Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Karakter Fisiologi, Hasil dan Kualitas Beberapa Varietas Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt L.) Akibat Perlakuan Salinitas Nurdin, Muhammad Yusuf; Usnawiyah, Usnawiyah; Erliza, Siti; Fridayanti, Nelly; Lukman, Lukman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 2 (2023): Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i2.12559

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditi unggulan bernilai ekonomi tinggi dan sangat disukai masyarakat, sehingga permintaan pasar terhadap komoditi ini sangat tinggi, tetapi produksi jagung manis masih belum optimal. Alih fungsi lahan dan tingkat kesuburan tanah menjadi faktor pembatas produksi jagung manis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh varietas dan salinitas terhadap hasil dan kualitas jagung manis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah varietas jagung manis terdiri dari 3 taraf yaitu Varietas Bonanza, Varietas Golden Boy, dan Varietas Master Sweet. Faktor kedua adalah pemberian NaCl terdiri dari 3 taraf yaitu 0 gram/tanaman (0%), 8 gram/tanaman (0,08%) dan 16 g/tanaman (0,16%). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Analisis data mengggunakan uji F, jika berbeda nyata pada taraf 5% dilakukan uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan (UJBD) taraf 0.05. Pengujian data statistik menggunakan software SAS V9. 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap klorofil daun, diameter tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, jumlah baris per tongkol dan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar gula. Konsentrasi NaCl berpengaruh nyata terhadap klorofil daun dan luas daun, serta terdapat interaksi pada klorofil daun, luas daun, bobot tongkol dengan kelobot dan bobot tongkol tanpa kelobot.
Pengaruh Pemberian Pupuk Fosfat dan Mikoriza Arbuskula pada Pertumbuhan Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Safrizal, Safrizal; Usnawiyah, Usnawiyah; Latifah, Latifah; Fridayanti, Nelly; Yurni, Irma; Mauliza, Rifkah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i3.15453

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dikenal dengan minyak nilam. Minyak nilam banyak digunakan sebagai bahan baku dan pencampur dalam industri makanan, kosmetik dan farmasi. Produktivitas nilam sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti nutrisi atau hara. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penyerapan hara oleh tanaman adalah dengan menggunakan pupuk fosfat yang dikombinasikan dengan mikroorganisme seperti fungi mikoriza arbuskula. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian variasi dosis fosfat dan dosis mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan tanaman nilam. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 Faktorial dengan 3 ulangan. Faktor Fosfat (P) terdiri dari 4 taraf, yaitu P0=0 g/tanaman, P1=0.50 g/tanaman, P2=0.75 g/tanaman, P3=1.0 g/tanaman, faktor Mikoriza Arbuskula (M) terdiri dari 4 taraf, yaitu M0=0 g/tanaman, M1=5 g/tanaman, M2=10 g/tanaman, M3=15 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 0.50 g/tanaman dosis fosfat mampu meningkatkan diameter batang, dan jumlah daun tanaman nilam. 15 g/tanaman dosis mikoriza arbuskula berpengaruh meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, dan jumlah daun tanaman nilam.
Pengaruh Karakter Pertumbuhan Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) pada Pemberian Pupuk Fosfat dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Usnawiyah, Usnawiyah; Safrizal, Safrizal; Latifah, Latifah; Nurdin, Muhammad Yusuf; Lukman, Lukman; Khaidir, Khaidir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i3.15456

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman atsiri utama di Indonesia. Untuk menghasilkan minyak nilam yang bermutu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman nilam yaitu dengan pemberian pupuk fosfat dan fungi mikoriza arbuskula (FMA). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk fosfat dan FMA terhadap pertumbuhan tanaman nilam. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor yang diuji dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk fosfat (P0 = 0 g/tanaman, P1 = 0.50 g/tanaman, P2 = 0.75 g/tanaman dan P3 1.0 g/tanaman) sedangkan faktor kedua adalah dosis FMA (M) (M0 = 0 g/tanaman, M1 = 5 g/tanaman, M2 = 10 g/tanaman dan M3 = 15 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk fosfat 0.50 g/tanaman meningkatkan klorofil daun tanaman nilam.  Dosis FMA 15 g/tanaman memberikan pengaruh terhadap klorofil daun, panjang akar terpanjang, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering, dan infeksi akar.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Terung (Solanum melongena L.) Akibat Pemberian Serbuk Cangkang Telur Ayam Handayani, Murziola; Wirda, Zurrahmi; Usnawiyah, Usnawiyah; Fridayanti, Nelly; Rafli, Muhammad; Lukman, Lukman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i3.15457

Abstract

Penggunaan varietas yang tidak tepat dan pemupukan yang tidak seimbang mengakibatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman menjadi rendah. Oleh karena itu penggunaan varietas unggul dan serbuk cangkang telur ayam merupakan salah satu cara alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan varietas dan serbuk cangkang telur ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung serta interaksi keduanya. Penelitian dilaksanakan di Desa Blang Asan Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara dan Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Waktu pelaksanaan dari bulan April sampai Juni 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Varietas terung sebagai faktor pertama dan serbuk cangkang telur ayam sebagai faktor kedua. Faktor pertama terdiri dari Yuvita F1 (V1) dan Mustang F1 (V2). Faktor kedua terdiri 25 g/tanaman (C1), 30 g/tanaman (C2), 35 g/tanaman (C3), dan 40 g/tanaman (C4). Data hasil analisis secara statistik menunjukkan bahwa perlakuan varietas memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun dengan perlakuan Yuvita F1 (V1), sedangkan perlakuan Mustang F1 (V2) memberikan hasil yang lebih baik terhadap parameter jumlah buah, panjang buah, berat buah, dan diameter buah. Perlakuan serbuk cangkang telur ayam 40 g/tanaman (C4) memberikan pertumbuhan dan hasil produksi yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Tidak adanya interaksi antara varietas dan serbuk cangkang telur ayam pada semua parameter pengamatan.
Karakteristik Fenotipik Akar Jagung manis (Zea mays Sacharata sturt. L) Akibat Aplikasi Kalium dan Cendawan Mikoriza Arbuskular Nurdin, Muhammad Yusuf; Usnawiyah, Usnawiyah; Aisahniati, Aisahniati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 2 No. 4 (2023): Vol 2, No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jimatek.v2i4.18312

Abstract

Dalam mengimbangi perkembangan industri yang memanfaatkan jagung manis sebagai bahan baku, maka meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi mesti menjadi perhatian. Penggunaan kombinasi kalium dan cendawan mikoriza arbuskula dapat menjadi alternatif untuk uapaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenotipik akar jagung manis akibat penggunaan berbagai dosis kalium dan cendawan mikoriza arbuskula, serta untuk mengetahui interaksi antara keduanya. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu aplikasi kalium (K) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 (kontrol), K1 (0.50g/polybag), K2 (0.75g/polybag) dan K3 (1.0g/polybag). Faktor kedua yaitu aplikasi cendawan mikoriza arbuskula (M) yang terdiri dari M0 (kontrol), M1 (10g/polybag),M2 (20g/polybag), dan M3 (30g/polybag). Parameter yang diamati meliputi panjang akar, berat basah akar, berat kering akar dan derajat infeksi cendawan mikoriza pada akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kalium dan cendawan mikoriza arbuskula memperlihatkan interaksi nyata terhadap derajat infeksi akar, tetapi pada panjang, berat basah dan berat kering akar tidak menujukkan interaksi antara kedua perlakukan. Pada perlakuan tunggal terlihat bahwa penggunaan kalium berpengaruh nyata pada berat basah akar dan cendawan mikoriza arbuskula berpengaruh nyata terhadap parameter panjang dan berat basah akar.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Akibat Pemberian Pupuk NPK dan Biochar Sekam Padi Susilo, Dimas; Usnawiyah, Usnawiyah; Nurdin, Muhammad Yusuf; Nazirah, Laila; Ramadhani, Almuna; Fadhliani, Fadhliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 20
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan perkembangan industri pakan dan makanan di Indonesia, namun produksi kacang tanah cenderung belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman kacang tanah akibat penggunaan pupuk NPK dan biochar sekam padi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu Pupuk NPK (N) terdiri dari 4 taraf yaitu N0: tanpa pemberian pupuk NPK, N1: pemberian 20 g/plot pupuk NPK, N2: pemberian 30 g/plot pupuk NPK dan N3: pemberian 40 g/plot pupuk NPK. Faktor kedua yaitu Biochar Sekam Padi (B) terdiri dari 3 dosis yaitu B0: tanpa pemberian biochar, B1: pemberian 1 kg/plot biochar, dan B2: pemberian 2 kg/plot biochar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada pupuk NPK dengan dosis 40 g/plot (N3) yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah pada peubah jumlah cabang tripodial, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan produksi ton/ha. Kemudian perlakuan biochar sekam padi terbaik terdapat pada B2 dengan dosis 2 kg/plot yang memberikan respon terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah pada peubah jumlah cabang tripodial, jumlah biji pertanaman, jumlah polong per tanaman dan produksi (ton/ha). Pemberian pupuk NPK dan biochar sekam padi belum menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah.
Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Kaum Ibu Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Handayani, Rd Selvy; Usnawiyah, Usnawiyah; Ismadi, Ismadi; Hafifah, Hafifah; Zuliati, Septiarini; Ningrum, Sintia; Pulungan, Widy Septiarni; Audina, Yola; Pasaribu, Tari Anggraini
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menciptakan fenomena meningkatnya penghobi tanaman hias dan menciptakan peluang bisnis baru. Meningkatnya hobi tanaman hias sebagai imbas dari pembatasan kegiatan di luar rumah menjadi salah satu peluang bisnis rumahan yang menjanjikan. Demikian halnya di desa Mesjid, halaman rumah masyarakat banyak yang dihiasi tanaman hias, termasuk diantaranya adalah jenis tanaman anggrek. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah tidak memliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan perbanyakan dan pemeliharan tanaman serta melakukan persilangan tanaman anggrek. Teknik perbanyakan tanaman konvensional dan persilangan tanaman anggrek penting dilakukan untuk meningkatkan jumlah tanaman dan dapat menghasilkan jenis tanaman baru yang diharapkan memiliki keunikan sehingga harganya mahal. Oleh karena itu perlu dicari peluang usaha dan peningkatan kemampuan warga. Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat tentang sistem perbanyakan vegetatif tanaman anggrek dan cara persilangan tanaman anggrek. Kegiatan penyuluhan serta pelatihan perbanyakan dan persilangan tanaman anggrek akan dilakukan di Gampong Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara. Kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan akan dilakukan dari bulan September sampai November 2022. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Kaum Ibu Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Komunitas pecinta anggrek Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya tanaman anggrek serta mendapat kan ketrampilan cara melakukan penyerbukan buatan (penyerbukan silang maupun sendiri) pada bunga anggrek.
Pemanfaatan Lahan Salin Tadah Hujan Untuk Budidaya Sorgum Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir; Yusuf N, Muhammad; Sari Dewi, Elvira
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3841

Abstract

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 440.330 ha lahan yang terkategorikan sebagai lahan salin. Salah satu contoh dapat dilihat di kawasan pesisir Aceh yang kondisi ini diperparah setelah terjadinya tsunami 16 tahun silam. Lahan yang tertimbun lumpur tsunami menunjukkan kadar garam (Na) di lahan sawah yang terendam air laut mencapai 1.000 ppm. Sorgum sebagai tanaman C4 relatif mudah beradaptasi dengan daerah panas atau kering bahkan lahan dengan kandungan salinitas tinggi sekalipun. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan lahan salin untuk budidaya sorgum sebagai upaya deversifikasi dan swasembada pangan diera kenormalan baru dan mengkaji ketahanan beberapa varietas sorgum terhadap salinitas di daerah berpotensi kering tinggi. Penelitian ini dilakukan di Desa Blang Nibong Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara,  Provinsi Aceh menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri atas sawah tadah hujan salin dekat pantai (berjarak lebih kurang 100) dan jarak 300 meter dari pantai. Dua varietas yang diuji yaitu Numbu dan Samurai 2 menunjukkan respon berbeda pada parameter pertumbuhan dan hasil. Numbu dapat disimpulkan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap lahan dengan salinitas tinggi dibandingkan dengan Samurai 2. Kata Kunci: sorgum, salin, tadah hujan, marjinal, pangan alternatif
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun Akibat Perlakuan Pupuk Limbah Kulit Kopi dan Jarak Tanam Paiman, Paiman; Solihuddin, Mahin; Hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi; Usnawiyah, Usnawiyah; Handayani, Rd. Selvy
Agrium Vol 16 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.5868

Abstract

Bawang daun adalah tanaman semusim yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Petani sering mengandalkan pupuk kimia dalam membudidayakan komoditas ini, sehingga produksi bawang daun menjadi lebih kecil. Penelitian ini mencoba mengkaji penggunaan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kulit kopi untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Jarak tanam yang sesuai merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di Gampong Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah pada bulan Februari-Juli 2019. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama yaitu pupuk limbah kulit kopi menggunakan 4 taraf yaitu (P0) 0 g/tanaman, (P1) 60 g/tanaman, (P2) 90 g/tanaman, dan (P3) 120 g/tanaman. Faktor kedua yaitu  jarak tanam yang menggunakan empat taraf yaitu (J1) 10 cm x 20 cm, (J2) 15 cm x 20 cm  dan (J3) 20 cm x 20 cm. Pemberian pupuk tunggal berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati, kecuali pertumbuhan tanaman dan hasil daun bawang. Pemberian pupuk 90 g per tanaman (P2) meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang hijau. Penerapan ruang tanam secara tunggal berpengaruh terhadap panjang akar, berat kering dan segar per rumpun, hasil per plot dan per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam terbaik yang diterapkan adalah 10 cm x 20 cm (J1). Terjadi interaksi antara pemberian pupuk kulit kopi dan jarak tanam terhadap jumlah anakan, jumlah daun dan panjang akar. Interaksi terbaik terdapat pada pemberian pupuk 90 g/tanaman dengan jarak tanam 10 cm x 20 cm (P2J1).
Kerentanan Relatif Beras Putih Terhadap Infestasi Hama Kumbang Bubuk Beras Mustikarani, Asri; Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Munauwar, Muhammad Muaz; Latifah, Latifah; Putri, Novita Pramahsari
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4052

Abstract

Beras termasuk komoditas pangan masyarakat Indonesia selain jagung dan sorgum. Hama kumbang bubuk termasuk penyebab kerusakan beras di penyimpanan. Kerentanan beras dipengaruhi oleh jumlah F1 dan median waktu perkembangan hama kumbang bubuk. Penelitian bertujuan menentukan kerentanan beras putih terhadap infestasi hama kumbang bubuk beras selama penyimpanan. Jenis beras putih yang digunakan terdiri dari berbagai varietas padi yaitu Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Inpari 30, Inpari 32, 42, 44, dan Inpari Sidenuk. Pengujian kerentanan menggunakan metode tanpa uji pilihan. Variabel pengamatan meliputi jumlah F1, median waktu perkembangan, indeks kerentanan, dan susut berat beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan beras tersebut ditentukan oleh jumlah F1, median waktu perkembangan, dan persentase susut berat. Beras dari Varietas Ciherang dan Cieugelis tergolong moderat sampai rentan, sedangkan dari Varietas Inpari 30, 32, 42, 44, Inpari Sidenuk, dan Mekongga tergolong moderat terhadap infestasi S. oryzae selama penyimpanan.