Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENENTUAN SKALA PRIORITAS KEGIATAN PEMELIHARAAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN PASAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Aufaa Rozaan; Eva Rita; Dwifitra Y Jumas
Structure Vol 5, No 1 (2023): STRUCTURE (JURNAL SIPIL)
Publisher : University of Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/civil.v5i1.8265

Abstract

Menurunnya kemantapan jalan di Kabupaten Pasaman Sumatera Barat pada dua tahun terakhir disebabkan antara lain oleh terbatasnya anggaran dan meningkatnya analisis standar belanja jalan setiap tahun anggaran. Sehingga belum optimal dan meratanya program dan kegiatan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan. Agar efektifnyapengambilan keputusan untuk menentukan kegiatan skala prioritas kegiatan pemeliharaan jalan di Kabupaten Pasaman dilakukan penelitian terhadap 12 ruas jalan di Kabupaten Pasaman. Pengambilan data primer digunakan kuisioner yang disebarkan kepada 24 responden. Data diolah menggunakan metoda Analytical Hierarchy Process (AHP) dan expert choiceprogram. Hasil yang diharapkan akan mendapatkan kriteria-kriteria untuk menentukan skala prioritas dalam kegiatan pemeliharaan pada ruas-ruas jalan yang diteliti di Kabupaten Pasaman sehingga dapat ditentukan urutan prioritas ruas jalan yang terpilih.Kata kunci:AHP, Expert choice method, Kabupaten Pasaman, pemeliharaan jalan,skala Prioritas
EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN JALAN NASIONAL DI PROVINSI SUMATERA BARAT Dadang Supriatna; Nasfryzal Carlo; Dwifitra Y. Jumas
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2023
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.511

Abstract

Pemerintah telah mengeluarkan Permen PUPR No. 10 tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi yang harus diimplementasikan dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Namun masih banyak pekerjaan jasa konstruksi yang belum sepenuhnya melaksanakan. Terdapat 3 pekerjaan jasa konstruksi jalan nasional di Sumatera Barat dilakukan pada tahun 2021. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi tahapan pemilihan penyedia jasa dan tahapan pelaksanaan pekerjaan yang diberlakukan berdasarkan Permen PUPR Nomor 10 tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif yang bersifat deskriptif-analisis dengan mengevaluasi dokumen RKK dan melakukan wawancara terhadap 9 orang informan. Tujuan wawancara adalah untuk memastikan hambatan atau kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan SMKK. Hasil penelitian menemukan pada tahapan pemilihan penyedia jasa terdapat kekurangan dalam penyusunan identifikasi bahaya pada dokumen RKK. Pada tahapan pelaksanaan ditemukan kekurangan dalam penyusunan dokumen pada elemen Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi (50,00%) dan Dukungan Keselamatan Konstruksi (59,07%). Terdapat hambatan dalam penyelenggaraan SMKK pada proyek jalan yang ditinjau yaitu kurangnya waktu penugasan personel Health, Safety, and Environment (HSE) Konsultan. Direkomendasikan untuk melakukan sosialisasi/pelatihan tentang identifikasi bahaya dan penyusunan dokumen RKK pelaksanaan serta menugaskan personel Health, Safety, and Environment (HSE) Konsultan selama proyek berlangsung.
Kelayakan Aksesibilitas Kaum Disabilitas di Bangunan Rumah Sakit MH. Thalib Kota Sungai Penuh Dinata, Tm Marta; Carlo, Nasfryzal; Y. Jumas, Dwifitra
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 01 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i01.634

Abstract

Berlakunya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, ditindak lanjuti dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Peraturan Menteri PUPR tersebut memberikan acuan dalam penyediaan fasilitas pada bangunan rumah sakit untuk para disabilitas. Rumah sakit MH.Thalib merupakan rumah sakit klasifikasi C di Kota Sungai Penuh, telah berupaya untuk memenuhi fasilitas disabilitas, akan tetapi belum semuanya memenuhi standar dan kelayakan serta aksesibiliatas. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian dengan pendekatan deskritif evaluatif untuk mengetahui fasilitas disabilitas apa saja yang sudah ada dengan kelayakan dan standar yang sesuai dan. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dengan melakukan pengukuran lapangan. Disamping itu, diadakan FGD dengan nara sumber dari Dinas PUPR dan pihak rumah sakit M.H Thalib untuk menjustifikai dan mengklasifikasi temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitas untuk para disabilitas yang sudah ada terdiri dari fasilitas yang menghubungan secara horizontal antar ruang atau antar bangunan meliputi pintu, selasar, koridor dan jalur pemandu. Fasilitas yang menghubungkan secara vertikal antar lantai dalam bangunan gedung meliputi tangga dan ram. Penyediaan kelengkapan fasilitas prasarana dan sarana pemanfaatan bangunan gedung umum meliputi ruang ibadah, ruang laktasi, toilet, fasilitas komunikasi dan informasi, ruang tunggu, rambu dan marka dan tempat parkir. Dari kesemua fasilitas yang ada separuh diantaranya sudah memenuhi standar dan kelayakan serta aksesibilitas dari peraturan yang ada. Selanjutnya, disarankan pihak rumah sakit MH. Thalib untuk dapat memenuhi fasilitas para disabilitas dengan standard dan kelayakan yang sesuai dan mudah dalam aksesibilitasnya.
Scoring Setting and Infrastructure di Kampus Politeknik Negeri Medan Berdasar UI GreenMetric Taufiq, Muhammad; Carlo, Nasfryzal; Y Jumas, Dwifitra; Rita, Eva; Utama, Lusi
Structure Vol 6, No 1 (2024): STRUCTURE (JURNAL SIPIL)
Publisher : University of Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/civil.v6i1.11133

Abstract

Abstract - Green Campus is a concept that supports sustainable and environmentally sounddevelopment by involving the academic community in the campus environment. Campus Strategic Planof Medan State Polytechnic (Polmed) proclaims to be a green campus in 2025. One of Polmed's effortsto participate in sustainable development is by participating in the UI GreenMetric World UniversityRanking program. One of the assessment categories is Setting and Infrastructure. This researchfocuses on the Setting and Infrastructure indicator with the assessment criteria being the ratio of openspace to campus area, total campus area covered by forest vegetation, total campus area covered byplant vegetation, total campus area for water absorption, total open space area to campus population,percentage of campus budget for sustainable efforts, percentage of building operation andmaintenance activities in one year, campus facilities for the disabled, special needs, security and safetyfacilities, health infrastructure, conservation programs. The results showed that the score obtainedfrom the Polmed campus is currently 440 out of 1500 expected. To increase the score, a vertical gardenor rooftop garden can be implemented on the criteria of plant vegetation, making biopore infiltrationholes and replacing paving blocks with grass blocks on the criteria of water catchment areas, installingguiding blocks and making ramps for the criteria of facilities for the disabled, and blocking
Kajian Kelayakan dan Pengembangan TPS3R menggunakan GIS di Kota Sungai Penuh Eka Friyadi, Yep; Carlo, Nasfryzal; Y Jumas, Dwifitra
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.564

Abstract

Upaya pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh telah dibangun 5 unit TPS3R pada tahun 2022. Sejauh ini TPS3R ini belum berfungsi dan pemerintah setempat merencanakan untuk menambah beberapa unit TPS3R lagi guna memenuhi kebutuhan tempat penampungan sampah sementara sebelum dibuang ke lokasi disposal. Berdasarkan prediksi jumlah penduduk untuk sepuluh tahun mendatang dilakukan penelitian guna mengevaluasi penempatan TPS3R yang sudah ada dan merencanakan jumlah TPS3R yang sesuai dengan sebaran jumlah penduduk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan observasi lapangan, analisis proyeksi penduduk, analisis jumlah timbulan sampah, analisis penentuan lokasi TPS3R dan menetukan koordinat TPS3R yang sesuai melalui aplikasi ArcGis. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan jumlah penduduk 109.287 jiwa dibutuhkan 55 unit TPS3R yang tersebar pada delapan kecamatan yang ada di Kota Sungai Penuh.
Analisis Pengaruh Kompetensi Manajer Proyek terhadap Keberhasilan Proyek Kontruksi Transportasi Jalan Rel di Sumatera Bagian Barat Vianda, Rendi; Jumas, Dwifitra; Anif, Bahrul; Peli, Martelius; Fuadi, Al Busyra; Ariani, Vivi
Jurnal Talenta Sipil Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v7i2.588

Abstract

The role of a project manager is a crucial factor that influences project success. To achieve project success, it is necessary to have project managers who possess the appropriate competencies to carry out their tasks. Respondents in this study are individuals who are directly involved and responsible for the implementation of railway projects in West Sumatra Province, totaling 61 people. Data collection was done by administering questionnaires to the research respondents. The data analysis used descriptive analysis to summarize and describe the data, while multiple linear regression was used to understand the relationship between independent variables (knowledge, skills, attitudes, behavior) and dependent variables (project success). Based on the analysis results, it can be concluded that factors such as knowledge, skills, attitudes, and behaviors have a significant impact on the success of railway projects in West Sumatra. The skill factor of project managers is the most dominant factor influencing the level of project success, with a contribution of 23.8%.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Subkontraktor Terhadap Kinerja Main Kontraktor Pada Pekerjaan Jalan Provinsi Bengkulu Wilantara, Bayu; Hasan, Alizar; Jumas, Dwifitra Y
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.043-052

Abstract

Saat ini pertumbuhan industri jasa konstruksi semakin berkembang. Permintaan tinggi dalam waktu pendek menjadi kendala yang kerap dialami para kontraktor, sehingga umumnya kontraktor memberikan sebagian pekerjaan kepada subkontraktor. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, beberapa pekerjaan konstruksi jalan di Bengkulu pada tahun 2022, kontraktor menggunakan subkontraktor untuk beberapa butir perkerjaan. Pemberian pekerjaan konstruksi kepada subkontraktor memberikan efek positif bagi kontraktor, tetapi ada juga berdampak negatif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas subkontraktor terhadap kinerja kontraktor utama dan faktor dominannya pada pekerjaan jalan di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuisioner terhadap pihak terlibat dan dilakukan pengujian analisis faktor dan regresi terhadap faktor-faktor dari hasil kuisioner. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas subkontraktor terhadap kinerja main kontraktor pada proyek jalan di Bengkulu adalah faktor administrasi, faktor pihak terkait, faktor lingkungan, faktor manajemen, faktor kemampuan teknis, dan faktor finansial. Secara stimulan semua faktor dalam penelitian ini memiliki pengaruh terhadap kinerja main kontraktor dengan nilai F hitung sebesar 9,231 lebih besar dari nilai F tabel sebesar 2,25. Secara parsial faktor-faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja main kontraktor adalah faktor administrasi, faktor finansial, faktor manajemen dan faktor lingkungan dengan nilai t hitung > t tabel. Faktor dominan yang mempengaruhi kinerja main kontraktor pada proyek jalan di Provinsi Bengkulu adalah faktor adminsitrasi dengan nilai koefisien regresi tertinggi sebesar 0,426.
Optimasi Pemeliharaan Jalan: Model Pengambilan Keputusan Multi-Kriteria untuk Prioritas di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat Jumas, Dwifitra; Ariani, Vivi; Rita, Eva; Sesmiwati, Sesmiwati; Rozaan, Aufaa
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.3.10

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi yang penting dalam pertumbuhan pembagunan social dan ekonomi. Karena keterbatasan dana, maka perlu menentukan prioritas perbaikan jalan. Agar penanganan jalan berjalan optimal, diperlukan kriteria yang menjadi prioritas utama untuk dipertimbangkan dengan seksama.Pemilihan kriteria yang tepat merupakan aspek yang perlu dikaji karena kondisi dan kebutuhan setiap daerah akan prioritas perbaikan dan peningkatan jalan akan berbeda. Pendekatan analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan mengunakan expert choice. Dalam penelitian ini, hirarki AHP yang digunakan adalah hirarki fungsional yang terdiri dari 3 level yaitu tujuan (level 1), kriteria (level 2) dan sub kriteria (level 3).Kuesioner disebarkan pada 19 responden untuk menemukan bobot kriteria dan subkriteria yang menjadi prioritas pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Dari 6 kriteria dan 23 sub kriteria, setelah dilakukan analisis dengan mengunakan Expert Choice, terdapat 5 kriteria dan 19 sub-kriteria yang memenuhi persyaratan nilai CR 0,1. Dalam menetapkan urutan kegiatan pemeliharaan jalan di Kabupaten Pasaman, bobot diberikan pada beberapa faktor, seperti kerusakan jalan (30,90%), aspek ekonomi (19,70%), kebijakan (18,10%), lalu lintas (16,00%), dan tata guna lahan (9,60%). Hasil dari model ini selanjutnya di aplikasikan kepada 12 ruas jalan yang membutuhkan pemeliharan.
Faktor Penerapan SMKK Pembangunan Gedung Sentra IKM Minyak Atsiri di Kecamatan Lunang Rita, Eva; Saputra, Lariccia; Carlo, Nasfryzal; Jumas, Dwifitra Y.; Utama, Lusi
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i1.776

Abstract

The construction services industry is one of the industrial sectors that has a fairly high risk of work accidents. This occurs due to unsafe work actions and conditions, including weak implementation of the Construction Safety Management System (SMKK). Based on the results of field investigations on the construction project for the Essential Oil IKM Center Building in Lunang District, it shows that there are violations of the implementation of the SMKK. This research aims to (1) identify the factors that influence the implementation of SMKK, (2) analyze the factors that most dominantly influence the implementation of SMKK, and (3) provide solutions. This research is quantitative research involving 82 respondents from project owners, implementing contractors, and supervising consultants. Data collection was carried out through distributing questionnaires and data processing was carried out using Principal Component Analysis factor analysis using SPSS. Research findings (1) identified 6 (six) factors with 52 variables that influence the implementation of the SMKK, (2) the results of the analysis of the 6 (six) identified factors that influence the implementation of the SMKK, there are 5 (five) new factors that were formed which 4 (four) factors of which have the most dominant influence on the implementation of SMKK because they have a factor loading ≥ 0.65, and (3) identified solutions include: providing routine training on work safety procedures, activating Safety Morning Talk or Toolbox Meetings, monitoring the implementation of SMKK regularly strictly, as well as providing input or recommendations to the Pesisir Selatan Regency Regional Government Construction Services Development Team.
Faktor Penyebab Rendahnya Kualitas Pekerjaan Jalan di Kabupaten Sijunjung Firdaus, Ilyas; Jumas, Dwifitra Y; Anif, Bahrul
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i1.804

Abstract

The quality of road work determines the level of safety and comfort of road users. Many road construction works are found to be damaged before their design life, due to the low quality of the road work. Many factors influence the quality of road work. The aim of this research is to identify the factors causing the low quality of road work in Sijunjung Regency, to find the dominant factors, and to find solutions so that the quality of road work meets the established specifications. This research uses a combination approach (mixed methods). A quantitative approach is used to identify the dominant factors causing the low quality of road work in Sijunjung Regency, while a qualitative approach uses research and literature studies such as articles, journals, guidebooks and documents about the quality of road work. From the research results, it was found that the factors that influence the low quality of road work in Sijunjung Regency are Human Resources, Materials, Equipment, Finance, Work Methods and Environment. Meanwhile, the dominant factor that has the most influence is the material factor. Solutions that can be implemented include increasing control and supervision over the management and use of materials, as well as increasing the competence of workers and construction service businesses through outreach, technical guidance, education and training. In addition, it is necessary to provide sanctions or punishment in accordance with applicable regulations to contractors who are negligent in carrying out road work, so that irregularities do not occur again which will cause low quality of road work in the future.