Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Efek Kombinasi Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) dan Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) terhadap Ekspresi Gen eNOS pada Jaringan Hati Tikus Obes Sulaeman, Agus; Agustian, Salim; Susilawati, Elis; Muhsinin, Soni; Kaniawati, Marita; Feliana, Marita
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.23813

Abstract

Obesitas adalah kondisi patologis akibat akumulasi lemak berlebih yang meningkatkan risiko gangguan metabolik, termasuk disfungsi endotel yang ditandai oleh penurunan produksi Nitric Oxide (NO) sintesis oleh enzim Endothelial Nitric Oxide Synthase (eNOS). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) terhadap kadar NO serum dan ekspresi gen eNOS pada jaringan hati tikus obesitas. Penelitian eksperimental ini menggunakan tikus jantan yang diinduksi obesitas dengan pakan tinggi lemak dan karbohidrat selama 60 hari. Tikus dibagi enam kelompok: normal (kontrol negative), obesitas (kontrol positif), pembanding orlistat 10,8 mg/kgBB, ekstrak kunyit 200 mg/kgBB, ekstrak pegagan 20 mg/kgBB, dan kombinasi kunyit-pegagan 200:100 mg/kgBB. Parameter yang diukur meliputi berat badan, kadar NO serum (metode Griess), ekspresi gen eNOS (qPCR), kadar SGOT dan  SGPT. Hasil menunjukkan kombinasi ekstrak secara signifikan menurunkan berat badan dan meningkatkan kadar NO dibandingkan kelompok obesitas (p < 0,05), meningkatkan ekspresi gen eNOS serta secara (p< 0,05) signifikan menurunkan kadar SGOT dan SGPT . Penelitian ini mengindikasikan potensi kombinasi ekstrak kunyit dan pegagan sebagai agen preventif disfungsi endotel pada obesitas melalui peningkatan produksi NO dan regulasi ekspresi gen eNOS serta berperan sebagai hepatoprotektor. Kata Kunci: Ekstrak Kunyit, Ekstrak Pegagan, Ekspresi Gen eNOS, Jaringan Hati, Obesitas  Obesity is a pathological condition caused by excessive fat accumulation that increases the risk of metabolic disorders, including endothelial dysfunction characterized by decreased Nitric Oxide (NO) synthesis by the enzyme Endothelial Nitric Oxide Synthase (eNOS). This study aims to evaluate the effects of a combination of ethanol extracts of turmeric rhizome (Curcuma longa L.) and gotu kola leaves (Centella asiatica (L.) Urb) on serum NO levels and eNOS gene expression in the liver tissue of obese rats. This experimental study used male rats induced to become obese with a high-fat and high-carbohydrate diet for 60 days. The rats were divided into six groups: normal (negative control), obese (positive control), orlistat 10.8 mg/kgBW, turmeric extract 200 mg/kgBW, gotu kola extract 20 mg/kgBW, and turmeric-gotu kola combination 200:100 mg/kgBW. The measured parameters included body weight, serum NO levels (Griess method), eNOS gene expression (qPCR), SGOT and SGPT levels. The results showed that the combination of extracts significantly reduced body weight and increased NO levels compared to the obesity group (p < 0.05), increased eNOS gene expression, and significantly (p < 0.05) decreased SGOT and SGPT levels. This study indicates the potential of the combination of turmeric and pegagan extracts as a preventive agent for endothelial dysfunction in obesity through the enhancement of NO production and regulation of eNOS gene expression as well as acting as a hepatoprotector.
Potensi Anti-inflamasi Ekstrak Euphorbia heterophylla Desf.: Penelitian In Vitro dan In Vivo Susilawati, Elis; Pertiwi, Intan; Istiqomah, Aulia Nurfazri; Susilawati, Yasminwar; Levita, Jutti; Sumiwi, Sri Adi
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.23814

Abstract

Masyarakat secara tradisional menggunakan daun Kate Mas (Euphorbia heterophylla Desf.) untuk mengatasi kesulitan buang air besar. Penelitian sebelumnya melaporkan daun E. heterophylla memiliki aktivitas antioksidan DPPH dan anti-inflamasi pada tikus diinduksi karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak E. heterophylla (EEH) secara in vitro pada suspensi sel darah merah yang diinduksi larutan hipotonik, serta untuk mengevaluasi efek EEH dalam uji in vivo pada hewan yang diinduksi dengan larutan putih telur 1%. Studi in vitro menggunakan metode HRBC (Human Red Blood Cell) dengan darah yang dirusak larutan hipotonik sebagai media uji yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-vis pada panjang gelombang 560 nm. Metode in vivo dilakukan pada tikus yang dibagi secara acak menjadi lima kelompok (n=5): kelompok kontrol positif (Na-CMC), kelompok pembanding (diklofenak natrium 4,5 mg/kg BB), dan tiga kelompok uji (EEH 50, 100, 200 mg/kg BB). Semua kelompok diinduksi dengan putih telur 1% pada telapak kaki tikus. Parameter yang diukur adalah nilai IC50 dan persentase inhibisi edema pada kaki tikus setiap 30 menit selama 180 menit. Hasil: Skrining metabolit sekunder pada EEH menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, kuinon, dan steroid/triterpenoid. EEH menunjukkan nilai IC50 yang tergolong aktif sebagai anti-inflamasi dan mampu mengurangi volume edema. Kesimpulan: EEH berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengobatan anti-inflamasi. Kata Kunci: Anti-Inflamasi, Euphorbia heterophylla, Putih Telur, Larutan Hipotonik, Human Red Blood Cell The community traditionally uses Kate Mas (Euphorbia heterophylla Desf.) leaves to alleviate constipation. Previous studies reported that E. heterophylla leaves possess DPPH antioxidant and anti-inflammatory activities in carrageenan-induced rats. This study aims to analyze the effect of E. heterophylla extract (EEH) administration in vitro on red blood cell suspensions induced by a hypotonic solution, and to evaluate the effects of EEH in vivo on animals induced with 1% egg white solution. The in vitro study was conducted using the Human Red Blood Cell (HRBC) method, where red blood cells were subjected to damage by a hypotonic solution as the test medium. The measurement was performed using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 560 nm. The in vivo method was conducted on rats randomly divided into five groups (n=5): positive control group (Na-CMC), comparison group (diclofenac sodium 4.5 mg/kg BW), and three test groups (EEH 50, 100, 200 mg/kg BW). All groups were induced with 1% egg white on the rat's paw. The parameters measured were the IC50 value and the percentage of edema inhibition in the rat’s paw every 30 minutes for 180 minutes. Results: Secondary metabolite screening of EEH showed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, quinones, and steroids/triterpenoids. EEH demonstrated an IC50 value classified as active anti-inflammatory and was able to reduce edema volume. Conclusion: EEH has the potential to be developed as an anti-inflammatory treatment.