Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Agroteksos

DETERMINAN PRODUKSI BENIH BAWANG PUTIH DI KECAMATAN SEMBALUN Danasari, Idiatul Fitri; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Anwar, Anwar; Mulyawati, Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.929

Abstract

This research aims to describe the characteristics of farmers and seed stockmen and analyze the determinants of garlic seed production in Sembalun District. The research was conducted through observations and interviews using questionnaires to farmers and garlic seed stockmen. The qualitative analysis method was used to identify the characteristics of farmers and seed stockmen and then quantitative analysis using multiple regression to identify the determinants of garlic seed production in Sembalun District. Based on the analysis conducted on 35 respondents (30 farmers and 5 seed stockmen) there were four variables that affect the production of garlic seeds in Sembalun District, namely wet garlic production (X1), the price of garlic seeds (X2), the price of wet garlic (X3), and the price of organic fertilizer (X4). Wet garlic production (X1) and the price of garlic seeds (X2) were found to have a positive effect while the price of wet garlic (X3) and the price of organic fertilizer (X4) had a negative effect on the production of garlic seeds in Sembalun District.
ANALISIS RISIKO USAHATANI NANAS DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Rakhman, Amry; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Danasari, Idiatul Fitri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.1002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pendapatan usahatani nanas di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur dan (2) menganalisis tingkat risiko produksi dan harga nanas di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan unit analisis adalah petani nanas di Kecamatan Pringgasela. Penentuan jumlah responden dilakukan secara quota sampling sebanyak 43. Pengambilan responden dilakukan secara accidental sampling. Alat analisis yang digunakan adalah: 1) analisis pendapatan; 2) analisis ragam (Variance); 3) analisis simpangan baku dan; 4) analisis koefisien variasi (KV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendapatan rata-rata yang diperoleh petani dalam usahatani nanas di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp. 18.145.578/LLG atau Rp. 38.607.612/Ha, dan tingkat risiko produksi usahatani nanas sebesar 0,04 < 0,5 artinya risiko yang dialami petani rendah dan risiko harga usahatani nanas sebesar 0,01< 0,5, artinya tingkat risiko produksi dan harga yang dialami petani adalah rendah (terhindar dari kerugian) di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Diharapkan bagi petani agar terus meningkatkan produksi, berdasarkan hasil penelitian usahatani nanas memiliki risiko yang kecil (terhindar dari kerugian). Bagi petani, dalam melakukan pengolahan, penanaman, pemupukan, penyemprotan dan pembersihan yang baik agar produksi nanas optimal. Bagi petani, diharapkan dapat melakukan pengendalian serangan hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman nanas sehingga tanaman tumbuh optimal.
PERAMALAN INDEKS HARGA KONSUMEN KELOMPOK MAKANAN DI KOTA MATARAM MENGGUNAKAN METODE ARIMA DAN DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING Agustina, Erna; Supartiningsih, Sri; Febrilia, Baiq Rika Ayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok makanan di Kota Mataram periode Januari-Desember 2024 menggunakan metode ARIMA dan Double Exponential Smoothing , serta memilih metode survei terbaik berdasarkan nilai Mean Square Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). . Metode penelitian ini menggunakan pendekatan survei kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa time series IHK kelompok makanan periode Januari 2020 – Desember 2023 di Kota Mataram yang diperoleh melalui website BPS NTB. Analisis IHK mencakup pola data kelompok makanan, penerapan masing-masing metode, serta tingkat akurasinya. Penelitian ini menunjukkan bahwa data IHK kelompok makanan yang dianalisis mengandung pola tren naik dan diperoleh Survei IHK kelompok makanan di Kota Mataram: (1) menggunakan model ARIMA (0,2,2) dengan nilai MSE sebesar 8,486 dan MAPE sebesar 2,25 %, (2) menggunakan metode DES satu parameter Brown dengan parameter α = 0,1 menghasilkan MSE sebesar 7,339 dan MAPE sebesar 2,06 %, dan metode DES dua parameter Holt dengan parameter α = 0,1 dan γ = 0,1 menghasilkan nilai MSE sebesar 6,939 dengan nilai MAPE 2,00 %. (3) Metode survei terbaik yaitu metode DES dua parameter Holt karena menghasilkan MSE dan MAPE terkecil dengan akurasi survei berkategori sangat baik (MAPE di bawah 10%).
ANALISIS EFISIENSI SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI UBIKAYU DI DESA TUMPAK KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Hidayanti, Anna Apriana; Usman, Abdullah; Tanaya, I Gusti Lanang Parta; Febrilia, Baiq Rika Ayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1217

Abstract

Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi pertanian ubi kayu dan Kabupaten Lombok Tengah merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang mempunyai wilayah pertanian lahan kering terluas di Pulau Lombok.Tanaman ubi kayu umumnya dikembangkan didaerah lahan kering sebagai tanaman alternatif apabila tanaman padi Luas panen, produksi dan produktivitas ubi kayu di Kabupaten Lombok Tengah lima tahun terakhir secara umum berfluktuasi dengan kecenderungan menurun, sehingga pendapatan petani ubi kayu pun otomatis menurun sehingga. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor (output) yang mempengaruh tingkat pendapatan (input) usahatani ubikayu dengan Metode Cobb Douglass dan Untuk mengetahui tingkat efisiensi usaha tani ubi kayu . Desa Tumpak adalah Desa dengan luas panen dan produksi ubi kayu terbanyak dibandingkan desa yang lain. Responden dalam penelitian inni ditetapkan sebanyak 40 responden yang dilakukan secara sensus. Berdasarkan hasil analisis penelitian maka kesimpulan dari penelitian ini adalah Perolehan R/C Ratio usahatani ubi kayu sebesar 2,02. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani ubi kayu layak diusahakan karena hasil analisis R/C Ratio menunjukkan nilai lebih besar dari satu (R/C Ratio > 1) kemudian variabel yang memiliki pengaruh negatif terhadap pendapatan usahatani ubi kayu di di Desa Tumpak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah adalah biata pestisida, biaya tenaga kerja dan tanggungan. Variabel yang memiliki pengaruh yang signifikan adalah terhadap pendapatan usahatani ubi kayu di di Desa Tumpak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah adalah luas lahan dan biaya tenaga kerja
THE WELFARE ANALYSIS OF CORN FARMERS' HOUSEHOLDS IN THE BUFFER AREA OF THE MANDALIKA SPECIAL ECONOMIC ZONE Hidayati, Asri; Septiadi, Dudi; Hidayanti, Anna Apriana; Febrilia, Baiq Rika Ayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1321

Abstract

The objective of this study is to: (1) Analyze the income of corn farmers in the buffer zone of the Mandalika Special Economic Zone (SEZ); (2) Assess the welfare levels of these farmers. The research was conducted in the buffer zone of the Mandalika SEZ, specifically in Mertak Village, Pujut District, Central Lombok Regency. This study employs a qualitative-descriptive research design. Data collection was carried out through interviews guided by questionnaires with 40 respondents, selected through accidental sampling. The data analysis techniques used in this study include: (1) Income analysis; (2) Household welfare level analysis. The results indicate that: (1) The average income from corn farming per planting season in the buffer zone of the Mandalika SEZ is IDR 11,928,400 per LLG or IDR 12,563,764 per hectare; (2) Based on the NTRP, Sajogyo, and BPS approaches, on average, corn farming households fall into the prosperous category. However, when considering distribution, 30% of farming households are still not prosperous according to the NTRP approach. Additionally, according to the Sajogyo criteria, 12.5% of households are categorized as poor, and 5% as extremely poor. Meanwhile, the BPS poverty analysis reveals that 47.5% of households are classified as poor.
ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN RETURN ON INVESTMENT USAHATANI TOMAT DI KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Nabilah, sharfina; Mandalika, Eka Nurminda Dewi; Febrilia, Baiq Rika Ayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai BEP dan ROI usahatani tomat di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian dilaksanakan di tiga Desa di Kecamatan Batukliang Utara, yaitu Desa Karang Sidemen, Desa Aik Bukak, dan dan Desa Lantan. Penentuan responden dilakukan secara sensus yaitu dengan pengambilan sampel secara keseluruhan dari populasi. Jumlah responden ditetapkan sebanyak 25 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) BEP produksi sebesar 282,49 kg, BEP penerimaan sebesar Rp2.219.052, dan BEP harga sebesar Rp3.812/kg, artinya petani sudah mendapatkan keuntungan dari kegiatan usahatani tomat karena hasil produksi tomat di kecamatan Batukliang sebesar 1.876 lebih tinggi dari nilai BEP produksi; kemudian penerimaan yang diperoleh petani yaitu sebesar Rp14.124.000 lebih tinggi dari nilai BEP penerimaan, dan harga jual tomat yaitu sebesar Rp7.720 lebih tinggi dari nilai BEP harga. (2) Nilai ROI yang diperoleh sebesar 97% artinya usahatani tomat di Kecamatan Batukliang Utara layak dijalankan karena menguntungkan.
MODEL STOCHASTIC FRONTIER PADA ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PRODUKSI PADI DI WILAYAH PENYANGGA KEK MANDALIKA Setiawan, Rifani Nur Sindy; Hidayati, Asri; Hidayanti, Anna Apriana; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Jamil, Farah Ainun; Mariun, Mariun
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani padi di wilayah penyangga kek Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil produksi. Data primer dikumpulkan melalui survei terhadap 30 petani padi dengan metode purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan model Stochastic Frontier Analysis (SFA) berbasis fungsi produksi Cobb-Douglas dengan pendekatan Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, tenaga kerja, pupuk urea, dan bibit berpengaruh signifikan terhadap produksi padi, sedangkan pupuk phonska dan pestisida tidak memberikan pengaruh nyata. Koefisien elastisitas tertinggi terdapat pada variabel luas lahan (0,722), diikuti tenaga kerja (0,216). Pupuk urea berpengaruh positif signifikan, sedangkan bibit justru berpengaruh negatif signifikan akibat penanaman bibit berlebih dalam satu lubang tanam. Nilai rata-rata efisiensi teknis petani sebesar 0,844, dengan rentang antara 0,531 hingga 0,997, yang menunjukkan bahwa mayoritas petani telah cukup efisien dalam mengelola input produksi, meskipun masih terdapat ruang perbaikan. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan efisiensi melalui penyuluhan dan pelatihan terkait dosis pestisida dan penggunaan bibit yang tepat, sehingga produktivitas padi di wilayah penelitian dapat lebih optimal. Kata kunci: efisiensi teknis, padi, Stochastic Frontier Analysis, faktor produksi