Articles
IMPLEMENTASI MUATAN LOKAL PENDIDIKAN DINIYAH DALAM PENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : (Studi di SDN Keras 2 Diwek Jombang)
Sodikin, Ahmad;
Nasuhah , Zainun
ILJ: Islamic Learning Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54437/iljjislamiclearningjournal.v1i1.1053
Early Education is a branch of science that applies teaching classical or modern as well as efforts to instill Islam as part of the foundation of students' lives to produce famous ulama' who not only understand science, but also have broad religious insight, and horizons of thought as a form of solving problems in society.The purpose of this research is to describe the implementation of the local content of diniyah education in ncreasing the religious understanding of students at SDN Keras 2 Diwek Jombang, describe the increase in religious understanding of the results of grade 1-VI students. In this study, the researcher used a qualitative descriptive research method. While the data collection methods used are: observation, interview, documentation. The results of this study are: 1) The implementation of local content for diniyah education at SDN Keras 2 Diwek is going very well, all matters related to diniyaheducation are structured. The teachers use interesting learning methods at the time of learning so that students do not get bored easily, there are facilities from the school in the form of a yellow book, a report card of student learning outcomes forone year. 2) The inhibiting factors faced in the implementation of diniyah education are as follows: a) The main obstacles when learning diniyah students are still having difficulty understanding Arabic pegon lessons. b) for students there is a lack of support from parents due to the limited knowledge of each parent. c) during the learning process, many teachers and students were hampered by the time signal during the pandemic and the use of less than optimal learning methods. 3) Evaluation of Diniyah education is seen from the average daily test scores (UH), Mid-Semester Assessment (PTS) and Final Semester Assessment (PAS).
Upaya Meningkatkan Kefasihan dan Kelancaran Membaca Al-qur’an Melalui Metode Iqro’ pada Santri Asrama Miftahul Huda Sukaraja
Suhartono, Suhartono;
Sodikin, Ahmad;
Ni’am, Ahmad Ulin
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2020): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/jimi.v2i2.986
Efforts to improve fluency and fluency in reading the Qur'an through the Iqro method for Miftahul Huda Sukaraja Dormitory students are carried out with the aim of increasing fluency and fluency in reading the Qur'an in Miftahul Huda Sukaraja Dormitory students. The approach used in the implementation of community service is a functional approach. The method used in the implementation of activities is the Iqro 'learning method. one method of how to quickly learn to read the Qur'an. The results obtained from this activity were that the Miftahul Huda Sukaraja dormitory students experienced an increase in their ability to read the Qur'an in terms of fluency and fluency in accordance with the rules of recitation. Of the 10 students who took part in this activity, there were 8 students who were fluent and fluent in reading the Qur'an in accordance with the rules of recitation of 80%, while there were 2 students who were not fluent and fluent in reading the Qur'an 20%.
Kaderisasi DAI NU Untuk Meningkatkan Kualitas Keislaman dan Kebangsaan di OKU Timur
Sodikin, Ahmad;
Hasan, Sholeh;
Ni’am, Ahmad Ulin
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2022): June Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/jimi.v4i1.1470
The regeneration of DAI NU is carried out with the aim of producing DAI regeneration who have broad insight into Islam, are brave and firm in conveying the truth, have national insight and insight into Ahlusunnah wal Jama'ah, are able to spread Islamic traditions that are friendly, tolerant and have good morals and become good role models. for the community, able to convey Islamic da'wah in the realm of ukhuwah Islamiyah, ukhuwah bashariyah, ukhuwah wathoniyah. The implementation steps start from (1) deliberation of the service team with the LDNU management; (2) participant recruitment; (3) Education and training; (4) Field Da'wah Practice; (5) evaluation. The resulting output is the formation of Dauroh DAI NU in East OKU which has received a certificate of education and training for DAI NU. The certificate in question is also a form of legality for preaching recommended by the East NU OKU PC.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderat Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
Ahmad Sodikin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/jpia.v6i2.641
The rise of radicalism and terrorism in Indonesia which is done by some Muslims shows that educational institutions are less successful in forming moderate Muslims. Through educational institutions under the organization of moderate Islam, Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama proved to be able to produce a generation of Moderate Muslims. This phenomenon is very interesting for the researcher to investigate more deeply about the Learning Strategies of Islamic Educational Learning in Forming Moderate Muslims (Multi-Case Studies at the University of Muhammadiyah Malang (UMM) and Malang Islamic University (UNISMA). The focus of study is Learning Strategis of Islamic education Learning for moderate Muslims. learning plan Islamic education consists of (1) making curriculum, (2) making syllabus, (3) making SAP (4) inner preparation from lecturers such as prayer Dhuha, tahajud, praying for students, practicing sholawat Nuril Anwar. followed by presentations and student discussions, lastly the lecturers present explanations related to the problems in the discussion. Fourth, the implications of PAI learning are embedded by some moderate thoughts on students and the entire academic community, the inherent shohihah aqidah and ahlussunnah wa al jamā'ah, and the absence of radical Islamic organizations in the university, and it is not permissible to cover faces for women.
Kompetensi Kepribadian Guru PAI dalam Membentuk Karakter Siswa MA
Agustina Dwi Astuti;
Sholeh Hasan;
Ahmad Sodikin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/jpia.v8i1.1083
Karakter merupakan nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang berkualitas harus memenuhi beberapa syarat kompetensi. Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk menggunakan kompetensi kepribadian diantara empat kompetensi tersebut. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dan meningkatkan Bagaimana Kompetensi kepribadian guru yang dapat membentuk karaktersiswa. Berdasarkan penelitian di lapangan peneliti menemukan bahwa karakter siswa sudah sangat bagus saat ini, melihat peserta didik melaksanakan kegiatan dengan tertib, bahkan dengan tenang. Kompetensi kepribadian guru PAI ini sudah cukup baik. Kepribadian guru Pendidikan Agama Islam akan berpengaruh terhadap karakter siswa. Hal ini ditandai dengan adanya indikator kepribadian guru Pendidikan Agama Islam yang meliputi: Mantap dan stabil, arif, berwibawa, dan teladan. Selain itu melakukan MGMP atau biasanya di sebut dengan (Musyawarah guru mata pelajaran) yang dilakukan oleh sekolah
Peran Komunkasi Interpersonal Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik
Wahyu Sanjaya;
Muhamad Ikhsanudin;
Ahmad Sodikin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/jpia.v9i1.1467
Tujuan penelitian untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal guru PAI dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian qualitatif field research dengan metode penelitian bersifat deskriptif. Pengumpulan data, menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitiannya bahwa Peran komunikasi interpersonal PAI di MA Al-Falaah Lekis Rejo melaksanakan empat peran pokoknya sebagai pendidik, pembimbing, manajer, administrator. Motivasi belajar peserta didik diketahui bahwa berbagai motivasi yang diberikan oleh guru guru PAI akan membuat motivasi belajar dan disiplin peserta didik akan meningkat sehingga prestasi belajar juga semakin meningkat. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik dapat berasal dari dalam maupun dari luar. Faktor pendukung meliputi iklim komunikasi, adanya kebersamaan dan saling menghargai antara guru dengan peserta didik, sikap saling terbuka antara guru dengan peserta didik, mampu memberikan kelancaran dan kemudahan dalam berkomunikasi terkait pelaksanaan kemajuan kelas, Memberikan pengahargaan pada peserta didik yang berprestasi. Faktor penghambat meliputi, hambatan fasilitas, dan hambatan eksternal. Hambatan pekerjaan misalnya masih kurangnya waktu guru PAI di sekolah maupun di kelas sehingga sangat sulit untuk menyampaikan informasi yang bersifat mendadak. Hambatan fasilitas yaitu masih terdapatnya peserta didik yang tidak mempunyai alat komunkasi serta letak geografis peserta didik yang sulit dijangkau. Hambatan eksternal yaitu misalnya terdapat gangguan sinyal pada telepon celuler. .
Penerapan Cara Membaca al-Qur’an Dengan Menggunakan Metode Utsmani Terhadap Mahasiswa di Asrama Miftahul Huda
Gunawan Patoni Amin;
Ahmad Sodikin;
Muhamad Ihsanudin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/jpia.v9i2.1704
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetagui cara apa yang digunakan oleh seorang pendidik memberikan pengembangan SDM kepada generasi penerus bangsa, khususnya pendidikan agama, dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dan penyelesaian. Deskriptif kualitatif yang dipilih oleh peneliti dalam mencari informasi-informasi dilapangan, dengan maksud yaitu berupa penjelasan secara fakta dan akurat tentang yang diteliti, baik dari data maupun keterangan dari seseorang. Metode untuk mengindentifikasi lembaga atau informan yaitu wawancara, interview dan dokumentasi yang mana peneliti langsung terjun dilapangan. Sehingga, nantinya hasil dari pada penelitian ini dapat memaparkan pembelajaran membaca al-Qur’an menggunakan metode utsmani pada mahasiswa di asrama Miftahul Huda sangat baik dengan tetap menerapkan prinsip dan strategi metode utsmani, hal tersebut menjadi acuan atau cara keberhasilan dalam pembelajaran metode utsmani. Selain itu juga ada beberapa faktor yang menghambat dalam proses tersebut seperti: media yang digunakan dan sikap peserta didik, dan adapun faktor pendukungnya ialah lingkungan yang berada pada pondok pesantren serta tidak sedikit masyarakat atau santri senior yang telah belajar menggunakan metode utsmani tersebut. Usaha yang dilakukan diantaranya: 1.) Memotivasi pentingnya membaca al-Qur’an dengan tartil dengan sesuai kaidah tajwid yang berlaku, dan 2.) memberikan sarana dan prasarana terhadap peserta didik untuk mengulang pembelajaran (nderes) di luar waktu yang disediakan
Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Sodikin, Ahmad;
Marlina, Marlina;
Ikhsanudin, Muhamad
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 4 No. 01 (2025): EDISI JUNI 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/xsdba789
Teknologi merupakan salah satu bentu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus di implementasikan pada kurikulum Merdeka. Penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar menjadikan proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan sehingga hasil belajar peserta didik akan lebih meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui integrasi teknologi pada pembelajaran PAI di SMK PGRI 1 Belitang, Untuk mengetahui Upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengintegrasikan teknologi pada pembelajaran PAI di SMK PGRI 1 Belitang, Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat Upaya guru dalam mengintegrasikan teknologi pada pembelajaran PAI di SMK PGRI 1 Belitang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) SMK PGRI 1 Belitang sudah mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran di kelas, hal ini juga di tunjang dengan adanya sarana prasarana yang dapat di gunakan untuk memanfaatkan dan menggunakan teknologi dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. (2) Upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan agama islam dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran adalah dengan cara Senantiasa memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran di dalam kelas, memperbanyak Jumlah kegiatan pembelajaran yang menggunakan teknologi, memperbanyak Jumlah penyajian informasi sekolah dengan menggunakan teknologi dan memperbanyak Jumlah sarana dan prasarana pendukung pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. (3) Terdapat beberapa factor pendukung pengintegrasian teknologi dalam proses belajar mengajar yakni dengan adanya gebrakan dari pemerintah untuk melakukan pembiasaan dengan cara mengadakan kegiatan literasi di sekolah, Sedangkan faktor penghambatnya adalah factor yang ada dalam diri peserta didik, factor tersebut adalah peserta didik kurang memperhatikan intruksi yang di berikan oleh guru dan juga peserta didik masih malas dalam hal pembiasaan literasi.
Pengaruh Pembelajaran Tafsir Al-Quran Terhadap Pemahaman Siswa Kelas XI Tentang Makna Ayat-ayat Al-Quran di MAN 1 OKU Timur
Tari Deva Islammiyah;
Ahmad Sodikin;
Romdloni, Romdloni
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 12 No 2 (2025): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30599/vp1nn417
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran tafsir Al-Qur'an terhadap interpretasi siswa mengenai arti ayat Al-Qur'an di MAN 1 OKU Timur. Sekolah ini memiliki lingkungan pendidikan yang kuat dalam nilai-nilai agama Islam dan menyediakan kelas khusus untuk pembelajaran agama, termasuk tafsir Al-Qur'an. Metode penelitian yang diterapkan ialah gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan eksperimen, melibatkan siswa kelas XI yang mengikuti atau tidak mengikuti pembelajaran tafsir. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman, angket, dan wawancara. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada pemahaman antara siswa di kelas eksperimen (mendapat pembelajaran tafsir) serta kelas kontrol, dengan nilai signifikansi sebanyak 0.001 (<0.05), menunjukkan bahwa pembelajaran tafsir Al-Qur'an berpengaruh positif. Kesimpulannya, metode pembelajaran yang interaktif, seperti ceramah, tanya jawab, dan penggunaan video, meningkatkan pemahaman siswa atas makna ayat-ayat Al-Qur'an di kelas eksperimen.
Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Kitab Fathul Qarib di Asrama Al Umamy Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja, Buay Madang, OKU Timur Tahun 2022
Hasyim, Muhammad;
Sodikin, Ahmad
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 1 No. 1 (2022): EDISI JUNI
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.307 KB)
|
DOI: 10.30599/jupin.v1i1.109
The sorogan method is a method that is carried out by way of the santri one by one coming to the kyai who will read several lines of Arabic books and interpret them into a certain language, then the students repeat and translate or in terms of pesantren often called murodi. The research is still using a qualitative approach. The method used in this research is the method of observation, interview method and method of documentation. The findings of the researcher are (a) The process of implementing the learning has been going well and smoothly. (b) The supporting factor is that teachers are more able to supervise and guide students directly, students will more easily master the contents of the book and Arabic grammar. While the inhibiting factors are the lack of teachers, spending a lot of time, the occurrence of frequent conflicts between the busy hours of the teacher and the learning hours of the students, the sorogan method is considered inefficient because the teacher only handles one student, and most importantly the lack of discipline problems.