Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KUNJUNGAN PASIEN PROLANIS OLEH PESERTA PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) DI PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024 : Hafiza, Fitri Yanur; Arbi, Anwar; Hasnur, Hanifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28852

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau yang di singkat Prolanis merupakan sebuah metode ataupun sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan pro-aktif yang di laksanakan secara terintegrasi dan melibatkan peserta di antaranya fasilitas kesehatan dan BPJS kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta bpjs kesehatan yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif/efisien. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi peserta prolanis Kesehatan kelas III golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Tahun 2022 berjumlah 60 orang. Sampel jumlah keseluruhan populasi peserta prolanis. Penelitian ini dilaksanakan pada 28 – 31 Desember 2023 dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan angket. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square melalui SPSS. Hasil analisis univariat menunjukan 35,0% pelayanan kunjungan prolanis kurang dimanfaatkan, 41,7% pengetahuan kurang baik, 40% dukungan keluarga tidak ada, 28,3% fasilitas kesehatan kurang baik, 45% sikap petugas kesehatan negatif. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pengetahuan (p- value=0,000), dukungan keluarga (p-velue=0,002), fasilitas kesehatan (p-velue= 0,003), sikap petugas kesehatan (p-velue=0,002) dengan pemanfaatan pelayanan kunjungan pasien prolanis oleh peserta PBI di Puskesmas Batoh Kota Banda 2023
FAKTOR HUBUNGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI PUSKESMAS MEUKEK ACEH SELATAN Annisa Farma, Auliya; Arbi, Anwar; Ramadhaniah, Ramadhaniah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28861

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorhagic Fever (DHF) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae yang dapat ditularkan melalui gigit enyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorhagic Fever (DHF) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae yang dapat ditularkan melalui gigitan yamuk Aedes Aegypti yang terinfeksi virus Dengue ke manusia. Penyakit DBD dapat menyerang semua orang dan bisa mengakibatkan kematian. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Meukek Kabupaten Aceh Selatan berjumlah 6.478 KK. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sampel sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik proportional sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08-20 Desember 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner dan lembaran ceklist. Analisis data univariat dan bivariat uji chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 38,0% ada keberadaan jentik nyamuk Aedes Aegypti, 58,0% tidak ada pemberantasan sarang nyamuk (PSN), 57,0% pengetahuan kurang baik, 71,0% sikap negatif, dan 66,0% tidak ada peran jumantik. Hasil uji statistik ada hubungan antara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) (p-value 0,001), pengetahuan (p-value 0,002). Sedangkan tidak ada hubungan sikap (p-value 0,071), peran jumantik (p-value 0,0366) dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes Aegypti di wilayah kerja Puskesmas Meukek Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2023. Disarankan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Meukek agar selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin, mencegah terjadinya genangan air, membersihkan isi rumah secara rutin, melakukan 3M (menutup, mengubur, menguras) dan membakar sampah agar terhindar dari perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes Aegypti.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN RHINITIS ALERGI PADA ANAK USIA 5-11 TAHUN DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PUSKESMAS MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2023 Lisma, Wirna; Arbi, Anwar; Andria, Dedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29567

Abstract

Rhinitis alergi adalah kondisi peradangan pada mukosa hidung yang dipicu oleh paparan alergen. Berdasarkan data yang di peroleh dari Puskesmas Meuraxa Banda Aceh terjadi peningkatan pada tahun 2021 terdapat 230 kasus Rhinitis alergi, pada tahun 2022 terdapat 875 kasus Rhinitis alergi sedangkan pada tahun 2023 terdapat 930. Permasalahan dalam penelitian yaitu didaerah Meuraxa Banda Aceh kasus Rhinitis alergi yang paling rentan adalah anak-anak karena sistem kekebalannya masih melemah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis faktor risiko kejadian Rhinitis alergi pada anak usia 5-11 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Meuraxa Banda Aceh Tahun 2023. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan desain case control. Sampel dalam penelitian sebanyak 96 responden yang terdiri kasus 48 dan kontrol 48 dengan menggunakan perbandingan 1:1. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 27 Desember 2023 - 9 Januari 2024. Analisis data menggunakan uji statistic chi-square dengan prorgram komputer SPSS 25. Hasil analisis univariat menunjukkan anak  yang mengalami Rhinitis alergi  (50%), kelembapan yang tidak memenuhi syarat  (70,8%), ada riwayat asma (85,4%), ada kepemilikan hewan peliharaan (64,6%), dan ada riwayat keluarga (83,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara kelembapan (p-value = 0,001, OR = 0,048), riwayat asma (p-value = 0,001, OR = 29,286), kepemilikan hewan peliharaan (p-value = 0,001, OR = 4,429), dan riwayat keluarga (p-value = 0,001, OR = 29,286) dengan kejadian Rhinitis alergi pada anak usia 5-11 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Meuraxa Banda Aceh tahun 2023. Kesimpulan adalah kelembapan, riwayat asma, kepemilikan hewan peliharaan, dan riwayat keluarga menjadi faktor terjadinya penyakit Rhinitis alergi pada anak usia 5-11 tahun.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA > 6 – 59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEURAXA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2023 Almahera, Resty Silvia; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Arbi, Anwar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29847

Abstract

Stunting merupakan kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor risiko stunting pada balita usia >6–59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain Case Control. Sampel yang diambil sebanyak 100 responden dengan menggunakan perbandingan 1 : 1 sehingga total responden 200 terdiri dari 100  balita stunting dan 100 kelompok control yang tidak stunting. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi- Square dengan program komputer SPSS 25.  Berdasarkan Hasil uji Chi square terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting p-value = 0,048 dengan nilai OR = 1,758, ASI Ekslusif Dengan Kejadian Stunting p-value = 0,016 dengan nilai OR = 1,988, Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting p-value = 0,034, OR = 1,831, Kesehatan Lingkungan Dengan Kejadian Stunting p-value = 0,004, OR = 2,270, Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting p-value = 0,046, OR = 1,778. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan ke lima variabel memiliki hubungan dengan kejadian stunting.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU LANSIA DI GAMPONG BEURAWE KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH TAHUN 2023 kausar, aidil; Arbi, Anwar; Santi, Tahara Dilla
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37165

Abstract

Posyandu lansia bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan lanjut usia. Namun tingkat pemanfaatan posyandu masih rendah pada tahun 2021 persentase di Gampong Beurawe Kecamatan Kuta Alam 36,6% menunjukkan masih di bawah target yaitu 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisa Kunjungan kunjungan Posyandu lansia Gampong Beurawe Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Peneltian ini bersifat Diskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Lansia yang berumur  60 tahun di Gampong Beurawe sebanyak 269 orang. Sampel penelitian sebanyak 80 orang, Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional random sampling. Penelitian dilakukan dari tanggal 10 s/d 12 Juli 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh 61,2% kunjungan posyandu tidak teratur, 72,5% berpengetahuan kurang, 43,8% sikap negatif, 52,5% menyatakan dukungan keluarga tidak mendukung dan 46,2% menyatakan kualitas pelayanan kurang. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan  (p - 0,02), sikap (p -0,019), dukungan keluarga (p -0,008) dan kualitas pelayanan (p - 0,026)  dengan kunjungan posyandu lansia di Gampong Beurawe Kecamatan Kuta Alama Kota Banda Aceh. Kesimpulan bahwa pengetahuan, sikap, kualitas pelayanan adalah faktor yang berhubungan dengan kunjungan posyandu lansia Gampong Beurawe  Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh.
DETERMINANT OF THE BEHAVIOR OF KADARZI (NUTRITION AWARE FAMILIES) IN TODDLER MOTHERS AT WORK AREA OF THE REUBEE HEALTH CENTERS, DELIMA DISTRICT, PIDIE REGENCY Arbi, Anwar; Ariska, Tasya; Liana, Intan; Zakaria, Radhiah; Agustina, Agustina
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v8i1.1568

Abstract

Background: Kadarzi (Nutrition Aware Families are families with balanced nutritional behavior that who are able to recognize, prevent and overcome nutritional problems in every member of their family. Families are said to have good Kadarzi behavior if they have implemented the five Kadarzi indicators, weigh themselves regularly, give exclusive breastfeeding, eat a variety of foods, use iodized salt and consume nutritional supplement. The national target for nutrition-conscious families is 80%. Reubee Community Health Center, of the five indicators of Kadarzi, two indicators that have not reached the target are exclusive breastfeeding (75%) and the indicator of using iodized salt is only 12%. Methods: This research is descriptive analytic with a cross sectional design. Univariate and bivariate data analysis with Chi Square test. Results: Research showed that there was a relationship between knowledge (p value=0.001), family income (p value=0.004), with levels of Kadarzi behavior of mothers with toddlers and there was no relationship between husband's support (p value=0.288) and the behavior of Kadarzi of toddlers mothers. Recomendation: To the Reubee Health Centers staffs to be able to increase counseling activities about the importance of implementing the Nutrition Awareness-Family for mothers of toddlers in the working area of Community Health Centers, in order to increase their knowledge of toddlers nutritional healt.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA, KONDISI FISIK LANSIA DAN PENGETAHUAN DENGAN CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA DI KECAMATAN JAYA BARU BANDA ACEH Arbi, Anwar; Agustina, Agustina; Zakaria, Radhiah; Laili, Badrul
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.907

Abstract

Latar Belakang: Proyeksi angka harapan hidup penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan dari 70 tahun pada periode 2010-2015 menjadi 72 tahun pada periode 2030-2035. Salah satu bentuk perhatian yang serius terhadap lanjut usia adalah terlaksananya pelayanan pada lanjut usia melalui Posyandu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan peran keluarga, kondisi fisik lansia dan pengetahuan dengan cakupan pelayanan kesehtaan lansia di kecamatan Jaya BAru Banda Aceh tahun 2020. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data di analisis secara univariat, analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga (p=0.001), kondisi fisik lansia (p=0.001), pengetahuan (p=0.001) berhubungan dengan cakupan pelayanan Kesehatan lansia di wilayah kerja kecamatan Jaya Baru Banda Aceh. Sehinnga dukungan keluarga, kondisi fisik lansia dan pengetahuan berhubungan dengan cakupan pelayanan lansia. Saran: Kepada instansi terkait (Dinas Kesehatan dan Puskesmas) disarankan untuk lebih meningkatkan sosialisasi dan memaksimalakan kualitas pelayanan Posyandu lansia.
Faktor yang Berhubungan Dengan Pencegahan Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2023 Simahara, Riski Bike; Arbi, Anwar; Ariscasari, Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3428

Abstract

Diare adalah buang air besar lebih dari tiga kali per hari pada balita, disertai konsistensi feses yang berubah menjadi cair bisa juga disertai dengan lendir atau darah, berlangsung kurang dari seminggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pencegahan diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2023. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita sebanyak 1722 ibu di wilayah kerja Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh. Pengambilan sampel sebanyak 95 responden dari 16 desa, menggunakan tehnik Accidental Sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 13 – 20 Juli Tahun 2023 dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Data di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square melalui aplikasi software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 77,9% responden melakukan pencegahan diare, 55,8% responden memiliki pengetahuan yang kurang baik, responden dengan sikap positif 58,9%, sebagian besar ibu balita tidak bekerja 52,6%, hanya 35,8 % ibu balita yang tidak memberikan ASI Ekslusif. Ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0,006), sikap (pvalue 0,000), pemberian ASI ekslusif (p-value 0,005). Tidak ada hubungan antara pekerjaan (p-value 0,102) dengan pencegahan diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2023. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk terus memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar menghindari segala bentuk faktor terjadinya diare pada balita.Kata kunci: Pencegahan Diare, Pengetahuan, Sikap, Pekerjaan, Pemberian ASI EkslusifDiarrhea is defecation more than three times per day in toddlers, accompanied by a stool consistency that turns liquid and may also be accompanied by mucus or blood, lasting less than a week. The aim of this research is to determine the factors associated with preventing diarrhea in toddlers in the Meuraxa City Health Center Working Area, Banda Aceh City in 2023. This research is descriptive analytical with a cross-sectional approach. The population in this study were all 1722 mothers with toddlers in the working area of the Meuraxa Health Center, Banda Aceh City. Samples were taken of 95 respondents from 16 villages, using the Accidental Sampling technique. The research was conducted on 13 – 20 July 2023 by means of interviews using a questionnaire. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test via the SPSS software application. The results showed that 77.9% of respondents were preventing diarrhea, 55.8% of respondents had poor knowledge, 58.9% of respondents had a positive attitude, most of the mothers of toddlers did not work 52.6%, only 35.8% of mothers of toddlers who do not provide exclusive breastfeeding. There is a relationship between knowledge (p-value 0.006), attitude (p-value 0.000), exclusive breastfeeding (p-value 0.005). There is no relationship between work (pvalue 0.102) and preventing diarrhea in toddlers in the working area of the Meuraxa Health Center, Banda Aceh City in 2023. It is recommended that health workers continue to provide education and counseling to the community to avoid all forms of factors causing diarrhea in toddlers.Keywords: Prevention of diarrhea, Knowledge, Attitudes, Occupation, Exclusive Breastfeeding
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Perilaku Murid Membuang Sampah di SDN 10 Banda Aceh Sari, Ela Yulmita; Amin, Fauzi Ali; Arbi, Anwar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3425

Abstract

Kota Banda Aceh yang merupakan Ibu Kota Provinsi Aceh, tahun 2022 rata-rata menghasilkan sampah 230 ton/hari. Pengelolaan sampah sangat didukung oleh kesadaran masyarakat yang tinggi akan pentingnya masalah sampah di lingkungannya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan merupakan tempat anak belajar dan menerapkan tata cara pembuangan sampah yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan sikap dengan perilaku murid dalam membuang sampah di SD Negeri 10 Banda Aceh Tahun 2022. Metode penelitian deskriptik analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 95 murid. Sampel berjumlah 95 responden. Pengumpulan data dilakukan 7 s/d 15 September 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan pengetahuan (p = 0.013), Sikap (p = 0.003), peran guru (p = 0.000), peran orang tua (p = 0.022), fasilitas (p = 0.014) dan peran petugas kesehatan (p = 0,012) terhadap perilaku murid dalam membuang sampah di SD Negeri 10 Banda Aceh Tahun 2022. Kesimpulan penelitian adalah pengetahuan, sikap, peran guru, fasilitas, peran orang tua, dan peran petugas kesehatan memiliki hubungan dengan perilaku membuang sampah.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, SampahBanda Aceh City, which is the capital city of Aceh Province, in 2022 will produce an average of 230 tons of waste per day. Waste management is strongly supported by high public awareness of the importance of waste problems in their environment. School as an educational institution is a place for children to learn and apply good and correct waste disposal procedures. The purpose of this study was to determine the relationship between attitude knowledge and student behavior in disposing of garbage at SD Negeri 10 Banda Aceh in 2022. The analytical descriptive research method used a cross sectional research design. The population of this research is 95 students. The sample is 95 respondents. Data collection was carried out from 7 to 15 September 2022. Data was analyzed using the Chi-Square test. The results showed that there was a relationship between knowledge (p = 0.013), attitude (p = 0.003), the role of the teacher (p = 0.000), the role of parents (p = 0.022), facilities (p = 0.014) and the role of health workers (p = 0.012) ) on students' behavior in disposing of garbage at SD Negeri 10 Banda Aceh in 2022. The conclusion of the study is that knowledge, attitudes, the role of teachers, facilities, the role of parents, and the role of health workers have a relationship with the behavior of disposing of garbage.Keywords: Knowledge, Attitude, Garbage
Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kontrasepsi Pada Wus di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Sigli Maulita, Rima; Wardiati, Wardiati; Arbi, Anwar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3396

Abstract

Salah satu program pembangunan yang telah dilaksanakan untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut adalah melalui program keluarga berencana. Upaya penurunan angka kelahiran dilakukan dengan cara pemakaian kontrasepsi secara sukarela kepada pasangan usia subur. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan dalam latar belakang, peneliti melihat masih banyak penurunan pada pemanfaatan pelayanan kontrasepsi dipengaruhi beberapa faktor yaitu; regulasi, ekonomi, pengetahuan, jarak atau akses tempat pelayanan kontrasepsi, pelayanan kesehatan, dan waktu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan KB serta hambatan-hambatan yang dialami oleh WUS yang sudah menikah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview dan FGD. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kota Sigli, Desa Blok Bengkel, Blok Sawah dan Desa Tanjong Krueng. Data dianalis secara manual. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 1 orang petugas KIA, 2 bidan desa, dan 17 WUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kontrasepsi di Puskesmas Kota Sigli sudah berjalan dengan baik. Jenis alat kontrasepsi yang banyak digunakan oleh WUS yaitu suntik. Pelayanan kontrasepsi yang sering dimanfaatkan WUS yaitu Puskesmas. Sarana dan prasarana seperti poster,leaflet disediakan oleh Puskesmas. Pengetahuan WUS tentang kontrasepsi sudah baik. Bagi WUS yang mendapatkan pelayanan kontrasepsi di tempat praktek swasta harus bayar. Kata Kunci : kontrasepsi, pelayanan, WUS One of the development programs that have been implemented to address this population problem is through the family planning program. Efforts to reduce the birth rate are carried out by voluntarily using contraception for couples of childbearing age. Based on the description that has been presented in the background, the researchers see that there is still a large decline in the use of contraceptive services due to several factors, namely; regulation, economy, knowledge, distance or access to contraceptive services, health services, and time. the aim of the study was to find out the use of family planning services and the obstacles experienced by married WUS. The research was conducted using qualitative methods with a phenomenological design. This research was conducted at the Sigli City Health Center, Blok Bengkel Village, Sawah Block and Tanjong Krueng Village. Then the collected data was summarized, analyzed manually. The informants in this study consisted of 1 MCH officer, 2 village midwives, and 17 WUS. The results of the study showed that contraceptive services at the Sigli City Health Center were running well. The type of contraception that is widely used by WUS is injection. Contraceptive services that are often used by WUS are Puskesmas. Facilities and infrastructure such as posters, leaflets are provided by the Puskesmas. WUS knowledge about contraception is good. Obstacles in terms of regulation, namely the husband does. WUS who get contraception services in private practice must pay. Keywords: contraception, services, WUS.