Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Kinerja Pegawai Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat Fatimah, Husnul; Ambarini, Tri Kurniati; Dwi, Yuliani
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-khidmah.v2i2.1457

Abstract

This research aims to determine the effect of employee performance on job satisfaction of Raja Ampat Regency Transportation Service employees. The methods used are observation and literature study. This Field Experience Program (PPL) was carried out for two months, namely from 09 October to 09 December 2023. At that time we were assigned to the personnel section which had the task of managing all administration and documents for employees working at the Raja Regency Transportation Service Ampat. Based on the research results, it can be concluded that employee performance in the Transportation Service can have a significant impact on the success of the organization's mission
HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMK YP 17-1 MALANG Calysta, Saskirana Athaputri; Ambarini, Tri Kurniati
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i3.2046

Abstract

Sistem Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang Nomor 20 Pasal 1 Ayat 1 Tahun 2003, keterangan resmi dari BPK RI menyatakan bahwa tujuan dari pendidikan nasional adalah dengan mewujudkan cita-cita negara, dalam kerangka pendidikan, khususnya di sekolah. Tujuan pendidikan diwujudkan melalui dua hal, pendidikan secara formal dan nonformal. Siswa diharuskan bisa merampungkan pendidikannya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sering ditemukan siswa yang gagal dalam mencapai keberhasilan. Begitu juga di SMK YP 17-1 Malang, siswa mengalami stres akademik karena desakan pendidikan. Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress akademik dengan prokrastinasi akademik siswa di SMK YP 17-1 Malang. Metode dalam penelitian, teknik kuantitatif dengan fokus pada pendekatan korelasional. Hasil penelitian ialah Terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik terhadap prokrastinasi akademik siswa SMK YP 17-1 Malang. Hasil uji hipotesis menegaskan semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin tinggi pula tingkat prokrastinasi akademik yang mereka tunjukkan.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Deteksi Dini Gangguan Jiwa Bagi Kader Surabaya Hebat Di Puskesmas X Effendy, Gabriella Magdalene Tanoei; Ambarini, Tri Kurniati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.19560

Abstract

Gangguan jiwa merupakan permasalahan pada kondisi kesehatan individu pada aspek kognitif, emosi dan perilaku serta mengganggu keberfungsian individu pada berbagai area kehidupan. Prevalensi terjadinya gangguan jiwa menunjukkan peningkatan khususnya di Indonesia, namun hal ini masih diiringi dengan stigma dan kesadaran akan penanganan yang masih minim pada Masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap gangguan jiwa dan memberdayakan masyarakat di wilayah Puskesmas X untuk mengetahui cara deteksi dini gangguan jiwa dengan pemberian psikoedukasi dan pelatihan. Penelitian dilakukan dengan desain one group pretest-posttest terhadap 20 Kader Surabaya Hebat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terhadap gangguan jiwa dan deteksi gangguan (sig. 0.000) dan peningkatan sikap yang lebih positif terhadap ODGJ pada kader. Para kader juga menunjukkan kemampuan dalam melakukan deteksi dini terhadap gangguan jiwa selama proses pelaksanaan kegiatan.
Program Kader Kesehatan Jiwa sebagai Pelaksanaan Upaya Kesehatan Jiwa Dian Wahyu Hastari; Tri Kurniati Ambarini
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i3.7574

Abstract

This study aims to report on the development of mental health workers as part of mental health efforts in primary health care, specifically Community Health Centers (PKM). As the frontline of health services, PKM plays a crucial role in the handling and management of mental health issues in the community. However, not all mental health disorders are optimally reported. Data shows that the number of mental health disorder cases continues to increase annually, while only around 50% are successfully treated. Contributing factors include limited access to services and the uneven distribution of mental health workers. To address these issues, a mental health cadre program was developed. This program is designed to facilitate requests for mental health services through reporting, indexing, outreach, and home visits to patients. Cadres also act as liaisons between patients and primary health care services. The implementation phase begins with a needs assessment through interviews with health workers, patients, and community representatives. Next, selection is carried out based on cadre criteria, followed by recruitment and cognitive behavioral training. Training materials include knowledge of mental disorders, screening techniques, first aid, and evaluation methods. The results of the study using the 4-Level Evaluation Model indicate that the cadres are highly enthusiastic about their new role. There was a significant increase in knowledge between before and after cognitive behavioral training (p<0.001). Furthermore, the number of reported cases of mental health disorders increased, and the program was shown to align with the mission of primary healthcare services. Therefore, the formation of mental health cadres is considered effective in assisting healthcare workers in detecting and identifying patients with mental health problems in the Community Health Center (PKM) work area.