Claim Missing Document
Check
Articles

SOBOKARTI JAVANESE DANCE CENTER IN SEMARANG WITH VERNACULAR ARCHITECTURE APPROACH PERANCANGAN PUSAT KESENIAN TARI JAWA SOBOKARTI DI SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR Rinaldhi Bayu Saputra; Gatoet Wardianto; Mutiawati Mandaka
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i1.43

Abstract

Kota Semarang merupakan kota yang sangat heterogen dalam bebagai unsur tak terkecuali bidang kebudayaan dan kesenian. Terdapat salah satu bangunan yang berfungsi sebagai bangunan pertunjukan kesenian yaitu Gedung Sobokartti yang dibangun pada tahun 1920. Pada tahun 1992, dengan SK No. 646/50 Walikota Tingkat II Semarang tentang Perlindungan Bangunan Purbakala atau Bersejarah di Kotamadya Tingkat II, Gedung Sobokartti ditetapkan sebagai Cagar Budaya. semarang. Fasilitas yang terdapat di Gedung Sobokartti belum dapat memfasilitasi secara maksimal kegiatan kesenian yang diselenggarakan, serta adanya bangunan ruko yang berada di depan gedung sobokartti namun kegiatan perekonomian yang ada di dalamnya kurang berkembang. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk mendapatkan landasan konseptual dalam perancangan Bangunan Sobokartti yang sesuai dengan pendekatan yang akan digunakan pada bangunan. Serta diharapkan dapat menjadi salah satu pusat kesenian yang berada di kota Semarang, khususnya seni pertunjukan tari khas jawa. Metode yang digunakan yaitu menganalisis lokasi tapak, analisa kebisingan, analisa klimatologi, analisa aksesbilitas, dan analisa vegetasi. Dalam perancangan Pusat Kesenian Tari Jawa Sobokarti di Semarang dengan Pendekatan Arsitektuer Vernakular. Adapun bentuk fasad yang ingin ditonjolkan dengan dasar langgam arsitektur vernakular yang berusaha memperlihatkan ciri khas dan jati diri dari bangunan tersebut.
Pemanfaatan Pekarangan TK Amanah Alkafalah Sebagai Ajang Kreatifitas Seni Mural di Kelurahan Gemah Semarang Mutiawati Mandaka; Dhimas Aditiya
PADMA Vol 3 No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v3i1.638

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk memanfaatkan lahan yang belum termanfaatkan di TK Amanah Al Kafalah sebagai ajang kreatifitas seni mural di kelurahan Gemah Semarang. Pendekatan yang dilakukan dengan menggali informasi dari anak-anak TK terkait gambar-gambar yang cukup menarik untuk kemudian diaplikasikan ke dalam lukisan mural. Hasilnya anak-anak TK yang bersekolah di TK Amanah Al Kafalah lebih aktif menjalankan aktivitas di luar ruangan yang sudah ada lukisan muralnya. Hal ini menjadi daya tarik juga bagi orang tua yang akan menyekolahkan anak-anaknya di TK Amanah Al Kafalah ini.
DESIGN OF MULTI RELIGIOUS TOURISM AREA WITH APPROACHNEO VERNACULAR ARCHITECTURE IN SEMARANG CITY PERANCANGAN KAWASAN WISATA RELIGI MULTI AGAMA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR DI KOTA SEMARANG Aan Mardian; Mutiawati Mandaka; Anityas Dian Susanti
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 2 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i2.80

Abstract

Semarang merupakan kota yang sering menjadi tempat wisata bagi wisatawan. Semarang menunjukkan bahwa wilayahnya merupakan lokasi yang kaya budaya dan menjunjung tinggi pluralisme. Terlepas dari keragaman agama, warga Semarang memiliki sikap yang mendorong mereka untuk hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat. Destinasi wisata religi yang menjadi ciri khas Kota Semarang selalu menarik dikunjungi karena reputasinya yang memiliki aspek religi beragam. Semarang juga menampilkan struktur berkualitas tinggi dari masa kolonial yang mencerminkan sejarah Eropa. Keberagaman tersebut menjadikan kota Semarang berpotensi untuk semakin menarik wisatawan dengan membangun destinasi wisata yang memunculkan identitas kota Semarang sebagai kota yang menjunjung tinggi pluralitas, maka dari itu akan dirancang kawasan wisata religi multi agama di Semarang. Agar kedepannya, Semarang menjadi wadah dan pusat peradaban kehidupan pluralitas, serta menjadi contoh kerukunan ummat beragama. Perancangan tersebut menggunakan pendekatan arsitektur neo vernakular, bertujuan agar perancangan tersebut tak lepas dari identitas kota Semarang sebagai kota yang kaya akan kultur dan budaya. Gambaran perancangan kawasan tersebut adalah menyajikan kawasan yang didalamnya terdapat beberapa bangunan yang fungsinya berbeda, perancangan ini berfokus terhadap 6 bangunan ibadah ummat beragama, meliputi Masjid, Gereja, Capel, Pura, Vihara, dan Klenteng. Terdapat bangunan lain yang berfungsi sebagai aspek penunjang maupun sebagai daya tarik pengunjung.
SPATIAL PATTERN OF MUSEUM VISITORS’ CIRCULATION Mutiawati Mandaka; Mustika Ningrum; Taufiq Rizza Nuzuluddin; Carina Sarasati
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i2.5816

Abstract

Museum adalah bangunan yang berfungsi sebagai ruang pameran permanen untuk benda yang bernilai sejarah, seni, dan ilmu. Museum sendiri berdasarkan fungsi dan jenisnya dibedakan menjadi museum seni, arkeologi, etnologi, sejarah, dan lainnya. Setiap bangunan pasti memiliki bentuk pola tata ruang termasuk bangunan museum, pola tata ruang yang menjadi sistem penataan ruang, pemanfaatan ruang, serta pengelolaan dari pemanfaatan ruang. Tata ruang memiliki beberapa oraganisasi ruang seperti linier, grid, terpusat, radial, dan cluster. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bentuk pola tata ruang terhadap sirkulasi pengunjung pada bangunan museum dengan jenis museum yang berbeda. Metode yang digunakan adalah komparatif kualitatif dengan studi literatur, obeservasi di lapangan untuk membandingkan tiga pola tata ruang terhadap sirkulasi pengunjung di tiga museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bangunan sangat mempengaruhi penataan ruang dan sirkulasi pengunjung pada berbagai jenis museum termasuk ketiga jenis museum yang dijadikan area pengamatan penelitian yaitu Museum Kota Lama Semarang, Museum Angkut Malang, dan Museum Puspa IPTEK Sundial Bandung.
Reaktivasi Akuaponik Untuk Ketahanan Pangan Berbasis Rumah Tangga Di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Semarang Anityas Dian Susanti; Mutiawati Mandaka; Sharfina Bella Pahleva Wahyono; Gatoet Wardianto
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v3i1.1356

Abstract

Aquaponics, as a sustainable agriculture system that combines aquaculture and hydroponics, has become an attractive alternative to growing fish and plants in one container. One example of the implementation of this system is in Kandri Village, Gunungpati Subdistrict, Semarang City, where a thematic village is implementing this concept. The community service effort in the village aims to revive the existing aquaponic system and invite residents to participate in preserving this system so that it can be utilised as a local food source. The community service activities were conducted through a participatory method involving socialisation activities and educational approaches. The goal was to empower the community in terms of sustainability of the aquaponic system. Through this approach, it is expected that the community can understand and practice the basic concepts needed to maintain the sustainability of the system. The impact of this service activity is the return of aquaponic system activities in Kandri Village. This is an important step in maintaining local food security in the area. By reviving this system, the community can utilise the results as a sustainable and environmentally friendly source of additional food. Thus, this community service activity not only provides practical benefits in terms of food fulfilment, but also empowers the community to become more sustainable and environmentally friendly.
POLA ZONASI BANGUNAN PADA KAWASAN PONDOK PESANTREN Nuzuluddin, Taufiq Rizza; Sasmito, Adi; Mandaka, Mutiawati; Pahleva Wahyono, Sharfina Bella; Pratama, Fiki Reza
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 1 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/miji.v4i1.113

Abstract

Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia, memperlihatkan variasi dan keunikan melalui fasilitas pendidikan yang disediakan. Fasilitas-fasilitas ini tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga mencerminkan visi dan misi masing-masing pesantren. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Pabelan Magelang, Pondok Pesantren Nurul Islam Tengaran Semarang, dan Pondok Pesantren ICBB Yogyakarta. Pendekatan dalam pembinaan dan pengembangan santri beragam sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan masing-masing lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman ilmiah tentang zonasi kawasan pondok pesantren, mengidentifikasi berbagai ruang yang ada di dalamnya, serta menjelaskan manfaatnya. Metode penelitian melibatkan studi komparatif terhadap tiga lokasi pondok pesantren dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi literatur, dan eksplorasi internet, analisis perbandingan, serta interpretasi hasil perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Pabelan unggul dalam kelengkapan fasilitas pembelajarannya. Setiap pesantren memiliki karakteristik unik dalam menyediakan fasilitas tambahan, menciptakan lingkungan pendidikan yang beragam sesuai dengan nilai-nilai dan misi masing-masing lembaga.
SOSIALISASI PERENCANAAN DAN PERANCANGAN MUSHOLA DI DESA MENUR KECAMATAN MRANGGEN Mutiawati Mandaka; Adi Sasmito; Carina Sarasati; Taufiq Rizza Nuzuluddin; Abdul Hafidz Al Rasyid
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v1i2.1323

Abstract

The village office should be equipped with mushola which aims to support supportingfacilities and infrastructure for both village office officials and the local community. Theprayer room is not only used as a place of worship for Muslims, but can be used as a placefor education, regular community meetings, and other activities with the permission of themanagement. This community service activity carried out in Menur Village aims toencourage mushola in the Menur Village Office area. The method used is by conducting alocation survey and literature study as well as discussions with the Menur Village Office andthe local community to collect information and data which will then be processed to planand design the prayer room building according to needs. The result of this communityservice is mushola design that has been adapted to needs and is expected to be acceptedand realized. Apart from being a means of transferring knowledge to the community, thiscommunity service activity is also a good synergy between educational institutions, in thiscase LPPM Panadaran University and the people of Menur Village, Mranggen District, DemakRegency.
Keunikan Fasad Masjid sebagai Daya Tarik Wisata Religi Juliawati, Sarah; Mandaka, Mutiawati; Wardianto, Gatoet; Sasmito, Adi
ARCHIHUMANUM Vol 2 No 2 (2024): October
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/archimane.v2i2.69

Abstract

Masjid merupakan sebuah tempat yang diperuntukan sebagai tempat ibadah. Seiring dengan perkembangan zaman, juga dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul masyarakat di lingkungan sekitarnya maupun dari luar. Bangunan masjid yang umumnya hanya dimanfaatkan sebagai area ibadah tetapi oleh beberapa arsitek yang merancang masjid, bangunan tersebut dirancang menjadi bangunan yang unik, menarik, dan bermanfaat untuk kegiatan wisata. Bentuk fasad masjid kian beragam, sehingga keunikan fasad masjid dapat menjadi daya tarik wisata religi untuk dikunjungi. Elemen-elemen apa saja yang ada pada bangunan masjid yang menjadi daya tarik wisatawan merupakan tujuan dari penelitian ini. Deskriptif kualitatif dengan studi komparasi tiga masjid yang ada di Indonesia menjadi pendekatan dalam penelitian ini, adapun masjid yang menjadi studi kasus adalah Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Kubah Emas Depok, dan Masjid Al Jabbar Bandung. Hasil penelitian pada ketiga masjid tersebut terdapat elemen fasad masjid yang menjadi daya tarik wisatawan yaitu terdiri dari lantai, dinding, atap, dan ornamen tambahan lainnya yang proporsional, memiliki irama yang berulang, menggunakan material modern dengan tekstur halus dan warna bangunan yang terang.
Kolaborasi antara Masyarakat dan Mahasiswa KKN UNPAND dalam Membangun Ketahanan Pangan melalui Urban Farming di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Semarang Mutiawati Mandaka; Sharfina Bella Pahleva Wahyono; Tri Susetyo Andadari; Gatoet Wardianto
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): November : Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v1i4.140

Abstract

Urban farming in Pakintelan Village, Gunungpati District, Semarang, was initiated to overcome food security challenges and improve local economic welfare through the use of limited land in urban areas. The main problem faced is the low level of community participation in agricultural activities and a lack of understanding of sustainable agricultural practices. This program involves UNPAND KKN students in providing training in farming techniques, organic pest management, and the use of compost fertilizer. The methods applied include direct training and mentoring by extension workers, routine monitoring and evaluation, and outreach through local communities. Apart from that, the program also encourages the processing of harvests into value-added products and the formation of small farmer groups to strengthen community involvement. As a result, this program has succeeded in increasing community participation, maintaining environmental sustainability, and contributing to the economy with the potential to use harvests for consumption or sale. It is hoped that the replication of the program in other areas will expand its impact, making urban farming a sustainable and inclusive model of urban agriculture.
DESIGN OF AN ARCHAEOLOGICAL MUSEUM IN SANGIRAN WITH A MODERN ARCITECTURAL APPROACH PERANCANGAN MUSEUM ARKEOLOGI DI SANGIRAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Ningrum, Mustika; Nuzuluddin, Taufiq Rizza; Mandaka, Mutiawati
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i2.132

Abstract

Perancangan museum di kawasan Sangiran, Sangiran merupakan salah satu daerah situs manusia purba yang ada di Indonesia. Sangiran terletak di dua kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Pada tahun 1934, peneliti asal Belanda Van Koenigswald menemukan alat – alat batu hasil budaya manusia purba. Seiring berjalannya waktu pasti juga semakin banyak penemuan yang ditemukan maka dari itu dibuatnya sebuah museum sebagai wadah bagi penumuan – penemuan tersebut. Museum Arkeologi merupakan wadah atau rumah bagi penemuan – penemuan seperti fosil manusia, hewan, sampai peralatan purbakala yang dipamerkan atau ditampilkan guna menambah informasi dan pemahaman untuk masyarakat tentang perjalanan panjang manusia purbakala sampai membentuk manusia modern sekarang. Perancangan museum ini bertujuan sebagai tempat atau wadah untuk penemuan – penemuan serta dapat memberikan gambaran dan inspirasi bagi masyarakat mengenai desain arsitektural modern. Dengan penggunaan metode kualitatif dalam pengumpulan data serta melakukan survey lapangan. Perancangan bangunan museum menggunakan arsitektur modern dimana memfokuskan pada keefesiensi ruang dan kesederhanaan yang tidak terlalu banyak menggunakan ornamen.