Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Buku Teks Matematika Kelas IV SD/MI Kurikulum Merdeka Penerbit Erlangga Berdasarkan Kriteria Bell Bebhe, Maria Magdalena; Qibtiyah, Maryatul; Lestari, Endah Putri; Septiani, Eka
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JPTI - Januari 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.371

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan buku teks matematika Kelas IV SD/MI Kurikulum merdeka penerbit Erlangga yang ditinjau dari kesesuaian materi ,kesesuaian metode penyampaian materi, kesesuaian karakter fisik buku, dan kesesuaian petunjuk untuk guru. Objek Penelitian adalah Buku Teks Matematika Kelas IV SD/MI. Metode yang digunakan adalah pustaka deskriptif yang dikumpulkan melalui metode observasi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa kesesuaian materi matematika pada buku teks Kelas IV SD/MI Kurikulum Merdeka Penerbit Erlangga Tahun 2022 berdasarkan kriteria Bell Termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase sebesar 90,48%. Kesesuaian metode penyampaian materi sebesar 71,43% (Baik). Karakter fisik buku sebesar 90,91% (Sangat Baik).. Sedangkan kesesuaian petunjuk untuk Guru sebesar 78,95% (Baik). Persentase tertinggi terdapat pada fisik buku matematika yaitu 90,91% dengan kategori sangat baik dan persentase terendah terdapat pada karakter fisik buku dengan persentase sebesar 71,42% dengan kategori baik.
ETNOGRAFI KOMUNIKASI: KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA DALAM TAKARIR DI AKUN INSTAGRAM REDAKSI ORTAX TENTANG PENCEGAHAN VIRUS CORONA Sari, Nur Indah; Septiani, Eka
JURNAL SKRIPTA Vol 7 No 2 (2021): SKRIPTA NOVEMBER 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v7i2.1968

Abstract

Kesalahan penggunaan bahasa banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh dari kesalahan penggunaan bahasa adalah tulisan yang diunggah oleh warga net ke media sosial Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan penggunaan bahasa dalam takarir di akun Instagram Redaksi Ortax tentang pencegahan virus corona. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa unggahan dari media sosial akun Instagram Redaksi Ortax tentang pencegahan virus corona. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi catat media sosial akun Instagram Redaksi Ortax tentang pencegahan virus corona. Analisis yang dipakai menggunakan analisis kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan penggunaan bahasa dalam takarir di akun Instagram Redaksi Ortax tentang pencegahan virus corona baik dari segi ejaan maupun dari segi diksi. Kesalahan ejaan yang sering terjadi dalam takarir di akun Instagram Redaksi Ortax tentang pencegahan virus corona adalah kesalahan penggunaan huruf kapital, kesalahan penggunaan huruf miring, kesalahan penulisan kata turunan, kesalahan penulisan singkatan, kesalahan penggunaan kata depan dan kesalahan penggunaan tanda garis miring serta ketidaklengkapan tanda titik. Sementara itu, kesalahan diksi yang sering terjadi dalam takarir di akun Instagram Redaksi Ortax tentang pencegahan virus corona adalah kesalahan pemilihan kata dan kesalahan penggunaan pengulangan kata.
The Use of Language in Anti-Bullying Campaigns on Social Media Sari, Nur Indah; Septiani, Eka
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): December
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i4.254

Abstract

This research aims to analyze the use of language in anti-bullying campaigns on social media, identify the types of language most effectively used in anti-bullying campaigns on social media, and understand the impact of language use in anti-bullying campaigns on public opinion. The method used is a qualitative approach with content analysis of 100 social media posts (Instagram, Facebook, and Twitter). The research results show that communication strategies using persuasive, emotive, and informative language effectively influence public opinion. Simple language, images, and videos are the most effective types of language. Language Communication Strategy: Persuasion (40%), emotive (30%), informative (30%). Type of Language: Simple language (60%), images (20%), videos (20%). Language Effectiveness: 80% of posts influence public opinion. Factors influencing the effectiveness of language: Source credibility (50%), content relevance (30%), audience interaction (20%). The conclusion of this research is that it can contribute to the development of effective communication through language in anti-bullying campaigns on social media and identify the language variables that influence the effectiveness of anti-bullying campaigns.  
Kritik Semiotik Pada Puisi Sajak Seonggok Jagung Karya WS. Rendra Saputry, Dessy; Hanifah, Husnun; Janah, Raudhatul; Septiani, Eka; Yuliana, Nita; Partika, Faqih Singgih; Nugroho, Bachtiar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda-tanda linguistik dan simbolik dalam puisi W.S. Rendra yang berjudul “Sajak Seonggok Jagung” melalui pendekatan kritik sastra semiotik. Pendekatan ini digunakan untuk mengungkap makna konotatif yang tersembunyi di balik struktur linguistik dan simbol-simbol dalam puisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi, berfokus pada identifikasi dan interpretasi tanda-tanda semiotik berdasarkan model triadik Charles Sanders Peirce yang terdiri dari representamen, objek, dan interpretant. Hasil analisis menunjukkan bahwa simbol “seonggok jagung” mengalami pergeseran maknadari representasi harapan dan produktivitas menjadi simbol ironi sosial dan kegagalan sistem pendidikan. Pada bagian awal puisi, jagung melambangkan kesederhanaan, kerja keras, dan harmoni kehidupan pedesaan. Namun, pada bagian selanjutnya, ia berubah menjadi tanda keterasingan manusia modern yang disebabkan oleh sistem pendidikan yang terlepas dari realitas sosial. Melalui tanda-tanda ini, Rendra menyampaikan kritik sosial yang tajam terhadap ketimpangan sosial, kemiskinan, dan pendidikan yang kehilangan esensi humanistiknya. Dengan demikian, puisi ini mencerminkan transformasi tanda sebagai representasi krisis identitas individu berpendidikan di tengah kesenjangan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa semiotika dapat mengungkap lapisan makna yang lebih dalam dalam teks sastra dan menempatkan sastra sebagai medium refleksi sosial dan moral.
Implementasi Gaya Kepemimpinan Pascaperubahan Identitas Klinik Utama Elon Abdulgani Tangerang Septiani, Eka
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.444

Abstract

Abstrak           Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi gaya kepemimpinan di Klinik Elon Abdulgani dalam konteks perubahan bentuk usaha dari kepemilikan perorangan menjadi Perseroan Terbatas (PT). Perubahan status hukum organisasi ini membawa dampak signifikan terhadap struktur manajemen, pola kerja, dan relasi antara pimpinan dan staf. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan utama: Bagaimana implementasi gaya kepemimpinan di Klinik Elon Abdulgani pada masa transisi dari klinik perorangan menjadi Perseroan Terbatas (PT)? Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan di klinik ini cenderung demokratis, yang ditandai dengan keterlibatan staf dalam pengambilan keputusan, komunikasi terbuka, dan pengakuan terhadap kontribusi individu. Meskipun demikian, dinamika perubahan organisasi juga menunjukkan adanya ciri-ciri kepemimpinan transformasional, seperti pemberian inspirasi, motivasi kerja, dan dorongan untuk tumbuh bersama dalam visi baru pasca perubahan status kelembagaan. Analisis menggunakan Teori Kepemimpinan Transformasional menurut Burns Bass menunjukkan bahwa pimpinan klinik berperan sebagai agen perubahan yang mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan kebutuhan tim pada masa transisi. Gaya kepemimpinan ini dinilai mampu menjaga stabilitas kerja, meningkatkan keterlibatan staf, dan memperkuat organisasi selama proses transformasi. Kata kunci: Gaya Kepemimpinan Demokratis; Kepemimpinan Transformasional; Klinik; Studi Kasus; Tangerang