Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemaafan pada Perempuan Korban Perkosaan Dayo, Thasa Dwina Putri; Sari, Kartika; Faradina, Syarifah; Sari, Novita
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 9, No 2 (2024): MARET
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v9i2.59207

Abstract

The purpose of this research is to find out how the forgiveness process in women victims of rape in Banda Aceh. This research uses a qualitative case study method and uses purposive sampling to select participants in this study, namely 3 female victims of rape, and uses in-depth interview techniques for data collection. The results of this study found a different forgiveness process between the three participants. Among them, two of the three participants were still in the uncovering phase where they still felt feelings of anger and resentment towards the perpetrator, even wanting to take revenge. Meanwhile, the other participant's forgiveness process is already in the decision phase, where feelings of anger and resentment towards the perpetrator have decreased and will consider forgiving to the perpetrator. The factors that affected the forgiveness of the three participants were social cognitive, offense characteristics, interpersonal relationship quality, and rumination about transgression. 
Prediktor Intensi Merokok pada Remaja di Kota Banda Aceh Meutuah, Rizkina; Afriani; Faradina, Syarifah; Amna, Zaujatul
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 8 No 2 (2023): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpkm.v8i22023.174-194

Abstract

One of the problems experienced by adolescents is excessive smoking behavior, which can trigger negative physical and psychological impacts. Smoking intention is one of the antecedents of smoking behavior. Social factors (e.g., parental monitoring and peer pressure) and broader environmental factors (e.g., media exposure) can predict adolescent smoking intention. The objective of this study is to determine the predictors that contribute significantly between parental monitoring, peer pressure, and media exposure to smoking intentions in adolescents. This study involved 161 teenage boys and girls in Banda Aceh. The results of multiple regression analysis indicate that significant predictors of smoking intention are peer pressure and parental control which is a subdimension of parental monitoring. The implication of this study is the importance of having a positive peer environment and parental monitoring as protective factors from the risk of adolescent smoking behavior.
Keinginan Pulang Ke Rumah Pada Warga Binaan Pemasyarakatan: Telaah Psikologis Prayudha, M.Nanda Bima; Khairani, Maya; Faradina, Syarifah; Nisa, Haiyun
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 7, No 1: Januari 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v7i1.37597

Abstract

Warga binaan pemasyarakatan menghadapi masalah penyesuaian dengan lingkungan baru ketika pertama kali berada di lapas. Salah satu reaksi psikologis yang muncul akibat berpisah dari lingkungan lama dan proses penyesuaian adalah keinginan pulang ke rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika keinginan pulang ke rumah yang dialami warga binaan pemasyarakatan di lapas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan empat orang responden dengan kriteria usia antara 20-30 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan hasil yang diperoleh dilakukan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kategori keinginan pulang ke rumah yaitu ingatan tentang rumah dan keluarga, keinginan kumpul dengan keluarga, perasaan tentang lapas, emosi yang dialami, dan tindakan mengurangi rasa rindu rumah.Prisoners face problems adjusting to a new environment when they enter prison. One of the psychological reactions that arises as a result of separating from the old environment and the adjustment process is homesickness. This research aims to determine the dynamics of homesickness experienced by prisoners in prison. This research used a descriptive qualitative approach involving four respondents with age criteria between 20-30 years. The results showed that there are five categories of homesickness, namely memories of home and family, desire to be with family, feelings about prison, emotions experienced, and actions to reduce homesickness.
Mindfulness dan Penerimaan Diri: Studi Pada Ibu Yang Memiliki Anak Cerebral Palsy Layyina, Ulya; Amna, Zaujatul; Faradina, Syarifah; Dahlia, Dahlia
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 7, No 1: Januari 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v7i1.37176

Abstract

Pengasuhan serta bimbingan secara khusus perlu diberikan kepada anak cerebral palsy agar mampu beraktivitas seperti anak normal lainnya. Keadaan tersebut mengakibatkan ibu mengalami kelelahan fisik dan emosional, sehingga ibu tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa anaknya mengalami cerebral palsy. Untuk dapat memiliki penerimaan diri terhadap anak cerebral palsy, maka ibu perlu berada pada kondisi mindfulness sehingga dapat membantu ibu untuk menerima secara utuh terhadap kondisi diri dan anaknya yang mengalami cerebral palsy. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan mindfulness dan penerimaan diri pada ibu yang memiliki anak cerebral palsy. Sebanyak 60 ibu yang memiliki anak cerebral palsy terlibat sebagai sampel penelitian yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Mindfulness diukur menggunakan adaptasi Mindfulness Attention and Awareness Scale (MAAS), sementara penerimaan diri diukur menggunakan Bergers Self-Acceptance Scale. Analisis data dilakukan menggunakan pearson correlation, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara mindfulness dengan penerimaan diri (p= .00, r= .592) yang dapat diartikan bahwa semakin tinggi mindfulness pada ibu yang memiliki anak cerebral palsy, maka semakin tinggi pula penerimaan dirinya.Exceptional consideration and direction should be given to children with cerebral palsy so that they are able to do activities like other normal children. This situation causes the mother to experience physical and emotional tiredness, so she may not easily accept the fact that her child has Cerebral palsy. To be fully accepting of their children with cerebral palsy, mothers may need to engage in a condition of mindfulness that can help them to fully accept the condition of themselves and their children with cerebral palsy. This study aims to determine the relationship between mindfulness and self-acceptance in mothers who have a child with cerebral palsy. A total of 60 mothers who had children with cerebral palsy were involved as research samples selected using purposive sampling method. Mindfulness was measured using an adaptation of the Mindfulness Attention and Awareness Scale (MAAS), while self-acceptance was measured using Berger's Self-Acceptance Scale. Data analysis was conducted using Pearson correlation, which showed that there was a significant positive relationship between mindfulness and self-acceptance (p= .00, r= .592), which can be interpreted that the higher the mindfulness of mothers who have children with cerebral palsy, the higher the self-acceptance.
(PERBEDAAN IDE BUNUH DIRI PADA MASYARAKAT ACEH DITINJAU DARI JENIS KELAMIN) Mauliza, Siti Rahmi; Amna, Zaujatul; Dahlia, Dahlia; Faradina, Syarifah
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 7 No. 1 (2022): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v7i1.13061

Abstract

The suicide cases seem to be a trend in society, where the perpetrators or victims range from children to the elderly, both male and female. Aceh is one of the provinces that shows that suicide cases tend to increase every year. The existence of suicide cases begins with the idea of suicide in every perpetrator and victim. The purpose of this study was to see the differences in suicidal ideation on Aceh’s people based on gender. A total of 406 Aceh’s people 15-52 years were selective using the purposively technuqe in this reasearch. The results showed that the significance value (p) = 0.921, this means that there was no difference in suicide ideation on Aceh’s people based on gender. Besides, results also showed that 93.6% of Aceh people had low suicidal ideation, 62.2% had moderate suicidal ideation, and 0.2% of the sample had high suicidal ideation.  Kasus bunuh diri seakan menjadi trend di masyarakat saat ini, dimana pelaku atau korban mulai dari anak-anak hingga lansia baik laki-laki maupun perempuan. Aceh termasuk salah satu provinsi yang menunjukkan kasus bunuh diri cenderung meningkat setiap tahunnya. Terjadinya kasus bunuh diri diawali dengan adanya ide bunuh diri pada setiap pelaku maupun korban. Tujuan penelitian dilakukan untuk melihat perbedaan ide bunuh diri pada masyarakat Aceh ditinjau dari jenis kelamin. Sebanyak 406 masyarakat  Aceh yang berusia 15-52 tahun terlibat dalam penelitian yang dipilih secara purposive. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p)=0,921, hal ini dapat diartikan bahwa tidak terdapat perbedaan ide bunuh diri pada masyarakat Aceh ditinjau dari jenis kelamin. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebanyak 93,6% masyarakat Aceh memiliki ide bunuh diri rendah, 62,2% memiliki ide bunuh diri sedang, dan terdapat 0,2% sampel memiliki ide bunuh diri yang tinggi.
Gender, Stress and Smoking Behavior on Young Adults in Banda Aceh Novriana, Hasmelia; Faradina, Syarifah; Afriani, Afriani
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v9i1.515

Abstract

Young adult is a period of adaptation from adolescence to adulthood. The young adult is vulnerable to the onset of stress due to various demands and problems at hand. Stress is often associated with harmful behaviour one being smoking. Not only men but women are now becoming smokers too. The purpose of this study is to determine the relationship between gender, stress, and smoking behaviours in young adults in Banda Aceh. This research used the correlation research design. Incidental sampling technique was used with a total sample of 105 people (57 male smokers and 48 female smokers). Data was collected using an adapted version of the Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Hypothesis test using the Spearman correlation test technique showed a significance of r = 0.37 (p) 0.00 (<0.05) on the relationship between gender and stress which means that women have higher stress than men. Results also showed there is a relationship between gender and smoking behaviour with a significance of r = -0.42 (p) 0.00 (>0.05), which means that men have a higher level of cigarette consumption than women.
Perilaku Cyberslacking dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Sulha, Khalila; Yulandari, Nucke; Iskandar, Iskandar; Faradina, Syarifah
Syiah Kuala Psychology Journal Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v3i2.33422

Abstract

University Students are often faced with various academic demands that require good time management and discipline. However, many of them tend to engage in academic procrastination, which is the habit of delaying tasks or academic responsibilities. One factor that can influence this behavior is cyberslacking, which refers to the use of the internet for non-academic activities during study time. In the digital era, easy access to the internet often tempts students to divert their attention to social media, entertainment, or other activities that reduce academic productivity. The purpose of this study is to examine the relationship between cyberslacking and academic procrastination among students at Syiah Kuala University. This study involved 340 students at USK who were selected using simple random sampling techniques. The measurement tools used in this study were the Academic Procrastination Scale developed by McCloskey and Scielzo (2015) and the Cyberslacking Scale developed by Akbulut (2016). The results of this study indicate a significant relationship between cyberslacking and academic procrastination among students at Syiah Kuala University, with a significant value of p 0.001 (r = 0.181). This means that the higher the level of cyberslacking performed by students, the higher their level of academic procrastination, and vice versa.Mahasiswa kerap dihadapkan pada berbagai tuntutan akademik seperti manajemen waktu dan disiplin yang baik. Namun, banyak di antara mereka cenderung melakukan prokrastinasi akademik, yaitu kebiasaan menunda pengerjaan tugas atau kewajiban akademik. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku ini adalah cyberslacking, yaitu penggunaan internet untuk kegiatan non-akademik selama waktu belajar. Dalam era digital, kemudahan akses internet sering kali membuat mahasiswa tergoda untuk mengalihkan perhatian mereka ke media sosial, hiburan, atau aktivitas lainnya yang mengurangi produktivitas akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku cyberslackling dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini melibatkan 340 mahasiswa di USK yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini Academic Procrastination Scale yang disusun oleh McCloskey dan Scielzo (2015) dan Cyberslacking Scale yang dikembangkan oleh Akbulut (2016). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat adanya hubungan antara perilaku cyberslacking dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala dengan nilai signifikansi p=0,001 (r=0.181) artinya, semakin tinggi cyberslacking yang dilakukan mahasiswa, maka semakin tinggi juga perilaku prokrastinasi pada mahasiswa, begitu pula sebaliknya.
MENULIS EKSPRESIF UNTUK ANAK JALANAN: “SUATU METODE TERAPI MENULIS DALAM DIARY MELALUI MODUL EKSPERIMEN” Fitria, Ida; Faradina, Syarifah; Rizqina, Fathi; Jannah, Taifatul; Fajri, Ayu; Hadi, Fajmal; Sari, Ratna Maya; A'la, Nurul
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 1 No. 1 (2016): Psikoislamedia : Jurnal Psikologi
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v1i1.1486

Abstract

Perancangan modul experimen adalah langkah awal suksesnya sebuah penelitian, terutama dalam penelitian experimental secara kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sebuah modul eksperimen menulis ekspresif yang dirancang oleh peneliti berdasarkan pada rancangan umum dari Pannebaker dan Chung (2007). Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif-eksperimen, Uji T-Dua Sampel yang Berpasangan (Paired-Samples T Test) pada kelompok eksperimen pre dan post test. Tolak ukur keberhasilan modul dinilai dari penurunan kecemasan sosial partisipan pada skala SKS-R dari hasil perbandingan mean pre dan post-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menujukkan keberhasilan pengaplikasian modul menulis ekspresif dengan penurunan 5,2 dari nilai range mean skala kecemasan sosial sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai t yang signifikan. Hasil penelitian ini berkontribusi untuk penambahan sarana pelayanan di panti asuhan untuk mengarahkan anak panti asuhan untuk menulis ekspresif dalam bentuk diary. Kontribusi ini akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan psikologis mereka, mengingat di panti asuhan jumlah pengasuh dengan anak panti asuhan berbanding jauh. Dengan adanya penelitian ini maka pihak panti asuhan dapat menggunakan sarana menulis sebagai alternatif dan tempat anak panti asuhan berkeluh kesah tanpa batasan.
KECENDERUNGAN ADIKSI SMARTPHONE DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN USIA mawarpury, marty -; Maulina, Syanti; Faradina, Syarifah; afriani, afriani
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 5 No. 1 (2020): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v5i1.6252

Abstract

Adiksi smartphone merupakan suatu keadaan dimana individu sulit untuk berhenti menggunakan smartphone dan menyebabkan terjadinya perubahan sosial seperti menarik diri, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kecenderungan adiksi smartphone ditinjau dari jenis kelamin dan usia di kota Banda Aceh. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik quota sampling dengan jumlah 300 sampel. Terdiri dari 150 sampel berjenis kelamin laki-laki dan 150 berjenis kelamin perempuan, berada pada rentang usia remaja dan dewasa awal. Instrumen penelitian yang digunakan adalah adaptasi Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) dengan koefisien nilai reliabilitas penelitian sebesar (α)= 0,928. Uji hipotesis menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai t=-0,313, dengan nilai signifikansi p = 0,754 (p < 0,05) yang tidak terdapat perbedaan kecenderungan adiksi smartphone ditinjau jenis kelamin. Namun pada kategori usia, terdapat kecenderungan adiksi terhadap smartphone dengan nilai t sebesar -1,976 dan p = 0,049 (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan tidak terdapat kecenderungan adiksi smartphone ditinjau jenis kelamin, sedangkan pada kategori usia, remaja memiliki kecenderungan adiksi terhadap smartphone dibandingkan usia dewasa awal.  
Fear of Missing Out (FoMO) and Learning Disengagement in College Students Rahmah, Raudhatur; Afriani, Afriani; Aprilia, Eka Dian; Sulistyani, Arum; Amna, Zaujatul; Faradina, Syarifah
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajop.89151

Abstract

Intensive smartphone use driven by fear of missing out (FoMO) is an early indicator of a student’s learning disengagement. Learning disengagement refers to students’ lack of engagement in the learning process due to distractions caused by smartphone use in the classroom. This research aimed to examine the relationship between FoMO and students’ learning disengagement. The sampling techniques used were multistage cluster sampling and disproportionate stratified random sampling, yielding a sample of 351 students (76 male and 275 female) from several public and private universities in Banda Aceh. Data were collected online and offline using the Learning Disengagement Scale and Online-Fear of Missing Out (ON-FoMO) Scale. Data analysis was conducted using Pearson’s product-moment correlation test. The findings indicate a positive relationship between FoMO and learning disengagement in students (r=0.606; p=0.000, p<0.05), suggesting that higher FoMO is associated with higher learning disengagement. The study indicates the need for strategic policies that require higher education institutions to implement smartphone use rules in class. This policy is important because it can improve students’ digital literacy, enabling them to distinguish between information relevant to academic activities.