Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : IKRA-ITH ABDIMAS

PKM Berantas Dimensia Dengan Sosialisasi Senam Otak Untuk Masyarakat Lansia Di Kampung Nelayan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara Feda Anisah Makkiyah; Yuni Setyaningsih; Melly Kristanti
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 1 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 1 Vol 5 Maret 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.071 KB)

Abstract

Latar Belakang. Angka harapan hidup lansia diprediksi di Indonesia pada tahun 2025mengalami peningkatan. Dimensia diprediksi mencapai 20 persen populasi seluruh dunia di2025. Perlu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah dimensia danmemahami tanda-tanda dari dimensia, sehingga dapat berobat sedini mungkin. Metode PKM.Kegiatan PKM dilakukan diKampung Nelayan RW 17 Kelurahan Penjaringan KecamatanCilincing, kampung nelayan, Jakarta Utara, yang berjarak 76 km dari FK UPN Veteran Jakarta,kegiatan yang dilakukan adalah screening dimensia dengan test mini-cog, penyuluhan tentangdimensia dan bagaimana menjaga kesehatan otak dan demonstrasi senam otak dan peragaanlangsung pada masyarakat usia di atas 45 tahun. Hasil PKM. Sebanyak 30 responden denganusia rata-rata 52.96 tahun, 27 orang wanita mengikuti kegiatan ini yang dibagi menjadi duagelombang, untuk mengikuti protokol kesehatan selama pandemi covid-19. Kebanyakanresponden dengan obesitas dan hipertensi yang merupakan masalah serius di masyarakat.Delapan orang dengan nilai minicog kurang dari 2 (positif untuk dimensia), dan sisanya negatifuntuk dimensia. Kegiatan senam otak diikuti dengan baik oleh masyarakat tersebut. Hasil skoryang didapatkan pada post-test didapatkan penurunan 10% dibandingkan pretest, yangkemungkinan sesuai dengan kejadian dimensia. Penyuluhan dan sosialisasi senam otakdirasakan sangat bermanfaat karena memberikan informasi baru dan menyadarkan masyarakattersebut akan pentingnya kesehatan otak.
Peningkatan Pengetahuan dan Pelatihan Kader Posbindu dalam Mendeteksi Depresi pada Lansia Setyaningsih, Yuni; Harjono Hadiwiardjo, Yanti; Muktamiroh, Hikmah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i2.4060

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan penduduk dengan usia 60 tahun keatas. Lansia masih membutuhkan kasihsayang dari keluarga yang apabila tidak didapatkan menyebabkan lansia menjadi menarik diri dan bisa berakhir menjadi depresi. Depresi yang berkepanjangan pada akhirnya dapat menuju kepada pemikiran kematian atau bunuh diri. Lansia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Posbindu setiap bulan oleh kader yang sudah dilatih oleh Puskesmas. Namun demikian belum banyak kader atau masyarakat yang mengetahui tentang depresi dan bagaimana mendeteksinya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang depresi dan bagaimana mendeteksinya sehingga bisa mencegah perburukan depresi. Pengabdian dilakukan di Posbindu Mutiara sebelas yang dihadiri oleh 32 peserta terdiri dari kader dan masyarakat dengan anggota keluarga lansia. Sebelum kegiatan dilakukan pre test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta, dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan post test untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan peserta. Dari hasil pengabdian ini didapatkan rerata nilai pre test 67,2 dan pada post test 80,3, terjadi kenaikan sebanyak 13,1. Dilakukan pengolahan data dan didapatkan nilai p 0,001 yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta. Dilakukan pula pelatihan mendeteksi depresi pada lansia menggunakan Geriatric Depression Scale yang bisa dipahami dengan baik oleh peserta. Meningkatnya pengetahuan kader dan masyarakat mengenai depresi dan cara mendeteksinya diharapkan dapat diterapkan sehari-hari, agar lansia yang ternyata menderita depresi dapat terdeteksi sejak awal, dan mendapatkan terapiyang sesuai. ABSTRACT The elderly are residents aged 60 years and over. The elderly still need love from family, which if not obtained causes them to become withdrawn and can end up becoming depressed. Prolonges depression can eventually lead to thoughts of death or suicide. Elderly people can get health services at Posbindu every month by kader who have been trained by the Puskesmas. However, not many kader or community know about depression and how to detect it. This community service aim to provide knowledge about depression and how to detect it, so that it can prevent depression from worsening. The service was carried out at Posbindu Mutiara Sebelas, which was attended by 32 participants consisting of kader and community with elderly family members. Before the activity, a pre-test was carried out to determine the participant’s level of knowledge, followed by counselling and ended with a post-test to determine whether there had been an increase in participant’s knowledge. From the results of this service, the average pre-test score was 67,2 and the post-test was 80,3, an increase of 13,1. Data processing was carried out and a p value of 0,001 was obtained, indicating that there was a significant increase in knowledge among the participants. Training was also carried out to detect depression in the elderly using the Geriatric Depression Scale which participants could understand well. It is hoped that increasing knowledge of kader and the community about depression and how to detect it can be applied on a daily basis, so that elderly people who are found to be suffering from depression can be detected early and receive appropriate therapy.