Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Local Wisdom Values of Arakan Sahur, Takbiran, and Hadrah Tradition in Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat (An Ethnolinguistics Study) Afria, Rengki; Chotimah, Khusnul; Izar, Julisah; Fatrizal, Fatrizal; Fardinal, Fardinal; Maharja, Syafria
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43905

Abstract

ndonesia has a variety of cultures and local wisdom. One of the local wisdoms is the tradition carried out by an ethnic group. As a country that has a cultural diversity, there are many traditions carried out by local communities in Indonesia. for example, in Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi Province. Kuala Tungkal is an area that is still in attached to its traditions. This research aims to describe local wisdom in the traditions in Kuala Tungkal, namely arakan sahur, takbiran, and hadrah tradition. This research is included in the type of qualitative descriptive research. The data in this research are in the form of the arakan sahur, takbiran, and hadrah tradition. Based on the result of disscussuon, the Kuala Tungkal Muslim community rejoices in welcoming Islamic holidays and without any doubt shows the public to uphold their Malayness. Abstrak Indonesia memiliki beragam budaya (culture) dan kearifan lokal (local wisdom). Salah satu kearifan lokal adalah tradisi-tradisi yang dilakukan oleh sekelompok etnis. Sebagai negara yang memiliki keragaman budaya, terdapat banyak sekali tradisi-tradisi yang dilakukan oleh masyarakat-masyarakat di daerah di Indonseia. Misalnya di daerah Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Tajung Barat, provinsi Jambi. Kuala Tungkal merupakan daerah yang masih lekat dengan tradisinya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kearifan lokal pada tradisi-tradisi yang ada di Kuala Tungkal yaitu Arakan Sahur, Takbiran, dan Hadrah Tradisi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa tradisi arakan sahur, takbiran dan hadrah tradisi. Berdasarkan hasil pembahasan masyarakat muslim Kuala Tungkal yang bersuka ria menyambut hari-hari besar Islam dan tanpa ada keraguan menunjukkan kepada khalayak untuk menjunjung tinggi kemelayuannya.
DEIKSIS SOSIAL PADA NOVEL SAGARAS KARYA TERE LIYE Izar, Julisah; Sholiha, Mar’atun; Wanti, Nurdiana; Losi, Rizky Vita
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v5i2.5802

Abstract

Dalam ilmu pragmatik, khususnya pada kajian dieksis terdapat beberapa jenis yang harus diketahui, salah satunya adalah jenis deiksis sosial. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis deiksis sosial yang terdapat pada novel SagaraS karya Tere Liye dan  untuk mengetahui fungsi apa saja pada novel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif dengan teknik pengolahan data analisis secara deskriptif, di mana peneliti menjabarkan hasil dari data temuan yang ada ditemukan, kemudian dijabarkan secara jelas dan terperinci. Berdasarkan hasil penelitian, deiksis sosial yang terdapat pada novel SagaraS adalah sebanyak tiga puluh dua data yang mana terdapat perbedaan sosial dari faktor usia, status dan  hubungan antara teman sebaya.
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT DAERAH JAMBI KE NASKAH DRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SASTRA DI SDN 217 KOTA JAMBI Suryani, Irma; Izar, Julisah; Warni; Afria, Rengki; Susanti, Nurfitri
Jurnal PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v2i3.335

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini ialah untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada guru SDN 217 Kota Jambi mengenai cara menganalisis secara struktural yaitu tema, amanat, alur, latar, tokoh dan penokohan cerita rakyat daerah Jambi yang sangat bervariasi. Selanjutnya tujuan PPM ini agar guru-guru mampu membuat naskah drama berdasarkan unsur-unsur instrinsik yang sudah dianalisis tersebut. Guru akan mempunyai pengetahuan dan pengalaman terkait menulis naskah drama dalam menentukan tema. Selanjutnya guru mampu menentukan amanat. Selain itu para guru mahir menyusun alur dengan rangkaian peristiwa yang mempunyai hubungan sebab akibat. Selain mahir memilih latar, guru juga mahir mengembangkan karakter tokoh berdasarkan tokoh yang sudah ditetapkan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tersebut diberikan dengan metode sosialisasi dan pelatihan pembuatan naskah drama dan dapat digunakan di dalam kelas. Target yang ingin dicapai dalam sosialisasi dan pelatihan ini adalah guru mendapat pengetahuan mengenai sastra anak yang berhubungan dengan cerita rakyat dan naskah drama. Hasil analisis dan produk guru dalam bentuk naskah drama, sangat memungkinkan untuk meningkatkan kepribadian atau karakter siswa, disamping dapat memberikan hiburan.
Kata Sapaan dalam Konteks Kekerabatan pada Masyarakat Melayu di Desa Tanjung Bai Kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan Julianty, Mega; Hadiyanto, Hadiyanto; Izar, Julisah
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.837

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas mengenai Kata Sapaan dalam Konteks Kekerabatan pada Masyarakat Melayu di Desa Tanjung Bai Kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatra Selatan. kata sapaan ialah tindak tutur yang digunakan untu memulai sebuah percakapan atau menunjukan perhatian kepada orang lain. Kata sapaan kekerabatan ialah kata yang digunakan untuk memanggil atau menyapa orang yang masih memiliki hubungan persaudaraan, yang timbul dari perkawinan atau darah. Kata sapaan kekerabatan terdiri dari Nenek, Kakek, Ibu, Ayah, kakak, Adik, Paman, Bibi, Anaak, Cucu, dan lain- lainnya. Sedangkan Sapaan Nonkekerabatan di luar hubungan darah ataupun perkawinan. Kata sapaan non kekerabatan dapat digunakan untuk menyapa orang dari segi bidang agama, bidang adat, bidang, Jabatan dan sapaan pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk kata sapaan kekerabatan dan non kekerabatan dalam Bahasa Melayu Palembang di Desa Tanjung Bai. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa jenis kata sapaan yang ditemukan yaitu sapaan pertalian darah terdapat 31 data, sapaan perkawinan terdapat 35 data, sapaan umum terdapat 8 data, sapaan adat terdapat 2 data, sapaan agama terdapat 6 data, sapaan profesi terdapat 5 data dan sapaan jabatan terdapat 2 data.
Meaning Shift in Arabic Social Media: A Cultural-Semantic Study Harianto, Neldi; Afria, Rengki; Izar, Julisah; Defrianti, Denny; Hasani, Salman
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v9i2.14743

Abstract

The phenomenon of social media has introduced new dynamics in the development of the Arabic language, particularly in relation to shifts in vocabulary meanings influenced by cross-cultural interaction, digital technology, and online communication practices. This study aimed to examine meaning shifts in Arabic as used on social media through a cultural-semantic approach. The research focused on identifying vocabulary items that underwent semantic change, whether through narrowing, broadening, or connotative shifts, and on analyzing the cultural factors underlying these changes. The study employed a qualitative method using a cultural-semantic framework, with data drawn from utterances, posts, and conversations circulating on popular platforms such as Twitter (X), Instagram, and TikTok. The findings indicate that semantic shifts in Arabic social media emerge through complex interactions among linguistic, social, and cultural dimensions. Based on Cruse’s theory of semantics, most meaning changes occur at the level of sense relations, primarily through mechanisms such as broadening, narrowing, and metaphorical extension. For instance, the word متابع (mutābi‘), which lexically means “follower,” has undergone narrowing to specifically denote a “social media follower” in the digital context. From Duranti’s perspective of cultural semantics, these shifts are not merely linguistic phenomena but also reflect processes of identity formation and value negotiation within Arab digital communication culture. Each term that experienced semantic change embodies the dynamics of digital life, reflecting values such as ijtima‘iyyah (social connectedness), shuhrah (popularity), and ta‘bīr dhāti (self-expression).
Implementasi Model Pembelajaran Project based Learning (PJbL) pada Mata Kuliah Pragmatik untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FKIP Universitas Jambi Izar, Julisah; Nasution, Muhammad Muslim; Fitriah, Siti; Wilyanti, Liza Septa
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan menulis artikel ilmiah mahasiswa pada mata kuliah Pragmatik dengan menggunakan model pembelajaran PJbL(Project Based Learning). Adapun metode penelitian yang diguanakan adalah dengan menerapkan metode peneitian tindakan kelas, dimana hasil tulisan dideskripsikan dengan pendekatan kulitatif dan hasil nilai dideskripsikan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penerapan model pembelajaran PJbl menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa semakin baik terbukti dnegan nilai rata-rata pada pre test sebesar 69,0 dan hasil pot test 1 72,70 dan hasil post test 2 80,84 dan hasil belajar meningkat. Maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaraN PJbL berhasil meingkatkan kemampuan menulis artikel ilmiah mahasiswa sastra Indonesia pada mata kuliah Pragmatik.
The Persuasive Strategies Found in Beauty Products Slogans on Instagram Losi, Rizky Vita; Meliala, Moses Hirja; Izar, Julisah
Best Journal of Administration and Management Vol 2 No 2 (2023): Best Journal of Administration and Management
Publisher : International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/bejam.v2i2.138

Abstract

Language is essential to be used to advertise products. This study purposed to find the persuasive strategies used in beauty products slogans on Instagram. This study used descriptive qualitative as the research design and textual analysis was used to analyze the data. There were 50 data which were taken from the slogans of Wardah product advertisements. Based on the data analysis, it was found that there were ethos (16 data), pathos (11 data) and logos (11 data). The findings on the use of ethos became the most used strategy in the slogans. The advertisement used pathos to persuade the consumers’ feeling or emotion to be attractive to buy the products.
Error Analysis in Translating Bahasa Indonesia into English Berutu, Hotma; Dewi, Utami; Daulay, Sholihatul Hamidah; AR, Mhd. Faisal Abadi; Izar, Julisah; Nasution, Muhammad Muslim
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol. 8 No. 2 (2024): Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v8i2.408

Abstract

Interlanguage is a transitional stage in language learning, where a person’s language ability moves from their first language (mother tongue) toward the other language. It is important to note that interlanguage is distinct from the mother tongue and the second/foreign language. This study examines the translation errors made by students when translating from Bahasa Indonesia to English during their interlanguage stage. The study aims to investigate (1) how students translate at this stage, (2) the types of errors they make, and (3) the most frequent errors. Using descriptive qualitative and content analysis methods, ten seventh-grade junior high school students participated in this study whose mother tongue is Bahasa Indonesia, and English is a foreign language/target language. For the instrument, this study uses an individual sentence translation test. The students were instructed to translate four unrelated sentences each, with a time limit of one minute per sentence. The researcher uses sources of error theory from Richard and Lott. The findings indicate that (1) most students tend to transfer the rules of their mother tongue into English. (2) Out of 40 sentences, it found 18 contained errors, leading to 26 mistakes: 8 interference errors (7.7% transfer of structure, 23% interlingual), and 18 intralingual errors (11.5% incomplete application of rules, 30.8% false concept hypothesized, and 27% overgeneralization). Meanwhile, (3) the most frequent error is false concept hypothesized, followed by overgeneralization, interlingual errors, incomplete application of rules, and transfer of structure errors.
ANALISIS KOMPARATIF BAHASA BENGKULU, REJANG, DAN ENGGANO Afria, Rengki; Izar, Julisah; Anggraini, Ririn Dwi; Fitri, Delvi Hestia
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v5i1.4274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis komparatif bahasa Bengkulu, Rejang, dan Enggano. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode dan teknik pengumpuan data yang digunakan adalah metode cakap dan rekam. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode perbandingan, leksikostatistik, dan glotokronologi Hasil penelitian didapatkan kekerabatan bahwa bahasa Enggano, Bengkulu dan Rejang hanya terdapat 27 data yang menyatakan bahwa bahasa tersebut berkerabat. Sedangkan 171 data yang menunjukan bahasa Bengkulu dan bahasa Rejang berkerabat, 26 data yang menunjukan bahasa Rejang dan Enggano berkerabat, dan 27 data yang menujukan bahasa Enggano dan Bengkulu berkerabat. Berdasarkan hasil perhitungan antara bahasa Bengkulu dan Rejang dari 200 kosakata, ditemukan 85,5% kata yang berkerabat. Maka dapat ditentukan bahwa kedua bahasa tersebut tergolong dalam kategori rumpun bahasa.Kata kunci: analisis; komparatif; leksikostatistik; glotokronologi
Identifikasi Deiksis Persona pada Film Pendek Aku dan Mesin Waktu: Kajian Pragmatik Nasution, Muhammad Muslim; Izar, Julisah; Chotimah, Khusnul
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.5153

Abstract

This research aimed to identify persona deixis in the short film entitled "Aku dan Mesin Waktu. Deixis is words that take meaning from the speech situation, whether in the form of person, time or place) when the words are used. The method in this research used a qualitative descriptive approach. The data collection technique in this research used the listening and note-taking technique, while the data analysis technique in this research used data transcription procedures, data classification, data analysis and drawing conclusions. The results of this research found first person deixis (Aku/-ku, me, me, I and kita), second person deixis (Kamu/-mu, lo, and Mereka), third person deixis (Dia, Nya, and Mereka). ). The most dominant person deixis is first person deixis.