Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Jenis dan Karakteristik Habitat Burung di Ekosistem Mangrove Indramayu Nurdin Nurdin; Dede Kosasih; Toto Supartono; Nurul M Ghojali; Haydar Rahardian
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 12 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v12i2.5082

Abstract

Karangsong mangrove forest area is the result of rehabilitation then used as the location of ecotourism by Pantai Lestari groups. The purpose of this research is to know and analyze the diversity of bird species, and to know the habitat conditions of birds related to environmental factors. The research was conducted in the mangrove ecotourism area of Karangsong in two types of habitat, namely mangrove and beach habitat types. This reserch used the Indeks Point of Abundance (IPA) method and the MacKinnon list method of 10 species in collecting the data. The data were collected with the strip transect method for vegetation and the area species curve method with a sample plot of 10x10 meters.The result of this, of resear her found there were 20 species of bird from 7 family, which 16 species were found in mangrove habitat types and 4 species in coastal habitat types. The number diversity index (H') of waterbirds obtained is categorized as moderate with a value of 1.95. In vegetation analysis, the researcher found 9 type of vegetasi in mangrove and coastal habitat. Retrieval of data on environmental factors including weather with sunny condition, then the temperature and humidity ranges from 31-34.1 and 18% -74%, similarity (pH) 1.7-7.4, salinity obtained  26%  -30%,  disturbance  which were  found,  Those are  the activities  of ecotourism visitors, transportation (motorboats passing around the research location), fish anglers, and the activities of pond farmers.
Identifikasi Penyebab Ketidakhadiran Surili (Presbytis comata) pada Sebuah Ekosistem Kebun Campuran di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat Toto Supartono; Dede Kosasih
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.69-83

Abstract

Surili (Presbytis comata) tergolong primata langka dan tidak ditemukan lagi keberadaannya di beberapa habitatnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab hilangnya surili di kebun campuran pada blok yang tetap ditempati dan blok yang sudah tidak ditempati surili (Hulu Ciberung dan Argasari), dengan menggunakan metode wawancara, survei, dan analisis peta. Data dinalisis melalui uji beda nilai tengah dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel vegetasi berupa kepadatan pohon, kepadatan pohon berdiameter >30 cm, kepadatan pohon dengan tinggi >15 m, kepadatan pohon pakan, luas bidang dasar (LBDS) pohon, dan LBDS pohon pakan antara kedua blok tidak berbeda nyata (P >0,05). Penelitian juga memperoleh hasil bahwa blok Argasari dilalui oleh jalan angkutan, memiliki areal yang lebih sempit (137,39 ha vs 144,12 ha), lebih jauh terhadap hutan alam (1,04 km vs 2,06 km) dan lebih dekat terhadap jalan raya (154,35 m vs 169,63 m) dibandingkan dengan blok Hulu Ciberung. Hasil ini menunjukkan bahwa absennya surili di blok Argasari tidak berhubungan dengan kondisi vegetasi, tetapi diduga berhubungan dengan atribut lansekap yang memicu tingginya gangguan manusia. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelestarian surili di luar kawasan lindung harus menekankan faktor keamanan dengan meminimalkan gangguan, serta luasan areal.
Asosiasi Vegetasi Terhadap Komunitas Burung di Kampus I Universitas Kuningan Nurdin Nurdin; Ai Nurlaila; Dede Kosasih; Nina Herlina
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v12i2.2672

Abstract

Interaksi ekologis antara vegetasi dan burung di Kampus I Universitas Kuningan merupakan sifat naluriah alami yang membentuk suatu asosiasi saling menguntungkan. Pembangunan dikhawatirkan berdampak terhadap penurunan tingkat keanekaragaman jenis burung sebagai bioindikator kualitas lingklungan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kekayaan, keanekaragaman, dominansi jenis pohon dan burung, serta menganalisis asosiasi pohon terhadap komunitas burung di Kampus I UNIKU.  Hasil analisis data terdapat 42 jenis  dan 378 pohon, tingkat kekayaan(DMg=6,9) dan keanekaragaman jenis (H’=2,9)termasuk sedang didominasi oleh Polyalthia longifolia 86 batang.  Burung tercatat 19 jenis dan 1485 ekor, tingkat kekayaan (DMg=2,47) dan keanekaragaman jenis (H’=1,67) katagori rendah didominasi oleh Passer montanus 652 ekor. Asosiasi vegetasi pohon dan burung berdasarkan Key Performance Indeks (KPI) pada penilaian terhadap fungsi ekologis pohon menunjukan bahwa persentase jumlah tertinggi dengan katagori sangat baik (SB) adalah fungsi modifikasi sebagai  pohon penaung 22 jenis. Sedangkan pada fungsi sebagai kontrol kelembaban udara dan menghadirkan burung dengan katagori baik (BA) terdapat 13 jenis. Katagori buruk (BU) terdapat 2 jenis yaitu pada fungsi sebagai kontrol kelembaban udara dan menghadirkan burung. Kesimpulan penelitian ini bahwa asosiasi vegetasi pohon dan burung berdasarkan KPI  pada  penilaian  terhadap fungsi ekologis pohon untuk memodifikasi suhu sebagai penanung, pengontrol kelembaban udara, dan  fungsi menghadirkan burung katagori baik. Semakin tinggi nilai keanekeragaman jenis tumbuhan dan burung di Kampus I UNIKU, maka semakin tinggi pula kekayaan jenisnya. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN BEDENG PERSEMAIAN PADA KOMPEPAR PASIR BATANG TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, KABUPATEN KUNINGAN Toto Supartono; Iing Nasihin; Dede Kosasih
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Berdaya Mandiri (JBM: EDISI KERJASAMA STIE EKUITAS BANDUNG)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.49 KB) | DOI: 10.31316/jbm.v3i2.1779

Abstract

Persemaian merupakan salah satu sarana penting dalam kegiatan pemulihan ekosistem karena dapat berperan sebagai sumber perbanyakan bibit.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membangun persemaian di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Ciremai yang di dalamnya terdapat kelompok masyarakat yang mengelola obyek wisata.  Kompepar Pasir Batang telah dijadikan mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat.  Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dan implementasi lapangan.  Persemaian dapat terbangun sesuai dengan yang diharapkan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon positif terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh lembaga pendidikan.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI BIOHANDSANITIZER DAN BIODESINFEKTAN BERBASIS ECO-COMMUNITY UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA Nurdin Nurdin; Iing Nasihin; Nina Herlina; Toto Supartono; Dede Kosasih; Ai Nurlaila
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Berdaya Mandiri (JBM: EDISI KERJASAMA STIE EKUITAS BANDUNG)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.551 KB) | DOI: 10.31316/jbm.v3i2.1780

Abstract

Covid-19 telah menyebar secara luas keseluruh dunia melaluli perantara manusia ke manusia. Upaya memutus mata rantai penyebaran virus tersebut salah satunya dengan menjalankan perilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Upaya tersebut dimulai dari tingkatan rumah tangga melalui suatu komunitas peduli lingkungan Bale Riung yang kemudian dikenal dengan  “Bale Riung Eco Community (BREC). Kegiatan diawali dengan fermentasi sampah organik buah dan sayuran untuk menghasilkan eco enzyme. Setelah itu eco enzyme dibuat biohandsanitizer dan biodesinfektan. Pengurangan sampah organik mulai terlihat sebagai dampak positif  pengolahan sampah organik tersebut. Masyarakat sudah mulai menggunakan biodesinfektan untuk mengepel lantai, mencuci bak mandi dan membersihkan kaca. Tidak ditemukan indikasi adanya iritasi kulit setelah penggunaan biohandsanitizer.  Lingkungan rumah menjadi lebih bersih dan segar serta terbebas dari gangguan serangga yang membahayakan kesehatan. Kandungan asam asetat (H3COOH) dalam eco enzyme dapat membunuh kuman, virus dan bakteri. Sedangkan kandungan enzyme lipase, tripsin, amilase  mampu membunuh /mencegah bakteri patogen. Kata Kunci: Covid-19, sampah, eco enzyme, biohandsanitizer, biodesimfektan.
ANALISIS SEMIOTIK PEIRCE TERHADAP LAMBANG DAÉRAH DI KOTA SUKABUMI (KAJIAN FILOSOFIS DAN SEMIOTIK) Khairul Khairul Fridarmawan; Ruswendi Permana; Dede Kosasih
Edusentris Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v8i2.481

Abstract

Bahasa merupakan unsur pada lambang yang tidak banyak disadari masyarakat. Tulisan ini mendeskripsikan lambang daerah yang ada di kota Sukabumi, mengupas struktur yang menyusun lambang daerah, menganalisis semboyan yang terdapat dalam lambang daérah menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce, dan semboyan tersebut kemudian dikupas dari segi filosofis masyarakat Sunda yaitu filsafat tritangtu. Dari penelitian terungkap bahwa lambang daerah kota Sukabumi mencakup unsur potensi daerah, harapan masyarakat dan semboyan. Dan dari hasil penelitian ditemukan bahwa semboyan tidak hanya merupakan unsur dalam lambang, namun sekaligus memproduksi muatan nilai dan makna lambang bagi kehidupan, sehingga makna lambang tidak bias di masyarakat. Setiap semboyan yang terdapat dalam lambang daerah memiliki nilai filosofis tekad, ucap, jeung lampah. Dalam filosofis Sunda hal tersebut dikenal dengan istilah tritangtu. Hal ini tentu saja membuktikan bahwa semboyan dirumuskan dengan melewati proses berpikir yang diantaranya melibatkan pengungkapan harapan, dan cita-cita yang ingin dicapai oleh masyarakat dan pemerintahannya.
PETA KERAWANAN BANJIR SUB DAS CILUTUNG BERDASARKAN DATA GEOSPASIAL Iing Nasihin; Dede Kosasih; Rahman Rahman
Jurnal Belantara Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v5i2.878

Abstract

A Flood is a natural phenomenon that causes material or non-material losses. The availability of geospatial information can be used to analyze the level of flood susceptibility. The purpose of this study was to identify and map flood-prone areas in the Cilutung sub-watershed based on geospatial data, namely land use and cover conditions, soil type, slope class, and rainfall. The method used in this study is weighting and scoring in geographic information systems (GIS). Based on the analysis, there are 4 classes of flood susceptibility in the Cilutung sub-watershed with the classification of safe, less vulnerable, moderate, and vulnerable. The distribution of flood-prone areas is almost spread over the entire Cilutung sub-watershed area, including the districts of Argapura, Banjaran, Bantarujeg, Cikijing, Cingambul, Lemahsugih, Maja, Majalengka, Malausma, Panyingkiran, Talaga, Cisitu, Jatigede, Jatigede, Tomo, and Wado. Medium class with an area of ​​22579 ha (36%), vulnerable class 18543 ha (30%), less vulnerable class 17883 ha (29%), safe class 2979 ha (5%). The most dominant parameters that cause flood vulnerability are flat slope 0-8%, latosol soil type, and land use in the form of rice fields, these parameters are spread in the southern and northern regions.
PENGENALAN PUPUK HAYATI PADA MEDIA TANAM SAYURAN DI DESA JAMBUGEULIS KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN Ika Karyaningsih; Nurdin; Dede Kosasih; Fika Fauziah; , Dwi Rizki P
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.247

Abstract

Kondisi lingkungan saat ini banyak yang rusak dan tercemar, demikian pula kondisi tanah sebagai media tanam tanaman budidaya. Tanah pertanian banyak mengalami kerusakan baik secara fisik kimia maupun biologi sehingga mengurangi kemampuannya dalam mendukung pertumbuhan tanaman sehingga produksi tanaman semakin menurun dan sangat tergantung dengan pupuk kimia unutuk meningkatkan produksinya. Penelitian yang dilakukan di Laboraturium silvikultur fakultas kehutanan universitas Kuningan berupaya memproduksi pupuk hayati berupa Fungi mikoriza artbuskula berasal dari Taman Nasional Gunung Ceremai untuk dikembangkan menjadi pupuk hayati. oleh sebab itu perlu adanya pengenalan dan penyebarluasan kepada masyarakat tentang fungsi dan bentuk pupuk hayati secara umum, walaupun pada prakteknya mikoriza yang digunakan sementara adalah mikoriza yang dijual oleh lembaga penelitian lain. Dengan pengenalan ini diharapkan peningkatan kesadartahuan masyarakat tentang pentingnya penggunaan pupuk hayati ini untuk menggantikan peran pupuk kimia. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK yang berjalan beriringan dan mendukung program pemerintah Kabupaten Kuningan untuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk dibudidayakan sayur-mayur sebagai bentuk upaya ketahanan pangan keluarga. kegiaatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, praktek pembuatan media tanaman dan cara penggunaan pupuk hayati secara langsung.
Development and Management of Landscape Design The Pasirbatang Campground Ciremai Mountain National Park Iing Nasihin; Dede Kosasih; Ai Nurlaela; Yuni Alviani
Journal of Forestry And Environment Vol 1, No 02 (2018): Journal of Forestry and Environment
Publisher : Faculty of Forestry and Environment, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jfe.v1i02.1726

Abstract

The development of tourism in Indonesia continue to increase. Accordingto Cooperet al., 1999, the twentieth century has made good growth of sustainable tourism as an activity and an industry. Pasir batang campground is one of Cermai Mountain National Park of tourism potentials. Pasirbatang campground located within protected areas such as national parks, its management must be in harmony with conservation objectives. This research was to design development and to plan landscape management in Pasirbatang campground. The planning methods used are based on Gold, 1980 which includes 6 stages: preparation, inventory, analysis, synthesis, planning and design. The analytical tool used by the GIS approach. The results found that in Pasirbatang campground has13 (thirteen) objects which are: Liang Maung, Ancient Fern (Alsophila contaminans Wall), Persimmon (Diospyros kakii), Kalindra (Caliandra sp.), Coffee, Tenjo waduk, Pasirbatang Hill, Campground, Sech Marmagati tomb, Ki Jangkung tomb, Munjul Jeruk, Legok Imah, and Koncangan prohibition forest.Allocating area on the site plan has be grouped into three (3) groups of areawhich are : intensive, semi-intensive and extensive area.Nature tourism activity like active and passive tourism can be done by visitors in these area. Eco-campground is  the basic concept of the Pasirbatang campground that is environmentally friendly and natural shades. The circulation pathway on the site is divided into two types which are :the campground track (primary circulation) and the interpretation track / trakking (secondary circulation). The structuring vegetation is divided into 2 (two) functions area which are :vegetation conservation and vegetationnonconservation  area.
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI STASIUN PENELITIAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS KUNINGAN WILAYAH TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Ayu Ratna Dewi Utami; Iing Nasihin; Dede Kosasih
Journal of Forestry And Environment Vol 5, No 2 (2022): Journal of Forestry and Environment
Publisher : Faculty of Forestry and Environment, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jfe.v5i2.9049

Abstract

The Research Station of the Faculty of Forestry, Universitas Kuningan is located at an altitude of 1,100- 1,175 masl which is in the rehabilitation zone and close to the jungle zone of Mount Ciremai National Park. This area is a degraded location due to land clearing for agricultural cultivation activities. The existence of this research station aims to support the function of the area. The strategic management plan must be in accordance with the objectives of the area management, so to manage the research station requires land cover information. So that research related to land becomes important to do. The method used is a field crosscheck, which will be tested for accuracy with an accuracy test, land cover classification on recorded images in 2009, 2013, 2019 and 2021 with the Supervised Classification interpretation method. The results showed that the accuracy test had an overall accuracy of 83.37% and kappa accuracy of 77.55%, from the results of image classification in 2009 in the research station area which consisted of 3 classes, namely field, mixed forest and pine forest. Meanwhile, in 2013 there were 5 land cover classes, namely rice fields, shrubs, calliandra, pine and mixed forest. The years 2019 and 2021 consist of calliandra, scrub, pine and mixed forest. This change is caused by changes due to biophysics and changes due to socio-economic conditions, thus causing changes in land cover in the forest area of Kuningan UniversityStasiun Penelitian Penelitian Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan terletak pada ketinggian 1.100-1.175 mdpl yang berada di zona rehabilitasi dan dekat dengan zona rimba Taman Nasional Gunung Ciremai. Kawasan ini merupakan lokasi yang terdegradasi akibat pembukaan lahan untuk kegiatan budidaya pertanian. Keberadaan stasiun penelitian ini bertujuan untuk mendukung fungsi kawasan . Rencana strategis pengelolaan harus sesuai dengan tujuan pengelolaan kawasan, sehingga untuk mengelola stasiun penelitian membutuhkan informasi tutupan lahan. Sehingga penelitian yang berkaitan dengan lahan menjadi penting untuk dilakukan. Metode yang digunakan adalah crosscheck lapangan, yang akan diuji akurasinya dengan uji akurasi, klasifikasi tutupan lahan pada citra rekaman tahun 2009, 2013, 2019 dan 2021 dengan metode interpretasi Supervised Classification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji akurasi memiliki akurasi keseluruhan sebesar 83,37% dan akurasi kappa sebesar 77,55%, dari hasil klasifikasi citra tahun 2009 di kawasan stasiun penelitian yang terdiri dari 3 kelas yaitu lapangan, campuran hutan dan hutan pinus. Sedangkan pada tahun 2013 terdapat 5 kelas tutupan lahan yaitu sawah, perdu, kaliandra, pinus dan hutan campuran. Tahun 2019 dan 2021 terdiri dari kaliandra, semak belukar, pinus dan hutan campuran