Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Literasi Kesehatan Siswa SMK Melalui Pemanfaatan Asam Sitrat dalam Konteks Kehidupan Sehari-hari Assalam, Dio; Yuwanda, Alhara; Yusuf, Eddy; Nopratilova, Nopratilova; Rahmawati, Dewi; Akbar, Rayhan
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/h7htdj37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensosialisasikan literasi kesehatan kepada siswa melalui pemanfaatan asam sitrat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk mengukur tingkat pemahaman dan keinginan siswa belajar tentang dunia kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan teknik pre-test dan post-test, selain itu dilakukan dengan teknik observasi. Adapun teknik analisis dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil post-test tentang pemahaman siswa pada penggunaan asam sitrat lebih baik daripada saat pre-test dilakukan dengan skor keseluruhan 100%. Adapun hasil observasi yang dilakukan siswa aktif melakukan tanya jawab tentang penggunaan asam sitrat sehingga menunjukkan bahwa literasi kesehatan yang ditanam sejak dini dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan di masa depan.
Penyuluhan Upaya Pencegahan Konsumsi Makanan Berformalin pada Anak Sekolah Dasar melalui Edukasi dan Kegiatan Interaktif di SD Pemuda Bangsa Nitza Evita Boari, Jentry; Ilham Rifa'ie, Mochamad; Oktavia, Sthefani; Rahmawati, Dewi; Yusuf, Eddy; Yuwanda, Alhara
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/s4qgyz24

Abstract

Keamanan pangan jajanan anak sekolah dasar masih menjadi persoalan penting karena rendahnya literasi keamanan pangan meningkatkan risiko konsumsi makanan berbahaya seperti yang mengandung formalin. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keamanan pangan dan kesadaran risiko formalin pada siswa sekolah dasar serta membentuk kemampuan berpikir kritis dan keterampilan selektif dalam memilih jajanan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di SD Pemuda Bangsa Kota Depok pada siswa kelas IV melalui pendekatan edukasi interaktif dan visual menggunakan presentasi, diskusi, tanya jawab, serta mini games “Pilih Makanan Sehat vs Tidak Sehat”, dengan evaluasi deskriptif berdasarkan observasi partisipasi dan ketepatan jawaban sebelum dan setelah penguatan materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dan pergeseran pemahaman siswa mengenai bahaya formalin, ciri makanan berisiko, serta dampak kesehatannya, ditandai dengan meningkatnya ketepatan pengelompokan makanan dan kemampuan menjelaskan alasan pemilihan pada putaran kedua mini games. Edukasi berbasis visual dan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keamanan pangan dan membentuk sikap kritis siswa dalam memilih jajanan sehari-hari. Ke depan, program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru dan orang tua agar terbentuk budaya sadar keamanan pangan sejak dini serta meminimalkan risiko paparan bahan berbahaya pada anak.
Sosialisasi Bahayanya Zat Pewarna pada Makanan kepada Siswa SDN Bedahan 02 Fitria, Elsa; Najma Rizqiyah, Hamaliyah; Zahra Deviyanti, Qolita; Yuwanda, Alhara
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/2h8qkk61

Abstract

Penggunaan ilegal pewarna makanan sintetis dalam makanan ringan sekolah tetap menjadi masalah keamanan pangan yang menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa mengenai klasifikasi pewarna makanan, risiko kesehatan dari pewarna ilegal seperti Rhodamine B dan Metanil Yellow, dan untuk menumbuhkan sikap kritis dalam memilih makanan ringan yang aman. Program ini dilaksanakan dengan siswa kelas enam di SDN Bedahan 02 menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif yang mencakup presentasi visual, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui kuesioner kepuasan. Sebanyak 52 siswa berpartisipasi dan menyelesaikan instrumen evaluasi, yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan partisipasi aktif dan peningkatan pemahaman siswa dalam mengidentifikasi karakteristik makanan yang mungkin mengandung pewarna ilegal. Temuan evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta menilai metode pengajaran sangat baik (51,9%) dan memberikan respons keseluruhan yang sangat positif (73,1%). Pendekatan pendidikan visual dan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya pewarna makanan sintetis ilegal dan pentingnya konsumsi makanan yang aman. Untuk dampak yang berkelanjutan, disarankan untuk mengintegrasikan pendidikan keamanan pangan ke dalam kurikulum sekolah, melibatkan orang tua dalam memantau kebiasaan makan anak-anak, dan memperkuat pengawasan terhadap penjual makanan di sekitar sekolah bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat. Pengangkatan gigi bungsu yang impaksi melalui pembedahan merupakan prosedur umum dalam bedah mulut dan maksilofasial. Namun, ahli bedah juga harus mempertimbangkan komplikasi sebelum dan sesudah prosedur. Setelah operasi untuk gigi bungsu yang impaksi, nyeri pascaoperasi, edema, infeksi, disestesia, dan trismus kadang-kadang dapat terjadi. Prioritas utama di sini adalah pengendalian nyeri pascaoperasi yang efektif, karena ini merupakan faktor utama yang mendorong kenyamanan, pemulihan, dan kepuasan pasien.
Penyuluhan Bahaya Penggunaan Boraks Pada Makanan di SMP Gelora Depok Moudinia, Aviena; Sofiyanti, Imelda; Yuwanda, Alhara
Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal ANDARA (Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/3h6f9t60

Abstract

Penyalahgunaan boraks pada jajanan sekolah masih menjadi ancaman keamanan pangan karena bahan ini bersifat toksik dan dilarang digunakan dalam makanan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi risiko siswa mengenai bahaya boraks, alasan pelarangannya, dampak kesehatan, serta kemampuan mengenali ciri pangan yang patut dicurigai. Edukasi dilaksanakan pada 18 Oktober 2023 di SMP Gelora Depok kepada siswa kelas VII melalui metode ceramah interaktif berbasis PowerPoint, diskusi, dan evaluasi menggunakan kuesioner berisi 10 pertanyaan. Hasil menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung. Evaluasi kuesioner menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman sebesar 65%, dengan capaian sangat tinggi (100%) pada aspek dampak kesehatan, fungsi boraks dalam industri, dan pentingnya edukasi keamanan pangan. Namun, beberapa aspek seperti alasan pelarangan boraks dan persepsi keamanan dalam jumlah kecil masih memerlukan penguatan. Secara keseluruhan, pendekatan visual dan interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya boraks pada makanan. Ke depan, diperlukan penguatan materi secara berkelanjutan dan integrasi edukasi keamanan pangan dalam kegiatan sekolah agar siswa mampu menerapkan perilaku konsumsi yang lebih kritis dan aman.
Review Artikel: Liposom Sebagai SistemPenghantar Obat Epilepsi Melalui Jalur Intranasal Yuwanda, Alhara
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/gr88kz85

Abstract

Sekitar 80% dari total penderita epilepsi di seluruh dunia ditemukan di negara berkembang. Memodifiksi senyawa obat, upaya yang banyak dilakukan adalah memodifikasi bentuk sediaan dan sistem  penghantaran obat. Upaya ini tidak terlepas dari peran farmasi yang memanfaatkan ilmu sains dan teknologi untuk mengatasi adanya keterbatasan pada beberapa bentuk sediaan dan sistem penghantaran obat. Salah satu sistem penghantaran obat adalah melalui teknologi inhalasi. Teknologi inhalasi dapat dikombinasikan dengan teknologi liposom untuk meningkatkan bioavaibilitas dan waktu onset yang cepat. Liposom adalah teknologi tersusun dari bahan dasar fosfatidilkolin lapisan bilayer dengan ukuran 25nm-2,5µm. Selain itu fosfatidilkolin juga merupakan surfaktan paru yang efektif untuk  meningkatkan proses absorbsi obat. Sudah banyak juga review komperhensif mengembangkan liposom untuk teknologi inhalasi. Obat antiepilepsi saat ini memiliki koefesien partisi dan bioavaibilitas yang rendah. Obat anti epilepsi dengan teknologi liposom diharapkan menjadi alternative pengobatan non-invasive melalui jalur inhalasi.
Formulasi Dan Evaluasi Aktivitas Antioksidan Pada Sediaan Krim Wajah dari Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella Asiatica L.) Yuwanda, Alhara; Rahmawati, Dewi; Sukma Anjani, Fanny
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/p02dqz05

Abstract

Antioksidan berperan dalam menghilangkan radikal bebas yang tidak stabil dan dapat merusak sel-sel kulit serta menyebabkan kerutan. Dalam rangkaian penelitian ini, kami mengembangkan formulasi krim wajah dengan memanfaatkan antioksidan berasal dari Ekstrak daun Pegagan (Centella asiatica L.). Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol dievaluasi menggunakan metode 2,2-Difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Formulasi dievaluasi dalam hal pH, iritasi, daya sebar, dan stabilitas. Tes stabilitas akselerasi dilakukan pada semua formulasi untuk menilai stabilitas pada kondisi penyimpanan yang bervariasi. Semua formulasi menunjukkan daya sebar yang baik, konsistensi yang baik, homogenitas, penampilan, pH sebesar 5,67-6,34 yang sesuai dengan kulit, dan tidak terjadi pemisahan fase. Tidak terjadi iritasi sediaan krim setelah di lakukan pada hewan coba selama 72 jam yang menandakan bahwa krim aman untuk digunakan. Aktivitas antioksidan yang tergantung pada konsentrasi teramati dengan 6% menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 40.8 µg/mL. Hal ini dapat berfungsi untuk melindungi kulit dari spesies oksigen reaktif yang dihasilkan oleh radiasi UV dan toksin lingkungan, sehingga melindungi kulit dari penuaan akibat sinar matahari.
Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume): Review tentang Botani, Penggunaan Tradisional, Kandungan Senyawa Kimia, dan Farmakologi Yuwanda, Alhara; Budipratama Adina, Anugerah; Farmasita Budiastuti, Rizky
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/3mk0s904

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Sumatera Barat di Indonesia. Daerah ini telah menjadi pusat ekspor kayu manis sejak abad ke-18, dengan pusat produksi utamanya berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Proses budidaya yang telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama telah menghasilkan variasi yang tinggi dalam adaptasi kayu manis terhadap lingkungan di wilayah budidaya tersebut. Kayu manis telah memberikan kontribusi penting dalam dunia kuliner sebagai rempah-rempah yang memberikan cita rasa khas dan aroma dalam berbagai hidangan makanan. Bidang fitokimia mempelajari senyawa-senyawa kimia dalam tanaman, dan kayu manis memiliki kandungan senyawa-senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa seperti kumarin, eugenol, dan katekin memiliki efek farmakologis seperti antiinflamasi, antidiabetik, dan antimikroba, serta berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dalam bidang farmakologi, kayu manis telah menjadi subjek penelitian yang menarik. Senyawa-senyawa fitokimia dalam kayu manis, terutama kumarin dan eugenol, telah menarik perhatian dalam pengembangan obat-obatan untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit diabetes tipe 2 dan infeksi bakteri. Sementara kayu manis memberikan berbagai manfaat, perlu diperhatikan juga nilai toksikologi dari penggunaannya. Beberapa senyawa dalam kayu manis, seperti kumarin dalam jumlah besar, dapat menjadi beracun bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Kesimpulannya, kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) adalah tanaman botani yang memiliki berbagai kegunaan dalam pengobatan tradisional, kuliner, fitokimia, dan farmakologi. Senyawa-senyawa fitokimia dalam kayu manis memberikan beragam manfaat bagi kesehatan, tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami potensi efek toksik dan dosis yang aman untuk penggunaan yang optimal.
Review Artikel: Sintesis dan Isomerisasi Senyawa Kimia pada Obat Yuwanda, Alhara
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/p8yxr427

Abstract

Isomerisme pada senyawa obat merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi farmakologi klinis dan farmakoterapi. Diperlukan tinjauan literatur dilakukan untuk beberapa obat kiral yang melibatkan parameter farmakokinetik dan farmakodinamik dari perbedaan senyawa isomer serta penggunaannya dalam kondisi penyakit tertentu. Saat ini, pengetahuan tentang isomerisme telah membantu kita dalam memperkenalkan alternatif obat yang lebih aman dan lebih efektif baik untuk obat-obatan baru maupun yang sudah ada. Banyak obat yang sudah dilakukan modifikasi, seperti dalam bentuk kiral seperti beralih dari campuran rasematik menjadi salah satu isomernya. Resolusi berkaitan dengan pemisahan senyawa rasematik yang menunjukkan keandalan untuk memperoleh sifat-sifat enantiomer yang diinginkan. Dalam artikel ini, kami telah mencoba untuk mengulas konsep dasar dari stereokimia dan kiralitas serta signifikansinya dalam farmakoterapi.
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Daun Alpukat (Perseaamericana Mill) Metode Pengeringan Microwave Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Yuwanda, Alhara; Rahmawati, Dewi; Arika, Restiany
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/9cje0e53

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang sering dialami oleh masyarakat terutama usia remaja. Jerawat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan untuk ekstraksi adalah Microwave Assisted Extraction (MAE) dengan variasi suhu dan waktu ekstraksi. Ekstrak daun alpukat dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 80% kemudian esktrak dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Pada uji fitokimia menunjukkan bahwa didalam ekstrak daun alpukat positif mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin. Pengujian aktivitas ekstrak daun alpukat yang diperoleh dibuat dalam sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% kelompok kontrol positif medi-klin gel, kontrol negative aquadest steril dengan metode cakram. Evaluasi gel meliputi uji daya sebar, uji pH, uji viskositas, dan uji organoleptis. Ekstrak daun alpukat menunjukkan aktivitas terhadap Propionibacterium acnes zona hambat tertinggi yang terbentuk pada konsentrasi 15% sebesar 1,43 mm, kontrol negative pada bakteri Propionibacterium acnes sebasar 0 mm, sedangkan kontrol positif medi-klin gel terhadap Propionibacterium acnes 1,69 mm.
Sintesis Zeolit dari Abu Sekam Padi (OryzaSativa L.) Serta Uji Efektifitasnya Sebagai Material Antiseptik Puspita, Cinde; Rahmawati, Dewi; Yuwanda, Alhara
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/7p24pg51

Abstract

Sekam padi diperoleh dari 20% penggilingan padi dan memiliki kandungan Silika sebesar 94-99% dari sekam padi yang diabukan. Zeolit merupakan material berbasis silika dan dikenal sebagai senyawa aluminosilikat, karena terbentuk dari dua komponen utama, yakni AlO4-dan SiO4¬-tetrahedral. Zeolit sintetis diperoleh dengan mereaksikan Natrium Silikat (A) dengan Natrium Aluminat (B) yang kemudian di aging pada suhu 100oC selama 24 jam untuk menghasilkan serbuk Zeolit sintetis yang berwarna putih[1]. Sintesis zeolite akan dibuat dengan tiga variasi rasio campuran yaitu 30A:70B, 50A:50B, 70A:30B dan masing-masing akan dievaluasi karateristiknya. Untuk menguji keberhasilan zeolite sintetis yang dibuat ini sebagai material antiseptic maka akan diujikan kemampuannya dalam mengurangi nilai infeksius Bacteriuria dan Kandiduria yang akan diwakilkan oleh Escherecia coli dan Candida albicans. Hasil yang diperoleh adalah dari ketiga variasi zeolit sintetis yang dibuat memiliki karakteristik yang sama dan memiliki nisbah kurang dari dua atau tipe A. Zeolit sintetis yang dibuat dengan dosis 600 mg memiliki kemampuan sebagai material antiseptic terhadap Eschericia coli 104 dengan mereduksi jumlah koloni hingga 72-79%, begitu juga terhadap Candida albicans 103 mampu mereduksi jumlah koloni C. albicans sebesar 74-80%, nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan Attapulgite 600mg dalam mereduksi jumlah koloni yang sama yaitu sebesar 90% untuk bakteriuria dan 94.90% untuk kandiduria. Untuk menyetarakan kemampuannya seperti Attapulgite 600 mg maka zeolit sintetis yang diperoleh dalam penelitian dosis nya dinaikan menjadi 700 mg.
Co-Authors Ablya Gamawati, Dara Ahda Sabila Ahda Sabila Alfiyatun Hasanah Anjani, Fanny Sukma Anugerah Budiatama A Anugerah Budipratama Anugerah Budipratama Adina Anugrah Budipratama Adina Arika, Restiany Assalam, Dio Aurel, Tasya Benny Efendie binti Dasperi, Sazzalina Budiatama, Anugerah Cinde Puspita Dedi Nugroho Dedi Nugroho DEWI RAHMAWATI Dewi Rahmawati Dewi Rahmawati Dwi Priyokusumo Eddy Yusuf, Eddy Efendie, Benny Eksanti Indriani Sabila Endang Hanani Fadhlina Chani Saputri Fanny Sukma Anjani Farmasita Budiastuti, Rizky Farmasita Budiastuti, Rizky Fatta, Chika Apselia Fitri Auliya Almadani Fitria, Elsa Haafizha Rizkia, Arrayu Hanin, Sofia Herli, Amelia Herliana, Levi Hermawati, Shakira Putri Ilham Rifa'ie, Mochamad Imanda, Radita Cahya Indriani, Melis Ismi Ana Najwa, Siti Khairunisa Renalda, Friska Mabruri Hasyim, Ahmad Marintan Simanullang Maulina, Megi Mawazi, Saeid Mezail Moudinia, Aviena Najma Rizqiyah, Hamaliyah Nazira Fonna, Asifa Nazwa Zulkarnain, Felizha Nitza Evita Boari, Jentry Nopratilova Nopratilova Nunung Nurajijah Nurajijah, Nunung Oktavia, Sthefani Pandu Prayoga, Pandu Prasetyo Prasetyo Puspita, Cinde Putri Mar’Atus Solikha, Imroh Rachmat Zulkiefli, Arizal Rahmasari, Defika Rahmawat, Dewi Rahmawati, Dewi Rahmawati Raina Azka, Vania Raju, Kaveesha RAYHAN AKBAR Restiany Arika Ribut Nawang Sari Rismawan, Diesty Rohmah, Umu Nazilatur Sabila, Ahda Saputri, Dwi Septika Ramadhan, Firai Simanullang, Marintan Sofiyanti, Imelda Sri Wahyuni Damanik Sukma Anjani, Fanny Tan, Suk Fei TANJUNG, VIVI RAMADHANI Vivi Ramadhani Tanjung Wahyuni Damanik, Sri Wivia Irianah, Catrin Yulinar, Renitha Zahra Deviyanti, Qolita Zahra Festiani, Fadhira Zega, Ros Sandririan Zhafira, Bilqis Zulkiefli, Arizal Rachmat