Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk pencegahan dan pengendalian infeksi diare dan thyphoid anak di desa pangkalan jati cinere depok Selvester Thadeus, Maria; Susantiningsih, Tiwuk; Simanjuntak, Kristina; Yuliyanti, Retno; Citrawati, Mila
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Vol. 2 No. 1 (2024): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (In Press)
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v2i1.6095

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu bentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah dan mengendalikan infeksi diare dan thyphoid terutama pada anak anak. Insiden infeksi diare dan thyphoid pada anak masih tinggi. Kebersihan tangan menjadi salah satu faktor pencegahan penularan infeksi diare dan thyphoid melalui makanan yang dipegang dengan tangan yang kotor. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta telah melakukan pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai sarana edukasi dan pelatihan pencegahan dan pengendalian infeksi diare dan thyphoid pada anak di Desa Pangkalan Jati Cinere Depok. Responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 40 anak usia 8-12 tahun. Pelatihan menggunakan media powerpoint dan brosur CTPS serta praktek langsung CTPS. Hasil penilaian nilai pretest sebesar 70,25% dan setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan, kemudian dilakukan posttest terjadi peningkatan nilai posttest sebesar 22% menjadi 92,25%. Disela sela pelatihan responden diminta untuk melakukan CTPS agar ketrampilan CTPS semakin baik. CTPS adalah salah satu ketrampilan yang dapat diterapkan pada anak anak untuk pencegahan dan pengendalian infeksi diare dan thyphoid pada anak.
a Penyuluhan Kesehatan Pada Kasus Demam Berdarah Dengue Di UPTD Pengasinan Depok dengan Pendekatan Dokter Keluarga : Penyuluhan Kesehatan Pada Kasus Demam Berdarah Dengue Di UPTD Pengasinan Depok dengan Pendekatan Dokter Keluarga Citrawati, Mila; Susantiningsih, Tiwuk; Thadeus, Maria Selvester; Adisaputra, Chantika Zahra; Nooramadhani, Tasya; Cahyaninglatri, Wendi Corlia
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): Vol. 2 No. 2 (2024): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v2i2.9922

Abstract

Penyuluhan kesehatan dengan pendekatan dokter keluarga pada kasus demam berdarah dengue (DBD) adalah solusi bagi penatalaksanaan kasus kedokteran yang berfokus pada pemberian layanan kesehatan primer yang komprehensif, berkesinambungan, dan berpusat pada individu, keluarga, serta komunitas. Terdapat peningkatan kasus DBD dari tahun 2023 ke 2024 sehingga peran kedokteran keluarga penting untuk menyelesaikan masalah ini, dimulai dari screening hingga edukasi kepada keluarga untuk mengurangi presentase angka kejadian terutama di wilayah UPDT Pengasinan, Depok. Penyuluhan kesehatan diperlukan untuk mengidentifikasi daftar masalah klinis pada pasien dan keluarga serta factor-faktor yang mempengaruhi masalah demam berdarah dengue, mengubah pengetahuan dan perilaku dalam pencegahan demam berdarah dengue yang berikatan terhadap kesehatan pasien serta keluarga. Keterlibatan partisipasi keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan pasien dengan pendekatan kedokteran keluarga sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di UPTD Pengasinan Depok dengan pendekatan kedokteran keluarga. Kegiatan penyuluhan kesehatan pada kasus demam berdarah dengue di UPTD Pengasinan Depok dengan pendekatan dokter keluarga di dapatkan bahwa dari hasil evaluasi dan penatalaksanaan terdapat perbaikan terhadap pengetahuan dan sikap yang menjadi baik, salah satunya yaitu perilaku untuk melakukan 3M dan mencoba membuka diri untuk berkegiatan sosial di lingkungan rumah. Pengetahuan dan perilaku tersebut sangat mempengaruhi pasien dan keluarga karena merasakan kualitas hidupnya yang membaik dan nyaman saat berada di lingkungan rumah.
Perbedaan efek ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan ekstrak buah naga putih (Hylocereus undatus) terhadap kadar kolesterol total tikus putih (Rattus norvegicus) Prakoso, Luthfi Octafyan; Yusmaini, Hany; Thadeus, Maria Selvester; Wiyono, Sugeng
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 12 No. 3 (2017)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.377 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2017.12.3.195-202

Abstract

This study aimed to compare the effect of red dragon fruit extract (Hylocereus polyrhizus) and white dragon fruit extract (Hylocereus undatus) to total cholesterol levels in white rats (Rattus norvegicus). Total of 30 males white wistar strains were divided into five treatments i.e: (1) standard feed and Na-CMC 1% (K1), (2) standard feed and quail egg 10ml/kgBW (K2), (3) standard feed, quail egg 10ml/kgBW and simvastatin dose 0,72mg/day (P1), (4) standard feed, quail egg 10ml/kgBW and red dragon fruit extract dose 60mg/200gBW/day (P2), (3) standard feed, quail egg 10 ml/kgBW and white dragon fruit extract dose 120mg/200gBW/day (P3). The intervention was carried out for 14 days after 7 days acclimatization period. Data was analyzed by One Way ANOVA test and continued with Post Hoc Bonferroni test (p=0.05). In P2 group, there was a difference of total blood cholesterol level by 25.83 mg/dl compared with the positive control group and statistically significant (p<0.05). In P1 and P3 group there were difference in cholesterol levels of 9.5 mg/dl and 11.5 mg/dl compared with the positive control group, but not statistically significant (p>0.05). The comparison between red dragon extract group and white dragon extract showed a non-significant difference (p>0.05). Red dragon fruit extract and white dragon extract have a potential effect to improve hypercholesterolemia conditions.
The Therapeutic Effects of West Indian Elm (Guazuma ulmifolia) Leaf Extract on Coronary Artery Atherosclerosis in Hypercholesterolemic Wistar Rats Ramadhansyah, Reza; Thadeus, Maria Selvester; Muktamiroh, Hikmah; Hardini, Niniek
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2023.18.2.109-116

Abstract

This study aimed to determine the therapeutic effect of West Indian elm leaf extract on coronary artery atherosclerosis in hypercholesterolemia Wistar rats. Cholesterol, a key factor in the pathophysiology of coronary heart disease, is present in fat-containing diets. Orlistat is one of the medications that can reduce blood cholesterol levels, but since it has side effects, herbs are more preferable to it. One such herbal plant, West Indian elm (Guazuma ulmifolia), contains tannins, saponins, alkaloids, and flavonoids, secondary metabolites that carry the properties necessary to reduce blood cholesterol levels, in its leaves. In this experimental study, which focused on histopathological parameters to see the scale of progression of coronary artery atherosclerosis, 30 Wistar rats were induced with a high-fat diet and divided into 6 sample groups, consisting of three control groups (normal, negative, and positive) and three treatment groups (which received a West Indian elm leaf extract at 0.2, 0.4, and 0.8 g/kgBW). Significant results were obtained from both Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests (p<0.05) between the negative control group and the positive control group, between the negative control group and treatment group 2 (0.4 g/kgBW), and between the negative control group and treatment group 3 (0.8 g/kgBW). In conclusion, this study proved that West Indian elm (Guazuma ulmifolia) leaf extract reduces the development of coronary atherosclerosis and shares a similarity in therapeutic effect with orlistat.
Usia dan Indeks Massa Tubuh dalam Kaitannya dengan Grading Karsinoma Mammae Invasif NST Jannati, Husna Bunga; Hardini, Niniek; Nugrohowati, Nunuk; Thadeus, Maria Selvester; Rahadiati, Familia Bella
Majalah Kedokteran Andalas Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i5.p836-846.2023

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mencari adanya keterkaitan antara indeks massa tubuh dan usia terhadap grading histopatologi karsinoma mammae invasif NST di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2021. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan cross sectional sebagai desain penelitian. Pasien karsinoma mammae invasif NST yang tercatat pada tahun 2021 dirawat di RSPAD Gatot Soebroto adalah populasi, sampel adalah pasien yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi. Teknik simple random sampling dipilih menjadi teknik pengambilan sampel yang berasal dari data sekunder berupa rekam medis pasien, sampel digunakan sampel sebanyak 84 pasien. Indeks massa tubuh dan usia adalah variabel bebas dan grading adalah variabel terikat. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien berdasarkan usia, IMT, dan grading. Analisis bivariat bertujuan untuk mencari adanya keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil: Tidak adanya hubungan yang bermakna ditemukan pada penelitian ini antara variabel IMT dengan grading dengan nilai p=0,685 sementara pada analisis mengenai keterkaitan usia dengan grading juga ditemukan tidak adanya hubungan dengan p=1. Kesimpulan: hubungan antara IMT dan usia dengan grading tidak ditemukan, kemungkinan tidak adanya hubungan akibat terbatasnya sampel. Subtipe molekuler dan status menopause sebagai faktor pembias.
Pengaruh Cotrimoxazole Terhadap Perkembangan Neural Tube Embrio Ayam Pamuji, Alifia Shafanaura; Fauziah, Cut; Tjang, Yanto Sandy; Thadeus, Maria Selvester
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2024.v7.190-198

Abstract

Background In Indonesia, congenital abnormalities are still very high. Neural Tube Defect (NTD) is one of the most common congenital abnormalities. NTD occurs due to the failure of neural plate closing. One of the risk factors for NTD is folic acid deficiency. Drug use during pregnancy is one of the risk factors for congenital abnormalities. Cotrimoxazole is an anti-folate drug that still has pros and cons regarding its potential to cause NTD. Human embryonic brain development can be simulated using chicken embryos. This study aimed to determine the effect of Cotrimoxazole on the development of the chicken embryo's neural tube. Methods This study used a post-test-only control group design. The number of samples is 30 eggs and the sampling method was simple random sampling. The dose of Cotrimoxazole used was 0; 60; and 120 mg/kg per egg then the eggs were incubated for 72 hours. Data analysis was based on sample characteristics and bivariate analysis using the comparative Kruskal-Wallis test with the post-hoc test. Results In this study, 11 out of 30 eggs could be analyzed. The results were obtained by observing the number of brain vesicles. There was a significant difference in the number of brain vesicles (p= 0.046) between the study groups from the Kruskal-Wallis test. Conclusions Cotrimoxazole administration showed an effect on neural tube development of chicken embryos when compared to controls.
The Effect of Moringa Leaf Extract Administration on Sperm Morphology and Blood Glucose Reduction in Alloxan-Induced Sprague Dawley Rats Wahab, Dinda Nuraini Hanifah; Hasanah, Uswatun; Harfiani, Erna; Thadeus, Maria Selvester
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v1i1.37286

Abstract

AbstractIncreased blood sugar levels can be triggered by increased intake or insulin resistance, leading to increased oxidative stress that affects sperm quality during spermatogenesis. Moringa oleifera, rich in antioxidants, has been proven effective in improving sperm quality through several studies. This study aims to evaluate the influence of moringa leaf extract on sperm morphology and the reduction of blood sugar levels in Sprague Dawley white rats (Rattus norvegicus) induced by alloxan. Fasting blood sugar tests showed that rats induced with alloxan without moringa leaf extract had the highest blood sugar levels among the groups. In contrast, the negative control and treatment groups with moringa leaf extract successfully maintained blood sugar levels at normal levels. Normal sperm morphology reached 94.5% in the treatment group with the highest dose of moringa leaf extract. The results of the study indicate a significant relationship between blood sugar levels and sperm morphology in alloxan-induced white rats after the administration of moringa leaf extract. Moringa oleifera has the potential to be a therapeutic intervention to improve sperm quality and control blood sugar levels in hyperglycemic conditions.AbstrakPeningkatan kadar gula darah dapat dipicu oleh peningkatan asupan atau resistensi insulin menyebabkan peningkatan stres oksidatif yang mempengaruhi kualitas sperma selama spermatogenesis. Tanaman kelor (Moringa oleifera), tumbuhan yang kaya akan antioksidan, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas sperma melalui beberapa penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun kelor terhadap morfologi sperma dan pengurangan kadar gula darah pada tikus putih Sprague Dawley (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Uji gula darah puasa menunjukkan bahwa tikus yang diinduksi aloksan tanpa perlakuan ekstrak daun kelor memiliki kadar gula darah tertinggi di antara kelompok-kelompok lainnya. Sebaliknya, kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan dengan ekstrak daun kelor berhasil menjaga kadar gula darah pada tingkat normal. Morfologi sperma normal mencapai 94,5% pada kelompok perlakuan dengan dosis 400 mg/kgBB ekstrak daun kelor. Kesimpulan yang didapatkan pada penelitian ini berkaitan dengan temuan hubungan signifikan antara kadar gula darah dan morfologi sperma pada tikus putih yang diinduksi aloksan setelah pemberian ekstrak daun kelor. Tanaman kelor (Moringa oleifera) memiliki potensi sebagai intervensi terapeutik untuk meningkatkan kualitas sperma dan mengendalikan kadar gula darah dalam kondisi hiperglikemia. 
Penyuluhan Hepatitis B dengan Pendekatan Dokter Keluarga pada Ibu Hamil di Kelurahan Pengasinan Depok Ni Luh Aurial Widjayanti; Audrey Alvura Digna; Muhammad Kevin Auliansyah Akbar; Reinhart Fikram Imam Akbar; Muhammad Alif Farhan; Tiwuk Susantiningsih; Maria Selvester Thadeus
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i1.10960

Abstract

Hepatitis B in pregnant women is a major cause of vertical transmission from mother to child and carries a high risk of developing into chronic infection. This educational activity aimed to improve family knowledge and involvement in the holistic management of pregnant women with hepatitis B through a family medicine approach. The activity was conducted in Kelurahan Pengasinan, Depok, West Java, using methods such as home visits, direct counseling, distribution of educational media, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in family knowledge regarding hepatitis B, the importance of antenatal screening, and the role of immunization in preventing perinatal transmission. In conclusion, the family medicine approach effectively supports educational interventions and enhances family preparedness in assisting pregnant women in managing this disease
Peran Buah Kelor (Moringa oleifera fruits) pada Obesitas: Penyuluhan dari Sisi Ilmu Biomedis Di Desa Pangkalan Jati Cinere Depok, Jawa Barat Amalia, Muttia; Thadeus, Maria Selvester; Susantiningsih, Tiwuk; Lardo, Soroy; Supartono, Basuki; Tjang, Yanto Sandy
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i1.11259

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang meningkat tajam di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan obesitas adalah dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan potensi pengaturan berat badan, seperti buah kelor (Moringa oleifera fruits). Kegiatan penyuluhan dengan Peran Buah Kelor (Moringa oleifera fruits) pada Obesitas: Penyuluhan dari Sisi Ilmu Biomedis Di Desa Pangkalan Jati Cinere Depok, Jawa Barat. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan tentang peran buah kelor (Moringa oleifera fruits) dalam pencegahan obesitas pada masyarakat di Desa Pangkalan Jati Cinere, Depok. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berbasis partisipatif dengan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi pengolahan buah kelor (Moringa oleifera fruits). Peserta terdiri dari 28 peserta yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya sebanyak 16 peserta yang mempunyai pengetahuan baik, 8 peserta dengan pengetahuan cukup dan 4 peserta dengan pengetahuan yang masih kurang. Lebih dari 50% peserta mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dalam pengetahuan peserta mengenai manfaat buah kelor (Moringa oleifera fruits), khususnya kandungan serat dan antioksidan yang membantu mengatur berat badan. Kesimpulan: penyuluhan tentang buah kelor (Moringa oleifera fruits) efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat mengenai pemanfaatannya untuk pencegahan obesitas. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak masyarakat untuk memperluas dampak positifnya.
Effects of Leadtree Seed (Leucaena leucocephala) Extract in Inhibiting the Increase of Postprandial Blood Glucose Level in Alloxan-induced Diabetic Rats Pujangga, Ibnu Wadud; Nainggolan, Dorlina; Thadeus, Maria Selvester
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 14 No. 3 (2019)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.711 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2019.14.3.157-164

Abstract

This research aimed to add evidence on the effect of white leadtree seed extract (Leucaena leucocephala) on postprandial blood glucose level on white male alloxan induced diabetic rats. This research was an experiment with pretest-posttest control group design. The subjects of this research were 25 white male rats, Wistar strain was divided into 5 groups. Group I was the positive control, which was treated with Acarbose, group II was the negative control, and group III, group IV, and group V were treatment groups and were given white leadtree seed extract of 1.5 g/kg of BW, 3.5 g/kg of BW, and 7.8 g/kg of BW respectively. Blood glucose level was checked before and two hours after treatment. The statistical analysis used one-way ANOVA and Bonferroni post hoc test. The result showed that there were no significant differences between group III, group IV, and group V and the positive control group (p<0.05). The best result of inhibition of the increase in blood glucose level was found in 7.8 g/kg of BW (group V) dosage group with average difference of 186.4 mg/dl. In conclusion, white leadtree seed extract could decrease two hour postprandial blood glucose level in white male alloxan-induced diabetic rats and a dosage of 7.8 g/kg of BW was shown to be the most effective.