Claim Missing Document
Check
Articles

tugas akhir DEVELOPMENT DESIGN OF THE MOSQUE AREA AT QUEEN KALINYAMAT'S TOMB IN JEPARA PERANCANGAN PENGEMBANGAN KAWASAN MASJID DI MAKAM RATU KALINYAMAT DI JEPARA Juliawati, Sarah; Mandaka, Mutiawati; Wardianto, Gatoet
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i2.133

Abstract

Perancangan kawasan ini bertujuan sebagai wisata religi khususnya untuk umat islam dan sebagai penunjang masyarakat yang datang ke Jepara untuk berziarah. Masyarakat yang datang ke Jepara Di Kabupaten Jepara belum ada tempat wisata yang lengkap yang bisa menunjang kebutuhan para pengunjung seperti tempat penginapan, museum, pusat kuliner, belanja souvenir dan lainnya. Oleh karena itu diperlukan perencanaan perancangan fasilitas untuk kelengkapan masjid dan makam.
DESIGN OF ISLAMIC CENTER AREA DEMAK BINTORO WITH A JAVANESE ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN KAWASAN ISLAMIC CENTER D E M A K BINTORO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR JAWA Ahmad, Musiron; Mandaka, Mutiawati; Wardianto, Gatoet
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 1 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i1.150

Abstract

Demak Bintoro menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan wisata religi yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan arsitektur Jawa klasik yang dikombinasikan dengan arsitektur Islam dalam perancangan Islamic Center Demak Bintoro. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, survei lapangan, serta analisis historis dan kontekstual untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus mempertahankan nilai budaya lokal. Perencanaan Islamic Center Demak Bintoro merupakan langkah strategis dalam menjaga warisan budaya Islam di Demak sekaligus menyediakan fasilitas keislaman yang memadai. Dengan pendekatan arsitektur yang menggabungkan elemen tradisional dan modern, kawasan ini dapat menjadi ikon baru dalam perkembangan Islam di Indonesia. Konsep perencanaan kawasan Islamic Center ini mencakup berbagai fasilitas, seperti masjid, madrasah, pusat dakwah, perpustakaan Islam, dan area wisata religi. Penggunaan arsitektur Jawa klasik bertujuan untuk menghadirkan nuansa historis yang mengingatkan pada kejayaan era Kesultanan Demak, sementara elemen arsitektur Islam diterapkan untuk menciptakan kesan modern yang tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman. Dengan adanya perencanaan ini, diharapkan Islamic Center Demak Bintoro dapat menjadi wadah bagi umat Islam untuk beribadah, belajar, serta meningkatkan pemahaman keagamaan mereka. Selain itu, keberadaan kawasan ini juga dapat mendukung sektor pariwisata religi di Demak, yang berpotensi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara
PERTOLONGAN PERTAMA PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI LASEM STUDI KASUS: KLENTENG CU AN KIONG Mandaka, Mutiawati; Wonoseputro, Christine; Sarasvati, Ratri Septina
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4744

Abstract

Kelenteng Cu An Kiong di Lasem merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi. Sebagai salah satu kelenteng tertua di Indonesia, bangunan ini mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa, yang terlihat dari ornamen khas, ukiran kayu yang indah, serta struktur bangunan yang masih mempertahankan gaya tradisional. Namun, seiring berjalannya waktu, kelenteng ini mengalami berbagai bentuk kerusakan akibat faktor usia, cuaca, kelembaban, serta kurangnya perawatan yang memadai. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berpotensi mengurangi nilai estetika bangunan, tetapi juga dapat membahayakan keberlanjutannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada Kelenteng Cu An Kiong serta menyusun rekomendasi perbaikan berdasarkan tingkat keparahan kerusakan yang ditemukan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, meliputi survei lapangan, dokumentasi bagian bangunan yang mengalami kerusakan, wawancara dengan pengelola kelenteng, serta studi literatur terkait konservasi bangunan bersejarah. Analisis terhadap kondisi bangunan dilakukan untuk memahami faktor penyebab kerusakan serta menentukan langkah-langkah konservasi yang tepat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, sehingga kelestarian Kelenteng Cu An Kiong sebagai salah satu peninggalan budaya yang berharga dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI LASEM STUDI KASUS: KLENTENG CU AN KIONG Mandaka, Mutiawati; Wonoseputro, Christine; Sarasvati, Ratri Septina
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4744

Abstract

Kelenteng Cu An Kiong di Lasem merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi. Sebagai salah satu kelenteng tertua di Indonesia, bangunan ini mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa, yang terlihat dari ornamen khas, ukiran kayu yang indah, serta struktur bangunan yang masih mempertahankan gaya tradisional. Namun, seiring berjalannya waktu, kelenteng ini mengalami berbagai bentuk kerusakan akibat faktor usia, cuaca, kelembaban, serta kurangnya perawatan yang memadai. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berpotensi mengurangi nilai estetika bangunan, tetapi juga dapat membahayakan keberlanjutannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada Kelenteng Cu An Kiong serta menyusun rekomendasi perbaikan berdasarkan tingkat keparahan kerusakan yang ditemukan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, meliputi survei lapangan, dokumentasi bagian bangunan yang mengalami kerusakan, wawancara dengan pengelola kelenteng, serta studi literatur terkait konservasi bangunan bersejarah. Analisis terhadap kondisi bangunan dilakukan untuk memahami faktor penyebab kerusakan serta menentukan langkah-langkah konservasi yang tepat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, sehingga kelestarian Kelenteng Cu An Kiong sebagai salah satu peninggalan budaya yang berharga dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.
FUTURISTIC APPLICATION OF ARCHITECTURE ON THE FACADE OF A MIXED USED BUILDING Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Sasmito, Adi; Khoirul Mustofa, M
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3720

Abstract

This study evaluates the application of futuristic architecture on the facades of mix used buildings with a focus on three buildings in Paragon City Semarang, JHL Solitaire Serpong, and Pakuwon Surabaya. Mix used building is a building concept that integrates various functions such as residential, office, and business premises, with the aim of increasing space efficiency. This research uses a qualitative descriptive approach to identify how futuristic architecture is applied to the facades of these buildings. The results show that although there are efforts to apply the concept of futuristic architecture to elements such as doors, windows, walls, and light barriers by paying attention to proportion, rhythm, material, texture, and colour, the application is still limited. Paragon City Semarang, for example, only uses walls and light barriers with slight variations in proportion, while JHL Solitaire Serpong emphasises the use of light barriers that almost cover the entire building facade. Pakuwon Surabaya, on the other hand, features walls and glass windows with a large proportion of area. This research concludes that although the concept of futuristic architecture is trending, its implementation in the context of mixed used building facades is still not optimal, with variations between the three buildings studied.
TIPOLOGI DAN MORFOLOGI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG Mandaka, Mutiawati; Huda, Ivan Syamsul; Yulitriani, Esti
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.168 KB) | DOI: 10.54367/alur.v6i1.1863

Abstract

The purpose of this paper is to determine the typology and morphology of the old city of Semarang. The method used is a literature review with a focus on scoping reviews to explain the typology and morphology of an area. The old city of Semarang was appointed as the research theme by taking into account the history and uniqueness that has a very strong character. The results showed that the old city of Semarang was formed from a square-shaped city framework consisting of roads, plots and buildings where there were urban artifacts in it from a fairly long process based on the formation of the city geographically and if viewed from its history.
FUTURISTIC APPLICATION OF ARCHITECTURE ON THE FACADE OF A MIXED USED BUILDING Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Sasmito, Adi; Khoirul Mustofa, M
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3720

Abstract

This study evaluates the application of futuristic architecture on the facades of mix used buildings with a focus on three buildings in Paragon City Semarang, JHL Solitaire Serpong, and Pakuwon Surabaya. Mix used building is a building concept that integrates various functions such as residential, office, and business premises, with the aim of increasing space efficiency. This research uses a qualitative descriptive approach to identify how futuristic architecture is applied to the facades of these buildings. The results show that although there are efforts to apply the concept of futuristic architecture to elements such as doors, windows, walls, and light barriers by paying attention to proportion, rhythm, material, texture, and colour, the application is still limited. Paragon City Semarang, for example, only uses walls and light barriers with slight variations in proportion, while JHL Solitaire Serpong emphasises the use of light barriers that almost cover the entire building facade. Pakuwon Surabaya, on the other hand, features walls and glass windows with a large proportion of area. This research concludes that although the concept of futuristic architecture is trending, its implementation in the context of mixed used building facades is still not optimal, with variations between the three buildings studied.
Tipologi dan Morfologi Kota Bersejarah Lasem Mandaka, Mutiawati; Ikaputra, Ikaputra; Widyastuti, Dyah Titisari
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v5i1.594

Abstract

Paper ini bertujuan untuk mengetahui mengapa tipologi dan morfologi pada kota bersejarah (historic city) penting untuk dipelajari. Pembahasan yang ada pada paper ini masih bersifat general terutama terkait dengan tipologi dan morfologi pada historic city namun masih dapat dikembangkan lagi. Fokus amatan historic city mengambil studi kasus di kota Lasem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan menekankan pada scoping review. Scoping review dipilih sebagai metode untuk mengidentifikasi dan memetakan beberapa studi kasus dari contoh-contoh tipologi dan morfologi historic city dunia seperti di Tokyo, Venesia dan Paris digunakan sebagai gambaran umum dan fokus amatan penelitian adalah di Lasem, Temuan penelitian yaitu tipologi dan morfologi historic city ini menghasilkan bahwa historic city terbentuk dari urban  artefak yang diperoleh dari sejarah pembentukan city skeleton yang terdiri dari streets, plots dan buldings yang terbentuk melalui proses waktu yang lama dengan sejarah yang berbeda-beda yang penting untuk dipelajari agar mampu memprediksi rencana kota di masa depan.
MALL AND HOTEL BUILDING PLANNING IN SEMARANG CITY WITH A MODERN ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN BANGUNAN MALL DAN HOTEL DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Widyastomo, Sudadi; Sasmito, Adi; Mandaka, Mutiawati
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.95

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota dengan populasi terbanyak ketiga di Indonesia, dengan total jumlah penduduk sekitar 1.700.000 jiwa. Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Semarang memiliki beberapa fasilitas pusat perbelanjaan dan hotel yang cukup lengkap. Mix used building merupakan suatu banguan yang terdiri dari satu atau lebih bangunan yang mempunyai fungsi yang berbeda. Di Semarang sendiri masih sedikit bangunan yang mengadopsi jenis bangunan mix used building. Perlunya perencanaan dan perancangan bangunan mall dan hotel di Semarang diharapkan mampu memberikan alternatif solusi bagi masyarakat Semarang. Arsitektur Modern merupakan konsep arsitektur yang mengedepankan konsep yang memperhatikan perancangan dari segi fungsional dan efisiensi pada bangunan yang akan dirancang, dan bisa mewadahi aktivitas penghuninya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep Arsitektural yang bisa diterapkan pada perancangan bangunan mall dan hotel adalah konsep arsitektural Arsitektur Modern.  Mall dan hotel direncanakan dibangun di Jalan Raya Semarang Boja sebagai salah satu alternatif pengembangan kawasan komersial yang mendukung permukiman sekitarnya. Pendekatan perencanaan ini dimulai dari mencari preseden terkait bangunan mall dan hotel, pendekatan kontekstual dan aspek fungsional. Hasil rancangan berupa perancangan mall dan hotel yang berada dalam satu kawasan dengan tujuan untuk memenuhi semua kebutuhan hidup, bekerja, berbelanja, sekaligus menginap dalam rangka efisiensi waktu dan mobilitas. Dengan desain yang unik dan menggunakan pendekatan arsitektur modern diharapkan mall dan hotel ini dapat menjadi icon dari lansekap Semarang Boja.
BEACH HOTEL ON PARANGTRITIS BEACH WITH A TROPICAL ARCHITECTURAL APPROACH BEACH HOTEL DI PANTAI PARANGTRITIS DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS Sa'roni, Arif; Mandaka, Mutiawati; Nuzuluddin, Taufiq Rizza
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.96

Abstract

Pantai Parangtritis merupakan objek wisata yang terletak di Desa Kretek Parangtritis, Kapanewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jarak dari kota adalah 27 km. Pantai ini merupakan salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang terkenal dan menjadi simbol wisata Yogyakarta. Pantai ini memiliki nilai simbolis sebagai garis ajaib yang menghubungkan Gunung Merapi yang dikenal dengan Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, Tugu Yogyakarta, dan Jalan Imajinasi Yogyakarta. Tren ini melanggar tradisi dan meluas ke praktisi dari kota hingga desa yang jauh. Pembangunan beach hotel di Pantai Parangtritis merupakan akomodasi jangka pendek bagi wisatawan untuk tujuan wisata dan bisnis, perkantoran dan keperluan lainnya. Mengingat banyaknya wisatawan yang datang, baik domestik maupun mancanegara, maka perlu mandiri untuk mendukung permintaan pariwisata. Hal inilah yang mungkin mendorong para pengembang untuk membangun hotel dengan konsep arsitektur tropis agar tidak merusak lingkungan alam di sekitar Parangtritis.