Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Salep Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Yuwanda, Alhara; Rahmawati, Dewi; Nurajijah, Nunung
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/ky4kf511

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit yang salah satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Buah jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) mempunyai banyak nutrisi yang bermanfaat untuk mengatasi masalah kesehatan. Komponen utama penyusun minyak atsiri pada kulit buah jeruk bali yaitu senyawa limonen, mircen, β-asarone, germacren D, dan α-pinen. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan salep dari minyak atsiri kulit buah jeruk bali berdasarkan kombinasi basis PEG 4000 dan PEG 400 dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes setelah diformulasikan menjadi sediaan salep. Metodologi: Penelitian ini dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang menunjukan besarnya zona hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada sekitar cakram disk. Hasil: Pada uji fitokimia menunjukkan bahwa didalam simplisia segar kulit buah jeruk bali positif mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan triterfenoid. Pengujian aktivitas antibakteri sediaan salep minyak atsiri kulit buah jeruk bali dibuat dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25%, kelompok kontrol positif clindamicin gel dan kontrol negatif aquadest steril. Hasil uji aktivitas salep menunjukkan adanya aktivitas terhadap Propionibacterium acnes. Respon hambat pertumbuhan yang terbentuk pada konsentrasi 15%, 20%, 25% dan kontrol positif adalah kuat yaitu diameter zona hambat lebih dari 6 mm, sedangkan kontrol negatif tidak memiliki respon hambat pertumbuhan. Kesimpulan: Formulasi sediaan salep minyak atsiri kulit buah jeruk bali basis larut air dengan variasi konsentrasi perbandingan PEG 400 dan PEG 4000 tidak mempengaruhi pelepasan zat aktif minyak atsiri kulit buah jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) dan pada semua konsentrasi sediaan salep memiliki aktivitas antibakteri dengan terbentuknya zona bening di sekeliling kertas cakram.
Pengembangan Snedds Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) untuk Meningkatkan Efikasi Anthelmintik dalam Praktik Keperawatan Alhara Yuwanda; Anugerah Budipratama Adina
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.18934

Abstract

ABSTRACT The development of Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) aims to enhance drug bioavailability and release effectiveness. SNEDDS utilizes papaya leaf extract as an active ingredient with therapeutic potential. This study aims to evaluate five SNEDDS formulations based on organoleptic parameters, transmittance, particle size, PDI, zeta potential, pH level, and cumulative drug release percentage. Formulations were created using an optimal mixing technique, followed by testing each parameter to determine the characteristics of the formulations. Measurements were taken at different time intervals for drug release analysis. Findings indicate that formulation F1 exhibited the best performance among the five tested formulations, with smaller particle size, lower PDI, and higher zeta potential values. The cumulative drug release percentage for F1 reached 97.54% within 240 minutes, while the control only achieved 46.17%.Conclusion: Formulation F1 demonstrates significant potential as a drug delivery system with good stability and optimal drug release. This study provides a solid foundation for further development of SNEDDS-based drug delivery systems for more effective therapeutic applications. Keywords : Papaya, SNEDDS , Penetration,  Nanoemulsion  ABSTRAK Pengembangan formulasi Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) bertujuan untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas pelepasan obat. SNEDDS menggunakan ekstrak daun pepaya sebagai bahan aktif yang memiliki potensi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi lima formulasi SNEDDS berdasarkan parameter organoleptik, transmitan, ukuran partikel, PDI, zeta potensial, derajat keasaman (pH), dan persentase kumulatif pelepasan obat. Formulasi dibuat menggunakan teknik pencampuran yang optimal, diikuti dengan pengujian masing-masing parameter untuk menentukan karakteristik formulasi. Pengukuran dilakukan pada interval waktu yang berbeda untuk analisis pelepasan obat. Hasil menunjukkan bahwa formulasi F1 memiliki performa terbaik di antara lima formulasi yang diuji, dengan ukuran partikel yang lebih kecil, PDI yang lebih rendah, dan nilai zeta potensial yang lebih tinggi. Persentase kumulatif pelepasan obat pada F1 mencapai 97,54% dalam waktu 240 menit, sementara kontrol hanya mencapai 46,17%. Formulasi F1 menunjukkan potensi yang signifikan sebagai sistem penghantaran obat dengan stabilitas yang baik dan pelepasan obat yang optimal. Penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut dari sistem penghantaran obat berbasis SNEDDS untuk aplikasi terapeutik yang lebih efektif. Kata Kunci: Pepaya, SNEDDS, Pentrasi, Nanoemulsi
Co-Authors Ablya Gamawati, Dara Ahda Sabila Ahda Sabila Alfiyatun Hasanah Anjani, Fanny Sukma Anugerah Budiatama A Anugerah Budipratama Anugerah Budipratama Adina Anugrah Budipratama Adina Arika, Restiany Assalam, Dio Aurel, Tasya Benny Efendie binti Dasperi, Sazzalina Budiatama, Anugerah Cinde Puspita Dedi Nugroho Dedi Nugroho Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati DEWI RAHMAWATI Dwi Priyokusumo Eddy Yusuf, Eddy Efendie, Benny Eksanti Indriani Sabila Endang Hanani Fadhlina Chani Saputri Fanny Sukma Anjani Farmasita Budiastuti, Rizky Farmasita Budiastuti, Rizky Fatta, Chika Apselia Fitri Auliya Almadani Fitria, Elsa Haafizha Rizkia, Arrayu Hanin, Sofia Herli, Amelia Herliana, Levi Hermawati, Shakira Putri Ilham Rifa'ie, Mochamad Imanda, Radita Cahya Indriani, Melis Ismi Ana Najwa, Siti Khairunisa Renalda, Friska Mabruri Hasyim, Ahmad Marintan Simanullang Maulina, Megi Mawazi, Saeid Mezail Moudinia, Aviena Najma Rizqiyah, Hamaliyah Nazira Fonna, Asifa Nazwa Zulkarnain, Felizha Nitza Evita Boari, Jentry Nopratilova Nopratilova Nunung Nurajijah Nurajijah, Nunung Oktavia, Sthefani Pandu Prayoga, Pandu Prasetyo Prasetyo Puspita, Cinde Putri Mar’Atus Solikha, Imroh Rachmat Zulkiefli, Arizal Rahmasari, Defika Rahmawat, Dewi Rahmawati, Dewi Rahmawati Raina Azka, Vania Raju, Kaveesha RAYHAN AKBAR Restiany Arika Ribut Nawang Sari Rismawan, Diesty Rohmah, Umu Nazilatur Sabila, Ahda Saputri, Dwi Septika Ramadhan, Firai Simanullang, Marintan Sofiyanti, Imelda Sri Wahyuni Damanik Sukma Anjani, Fanny Tan, Suk Fei TANJUNG, VIVI RAMADHANI Vivi Ramadhani Tanjung Wahyuni Damanik, Sri Wivia Irianah, Catrin Yulinar, Renitha Zahra Deviyanti, Qolita Zahra Festiani, Fadhira Zega, Ros Sandririan Zhafira, Bilqis Zulkiefli, Arizal Rachmat