Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Correlation Between Nutritional Status with Hypertension Cases of Elderly Women in Central Java Province Wuandari, Wiwik; Isnaeni, Farida Nur; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is still the highest problem in non-communicable diseases (NCD) in Indonesia and has increased cases from previous years. One of the factors that cause hypertension is nutritional status. Objective: This study aimed to find the correlation between nutritional status and hypertension cases of elderly women in Central Java Province. Methodology: This is an observational study with cross-sectional design using secondary data. Nutritional and hypertension status in Central Java Province was derived from Baseline Health Research 2018. A total of 994 Central Java residents aged 55-64 years were used. Hypertension status was obtained from the average of three measurements of systolic/diastolic blood pressure and nutritional status according to BMI obtained from the body weight and height measurement. The chi square test with a 95% confidence level were used to analyzed the data. Results: Most of the respondents was elderly (55-59 years old) (56%), working (65.6%), had normal nutritional status (43.1%) and had hypertension (66.2%). There was a significant correlation between nutritional and hypertension status of elderly women in Central Java Province (p = 0.000). Conclusion: Nutritional status is one of the factors contributing in the insidence of hypertension. Therefore, health program in improving nutritional status is needed in order to reduce the prevalence of hypertension.
Determination of Carotenoid Bioavailability from Palm Oil Microencapsulation Amanda, Ghaisani Shella; Syah Falaifi, Faqih Jibran; Mardiyati, Nur Lathifah
International Journal of Oil Palm Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Indonesian Oil Palm Society /IOPS (Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia /MAKSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35876/ijop.v7i2.123

Abstract

Indonesia is the largest palm oil supplier in the world with a total production value of 20.97 million tons. Palm oil has a high content of carotenoids that act as antioxidants in the body. However, carotenoids and their derivatives have a conjugated structure that is unstable to oxidation and easily damaged. One of the optimal efforts to maintain the stability of carotenoids is by microencapsulation. This study aims to determine the efficiency of the palm oil microencapsulation method in maintaining the carotenoid components in it. The method used in this research is Systematic Literature Review based on Google Scholar, ScienceDirect, and Springer databases with predetermined inclusion criteria. The results showed that all palm oil microencapsulation methods produced good efficiency values and stable physicochemical characteristics of carotenoids even including other micronutrients such as vitamin E, moisture content, fatty acids, etc. which were also classified as stable. Overall, the supercritical carbon dioxide (SEDS) method produced the best quality while the spray drying method is a good choice for commercial microencapsulation. The conclusion of this study is that microencapsulation is able to protect the bioavailability of carotenoids in palm oil in a stable condition with values that are still within the standard range so as to produce better palm oil products as food ingredients for further use in a food product
Hubungan Asupan Protein dan Lama Pengobatan dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga Qurrota'aini, Nafila Happy; Mardiyati, Nur Lathifah; Widyawati, I Gusti Ngurah; Isnaeni, Farida Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2377

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang dapat memengaruhi indeks massa tubuh penderitanya. Pasien tuberkulosis paru seringkali mengalami penurunan status gizi yang disebabkan gangguan metabolisme akibat inflamasi dan respon imun. Selain itu dapat terjadi pula penurunan nafsu makan dan asupan makan termasuk protein yang disebabkan efek samping dari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini melibatkan 55 responden pasien tuberkulosis paru. Data yang diambil pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan tujuan menguji korelasi antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sebanyak 52,7% responden memiliki asupan protein yang kurang dan sebanyak 69,1% responden yang berada pada fase pengobatan lanjutan. Berdasarkan Uji Rank Spearman pada pengujian hubungan asupan protein dengan indeks massa tubuh, diperoleh hasil, yakni p = 0,005, yang berarti terdapat hubungan antara keduanya. Sementara itu, pada pengujian hubungan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh diperoleh hasil p = 0,376 yang berarti tidak ada hubungan antar keduanya. Saran bagi Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga diharapkan dapat memberikan konseling kepada pasien agar pasien lebih sadar mengenai pemenuhan kebutuhan zat gizi khususnya protein, serta saran bagi pasien diharapkan untuk meningkatkan konsumsi protein baik dari sumber protein hewani maupun nabati agar kebutuhan zat gizi tercukupi.
Perbedaan Perilaku Membaca Label Informasi NIlai Gizi berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Kurniawati, Lintang; Mustikaningrum, Fitriana; Kurnia, Pramudya; Mardiyati, Nur Lathifah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1354

Abstract

Status gizi dapat dipengaruhi oleh pola makan dan pola makan dipengaruhi oleh perilaku membaca label informasi nilai gizi. Perempuan lebih memperhatikan pola makan sehat atau menjalani diet dibanding laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan perilaku membaca label informasi nilai gizi berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara random sampling didapat jumlah sampel sebanyak 64 perempuan dan 46 laki-laki. Data perilaku membaca label informasi nilai gizi diperoleh dari kuesioner yang berisi 27 pertanyaan dengan skala likert yang mencakup skor 1 hingga 4 (tidak pernah, jarang, sering, dan selalu. Analisis data menggunakan uji mann whitney dengan hasil nilai p sebesar 0,00. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa ada perbedaan perilaku membaca label informasi nilai gizi berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian selanjutnya perlu diteliti lebih luas terkait variabel lain yang berkaitan dengan perilaku membaca label informasi nilai gizi.
The Relationship Between Stress Levels and Carbohydrate Intake with The Nutritional Status of Students of SMPN 22 Surakarta Salsabila, Layla Bonita; Mardiyati, Nur Lathifah; Firmansyah, Firmansyah
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 4 No. 10 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v4i10.818

Abstract

Multifactorial elements, including psychological and dietary factors such as stress levels and carbohydrate intake, influence adolescent nutritional status. This study analyzed the relationship between stress and carbohydrate intake with the nutritional status of 9th-grade students at SMPN 22 Surakarta. Using a quantitative approach with a cross-sectional design, data were collected from 141 randomly selected students. Stress levels were measured using the DASS-21 questionnaire, carbohydrate intake was assessed through a 24-hour recall over three non-consecutive days, and nutritional status was evaluated via BMI-for-age (BMI/U) z-scores. Results indicated that students with poor nutritional status exhibited higher severe stress (28.6%) and lower carbohydrate intake (10.8%). Conversely, students with better nutritional status reported moderate stress (22.7%) and higher carbohydrate intake (25%). However, bivariate analysis revealed no statistically significant relationship between stress levels and nutritional status (p=0.714), nor between carbohydrate intake and nutritional status (p=0.676). These findings suggest that stress and carbohydrate intake alone are insufficient predictors of adolescent nutritional status. Further research should investigate other influencing factors such as physical activity, overall dietary patterns, sleep quality, and psychosocial environment to address adolescent nutritional health comprehensively.
Hubungan Durasi Tidur dan Asupan Energi dengan Status Gizi Siswa SMP Negeri 22 Surakarta Arman, Salsa Avia; Mardiyati, Nur Lathifah; Sarbini, Dwi
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3106

Abstract

Masa remaja adalah periode krusial dalam kehidupan yang ditandai dengan percepatan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kebutuhan gizi menjadi lebih tinggi. Namun, perubahan dalam gaya hidup dan pola makan yang tidak seimbang sering kali menyebabkan ketidaksesuaian antara kebutuhan gizi dan makanan yang dikonsumsi. Selain itu, durasi tidur juga berperan dalam memengaruhi proses metabolisme dan nafsu makan. Studi ini bertujuan untuk menilai keterkaitan antara lamanya tidur dan konsumsi energi dengan kondisi gizi pada siswa SMP Negeri 22 Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 141 responden yang berusia antara 14 hingga 17 tahun, yang dipilih secara acak. Data diperoleh melalui wawancara dengan metode pengingat makanan selama 3 × 24 jam, pencatatan durasi tidur, serta pengukuran status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut usia (IMT/U) menggunakan nilai z-score. Analisis mengenai hubungan dilaksanakan dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara durasi tidur (p = 0,469) dan asupan energi (p = 0,112) terhadap status gizi. Sebagai kesimpulan, walaupun tidak terdapat hubungan yang signifikan, mayoritas siswa mengalami kekurangan energi serta kurang tidur yang dapat berpengaruh negatif terhadap konsentrasi dan kesehatan. Dengan demikian, sekolah harus menyelenggarakan program pendidikan dan pencegahan untuk membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
Correlation of Total Fruit Vegetable Consumption with WHR & WTHR of Indonesian Nutrition Science Female Students Widyastuti, Andhika Nara Vista; 'Aziz, Fathimah Nurul; Mardiyati, Nur Lathifah
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2020: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.362 KB) | DOI: 10.23917/iseth.1268

Abstract

Purpose: This project is aimed to determine the relationship between total consumption of fruit vegetable with waist to hip ratio (WHR) and waist to height ratio (WTHR) on female students of Muhammadiyah University of Surakarta (UMS) majoring nutrition program. Methodology: The research was observational with a cross-sectional design. A total of 45 samples used in this study. Data collections were taken by using identity questionnaire, anthropometry measurements of WHR and WTHR and fruit vegetable consumption obtained using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Analysis of data applied Spearman Rank correlation test.Results: All respondents consume fruits vegetables less than recommendations (<400gr/day). This study found that 13.3% and 28.9% respondents had abdominal obesity of WHR and WTHR, respectively. Respondent with WHR normal status were 86.7% and 71.1% of WTHR. Data analysis found that p-value = 0.825 for the relationship between the total of fruit vegetable consumption with WHR and p-value= 0.809 for the relationship between the total of fruit vegetable consumption with WTHR. There was no relationship between the total of fruit vegetable consumption with WHR and WTHR. Applications/Originality/Value: Basic data on the WHR and WTHR which can indicate the risk of abdominal obesity, especially in women and vegetable fruit processing methods must be considered as one of the factors that can affect the nutritional status.
NUTTEENS- PROGRAM EDUKASI GIZI REMAJA SACARA DARING SEBAGAI UPAYA MINIMALISASI MISPERSEPSI STATUS GIZI PADA SISWA SMA BATIK 1 SURAKARTA DI MASA PANDEMI Mardiyati, Nur Lathifah; Alfatihah, Aulia; Septiyana, Nur Azizah Dewi
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.52 KB) | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v2i1.47

Abstract

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan maksimal seseorang sehingga pemenuhan nutrisi yang seimbang selama masa ini sangat dibutuhkan. Persepsi tubuh atau body image secara umum dialami oleh mereka yang menganggap bahwa penampilan adalah hal yang paling penting dalam kehidupan, termasuk pada masa remaja. Mispersepsi berat badan dapat mempengaruhi pola makan seseorang. Strategi utama yang disarankan untuk meningkatkan nutrisi remaja salah satunya dengan modifikasi perilaku untuk menghasilkan perubahan pola makan melalui edukasi yang ramah remaja yaitu dengan pemberian edukasi mengenai body image dan gizi seimbang secara daring. Seluruh siswa baik dari Program IPA maupun IPS mengalami peningkatan nilai setelah mendapatkan edukasi gizi meskipun dilakukan secara daring sebesar 12,96 poin. Peningkatan poin siswa IPA lebih tinggi dibandingkan pada siswa IPS (IPA 16,21 poin & IPS 7,87 poin).
Thyroid Dysfunction, Total Cholesterol Levels and Anthropometric Status in Women of Reproductive Age in Iodine Deficient Area of Prambanan Sub-District, Sleman Regency, Indonesia Mutalazimah, M; Appannah, Geeta; Mardiyati, Nur Lathifah; Isnaeni, Farida Nur; Kurnia, Pramudya
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.198 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2022.17.2.67-76

Abstract

This study aimed to determine the relationship between thyroid dysfunction with Total Cholesterol levels (TC), Body Mass Index (BMI), Waist Circumference (WC) and Waist to hip Circumference Ratio (WHR). The cross-sectional observational study was conducted in the endemic iodine deficiency areas in Prambanan Sub-district, Sleman Regency. A total subject of 134 women of reproductive age were selected randomly from the source population of 592. Thyroid dysfunction determined by Thyroid Stimulating Hormone (TSH) and Free Thyroxine (FT4) level were measured by ELISA method. Total cholesterol level was measured by colorimetric method using a spectrophotometer. We also measured the weight and height for BMI calculation as well as the WC and Hip Circumference (HC). Chi-Square test was applied to analyze association between thyroid dysfunction with TC levels, BMI, WC and WHR. Results found the percentage of thyroid dysfunction in subjects was 39.6% (hypothyroidism 4.5% and hyperthyroidism 35.1%). The percentage of subjects with hypercholesterolemia was 34.3%. The BMI calculation found that the underweight, overweight and obesity proportions were 6.7%; 16.4% and 27.6% respectively; WC >80 cm was 29.9% and WHR >0.85 was 38.8%. There was no association between thyroid dysfunction and TC levels, BMI and WC (p>0.05) respectively. Meanwhile thyroid dysfunction was significantly associated with WHR (p<0.05). Therefore, women in reproductive age with thyroid dysfunction should be aware of their increasing abdominal adiposity.
HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN DAN JUMLAH UANG SAKU DENGAN STATUS GIZI SISWA SMA DI BANJARSARI SURAKARTA Dewi, Sylfi Carmelia; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51776

Abstract

Pada masa remaja, terutama di jenjang sekolah menengah atas (SMA), terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sehingga diperlukan asupan gizi yang seimbang. Pada periode ini, remaja mulai memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan makanan, termasuk kebiasaan membeli jajanan di luar rumah. Selain itu, besarnya uang saku yang diterima siswa juga berperan dalam memengaruhi status gizi, karena jumlah uang saku dapat memengaruhi jenis serta frekuensi makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara kebiasaan jajan dan jumlah uang saku dengan status gizi siswa SMA di Banjarsari, Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Sebanyak 154 responden dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu siswa aktif dan bersedia menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan untuk menentukan IMT/U, menggunakan kuesioner kebiasaan jajan, hubungan kebiasaan jajan dan jumlah uang saku dengan status gizi dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 64,3% siswa memiliki status gizi normal, 59,1% kebiasaan jajan siswa berada dalam kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan kebiasaan jajan dengan status gizi dengan nilai p = 0,007. Namun, pada jumlah uang saku dengan status gizi tidak terdapat hubungan dengan nilai p = 0,189. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan jajan dengan status gizi siswa SMA di Banjarsari, Surakarta. Sedangkan pada uang saku dengan status gizi tidak memiliki hubungan signifikan secara langsung menunjukkan bahwa uang saku bukan satu-satunya penentu status gizi.