Claim Missing Document
Check
Articles

DESIGN OF A MUSEUM AND ART GALLERY IN YOGYAKARTA WITH A NEO VERNACULAR ARCHITECTURAL APPROACHPERANCANGAN MUSEUM DAN GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Galih Tri Kurniadi; Mutiawati Mandaka; Carina Sarasati
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 1 No 1 (2021): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.156 KB) | DOI: 10.54325/arsip.v1i1.11

Abstract

Melalui predikat kota cagar budaya dan pariwisata, Yogyakarta memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang diantaranya melalui Seni. Dikenal memiliki banyak kebudayaan dan kesenian salah satunya seni rupa. Yogyakarta menghasilkan seniman besar seni rupa yaitu Nasirun, Heri Dono, Bagong Kusdiarjo dan masih banyak lagi. Sebagai kota dengan tingkat budaya dan seni yang tinggi tentunya Yogyakarta mempunyai banyak sekali Museum dan Galeri Seni sebagai praktik pameran dan diskusi. Beberapa Museum dan Galeri Seni di Yogyakarta yang terkenal antara lain Museum Ullen Sentallu, Museum Sonobudoyo, Galleri Affandy dan Galleri Cemety. Banyaknya kegiatan, event dan Pasti artis yang sedang berkembang di Yogyakarta.Hal ini sebagai latar belakang perancangan pembangunan museum dan galeri seni rupa baru di Yogyakarta. Sehingga dapat menjadikan tempat sebagai perantara antara karya seni dari seniman ke penikmat atau pengunjung.
DESIGN OF BIG MOTORCYCLE AUTOMOTIVE CENTER SEMARANG WITH MODERN ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN SEMARANG AUTOMOTIVE CENTER MOTOR BESAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Pandu Setya Nugroho; Mutiawati Mandaka; Anityas Dian Susanti
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i1.20

Abstract

Motor gede di Indonesia seperti menjadi gaya hidup, tak dipungkiri ketika mereka stres dan lelah dengan rutinitas pekerjaan, refreshinglah yang mereka butuhkan, Seperti melakukan kesenangan mereka, dan butuh hal yang buat merasa gembira. Hal tersebut hanya berasal dari data Honda dan Yamaha, itu belum termasuk merk lainnya, seperti Kawasaki, Suzuki, Ducati, BMW motor, dan paling legend Harley-Davidson. Pada motor khususnya brand Ducati di Indonesia sendiri sudah dilengkapi adanya fasilitas penunjang berupa bangunan showroom dan area bengkel, penjualan sparepart. Pabrikan Ducati di Indonesia sendiri sudah berdiri dealer dibeberapa kota besar seperti Jakata, Bandung, Surabaya dan Bali. Di Jawa Tengah sendiri pengguna motor Ducati sendiri masih sangat kurang dikarenakan dealer resmi motor Ducati khususnya di Kota Semarang belum ada. Melalui perancangan Semarang Automotive Center Motor Besar bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, perancangan pada sebuah bangunan showroom dan memfasilitasi penikmat motor besar Jawa Tengah khusunya di Kota Semarang.
DESIGN OF 4 STAR HOTEL IN SURAKARTA WITH NEO-VERNACULAR ARCHITECTURAL EMPHASIS PERANCANGAN HOTEL BINTANG 4 DI SURAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Asih Kris Dayani; Anityas Dian Susanti; Mutiawati Mandaka
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i1.21

Abstract

Star Hotel merupakan hotel dengan pelayanan bintang 4, lokasi hotel tersebut berada di Surakarta. Yang mana memiliki fasilitas gym, kolam renang, aula, ruang rapat, dan lain-lain. Konsep yang diterapkan pada bangunan Star Hotel yaitu menggunakan penekanan arsitektur neo-vernakular yang dapat terlihat pada exterior dan interior bangunan. Tujuan dari perancangan Star Hotel ini yaitu berdasarkan pada pemikiran merancang bangunan hotel bintang 4 yang dibangun pada zaman milenials dimana ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang dengan sangat pesat. Perancangan hotel bintang 4 dengan pendekatan arsitektur neo vernakular menghasilkan desain dengan gaya arsitektur jawa yang mengangkat kearifan lokal kota Surakarta yang terlihat pada fasade bangunannya.
Realizing healthy homes through the latrine program in Meteseh Village Semarang Indonesia Mutiawati Mandaka; Gatoet Wardianto; Taufiq Rizza Nuzuludin
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jpm.v5i2.4426

Abstract

A place of shelter and rest that fulfils physiological needs fulfils psychological needs, prevents disease transmission, prevents accidents and fulfils the concepts of cleanliness, health and beauty that can lead to a perfect life, both physically, spiritually and economically, is called a healthy home. Its characteristics include having a good water source, smooth air circulation inside and outside the room, solid and liquid waste disposal channels, freeing harmful chemicals, house cleanliness, sturdy building materials, and a green environment. Basically, housing is a basic human need and is also a determinant of public health. Decent housing for housing must meet health requirements, one of which concerns the need for latrines. The purpose of this paper is to provide insight to the Meteseh community regarding healthy homes and provide solutions for people who do not meet healthy home standards. In Meteseh Village, there are still houses that do not have latrines. This time, the types of community service programs were in the form of counselling and demonstrations. The method used was by coordinating with the village head in Meteseh, Tembalang District, Semarang, conducting field surveys, asking permission to socialize with residents regarding healthy homes, then installing latrines and evaluating after latrine installation. This activity's target is poor and has not implemented a clean and healthy lifestyle in Meteseh village. The result after the service is that the Meteseh community understands a healthy home better and also begins to apply it in their daily lives.
PEMETAAN BUDAYA: ARSITEKTUR CINA DI DESA BABAGAN-LASEM JAWA TENGAH Mutiawati Mandaka; Ni Wayan Meidayanti Mustika
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.77 KB) | DOI: 10.54325/kolaborasi.v1i2.9

Abstract

Dari sekian banyak negara di dunia yang memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi, Indonesia termasuk salah satu dari negara-negara tersebut. Banyak peninggalan bersejarah yang terdapat di wilayah Indonesia, salah satunya kebudayaan Cina. Cultural mapping merupakan sebuah pendekatan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan pelestarian kawasan. Studi kasus yang diangkat pada cultural mapping kali ini adalah arsitektur Tionghoa di Desa Babagan Lasem. Lasem diangkat karena memiliki sejarah perkembangan salah satu permukiman Cina tertua di Indonesia. Tujuan paper ini adalah untuk mengetahuisejarah perkembangan kawasan Babagan, melakukan pemetaan arsitektur-arsitektur Tionghoa dan memberikan rekomendasi. Dengan pendekatan survey lapangan untuk pengambilan foto dan plot koordinat objek di lapangan dan didukung oleh data sekunder berupa penelusuran referensi-referensi terkait dengan desa Babagan Lasem. Hasil penelitian merekomendasikan ada delapan bangunan yang dapat dimasukkan kedalam pemetaan arsitektur Tionghoa yang ada di Desa Babagan yaitu klenteng Gie Yong Bio, rumah Om King Liang, omah Kim Jong, gedung Hoo Hap, omah Batik Dinar, omah om Jun, omah kerabat Djarum, omah Batik Sekar Kentjana. Dengan mengetahui signifikansi sejarah pembentukan Desa Babagan melalui arsitektur dan tata ruangnya, diharapkan hasilnya dapat digunakan untuk pemetaan yang bermanfaat untuk pemerintah desa, Pokdarwis dan akademisi (mengembangkan ilmu pengetahuan).
URBAN HERITAGE TOURISM SEBUAH KONSEP PELESTARIAN MELALUI PENDEKATAN PARIWISATA Mutiawati Mandaka; Ikaputra Ikaputra
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.98 KB) | DOI: 10.54325/kolaborasi.v1i2.13

Abstract

Bangunan-bangunan bersejarah yang ada di berbagai kota di Indonesia merupakan aset penting yang perlu dilestarikan keberadaannya dan berpotensi untuk bisa dikembangkan. Pentingnya pemeliharaan aset bersejarah ini memunculkan sebuah konsep. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji lebih mendalam bagaimana melestarikan bangunan-bangunan bersejarah tersebut agar mampu dipertahankan, diwariskan, dan dilanjutkan kepada generasi yang akan datang sehingga tetap bisa menjadi identitas dan karakter suatu kota. Metode yang digunakan pada paper ini yaitu metode studi literatur. Referensi literatur yangdigunakan semuanya dikaitkan dengan urban, heritage dan tourism. Berdasarkan studi literatur yang telah dibuat, dapat disimpulkan bahwa urban heritage tourism merupakan sebuah konsep yang menggabungkan pariwisata dengan pemeliharaan bangunan bersejarah dengan cara memahami prinsip-prinsip heritage, merencanakan pelestarian untuk heritage, memahami prinsip-prinsip perencanaan dan pengembangan urban heritage tourism dan mengaplikasikan urban heritage tourism tanpa mengurangi nilai budaya yang berlaku sehingga urban heritage tourism memiliki peluang untuk menggambarkan masa laluuntuk disajikan pada masa kini dan yang selanjutnya sebagai daya tarik dari suatu kota.
BENTUK ATAP PADA KAWASAN PECINAN DESA BABAGAN DI KOTA WISATA LASEM Adi Sasmito; Mutiawati Mandaka; Ovariszar Bagus Affandi
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3373.056 KB) | DOI: 10.30998/lja.v4i1.9314

Abstract

Desa wisata Batik Tulis Lasem adalah salah satu tujuan wisatawan di Jawa Tengah. Terdapat satu desa yang memiliki keunikan pada pemukimannya yaitu desa Babagan yang dihuni mayoritas oleh keturunan Tionghoa.  Paper ini bertujuan untuk mengetahui apakah bentuk atap yang ada di pemukiman desa Babagan serupa dengan bentuk atap yang ada dari daerah asal pendatang yang diduga berasal dari Fujian dan Guangdong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa bentukan arsitektur atap rumah tinggal China yang ada di Lasem merupakan bentuk atap yang serupa dengan yang ada di provinsi Fujian China.
Penataan Courtyard Rumah Tradisional China Di Pecinan Lasem Mutiawati Mandaka; Wawan Destiawan; Adi Sasmito
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1889

Abstract

Courtyard merupakan salah satu bagian dari bangunan rumah tradisional China. Fungsi courtyard dapat sebagai taman, ruang terbuka, kesehatan dan lain-lain. Di negara asalnya posisi courtyard sudah sesuai tatanan yang berlaku secara turun menurun. Ketika para pendatang dari China mulai mendirikan bangunan tradisional China dan membentuk pemukiman seperti yang didirikan di Pecinan Lasem, maka apakah penataannya courtyardnya juga sama dengan di negara asalnya? Penulisan ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait penataan courtyard pada studi kasus di Pecinan Lasem. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan data lapangan dan melakukan analisa studi banding dari bentuk courtyard yang asli dari negara asalnya di China dan dibandingkan dengan yang ada di Pecinan Lasem. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat sembilan tipe posisi courtyard yang ada di Pecinan Lasem dan masih ada yang mengikuti pola yang sama dengan negara asalnya. Walaupun terdapat pergeseran penataan posisi courtyard pada pemukiman Pecinan Lasem namun tetap mengikuti ciri-ciri arsitektur Tionghoa yaitu pada tiga aturan yang digunakan dalam perencanaan aksial dalam Arsitektur Cina.Kata kunci : courtyard, China, penataan, Pecinan Lasem
Penggunaan Media Sosial oleh Mahasiswa sebagai Upaya Sosialisasi Kegiatan Kuliah Kerja Nyata selama Pandemi COVID-19 di Kecamatan Pedurungan Semarang Mutiawati Mandaka; Gatoet Wardianto; Ovariszar Bagus Affandi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JAMSI - Januari 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.324 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.168

Abstract

Tujuan dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah untuk mengimplementasikan ilmu yang diterima mahasiswa di bangku kuliah serta mendidik mahasiswa untuk bisa bersosialisasi dengan warga. Sejak pandemi COVID-19 muncul tahun 2020, pelaksanaan KKN berubah mengikuti protokol yang berlaku. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan KKN semakin terbatas. Dengan pembatasan yang cukup ketat, mahasiswa yang terjun ke lapangan sangat dibatasi. Mereka menggunakan media sosial sebagai alternatif untuk melaksanakan program kegiatan KKN selama pandemi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mahasiswa menggunakan media sosial sebagai upaya mensosialisasikan kegiatan KKN selama pandemi di Kecamatan Pedurungan. Metode yang digunakan adalah dengan deskriptif kualitatif dengan studi literatur dan survei ke lapangan dan menyebarkan kuesioner untuk mendapatkan data. Hasilnya adalah media sosial yang digunakan untuk mensosialisasikan kegiatan KKN selama pandemi paling banyak digunakan adalah media whatshap 60%, instagram 20%, youtube 15%  dan 5% menggunakan facebook. Media whatshap dianggap yang paling efektif dalam penyampaian sosialisasi kegiatan KKN di kecamatan Pedurungan.
PEMANFAATAN SAMPAH DAUR ULANG PADA DESAIN VERTICAL GARDEN DI KELURAHAN TANDANG SEMARANG Mutiawati Mandaka; Adi Sasmito; Carina Sarasati; Taufiq Rizza
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 8, No 15 (2022): Majalah Inspiratif Vol.8 No.15 Juli 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.499 KB)

Abstract

Sampah seringkali dianggap barang yang tidak berguna oleh semua orang. Keberadaannya pun seringkali dianggap hanya membawa polusi bagi masyarakat. Namun pada pengabdian kali ini, justru sampah akan digunakan atau dimanfaatkan sebagai salah satu nilai tambah di Kelurahan Tandang. Tujuan penelitian dan pengabdian ini adalah untuk memanfaatkan sampah yang ada di kelurahan Tandang dengan cara dibuat sebagai pot tanaman yang merupakan solusi penghijauan agar dapat meningkatkan nilai estetika bidang dinding kosong di depan balai RW 13. Metode yang dilakukan yaitu deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan dan literatur review. Hasil penelitian dan pengabdian ini adalah bahwa botol bekas dapat dimanfaatkan secara maksimal, salah satu cara penghijauan lingkungan adalah dengan menggunakan vertical garden, dan salah satu cara yang digunakan agar plastik bekas berkurang adalah dengan memaksimalkan manfaatnya sebagai produk yang berkualitas. Kata kunci: daur ulang, kelurahan Tandang, pemanfaatan, sampah, vertical garden