelompok usaha. Pelatihan dilakukan secara langsung dengan metode demonstrasi pembuatan produk berupa nugget dan sosis lele, melibatkan 30 peserta dari anggota PKK. Selanjutnya, dilakukan pendampingan teknis dalam proses pengurusan izin edar PIRT agar produk dapat dipasarkan secara legal dan luas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah hasil budidaya ikan. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya satu kelompok usaha baru yang siap memproduksi pangan olahan secara mandiri. Dampak jangka pendek berupa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif, sedangkan dampak jangka panjang diharapkan berupa peningkatan pendapatan rumah tangga dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Kata kunci: pelatihan;  digitalisasi marketing; ikan lele. AbstractSungai Bawang Cultural Village is one of the villages fostered by STIKES Dirgahayu Samarinda which has great potential in developing food security programs and improving public health. In 2024, through the village budget, the community received assistance in the form of catfish seeds as a form of initiation of fish farming in their yards. Seeing this potential, community service activities were carried out to support the downstreaming of catfish cultivation results in the form of processed food products that have high economic value and are competitive in the market. Community service activities were carried out through three main stages, namely counseling, training, and assistance for the distribution permit for Household Industry Food (PIRT). Counseling was provided using presentation and interactive discussion methods, which discussed the importance of diversifying processed fish products and forming business groups. The training was carried out directly using a demonstration method for making products in the form of catfish nuggets and sausages, involving 30 participants from PKK members. Furthermore, technical assistance was provided in the process of managing the PIRT distribution permit so that the products could be marketed legally and widely. The results of the activities showed an increase in the knowledge and skills of participants in processing fish farming products. This activity also encourages the formation of a new business group that is ready to produce processed food independently. The short-term impact is in the form of increasing community participation in productive economic activities, while the long-term impact is expected to be in the form of increasing household income and economic independence based on local potential. Keywords: training; digital marketing; catfish.