Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Media Video Sebagai Sarana Peningkatan Kesadaran K3 di SMK NU Muara Padang Kabupaten Banyuasin: Studi Quasi Eksperimen Waldani, Dina; Pardede, Eva Elfrida; Seprina, Iin; Fitriani, Putri Alya; Oktarina, Salsabila
Journal of Education on Social Science (JESS) Vol 10 No 1 (2026): Public Service and Governance
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jess.v9i3.628

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is an important component that cannot be separated from human activities, both in industrial and educational environments. There are still students who do not pay attention to occupational safety aspects in workshops, such as not wearing complete personal protective equipment (PPE) and not understanding safe work procedures. This condition shows that the level of OSH awareness among students is still low. This study aims to determine the effectiveness of video media in increasing student awareness of OSH. This study used a quantitative quasi-experimental design, with the research sample consisting of students majoring in light vehicle engineering and motorcycle engineering at SMK NU Muara Padang. The instruments used included an OSH awareness questionnaire, observation sheets, and educational videos. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with a paired t-test. The results showed that the average knowledge score before the OSH promotion using videos was 38.69, and after the promotion, it was 44.69 (delta mean knowledge score of 6). The average attitude score before the K3 promotion using videos was 63.52 and after was 75.29 (delta mean attitude score of 1.77). The average K3 awareness score before the K3 promotion using videos was 52.60 and after was 60.94 (delta mean awareness score of 8.34). The results of the paired t-test show that there is a significant difference between K3 promotion using video media and the increase in knowledge (p=0.000) and attitude (p=0.000). Video media has been proven to be effective in increasing students' knowledge and attitudes about OSH. There is a need to develop other similar educational video media in the form of demonstration videos, especially regarding ergonomic work positions and prevention efforts, as well as improving occupational health and safety.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASI GURU SMA MUHAMMADIYAH TUBOHAN MELALUI PELATIHAN TERSTRUKTUR BERBASIS KODING SCRATCH Ariska, Melly; Akhsan, Hamdi; Anwar, Yenny; Seprina, Iin; Rahmannisa, Amanda; Wati, Lira Diska; Afrizal, Muhammad
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 menuntut guru memiliki keterampilan digital, khususnya kemampuan berpikir komputasi dan koding. SMA Muhammadiyah Tubohan sebagai sekolah berbasis nilai keagamaan dan lingkungan menunjukkan kepedulian tinggi terhadap penguatan kompetensi digital guru. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum memahami dasar-dasar koding dan belum menerapkan pendekatan berpikir komputasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasi guru melalui pelatihan terstruktur berbasis Scratch sebagai media pengenalan koding visual yang ramah bagi pemula lintas mata pelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif dengan pendekatan pelatihan tiga tahap, meliputi: (1) pengenalan konsep berpikir komputasi, (2) praktik koding visual menggunakan Scratch, dan (3) penyusunan proyek mini berbasis mata pelajaran. Peserta terdiri dari 20 guru lintas bidang studi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test kemampuan berpikir komputasi, observasi praktik langsung, serta kuesioner umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor post-test sebesar 82,6% dibanding pre-test rata-rata 46,1%, dengan tingkat retensi pemahaman konsep mencapai 78% setelah dua minggu. Sebanyak 90% peserta mampu menyusun proyek koding sederhana, seperti simulasi ujian, permainan edukatif, dan alat bantu hitung berbasis geometri. Urgensi penelitian ini terletak pada minimnya model pelatihan yang kontekstual dan aplikatif bagi guru di wilayah semi-perkotaan. Kontribusi nyata dari kegiatan ini adalah terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif dan terbuka terhadap teknologi, sekaligus mendorong guru untuk mengintegrasikan koding sebagai media pengayaan dan penilaian alternatif. Hasil ini memperkuat pentingnya program pengembangan profesional guru berbasis teknologi yang berkelanjutan dalam menciptakan sekolah yang tangguh terhadap tantangan era digital.