Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH TARIAN JA’I TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DALAM DARAH MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Pakaenoni, Eliza Princila Utami; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari; Lada, Christina Olly
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.656 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2648

Abstract

Jumlah penderita hiperkolesterolemia meningkat tiap tahun. Hiperkolesterolemia dapat dicegah dengan pola hidup sehat, salah satunya dengan berolahraga.Olahraga memiliki hubungan yang erat dengan tari dimana di dalam tari terdapat pola gerak tari dalam yang gerakannya dilakukan secara sistematis dengan iringan musik yang bertujuan sebagai sarana untuk mencapai kebugaran jasmani.Salah satu jenis tarian yang yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memenuhi kaidah olahraga adalah tarian ja’i. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tarian ja’i terhadap kadar kolesterol total dalam darah mahasiswa fakultas kedokteran universitas nusa cendana. Jenis metode penelitian ini adalah intervensi dengan pendekatan menggunakan desain penelitian eksperimen dengan control group design. Pengambilan sampel ini, dengan teknik simple random sampling, didapatkan sejumlah64 sampel yang dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan intervensi. Hasil dari uji menggunakan uji t-test berpasangan,tidak terdapat pengaruh tarian ja’i terhadap kadar kolesterol total dalam darah pada kelompok intervensi, dengan nilai p=0,242 (p>0,05), dan pada kelompok kontrol nilai p=0,036 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat pengaruh tarian ja’i terhadap kadar kolesterol total dalam darah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana secara signifikan
PENGARUH TARIAN JA’I (TRADITIONAL DANCE) TERHADAP FUNGSI EKSEKUTIF PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Rambu Kareri, Dyah Gita; Tallo Manafe, Derri R; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.594 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2650

Abstract

Fungsi eksekutif diperlukan dalam menjalani proses Pendidikan Kedokteran. Aktivitas fisik terbukti dapat memperbaiki fungsi eksekutif, salah satunya adalah Dance Movement Therapy (DMT). DMT merupakan suatu psikoterapi yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, kebugaran fisik dan fungsi sosial seorang individu. Salah satu jenis tarian tradisional yang sudah dikenal oleh masyarakat luas adalah Tarian Ja’i. Tarian ini melibatkan kelompok otot-otot besar di kepala/leher, tangan, dan kaki. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh latihan tarian Ja’i terhadap peningkatan fungsi eksekutif pada mahasiswa FK Undana. Metode penelitian ini merupakan penelitian randomized pre and post test controlled group design. Hasil dari penelitian ini didapatkan peningkatan yang signifikan skor uji TMT-B sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi (p=0,001) dan kelompok kontrol (p=0,01). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna selisih nilai trail making test part B sebelum dan sesudah dilakukan latihan DMT dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,372). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa DMT memiliki pengaruh dalam meningkatkan fungsi eksekutif mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang.
PENGARUH PEMBERIAN JUS DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA ORANG DEWASA DENGAN RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEBOBO KOTA KUPANG Halan, Sarah Octaviani; Woda, Rahel Rara; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.091 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2666

Abstract

Angka Kejadian diabetes melitus kian meningkat dari tahun ke tahun dan diabetes melitus tipe 2 merupakan kejadian diabetes terbanyak yang mencapai 90% dari semua kasus diabetes melitus. Daun tanaman kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan senyawa flavonoid. Senyawa ini sangat efektif dan aman dalam penurunan kadar glukosa darah sehingga dapat dijadikan alternatif dalam pencegahan diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian jus daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar glukosa darah puasa pada orang dewasa dengan risiko diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Jenis penelitian ini ialah eksperimental dengan desain penelitian yaitu Quasy-Eksperiment serta rancangannya berupa Non Equivalent Kontrol Group Design yang dilakukan di puskesmas Oebobo Kota Kupang. Sampel pada penelitian ini diambil secara Non-probability sampling dengan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 20 orang yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Hasil Uji Paired Sample T bahwa pada kelompok perlakuan, pemberian jus daun kelor tidak menurunkan kadar glukosa darah puasa secara signifikan pada orang dewasa dengan risiko diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang dengan nilai sig = 0,918 (p>0,05). Hasil uji Wilcoxon pada kelompok kontrol tidak menunjukkan penurunan kadar glukosa darah puasa yang signifikan dengan nilai sig = 0,505 (p>0,05). Hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian jus daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar glukosa darah puasa pada orang dewasa dengan risiko diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA (LAM.) DE WIT) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO Megariani, Maria Anggelina; Indriarini, Desi; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.399 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3349

Abstract

Bakteri yang merupakan penyebab utama dari penyakit infeksi biasanya merupakan flora normal, seperti Escherichia coli. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun lamtoro. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak daun lamtoro. Metode jenis penelitian yang digunakan adalah true experiment design dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Data diuji secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Kelompok perlakuan pada penelitian ini terdiri atas kontrol positif siprofloksasin, kontrol negatif aquadest steril dan kelompok konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56% dengan pengulangan 3 kali untuk masing-masing kelompok. Hasil penelitian ini terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun lamtoro, dengan nilai p=0,010 (p<0,050). Kesimpulan penelitian ini terdapat aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun lamtoro (Leucaena Leucocephala (Lam.) De Wit) terhadap bakteri Escherichia coli.
PENGARUH TARIAN JA’I DARI NUSA TENGGARA TIMUR TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Wora Wora, Marguerita Merpati Octaviani; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari; Telussa, Arley Sadra
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.908 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3351

Abstract

Mahasiswa kedokteran adalah kelompok yang cenderung memilih konsumsi makanan siap saji serta memiliki aktivitas fisikyang rendah. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Bila berlangsung lama dapat menyebabkan penyakit serius seperti Diabetes Melitus. Tarian Ja’i yang dikategorikan sebagai dance movement therapy merupakan salah satu pilihan terapi non farmakologis. Tarian Ja’i memiliki gerakan yang sedehana dengan melibatkan otot-otot besar.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tarian Ja’idari Nusa Tenggara Timur terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode Penelitian ini merupakan penelitian quasy experimental dengan rancangan penelitian pre and post test with control group yang dilakukan pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random samplingsebanyak 42 orang. Analisis data menggunakan uji ppaired t-test untuk melihat perubahan kadar glukosa darah tiap kelompok dan uji independent t-test untuk mengetahui pengaruh tarian ja’i terhadap kadar glukosa darah puasa. Hasil analisis pengaruh tarian ja’i terhadap kadar glukosa darah puasa pada mahasiswa kelompok intervensi dan kelompok kontrol berturut-turut menunjukkan nilai p=0,210 dan p= 0,205. Analisis pengaruh tarian ja’i terhadap kadar glukosa darah puasa pada mahasiswa menunjukkan nilai p=0,073(p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat pengaruh Tarian Ja’iyangsignifikanterhadap kadar glukosa darah puasa pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
UJI EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moring oleifera) SEBAGAI PENURUN KADAR ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH GALUR Sprague dawley Manek, Balthasar Kristoforus; Telussa, Arley Sadra; Folamauk, Conrad Liab H.; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.567 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3487

Abstract

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Kadar asam urat yang tinggi akan menyebabkan hiperurisemia, jika keadaan tersebut terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan penyakit gout. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa aktif yang berpotensi dapat menurunkan kadar asam urat tikus. Tujuan penelitian ini menentukan dosis ekstrak etanol daun kelor yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah tikus. Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental. Jumlah sampel yang digunakan adalah 24 ekor tikus putih (Rattus novergicus) galur Sprague dawley yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal, kelompok kontrol negatif yang diinduksi dengan jus hati ayam, kelompok kontrol positif yang diberikan allopurinol 18 mg/200gBB, dan kelompok perlakuan 1, 2, dan 3 yang diberikan ekstrak etanol daun kelor dengan dosis 40, 60 dan 80 mg/200gBB selama 12 hari. Perbedaan asam urat sebelum dan sesudah perlakuan pada masing-masing kelompok diuji dengan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan analisis Post hoc, sedangkan untuk mengetahui perubahan kadar asam urat perhari pengamatan dilakukan uji Friedman dan dilanjutkan dengan uji Post hoc. Hasil penelitian ini pada pemberian ekstrak etanol daun kelor dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah dan tidak memiliki perberbedan bermakna dengan allopurinol (p>0,05). Dosis 40, 60 dan 80 mg/200gBB memiliki efek yang sama dalam menurunkan kadar asam urat tikus dengan puncak penurunan terjadi pada hari ke-26 yaitu 1,76 mg/dl (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol dapat menurunkan kadar asam urat tikus. Dosis 40, 60 dan 80 mg/200gBB memiliki efektivitas yang sama dalam menurunkan kadar asam urat tikus dan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) juga memiliki efek yang sama dengan obat allopurinol dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah tikus
UJI EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALUMINIUM KLORIDA Dadi, Alvin Kiha; Lidia, Kartini; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.654 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3488

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang mempengaruhi masyarakat di seluruh dunia. Kontributor yang paling signifikan terhadap timbulnya anemia adalah defisiensi besi. Anemia defisiensi besi menyebabkan gangguan perkembangan kognitif dan fisikanak. Pada kehamilan menyebabkan peningkatan risiko bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, prematuritas, dan risiko perdarahan sebelum atau saa tpersalinan. Salah satu potensi makanan lokal yang kaya zatbesi dan tersedia secara luas tetapi belum dimanfaatkan sepenuhnya adalah daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor kaya akan zat besi dibandingkan bayam, kacang almond dan lebih banyak diserap kedalam darah. Hal ini menarik peneliti untuk melakukan penelitian mengenai “Uji Efek Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Kadar Hemoglobin pada Tikus Putih Galur Wistar yang Diinduksi Aluminium Klorida.” Tujuan penelitian ini untuk menguji efek ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar hemoglobin pada tikus putih galur Wistar yang diinduksi aluminium klorida. Metodologi penelitian true experimenta - randomized pretest and posttest with control group dengan30 sampelyang dibagidalam 6 kelompok dengan teknik randomisasi probability sampling. Data diuji secara parametrik menggunakan Paired T Test. Hasil uji statistik parametrik Paired T Test memiliki signifikansi 0,012 (p< 0,05) yang menunjukan adanya pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin tikus. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada tikus strain wistar yang diinduksi aluminium klorida
Hubungan Self Directed Learning Readiness Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Baptista, Yohanes; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari; Dedy, Maria Agnes Etty; Kareri, Dyah Gita Rambu
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.062 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5967

Abstract

Kesiapan belajar mandiri atau Self Directed Learning Readiness (SDLR) merupakan merupakan suatu kesiapan individu meliputi sikap, kemampuan, dan karakter personal yang diperlukan dalam pembelajaran mandiri. Pemahaman mengenai SDLR sangat diperlukan guna menunjang prestasi belajar. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai setelah melalui proses kegiatan belajar mengajar yang dapat dilihat melalui indeks prestasi. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara Self Directed Learning Readiness (SDLR) dengan prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana menggunakan kuesioner The Self-Directed Learning Readiness Scale Fisher et al (2001) dan data IPS semester genap tahun ajaran 2019/2020 mahasiswa angkatan 2017, 2018, 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah responden 69 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 38 mahasiswa (55,07%) memiliki SDLR tinggi, 31 mahasiswa (44,92%) dengan SDLR sedang dan tidak ada yang memiliki SDLR rendah, selain itu diapatkan hasil bahwa terdapat 59 mahasiswa (85,50%) dengan IPS dengan pujian, 10 mahasiswa (14,49%) dengan IPS sangat memuaskan dan tidak ada mahasiswa dengan IPS memuaskan. Hasil uji analisis bivariat pada penelitiaan ini diperoleh hasil p=0,515 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Self Directed Learning Readiness (SDLR) dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.
UJI EFEKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP MORTALITAS LARVA VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE Aedes aegypti Rahmaningtyas, Dewinda; Pakan, Prisca Deviani; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.8569

Abstract

Background. Dengue Hemorrhagic Fever is a disease caused by the dengue virus through the Aedes aegypti vector. The use of synthetic insecticides as larvicides is still ineffective because it caused environmental problems and target insect resistance. An alternative effort to overcome these negative impacts is to use biolarvicides from Moringa oleifera leaf extract which is more environmental friendly. The content of secondary metabolite compounds such as alkaloids, saponin, tanin and flavonoid in Moringa oleifera leaves can be used as biolarvicides which cause the death of larvae. Objective. To determine whether or not there is a larvicidal effect of Moringa’s leaf extract as biolarvicide against the death of Aedes aegypti mosquito larvae. Methods. Moringa’s leaf extract was made by maseration technique with 70% ethanol as the solvent. Phytochemical test was done to define the secondary metabolite Moringa’s leaf extract contain. 700 larvaes in III/IV stage of Aedes aegypti were used and divided into 7 groups which were positive control gorup with 100 ppm abate,negative control with aquadest and Moringa’s leaf extract group with increasing dose starting at 750 ppm, 1500 ppm, 2250 ppm, 3000 ppm, and 3750 ppm. Observation on the larval death was done in 24 hours with 4 replication. Results. The result of phytochemical analysis show that the extract contains alkaloid, saponin, terpenoid, saponin and tanin. The highest avarage of larval death was found in the highest concentration of the extract (3750 ppm), which is 19,5 larval death for Aedes aegypti. The result of Kruskall Wallis analysis showed that Moringa’s leaf as biolarvicide had a larvicidal effect on killing Aedes aegypti larvae (p=0,000). Using Probit Analysis LC50 of the extract for Aedes aegypti is 3589 ppm and LC99 is 10391 ppm . Conclusion. Moringa’s leaf extract as biolarvicide has a larvicidal effect on the mortality of Aedes aegypti larvae. Keywords : Moringa oleifera leaf, Aedes aegypti, Biolarvicide
Hubungan Tingkat Kecemasan Menghadapi Ujian dengan Skor Mini Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di FK UNDANA Tahun 2020 Purba, Julya Dasura; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari; Ratu, Kristian; Rante, Su Djie To Rante
Cendana Medical Journal Vol 10 No 2 (2022): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i2.8630

Abstract

Background : Medical students face many exams that trigger various levels of anxiety such as the Mini Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Mini Objective Structured Clinical Examination (OSCE) is one of the causes of high anxiety among medical students. If this is not handled properly, it can have an impact on passing the Mini Objective Structured Clinical Examination (OSCE) for medical students. Aims : Knowing the relationship between the level of anxiety in facing exams with the passing of the Mini Objective Structured Clinical Examination (OSCE) in the students of the Faculty of Medicine, and knowing the characteristics of age, place of residence, and gender of Undana Faculty of Medicine students third, fifth, and seventh semester Methods : An observational analytic study with cross sectional design which was conducted on pre-clinical students of the Faculty of Medicine, University of Nusa Cendana, batch 2017, 2018, and 2020. The sampling technique was stratified random sampling with a total sample of 107 people. Anxiety level data was obtained from filling out the Hamilton Anxiety Rating Scales (HARS) questionnaire and the Mini OSCE value was obtained from data taken from the Medical Education Unit (MEU) of the Faculty of Medicine, Nusa Cendana University. Data analysis used Gamma and Somers'd test. Results : Samples had different levels of anxiety, including 11 people (10.28%) not anxious, 27 (25.23%) mild anxiety, 61 (57.01%) moderate anxiety. weight anxiety eight people (7.48%). The Mini OSCE graduation reported that the sample who passed was 86 people (80.37%) and did not pass 21 people (19.63%). Conclusion : There is a relationship between the level of anxiety facing the exam with the score of Mini Objective Structured Clinical (OSCE) in Medicine Of Undana on 2020