Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Determinan Pemberian MP-ASI Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Bringin Fatma, Adelia; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9679

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia 2019, cakupan ASI eksklusif di Indonesia tahun 2019 sebesar 67,74%. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Semarang tahun 2020 sebesar 56,7% dengan persentase terendah sebesar 22,6% yaitu Puskesmas Bringin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Bringin, Kab. Semarang.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Jumlah sampel 40 kasus dan 40 kontrol menggunakan teknik cluster sampling dan purposive sampling. Variabel bebas terdiri dari usia ibu, paritas, pengetahuan, pendidikan, sosial ekonomi, mitos, kelancaran produksi ASI, dan pekerjaan ibu. Variabel terikat yaitu pemberian MP-ASI dini. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan uji chi square atau uji fisher dan uji regresi logistik.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan usia ibu (p=0,002), pengetahuan (p=0,006), pendidikan (p=0,000), mitos (p=0,029), kelancaran produksi ASI (p=0,001), pekerjaan ibu (p=0,002), paritas (p=0,237), dan sosial ekonomi (p=0,805). Variabel yang paling berpengaruh adalah kelancaran produksi ASI (p=0,001).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia ibu, pengetahuan, pendidikan, mitos, kelancaran produksi ASI, dan pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI dini. Tidak terdapat hubungan antara paritas dan sosial ekonomi dengan pemberian MP-ASI dini. Kelancaran produksi ASI merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pemberian MP-ASI dini.
Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Gabus (Channa Striatus) terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Kwetiau Beras Nurul Mulyana, Aprilia; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9686

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menjadi negara kedua dengan pengonsumsi mi instan terbanyak dunia yaitu 12.6 miliar per tahun sehingga pengembangan produk berbasis mi sebagai makanan bergizi berpotensi untuk dilakukan. Salah satunya produk kwetiau dengan bahan utama beras. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan gabus pada pembuatan kwetiau beras terhadap sifat kimia dan organoleptik kwetiau beras.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan empat taraf perlakuan, yaitu tanpa penambahan ikan gabus (K0), penambahan ikan gabus 5% (K1), 10% (K2), dan 15% (K3). Data hasil penelitian dianalisis dengan Anova One Way, dilanjutkan dengan uji Duncan. Untuk uji organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis.Hasil: Hasil pengamatan berdasarkan perlakuan yang diberikan penambahan tepung ikan gabus, maka yang terbaik perlakuan K1 yaitu penambahan tepung ikan gabus 5% dapat meningkatkan kadar protein (10,44%) serta memiliki daya cerna protein 46,63%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh penambahan tepung ikan gabus terhadap sifat kimia (kadar air, protein, lemak, karbohidrat, abu, dan daya cerna protein) dan sifat organoleptik rasa, tekstur, dan aroma pada kwetiau.
Pengaruh Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa – Sinensis L. ) terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih Galur Wistar Desmarta, Kesya; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9694

Abstract

Latar Belakang: Asam urat atau gout arthritis memiliki prevalensi sebesar 11,9% di Indonesia. Bunga sepatu adalah salah satu tanaman yang mengandung pigmen antosianin, flavonoid, dan saponin berpotensi menghambat pembentukan asam urat dengan menghalangi aksi xantin oksidase, yang mengubah purin menjadi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa – sinensis L.) terhadap kadar asam urat tikus putih galur wistar.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi 3 kelompok yaitu K – (kontrol negatif atau normal), K+ (kontrol positif diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB), dan P1 (Diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB dan ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) 250 mg/kgBB). Tikus diberikan hati ayam 2 ml/kgBB untuk menginduksi asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan pada hari ke- 22 menggunakan cobas c111 dengan metode uricase – PA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik parametrik. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, data dianalisis menggunakan uji one way annova.Hasil: Pemberian ekstrak bunga sepatu selama 14 hari tidak berpengaruh terhadap kadar asam urat pada 3 kelompok (p = 0,594). Kadar asam urat kelompok K – (1,10 ± 1,78 mg/dl); kelompok K+ (1,17 ± 1,51 mg/dl); dan kelompok P1 (0,92 ± 1,34 mg/dl).
Formulasi Snack Bar Berbahan Dasar Tepung Kedelai (Glycine max L.) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) Sebagai Makanan Alternatif Sumber Energi Maulida Majid, Syahrina; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v4i2.9713

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang merupakan penyebab tingginya angka kematian pada dewasa, salah satunya dipengaruhi perilaku konsumsi selingan yang minim zat gizi. Padahal pemenuhan kebutuhan gizi untuk permasalahan gizi kurang sebenarnya dapat didukung dengan mengonsumsi selingan. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan snack bar tinggi energi yang dapat diterima oleh masyarakat dengan memanfaatkan potensi gizi kedelai dan labu kuning.Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian adalah formulasi snack bar dan variabel terikat meliputi kandungan gizi dan daya terima snack bar. Sampel snack bar terdiri dari tiga formulasi dengan perbandingan tepung kedelai dan tepung labu kuning 75%:25%, 50%:50%, dan 25%:75%. Analisis uji kandungan gizi meliputi kadar abu, air, protein, lemak, karbohidrat, dan energi menggunakan One-Way ANOVA. Analisis uji daya terima warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan dilakukan dengan Mann-Whitney.Hasil: Produk snack bar dengan kandungan energi paling tinggi adalah F3 yang yang mengandung kadar abu 2,53%, kadar air 30,62%, protein 14,45%, lemak total 17,09%, karbohidrat 35,30%, dan energi total 352,83 kkal/100 gram. Hasil uji daya terima warna paling disukai adalah F3, parameter aroma F1, serta aspek rasa dan tekstur F3.Kesimpulan: Terdapat perbedaan pada keseluruhan kandungan gizi, daya terima warna, dan daya terima keseluruhan kenampakan produk.
Hubungan Kebiasaan Makan, Aktivitas Fisik, dan Sosial Ekonomi dengan Overweight pada Siswa SMP Negeri 1 Garung Pratiwi, Aziza Intan; Farida, Eko
Jumantik Vol 10 No 2 (2023): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i2.5826

Abstract

Overweight merupakan keadaan tubuh akibat ketidakseimbangan antara asupan dengan pengeluaran kalori, beberapa faktor risiko yang dapat berpengaruh pada kegemukan adalah seperti asupan gizi, sosial ekonomi, dan aktivitas fisik. Pada usia remaja, kecukupan gizi memerlukan perhatian khusus karena faktor gizi membantu proses perkembangan dan pertumbuhan fisiologis maupun kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan sosial ekonomi dengan kejadian overweight pada siswa SMPN 1 Garung. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di SMPN 1 Garung. Populasi penelitian berjumlah 569 siswa dengan jumlah sampel terpilih 90 siswa, pengambilan sampel melalui teknik simple random sampling. Adapun perolehan data kebiasaan makan melalui formulir SQ-FFQ (Semiquantitative Food Frequency Questionnaire), data aktivitas fisik didapatkan dari kuesioner PAQ-A (Physical Activity Questionnaires for Adolescent), dan data sosial ekonomi diperoleh dari kuesioner. Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara asupan energi (p=0,000), asupan protein (p=0,000), dan asupan karbohidrat (0,015) dengan overweight. Penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara aktivitas fisik (p=0,003) dengan kejadian overweight. Namun tidak terdapat hubungan antara asupan lemak (p=0,071), pendidikan ayah (p=1,000), pendidikan ibu (p=0,768), pekerjaan ayah (p=0,661), pekerjaan ibu (p=0,965), dan pendapatan keluarga (p=0,235) dengan kejadian overweight. Kesimpulan; Diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang bermakna.asupan energi, asupan protein, asupan karbohidrat, dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja.