Claim Missing Document
Check
Articles

POLA TATA RUANG PADA KAWASAN RESORT HOTEL Wardianto, Gatoet; Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Mosses Siallagan, Ralfalendo
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.61

Abstract

Mengikuti berkembangnya pariwisata di Indonesia saat ini banyak sekali jenis akomodasi yang disediakan. Salah satu akomodasi yang disediakan adalah hotel. Terdapat berbagai jenis hotel, seperti city hotel, resort hotel, transit hotel, atau commercial hotel. Resort hotel merupakan salah satu jenis akomodasi hotel berdasarkan lokasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sirkulasi pada pola tata ruang khususnya terhadap kawasan resort hotel. Analisa terkait dengan pola tata ruang didasarkan pada objek penelitian. Variabel yang digunakan dalam studi kasus, adalah pola sirkulasi, topografi, fasilitas, dan jenis resort. Studi kasus penelitian terdiri dari Nusa dua Beach Hotel dan Spa di Bali, Montigo Resort Nongsa di Batam, dan Amanjiwo Resort di Magelang. Hasil analisa berdasarkan studi kasus menunjukan bahwa beberapa resort hotel memiliki pola tata ruang yang serupa.
PERANCANGAN WISATA BUDAYA RUMAH BETANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEOVERNAKULAR DI KALIMANTAN TENGAH Priwandi, Wahyu Juli; Dian Susanti, Anityas; Mandaka, Mutiawati
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i2.77

Abstract

Kalimantan adalah salah satu pulau besar di Indonesia, terletak di wilayah utara Republik Indonesia. Kalimantan terbagi menjadi lima bagian: Kalimantan Timur, Kota Samarinda; Kalimantan Barat, ibu kota Pontianak; Kalimantan Tengah, ibu kota Palangkaraya; dan Kalimantan Timur, ibu kota Tanjung Selor. Kalimantan adalah rumah bagi berbagai suku, termasuk Dayak, Banjar, Bakumpai, Baraki, Maanyan, Lawangan, dan Dayak Bukit Ngaju, serta keturunan Melayu Jawa, Bugis, Cina, dan Arab. Mereka memiliki satu bangunan yang cocok untuk ditinggali, yang dikenal dengan Rumah Adat Betang. Rumah Adat Betang merupakan rumah adat khas pulau Kalimantan yang dikenal dengan nama Betang, Huma, atau Lamin yang artinya Rumah Panjang. Wisata budaya di Kalimantan Tengah belum ada sehingga sangat penting untuk dikembangkan ke depan sebagai lokasi pelestarian budaya khas Kalimantan. Kawasan wisata budaya Rumah Betang akan dikembangkan dengan pendekatan perancangan arsitektur neovernakular yang dapat menunjang budaya baik fisik berupa struktur maupun bentuk non fisik khususnya ritual adat di Kalimantan Tengah.
OFFICE RENTAL DESIGN IN SEMARANG CITY USING A FUTURISTIC ARCHITECTURE APPROACH PERANCANGAN RENTAL OFFICE DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK Huda, Dimas Prasojo Nur; Mandaka, Mutiawati; Sasmito, Adi
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i2.167

Abstract

Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang dengan ekonomi yang tumbuh pesat, telah menarik minat investor lokal dan internasional. Hal ini menciptakan permintaan tinggi untuk ruang kantor, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Sektor perkantoran memerlukan bangunan yang mampu menampung berbagai jenis bisnis, mulai dari start-up hingga perusahaan multinasional. Pasar kantor sewa tidak hanya didominasi oleh perusahaan besar atau korporasi multinasional. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul juga perusahaan start-up, e-commerce.  teknologi, serta perusahaan lokal yang lebih kecil yang turut menyewa ruang kantor. Hal ini mendorong keberagaman dalam tipe ruang kantor, mulai dari gedung perkantoran kelas A (premium) hingga coworking space yang fleksibel dan lebih terjangkau. Semarang merupakan pusat ekonomi dan bisnis di Jawa Tengah, dengan sektor perdagangan, jasa, dan industri yang berkembang pesat. Keberadaan pelabuhan Tanjung Emas dan kawasan industri mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan, sehingga menarik minat investor dan perusahaan dari dalam maupun luar negeri. Kantor sewa menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menjalankan operasinya di Semarang tanpa harus berinvestasi dalam pembangunan kantor sendiri.
DESIGN OF A HOUSEHOLD APPLIANCES FACTORY USING AN INDUSTRIAL ARCHITECTURE APPROACH IN THE KENDAL INDUSTRIAL ESTATE PERANCANGAN PABRIK PERALATAN RUMAH TANGGA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR INDUSTRIAL DI KAWASAN INDUSTRI KENDAL Mustofa, M. Khoirul; Anityas Dian Susanti; Mutiawati Mandaka
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i2.170

Abstract

Dengan lebih dari 270 juta orang, Indonesia memiliki pasar yang besar untuk peralatan rumah tangga. Dengan pertumbuhan kelas menengah yang cepat, permintaan akan barang berkualitas meningkat. Salah satu tindakan strategis untuk memenuhi kebutuhan pasar peralatan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor adalah mendirikan pabrik di dalam negeri untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ketahanan ekonomi. Pendirian pabrik lokal akan menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena akan membuka banyak peluang kerja di industri produksi dan distribusi. Kawasan pabrik pembuatan peralatan rumah tangga berfokus pada pembuatan berbagai peralatan rumah tangga, seperti perabotan dan peralatan dapur. Infrastruktur yang memadai ada di pabrik ini, seperti jalan raya, transportasi, dan utilitas penting. Fokus desain pabrik adalah mengoptimalkan alur kerja produksi untuk menghemat waktu dan biaya operasional. Untuk memastikan produk aman dan berkualitas tinggi, kawasan pabrik ini harus mematuhi standar kualitas yang ketat. Selain aspek ekonomi, fokus utama adalah keberlanjutan, yang mencakup praktik yang ramah lingkungan dan pengelolaan limbah yang efektif. Pabrik-pabrik ini sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional karena memiliki jaringan distribusi yang baik dan hubungan dengan pemasok bahan baku yang baik yang meningkatkan efisiensi operasional.
Pola Sirkulasi Pengunjung Pasar Terapung Di Kalimantan Selatan Rahman, Abdur; Mandaka, Mutiawati; Wardianto, Gatoet
Neo Teknika Vol 7, No 2 (2021): Vol 7 No 2 (2021) : Jurnal Neoteknika Volume 7 Nomer 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v7i2.1833

Abstract

Kegiatan jual beli merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan manusia sejak lama. Adanya wadah untuk menampung proses jual beli sangat diperlukan manusia dalam kegiatan tersebut. Tempat yang terpenting untuk melakukan kegiatan jual beli yaitu keberadaan pasar. Hal itu disebut sebagai salah satu indikator nyata dalam suatu wilayah dan sebagai suatu kegiatan oleh masyarakat sekitar dalam kehidupan manusia. Tidak seperti pasar daratan yang memiiki organisasi, Pasar Terapung tidak mencatat orang pedagang dan pengunjung yang ada serta zona penjual dengan dagangannya. Penulisan ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang pola sirkulasi pengunjung pada pasar terapung. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan data lapangan dan melakukan analisa studi banding dari tiga lokasi yaitu  pasar terapung Lok Baintan, pasar terapung Muara Kuin, dan pasar terapung Siere di Kalimantan Selatan. Hasil dari penelitian menunjukkan pola sirkulasi yang ada di pasar terapung Lok Baintan, Muara Kuin, dan Siring Piere memiliki pola sirkulasi yang hampir sama dari segi aktivitas pengunjungnya. Yang membedakan dari ketiga pola sirkulasi terletak pada luasan lahan dan bentukan geografisnya. Kata kunci : aktivitas, manusia, pasar terapung, pola sirkulasi, Kalimantan Selatan