Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Legal Implications and Responsibilities of Notaries for Forgery of Sale and Purchase Agreement Deeds by Notaries Samosir, Tetti; Sihombing, B. F.; Listina, Novia
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 3 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i3.3136

Abstract

This study examines the legal implications and liability of a Notary for the forgery of a Sale and Purchase Agreement Deed that occurred due to the Notary's negligence in carrying out his/her obligations. The research method used is normative juridical with a statutory approach and a case approach, based on the theory of legal certainty and the theory of legal responsibility. The results of the study indicate that the Notary's negligence in verifying the identity of the parties and the authenticity of the document resulted in the deed losing its authenticity based on Article 1868 of the Civil Code and can be declared null and void (nietig van rechtswege) based on Article 1320 of the Civil Code. The Notary's liability is multidimensional, including criminal liability based on Articles 263 and 264 of the Criminal Code, civil liability based on Article 1365 of the Civil Code, and administrative liability through the Notary Supervisory Board mechanism, as reflected in the Denpasar District Court Decision Number 89/PID.B/2020/PN DPS. The Notary's professionalism and thorough attitude are the main foundations in realizing legal certainty for the community.
A Pergeseran Fungsi Covernote Notaris Dalam Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli: The Shift in the Function of Notarial Covernotes in Deeds of Sale and Purchase Agreements Salsabila, Alfiyah; Samosir, Tetti; Anggriani, Jum
Jurnal Media Hukum Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Media Hukum (JMH)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59414/jmh.v14i1.1329

Abstract

Paradoks mendasar dalam praktik kenotariatan Indonesia terletak pada kenyataan bahwa covernote, dokumen yang secara normatif tidak memiliki kedudukan sebagai akta autentik dan tidak diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Jabatan Notaris justru berfungsi sebagai penentu kepercayaan dalam transaksi Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) bernilai ekonomi tinggi. Kesenjangan antara ketiadaan landasan hukum yang jelas dengan luasnya praktik penggunaan covernote inilah yang menjadi sumber ketidakpastian hukum sekaligus celah terjadinya penyalahgunaan jabatan notaris. Penelitian ini secara spesifik menganalisis pergeseran fungsi covernote dalam pembuatan Akta PPJB, memetakan bentuk-bentuk penyimpangan hukum yang ditimbulkannya, serta menetapkan konstruksi pertanggungjawaban hukum notaris atas penerbitan covernote yang tidak sesuai kondisi faktual. Dengan metode penelitian hukum normatif bersifat deskriptif-analitis, penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang dioperasionalisasikan melalui telaah bahan hukum primer dan sekunder serta analisis kritis terhadap Putusan Nomor 88/Pid.B/2022/PN Malang sebagai putusan representatif. Penelitian menemukan bahwa covernote tidak memenuhi unsur formil Pasal 1868 KUHPerdata sehingga tidak berkekuatan autentik dan tidak menentukan keabsahan Akta PPJB. Namun secara faktual, covernote telah bergeser menjadi instrumen pembentuk kepercayaan yang mempengaruhi kesepakatan para pihak atas objek perjanjian yang belum berkepastian hukum, kondisi yang terbukti dalam putusan yang dianalisis membuka ruang terjadinya perbuatan melawan hukum dan pertanggungjawaban pidana notaris. Penelitian ini mempertegas bahwa kekosongan regulasi covernote bukan sekadar persoalan administratif, melainkan kerentanan struktural dalam sistem hukum kenotariatan Indonesia yang mendesak untuk diatasi.