Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang berhubungan pada kejadian penyakit pneumonia di balita usia 1-5 tahun Fattah, Teuku Muhammad; Arbi, Anwar; Septiani, Riza
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jz71za59

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Kasus pneumonia di Aceh tahun 2022 secara keseluruhan yaitu sebesar 22,62 %. Aceh Besar menduduki peringkat ketiga tertinggi setelah Aceh Tengah dan Kota Langsa. Berdasarkan laporan data dari Puskesmas Peukan Bada, sekitar 45 balita terkena penyakit pneumonia dari total kunjungan balita sakit sekitar 1.087. Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan pada kejadian penyakit pneumonia di balita usia 1-5 tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif pada desain case control.Metode: Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi penelitian yaitu orang tua balita usia 1-5 tahun, kelompok kasus 27 orang dan kontrol 27 orang dengan total sampel 54 sampel. Penelitian ini dilakukan pada Februari 2025. Uji statistik menggunakan Chi Square Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukan balita di kelompok kasus ada sekitar 50,0% dan kelompok kontrol 50%, status gizi baik sekitar 50,0%, pengetahuan cukup sekitar 41,7%, pendidikannya menengah ada sekitar 53,3%, tidak merokok ada sekitar 40,0%, ventilasi rumahnya di kategori memenuhi syarat ada sekitar 56,7%.Kesimpulan: Terdapat hubungan status gizi (p= 0,001), pengetahuan (p= 0,004), pendidikan (p= 0,026), status merokok (p= 0,002), dan ventilasi (p=0,003) pada kejadian penyakit pneumonia di balita usia 1-5 tahun.
The Relationship between Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) Consumption Patterns and the Risk of Type 2 Diabetes in the Lam Bheu Village Community, Darul Imarah, Aceh Besar Arbi, Anwar; Liana, Intan; Nur, Arnela; A’yun, Quratta
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 8 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i8.552

Abstract

The increase in consumption of Packaged Sweetened Beverages (SSBs) in adolescents is a major contributor to obesity and a metabolic risk factor leading to Type 2 Diabetes. The number of DMT2 sufferers in Aceh Besar in 2018 based on doctor's diagnosis was 1.7% compared to cases throughout Indonesia which was only 1.5%. And the prevalence data of DM based on doctor's diagnosis in the population above the age of 15 years reached 2.4% compared to Indonesia which was only 2.0% according to the profile data of the Aceh Besar Regency Health Office, Darul Imarah District, there were patients with DM reaching 1,153 people. This study aims to determine the relationship between consumption patterns of packaged sweetened beverages (sugar-sweetened beverages-SSBs) with the risk of type 2 diabetes in the Lambheu Darul Imarah Aceh Besar village community. This research method uses a cross-sectional design. The population was 1,438 people aged 18-30 years, with a sample size of 222 using a proportional random sampling technique. Data were collected through SSBs questionnaires and BMI measurements. Analysis was performed using the Chi-Square test to determine associations. Bivariate analysis showed a significant association between high SSBs consumption and an increased risk of T2DM, with an Odds Ratio of 3.12 (p<0.05). Conclusion: SSBs consumption is a behavioral risk factor strongly associated with an increased risk of T2DM in the community. The community needs to be provided with routine education, and education and training involving multiple sectors, to control community behavior.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Masyarakat Untuk Memanfaatkan PUSKESMAS Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2022 Qasthari, Wegina Salsa; Arbi, Anwar; Anwar, Syarifuddin
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i3.864

Abstract

Jumlah Puskesmas di Provinsi Aceh yakni sebanyak 359 puskesmas yang terdiri dari 158 unit Puskesmas rawat inap , Puskesmas non rawat inap terdiri dari 201 unit. Jumlah puskesmas tahun 2019 ini meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya yakni terdiri dari 348 unit , dengan jumlah puskesmas rawat inap sebanyak 156 unit dan puskesmas non rawat inap sebanyak 192 unit (Dinkes Aceh,2019). Tujuan penelitian : untuk menggetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Masyarakat Untuk Memanfaatkan Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, populasi pada penelitian ini adalah 30.506 masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 masyarakat. Dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Yang dilaksanakan pada 01-02 Maret 2022 dengan 4 orang enumerator. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi-square, data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang dapat dikatakan minat ialah responden yang berkunjung lebih dari satu kali, maka 75% masyarakat memiliki minatmemanfaatkan puskesmas, 72% keluarga yang mendukung, 59% masyarakat pengetahuan baik, 60% persepsi masyarakat yang mengatakan baik pada pelayanan petugas kesehatan, 60% masyarakat bersikap negatif dan 70% fasilitas pelayanan Kesehatan baik. Dari hasil uji statistik bivariat ada hubungan antara minat masyarakat memanfaatkan puskesmas dengan dukungan keluarga (P-value=0,000), pengetahuan (P-value=0,000), pelayanan petugas kesehatan (P-value=0,005), sikap (P-value=0,018), sedangkan variabel fasilitas pelayanan kesehatan tidak terdapat hubungan (P-value=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini, adanya hubungan antara dukungan keluarga, pengetahuan, pelayanan petugas kesehatan, sikap, fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas kuta alam kota banda Aceh tahun 2022.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di PUSKESMAS Samadua Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2021 Rafiqa, Urwatur; Ichwansyah, Fahmi; Arbi, Anwar
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i4.924

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan tingkat layanan terkait pemenuhan harapan dan kebutuhan konsumen. Artinya, layanan bisa disebut berkualitas jika memenuhi sebagian besar harapan para konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan protocol kesehatan nakes, jadwal pelayanan kesehatan, pemberlakuan WFH dan WFO, dan membatasi kegiatan dengan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Samadua di Kabupaten Aceh Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 Juni sampai dengan 18 Juni 2022. Hasil penelitian univariat kualitas pelayanan saat Covid-19 93.81%, protokol kesehatan saat Covid-19 62.89%, jadwal pelayanan kesehatan saat Covid-19 63.92%, pemberlakuan WFH dan WFO saat Covid-19 60.82%, dan membatasi kegiatan saat Covid-19 60.82%. Sedangkan kualitas pelayanan sebelum Covid-19 57.73%, protokol kesehatan sebelum Covid-19 54.64%, jadwal pelayanan kesehatan sebelum Covid-19 57.73%, pemberlakuan WFH dan WFO sebelum Covid-19 58.76%, dan membatasi kegiatan sebelum Covid-19 58.76%. Bivariat menunjukkan tidak ada hubungan sebelum dan saat Covid-19 antara protokol kesehatan dengan p value 0.026 dan 0.084, jadwal pelayanan nakes dengan p value 0.605 dan 0.885, pemberlakuan WFH dan WFO dengan p value 0.382 dan 0.224, dan membatasi kegiatan dengan p value 0.940 dan 0.762. Hasil uji T menunjukkan ada perbedaan kualitas pelayanan kesehatan sebelum dan saat Covid-19 dengan p value 0.001.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Usia Prasekolah Di TK Pembina Lembah Sabil Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2022 Nazifa, Nourah; Santi, Tahara Dilla; Arbi, Anwar
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i4.929

Abstract

Efek ketidakmandirian dapat menimbulkan kerugian pada anak yaitu anak tidak bisa secara optimal mengembangkan kepribadian, kemampuan sosialisasi dan keadaan emosionalnya akan terhambat. Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi terbentuknya karakter anak pada usia prasekolah. Sehingga pola asuh yang berbeda-beda tersebut akan menghasilkan karakter dan kemandirian anak usia prasekolah yang berbeda-beda pula. Pola asuh orang tua terbagi menjadi tiga yakni otoriter, permisif dan demokratis. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua anak usia prasekolah (4-6 tahun) di TK Pembina Lembah Sabil Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya berjumlah 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total population dengan mengambil seluruh populasi menjadi sampel. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 14 sampai dengan 23 Juni tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji statistik menggunakan SPSS dengan uji yang dipilih adalah uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 46,7% anak usia prasekolah mandiri, 35,6% pola asuh otoriter digunakan, 33,3% pola asuh demokratis dan 57,8% pola asuh permisif. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pola asuh otoriter (p-value=0,027), pola asuh demokratis (p-value=0,011), pola asuh permisif (p-value=0,003) dengan kemandirian anak usia prasekolah di TK Pembina Lembah Sabil Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2022. Disarankan kepada orang tua anak usia prasekolah di TK Pembina Lembah Sabil Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya agar dapat mengkombinasikan pola asuh otoriter, permisif dan demokratis didalam mendidik anak usia prasekolah dengan tepat sehingga dapat meningkatkan kemandirian anak.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kedisiplinan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja Di PT Perkebunan Lembah Bhakti Aceh Singkil Norvalinda, Norvalinda; Wardiati, Wardiati; Arbi, Anwar
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 3 Juli 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i3.1444

Abstract

Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atas lingkungan kerja, dalam usaha melindungi tenaga kerja hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu pengamanan setempat, peralatan, lingkungan kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja untuk melindungi dari bahaya kesehatan. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pekerja di PT. Perkebunan Lembah Bhakti Aceh Singkil berjumlah 656 orang khusus di bagian tanaman. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik simple random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 87 orang responden. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 01 sampai dengan 12 bulan November Tahun 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, dianalisis dengan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa 39,1% pekerja PT. Perkebunan Lembah Bhakti tidak disiplin menggunakan APD saat bekerja, 63,2% pekerja ada mengalami penyakit akibat kerja. Hasil uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan antara penyakit akibat kerja (p-value=0,001), pengetahuan (p-value=0,001), sikap (p-value=0,009), masa kerja (p-value=0,037) dengan kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja di PT. Perkebunan Lembah Bhakti Aceh Singkil. Kepada pihak perusahaan supaya menyediakan alat pelindung diri yang lengkap dan seluruh pekerja disarankan memakai alat pelindung diri supaya terhindar dari PAK, untuk pihak K3 yang berwenang disarankan untuk rutin memantau para pekerja saat sedang bekerja agar dapat meningkatkan kesehatan dan keselamatan para pekerja di PT. Perkebunan Lembah Bhakti.
Factors Associated With The Incidence of Diarrhea in Toddlers in The Meureubo Health Center Working Area, Meureubo Sub-District, West Aceh District in 2023 Fassa, Muhammad; Amin , Fauzi Ali; Arbi, Anwar; Khairuman, Khairuman
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 4 (2024): Journal of Pedagogi - August
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/an0m0420

Abstract

Diarrhea is a potential endemic disease that can result in extraordinary outbreaks (KLB) and is often associated with mortality. According to data from the Meureubo Health Center in 2022, this center recorded the highest percentage of diarrhea cases among toddlers, reaching 67%. This study aims to examine the relationship between several factors clean water sources, latrine facilities, household waste management, wastewater disposal, maternal knowledge and education, nutritional status, personal hygiene, and environmental sanitation and the incidence of diarrhea in toddlers within the Meureubo Health Center working area, Meureubo District. This quantitative research utilizes a cross-sectional design and was conducted from May 13-29, 2023. The population includes all toddlers in the Meureubo Health Center working area, with a sample size of 97. Proportional random sampling was used to select the 97 respondents. Data were analyzed using the chi-square test with Stata 15, including univariate and bivariate analyses. The univariate results show that 43.30% of toddlers experienced diarrhea, 19.58% lacked access to clean water, 5.15% had inadequate latrine facilities, 57.73% faced insufficient household waste management, and 21.65% had improper wastewater disposal systems. Additionally, 30.93% of mothers had poor knowledge, 35.05% had a primary education level, 20.62% of toddlers were malnourished, and 39.18% had poor personal hygiene and environmental sanitation. Bivariate analysis reveals significant relationships between diarrhea incidence in toddlers and clean water sources (p-value: 0.0001), latrine facilities (p-value: 0.013), household waste management (p-value: 0.0001), wastewater disposal (p-value: 0.0001), maternal knowledge (p-value: 0.0001), maternal education (p-value: 0.036), nutritional status (p-value: 0.022), and personal hygiene and environmental sanitation (p-value: 0.0001). It is recommended that health workers, particularly those in health promotion, provide counseling on personal hygiene and environmental cleanliness.