Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH SEBAGAI ELEMEN INTERIOR DI KELURAHAN TANDANG SEMARANG Mutiawati Mandaka
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 4, No 8 (2019): Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 4 No. 8 Juli 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.402 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu menghasilkan sampah, sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Sampah sendiri bisa digolongkan sebagai sampah organic dan sampah anorganik. Sampah anorganik termasuk sampah yang dapat dimanfaatkan kembali dengan cara daur ulang. Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Beberapa warga yang berada di kelurahan Tandang khususnya di RW 13 memiliki pekerjaan mengumpulkan sampah yang kemudian langsung dijual. Sayang kiranya jika sampah tersebut tidak bisa diolah untuk menjadi barang yang memiliki daya jual tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk bagaimana sampah (khususnya yang berbahan plastik) dapat diolah di Kelurahan Tandang. Menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur dan survey di lapangan, sehingga menghasilkan manfaat untuk masyarakat sekitar.Kata Kunci: sampah, pemanfaatan sampah, kelurahan Tandang
DESAIN KEMASAN YANG MENARIK UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN BANYUMANIK SEMARANG Mutiawati Mandaka
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 3, No 6 (2018): Majalah Ilmiah Inspiratif Volume 3 No.6 Juli 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.614 KB)

Abstract

Kemasan merupakan istilah yang tidak asing dalam keseharian kita, terlebih bagi industri dalam menawarkan produknya. Dalam proses pembuatan kemasan terdapat beberapa prinsip yang disebut sebagai prinsip utama kemasan sehingga suatu kemasan dapat memiliki rupa beragam yang berperan sebagai wadah bagi produk di dalamnya dan menarik perhatian melalui tampilannya. Prinsip tersebut memperlihatkan perubahan wujud, dari dwimatra menjadi trimatra, yang sering disebut sebagai sebuah ’transformasi’. Transformasi dapat ditemukan pada bidang lainnya seperti permainan anak-anak, elektronik, bahkan sampai pada konsep meruang seperti furniture pada interior dan pada arsitektural. Lebih jauh ’transformasi’ dapat pula teraplikasi dalam pikiran yaitu kondisi yang tidak terlihat nyata namun dapat dinikmati dalam berbagai media, seperti misalnya dalam permainan kartu. Melihat lebih jauh peranan dari proses pembuatan kemasan ini mengantar kita pada pemahaman akan geometri sebagai suatu metode dalam proses perencanaan dari sisi ragawi maupun pikiran, seperti dalam perencanaan arsitektur.Pada dasarnya, kemasan merupakan alat bantu jual untuk mempromosikan produknya agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Di Kelurahan Banyumanik ini banyak sekali potensi dari masyarakat sekitar yang terbentuk dalam kampung tematik Kreasi Rumah Tangga atau yang lebih terkenal dengan kampung SINGGA. Ada produk seperti makanan, obat pertanian, kerajinan tangan dan lain sebagainya yang masih belum memiliki kemasan yang menarik. Sehingga penting untuk memperhatikan desain kemasan yang menarik untuk meningkatkan pendapatan khususnya di kelurahan Banyumanik Semarang.Kata Kunci: kemasan, desain produk, menarik
RENOVASI RUMAH TINGGAL TIDAK LAYAK HUNI MENUJU RUMAH SEHAT DI KELURAHAN TINJOMOYO SEMARANG Mutiawati Mandaka; Gatoet Wardianto
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 5, No 10 (2020): Majalah Inspiratif Vol.5 No.10 Juli 2020
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.173 KB)

Abstract

Rumah secara umum dapat diartikan sebagai tempat untuk berlindung atau bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya seperti hujan, matahari, dan lain-lain serta merupakan tempat beristirahat setelah bertugas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan rumah sehat adalah suatu tempat berlindung dan beristirahat yang memenuhi kebutuhan physiologis, memenuhi kebutuhan psycologis, mencegah penularan penyakit, mencegah terjadinya kecelakaan dan memenuhi konsep kebersihan, kesehatan dan keindahan yang mampu menimbulkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani maupun ekonomis.Adapun ciri-ciri rumah sehat antara lain memiliki sumber air yang bagus, sirkulasi udara yang lancar di dalam maupun diluar ruangan, memiliki saluran pembuangan limbah padat dan cair, bebas dari zat kimia yang berbahaya, kebersihan rumah, bahan bangunan yang kokoh dan lingkungan yang hijau. Perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia dan juga merupakan determinan kesehatan masyarakat. Perumahan yang layak untuk tempat tinggal harus memenuhi syarat kesehatan, sehingga penghuninya tetap sehat. Perumahan yang sehat tidak lepas dari ketersediaan prasarana dan sarana terkait, seperti penyediaan air bersih, sanitasi pembuangan sampah, transportasi, dan tersedianya pelayanan sosial. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi rumah tinggal tidak layak huni agar mampu menuju rumah sehat. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan survey lapangan. Hasil yang diharapkan terciptanya keberadaan perumahan yang sehat dan nyaman dengan merenovasi salah satu rumah milik warga di kelurahan Tinjomulyo agar tercipta rumah yang nyaman dan sehat untuk ditempati..Kata Kunci: rumah tidak layak huni, rumah sehat, kelurahan Tinjomoyo 
FLOATING TOURISM DESIGN WITH ECOTURISM ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN WISATA APUNG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOTURISME Agus Vikriyanto; Mutiawati Mandaka; Anityas Dian Susanti
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i2.26

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengarah ke perkembangan industri yang menghasilkan pertumbuhan perekonomian yang cepat dalam menyediakan lapangan pekerjaan, standar peningkatan penghasilan standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktivitas lainya. Selain itu negara Indonesia juga memiliki potensi dalam perkembangan pada sektor pariwisata. Banyak potensi dalam pariwisata, salah satunya keragaman keindahan alam, budaya setempat maupun agama yang dapat di jadikan modal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Kekayaan alam dan budaya yang ada di Indonesia juga harus di lestarikan agar kebudayaan atau alam di Indonesia di kenal oleh manca negara, salah satunya ialah wisata kampong apung. Perkembangan wisata apung di Indonesia sangat kurang, padahal wisata ini dapat di manfaatkan untuk perekonomian dan sekaligus dapat memasukan potensi budaya setempat serta melestarikan alam dan budaya agar tidak hilang. Adapun tujuan perancangan ini nantinya akan menjadi pusat wisata apung di Jawa Tengah untuk membantu perekonomian masyarakat setempat. Pendekatan arsitektur ecotourism diangkat sebagai respon terhadap tapak di sekitar waduk Rowo Jombor.
DESIGN OF MODERN ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN SEMARANG PERANCANGAN PESANTREN MODERN DI SEMARANG Mentari Listyawati; Mutiawati Mandaka
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i2.33

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, tuntutan mayarakat akan kebutuhan pendidkan umum kian meningkat, hal ini mendorong banyak pesantren yang menyediakan pendidikan umum di dalam pesantren. Kemudian muncul istilah pesantren modern, pesantren modern adalah pesantren dengan proses pembelajaran agama menyatu dengan pembelajaran umum berdasarkan kurikulum modern dan diajarkan di kelas-kelas dengan teratur. Perancangan Pesantren Modern di Semarang merupakan sekolah formal dan non formal yang berbasis asrama yang di harapkan dapat memenuhi standar kualitas pendidikan keagamaan secara optimal serta menciptakan kriteria deasin yang modern. Perancangan kawasan Pesantren Modern bertujuan untuk memaksimalkn pengolahan ruang dan tampilan yang lebih sederhana sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Arsitektur modern merupakan gaya arsitektur yang megutamakan bentuk dan fungsi dibandingkan ornamen hias serta menjamin kesederhanaan.
DESIGN OF ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN SEMARANG REGENCY WITH MODERN ISLAMIC ARCHITECTURE APPROACH PERANCANGAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN ISLAMI Muhammad Hartanto; Mutiawati Mandaka
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i2.34

Abstract

Perancangan Islamic Boarding School di Kabupaten Semarang merupakan sekolah berbasis asrama yang diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi standart kualitas pendidikan secara optimal serta menciptakan kriteria desain yang modern. Sehingga mampu menciptakan suasana sekolah yang ideal. Perancangan gedung sekolah juga bertujuan untuk mengabungkan antara pendekatan arsitektur modern dengan arsitektur bernuansa islami. Pengolahan ruang dan tampilan lebih sederhana serta mampu memenuhi beberapa kegunaan ruang sekaligus bisa penghematan waktu dan biaya. Arsitektur modern tercipta dari kemajuan teknologi yang semakin hari semakin berkembang sehingga memiliki kecenderungan pada masyarakat untuk memilih sesuatu yang bagus, hemat dan murah.
DESIGN AN INTEGRATED INTERNATIONAL ISLAMIC SCHOOL IN DEMAK WITH A NEO VERNACULAR ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN SEKOLAH ISLAM INTERNASIONAL TERPADU DI DEMAK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Syarif Hidayatullah; Taufiq Rizza Nuzuluddin; Mutiawati Mandaka
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v2i2.37

Abstract

Pendidikan adalah hak semua warga negara dan juga merupakan jantung dari tubuh suatu bangsa. Keberhasilan tujuan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan sistem pendidikannya. Agar suatu sistem pendidikan dapat menjawab tuntutan globalisasi secara memadai, maka harus mampu melakukannya tanpa mengabaikan nilai-nilai agama atau nilai-nilai moral sebagai pilar utama. Dampak yang terjadi akibat globalisasi adalah munculnya persaingan yang semakin ketat antar negara, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonomi, hanya negara-negara yang berada di puncak bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan ekonomi dapat mengambil manfaat besar dari globalisasi. Dengan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, kita dapat mencapai keunggulan di bidang ekonomi dan teknologi. Hal sulit dari globalisasi adalah bahwa hal itu menuntut negara-negara untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Dampak dari globalisasi ini mengakibatkan masalah-masalah kenakalan remaja yang terjadi khususnya di Kota Demak, untuk itu perlunya sistem Pendidikan bersasis Islam Terpadu yaitu pelajaran umum yang berintregasi dengan pelajaran Islam. Dalam perencanaan Sekolah Islam Internasional Terpadu yang berada di Kota Demak menerapkan pendekatan arsitektur neo vernakular guna untuk menunjukan identitas lokal arsitektur setempat.
Penataan Interior Ruang Kerja pada Bangunan Kantor Kelurahan di Muktiharjokidul Pedurungan Semarang Mutiawati Mandaka; Muhammad Syarif Hidayatullah; Sudadi Widyastomo; Ibnu Setyo Yuliardi; Agus Vikriyanto
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 4 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i4.11827

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menata interior kantor kelurahan Muktiharjo yang baru. Semarang terkenal dengan kota yang sering mengalami banjir sejak dulu. Tidak terelakkan juga Kelurahan Muktiharjokidul yang merupakan salah satu kelurahan dari Kota Semarang yang berlokasi di Semarang Timur dengan luas daerah 20,72 km2. Kantor kelurahan ini sudah beberapakali mengalami kebanjiran sehingga diperlukan suatu tindakan untuk dapat mengatasi hal tersebut. Selain dengan meninggikan lantai bangunan, upaya mendesain ulang kantor dirasa penting, mengingat pelayanan kepada masyarakat harus terdepan. Apalagi kondisi wabah covid masih merajalela sehingga dibutuhkan penataan interior yang sesuai dengan kebutuhan saat ini dan jangka panjang. Metode yang dipakai yaitu dengan studi literatur dan survei ke lapangan serta diskusi dengan pegawai kelurahan untuk mendapatkan informasi dan data, selanjutnya merencanakan dan mendesain layout ruangan sesuai kebutuhan. Hasil pengabdian kepada masyarakat adalah desain penataan interior yang sudah disesuaikan dengan kriteria ruangan yang aman dan nyaman memenuhi kriteria protokol kesehatan yaitu ada minimal jarak komunikasi satu meter atau bersekat, komunikasi dua arah tetap dapat dilakukan dengan sekat, ruang terbuka (ada aliran udara), dan ada jarak antri pada ruang tunggu.
WARNA DAN ORNAMEN SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA PADA BANGUNAN IBADAH DI KAWASAN WISATA RELIGI MULTI AGAMA Aan Mardian; Mutiawati Mandaka
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3430

Abstract

Indonesia terdiri dari masyarakat yang majemuk dan memiliki keanekaragaman kebudayaan. Dalam banyak hal, perbedaan tidak dapat dipungkiri sehingga perbedaan ini justru memiliki fungsi untuk mempertahankan dasar identitas dan integrasi sosial pada masyarakat. Termasuk juga pada tempat-tempat ibadah yang merupakan tempat yang sakral bagi para pemeluk agama masing-masing. Elemen estetika di masing-masing agama memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam kawasan wisata religi akan menjadi daya tarik tersendiri untuk dapat dikunjungi. Tujuan dari penelitian untuk mendapatkan gambaran elemen-elemen estetika pada bangunan ibadah di kawasan wisata religi multi agama di Indonesia. Terdapat beberapa elemen estetika dalam kajian suatu objek seni bangunan yaitu elemen bentuk, warna, ornamen dan patung. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan melakukan studi komparatif. Studi kasus menganalisa rumah ibadah dari 6 agama di Indonesia yaitu Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Hasil penelitian adalah terdapat beberapa elemen estetika yang hampir sama antara bangunan ibadah umat yang satu dengan yang lain. Jika dianalisa dari elemen warna, warna yang ada pada bangunan vihara dan kelenteng hampir sama, dengan menggunakan warna merah dan kuning keemasan. Berdasarkan ornamen, terdapat ornamen yang sama pada bangunan kelenteng dan vihara, yaitu adanya motif naga, burung, kelelawar dan singa.
REDESIGN OF THE FLOATING MARKET TOURISM AREA WITH THE NEO VERNACULAR ARCHITECTURE APPROACH IN LOK BAINTAN, SOUTH KALIMANTAN REDESAIN KAWASAN WISATA PASAR TERAPUNG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR DI LOK BAINTAN KALIMANTAN SELATAN Abdurrahman; Mutiawati Mandaka; Carina Sarasati
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v3i1.41

Abstract

Pasar Terapung adalah sebuah pasar tradisional yang seluruh aktivitas jual beli dilakukan diatas air menggunakan perahu atau jukung. Pasar Terapung sudah ada sejak dahulu, sejak masa perdagangan masih menggunakan barter hingga sekarang. Pasar Terapung tidak hanya tempat dimana produk – produk pedesaan di perjual belikan tapi juga merupakan pemandangan unik. Salah satu pelestarian seni budaya tradisional yang perlu diperhatikan keberlanjutannya adalah keberlanjutan wisata pasar terapung, salah satu bentuk adaptasi manusia terhadap keunikan lingkungan geografis yang menonjol di Kalimantan Selatan. Banyak perkampungan dan pemukiman dibangun di sepanjang sungai oleh penduduk asli suku Banjar di Kalimantan Selatan. Keadaan ini membuat kehidupan sungai menjadi salah satu ciri yang menonjol dari masyarakat Banjar. Di pasar yang unik ini pedagang dan pembeli melakukan transaksi di atas air dengan menggunakan perahu besar maupun kecil yang berdatangan dari berbagai pelosok. Pasar terapung merupakan sebuah pasar tradisional yang seluruh aktivitas jual beli dilakukan di atas sungai menggunakan perahu atau jukung. Pasar terapung sejak masa perdagangan masih menggunakan sistem barter hingga sekarang.