Articles
The Effectiveness of Differentiated Learning Based on Smart Apps Creator (SAC) on Creative Thinking Skills in Class VI IPAS Subjects in Wonogiri Sub-District Public Elementary School
Kristyowening, Dewi;
Atmojo, Idam Ragil Widianto;
Matsuri, Matsuri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i1.98934
Berpikir kreatif merupakan keterampilan yang memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berdiferensiasi berbasis Smart Apps Creator (SAC) terhadap keterampilan berpikir kreatif pada mata pelajaran IPAS kelas VI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel penelitian adalah 69 peserta didik kelas VI di SD Negeri kecamatan Wonogiri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi (R) = 0.508 artinya ada hubungan linear positif antar variabel; koefisien determinasi R Square = 0,849 artinya pembelajaran berdiferensiasi berbasis Smart Apps Creator (SAC) memberikan pengaruh 84,9% terhadap efektivitas keterampilan berpikir kreatif. Nilai signifikan sebesar 0.000 < 0,05 dan nilai t hitung 2,504 > t tabel 1.668, artinya menerima hipotesis alternatif. Kesimpulan penelitian adalah pembelajaran berdiferensiasi berbasis Smart Apps Creator (SAC) efektif terhadap keterampilan berpikir kreatif pada mata pelajaran IPAS kelas VI SD di kecamatan Wonogiri.
The Role of Self-Regulated Learning on Learners' Learning Independence: A Review of the Literature
Hadiyati, Intan Pratiwi;
Matsuri, Matsuri;
Santosa, Eka Budhi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v9i1.117983
Learning independence is an essential competency that supports students in managing their learning actively and responsibly. This study aims to examine the role of self-regulated learning in enhancing students’ learning independence through a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA framework. Data were collected from articles published between 2016 and 2026 in Google Scholar, Springer, Frontiers, and MDPI, then analyzed descriptively and visualized using VOSviewer. The results show that self-regulated learning contributes significantly to students’ learning independence, particularly in goal setting, time management, self-monitoring, and self-evaluation. Bibliometric analysis also indicates a strong relationship between self-regulated learning, learning motivation, and learning independence. Therefore, self-regulated learning is an important factor that should be integrated into the learning process to improve students’ learning independence.
The Potential of Developing Interactive Media Based on Local Wisdom in Improving Reading Skills
Rhokhayati, Rhokhayati;
Slamet, St. Y.;
Matsuri, Matsuri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i1.98996
Keterampilan membaca dan pemahaman literasi merupakan kompetensi terpenting di era digital, sehingga pengembangan media interaktif berbasis kearifan lokal merupakan strategi yang potensial untuk meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan media interaktif berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan keterampilan membaca. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, menggunakan artikel yang diambil secara acak dari jurnal Q1-Q4 yang terindeks di penerbit Elsevier (ScienceDirect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca, keterlibatan yang lebih baik dalam pembelajaran, dan respon positif siswa terhadap materi yang relevan secara budaya. Penggunaan cerita digital dan komik elektronik berbasis kearifan lokal khususnya menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan pemahaman dan minat baca siswa. Namun, implementasi media ini masih menghadapi tantangan yang signifikan, terutama terkait dengan kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran, keterbatasan sumber daya dan infrastruktur, dan kesulitan dalam menjaga relevansi kearifan lokal di tengah perubahan budaya. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan pendekatan yang komprehensif yang mencakup pelatihan guru secara intensif, dukungan infrastruktur yang memadai, dan pengembangan pendekatan holistik dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum modern. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua pemangku kepentingan harus menyadari pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal dalam pengembangan media interaktif untuk meningkatkan keterampilan membaca, serta perlunya strategi yang tepat dalam merancang dan mengimplementasikan media dalam proses pembelajaran.
Implementation of The Teaching Tool Feature in Learning Plane Geometry For 2nd Grade at Sekolah Penggerak
Hapsari, Ririk Woro;
Matsuri, Matsuri;
Supianto, Supianto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i4.110844
The Platform merdeka mengajar is one of the tools created by the government to facilitate teachers in understanding and implementing the kurikulum merdeka in the learning process. However, in practice, many schools have not yet utilized the Platform merdeka mengajar appropriately; teachers are not using the platform in either the planning or implementation stages of learning. The Platform merdeka mengajar has a teaching materials feature that teachers can use as a reference when preparing for instruction. This research aims to describe the implementation of the teaching materials feature in learning activities, specifically for the topic of 2D shapes in the second grade. This study employed a case study method with a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the Platform merdeka mengajar can be implemented in the planning, implementation, and assessment stages of learning. The teaching materials feature provides resources that include CP/ATP, teaching modules, student worksheets, and evaluation instruments. Based on the research conducted, it can beconcluded that the Platform merdeka mengajar can assist teachers in implementing the kurikulum merdeka in the teaching and learning process.
Teacher Leadership in Developing Critical Thinking Skills Through a Discovery Approach
Saputri, Rose Andriyani;
Riyadi, Riyadi;
Matsuri, Matsuri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i1.98877
Studi ini meneliti peran kepemimpinan guru dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis melalui penerapan pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning) di sekolah dasar. Menggunakan metode tinjauan pustaka kualitatif, penelitian ini mengevaluasi literatur yang relevan mengenai kontribusi pemimpin guru sebagai agen perubahan dalam lingkungan pendidikan. Temuan utama menunjukkan bahwa kepemimpinan guru secara signifikan memfasilitasi pembelajaran berbasis penemuan, yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mandiri. Tantangan seperti keterbatasan waktu, sumber daya, dan kesiapan baik dari guru maupun siswa sering kali menghambat keberhasilan pendekatan ini. Studi ini menyoroti pentingnya kebijakan pendidikan yang mendukung inovasi pedagogis, yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Implikasi teoretisnya berkontribusi pada literatur tentang pemberdayaan guru dan pengembangan keterampilan berpikir kritis, sementara implikasi praktisnya mendorong adopsi pembelajaran berbasis penemuan secara lebih luas. Rekomendasi mencakup penguatan pelatihan kepemimpinan guru dan penyediaan sumber daya yang lebih baik untuk sekolah dasar. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi implementasi empiris pembelajaran berbasis penemuan dan mengembangkan model pelatihan yang lebih efektif untuk pemimpin guru.
Optimalisasi Permainan Tradisional Nusantara bagi Guru SD di Indonesia
Atmojo, Idam Ragil Widianto;
Matsuri, Matsuri;
Chumdari, Chumdari;
Adi, Fadhil Purnama;
Ardiansyah, Roy;
Saputri, Dwi Yuniasih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v7i3.91727
Permainan tradisional Nusantara kaya akan nilai budaya dan edukasi, namun kurang optimal dalam pemanfaatannya sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji strategi optimalisasi permainan tradisional Nusantara bagi guru SD di Indonesia. Artikel ini merupakan kajian literatur terkait permainan tradisional Nusantara dan pembelajaran di sekolah dasar. Metode penelitian ini yaitu kajian literatur dengan mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Hasil kajian literatur ditemukan berbagai strategi optimalisasi permainan tradisional Nusantara, antara lain integrasi dengan materi pelajaran, modifikasi aturan dan permainan, pemanfaatan media pembelajaran, dan penyelenggaraan festival permainan tradisional. Implementasi strategi tersebut menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus, kerjasama tim dan komunikasi, dan pengetahuan budaya dan nilai-nilai luhur. Kesimpulan hasil kajian literatur yaitu optimalisasi permainan tradisional nusantara dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar di Indonesia.
Challenges and Readiness of Elementary School Teachers in the Implementation of the Merdeka Curriculum
Retnowati, Ayu Ana Fitri;
Triyanto, Triyanto;
Matsuri, Matsuri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v7i1.84270
This study explores the challenges faced by elementary school teachers in implementing the Merdeka Curriculum. In the era of globalization, education is becoming increasingly complex, emphasizing not only academic aspects but also the adaptability of graduates to the changing world. The aim of this research is to determine the challenges faced by teachers and the readiness of teachers in implementing the independent curriculum. The research employs a qualitative descriptive approach to investigate the preparedness of elementary school teachers in implementing the Merdeka Curriculum. Data collection techniques include observation, interviews, and document analysis. The evaluation of readiness encompasses indicators such as understanding the curriculum structure, planning, the learning process, module preparation, and assessment. Triangulation techniques ensure data accuracy. The findings reveal that teachers exhibit good readiness in planning and conducting lessons aligned with the Merdeka Curriculum. They comprehend the curriculum's principles and actively engage in developing lesson plans following the prescribed standards. Despite this positive outlook, challenges arise in terms of understanding and integrating key concepts, utilizing technology, and adapting assessment methods.
The Role of Spatial Visual Intelligence in the Problem Solving Process of Building Spatial Geometry
Hidayah, Hidayah;
Riyadi, Riyadi;
Matsuri, Matsuri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i4.109327
Visual-spatial intelligence plays an important role in elementary students' geometry problem-solving abilities, but limited research examines how different levels of spatial intelligence affect cognitive strategies in three-dimensional geometry tasks. This study aims to describe the patterns of cognitive strategies used by students with different levels of spatial intelligence and identify specific visualization difficulties encountered during geometry problem solving. This descriptive qualitative research involved in-depth interviews and classroom observations of three fifth-grade students of SDN Karanganyar 03 who were purposively selected based on the categories of high, medium, and low spatial intelligence, with data analyzed using the Miles and Huberman interactive model supported by thematic coding and triangulation techniques. Results showed students with high spatial intelligence demonstrated structured and reflective problem-solving patterns involving mental imagery, sketching, and systematic reasoning, while medium- and low-level students relied on external models or procedural calculations with minimal spatial representation. Students with low spatial capacity often face difficulties with mental rotation, shape manipulation, and visual ambiguity in three-dimensional geometry assignments. This research provides empirical insights into the dynamics of spatial processing in young learners, offering pedagogical implications for improving geometry learning at the elementary school level.
Pemanfaatan Media Pembelajaran 3D Sistem Tata Surya untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas VI SDN 01 Klodran
Yuniarti, Hermin;
Sholikah, Rifatus;
Agustin, Reni Dwi;
Matsuri, Matsuri;
Sulastri, Sulastri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v7i4.97104
Penelitian ini menyelidiki pengaruh media pembelajaran 3D terhadap minat dan pemahaman siswa kelas VI mengenai materi sistem tata surya di SDN 01 Klodran. Penelitian yang dilakukan selama dua siklus menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat siswa, yang tercermin dari peningkatan keterlibatan, perubahan perilaku, dan kinerja akademis. Analisis perbandingan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual yang signifikan, didukung oleh umpan balik positif dari survei siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa media 3D secara efektif mengubah konsep abstrak menjadi pengalaman konkret, sehingga meningkatkan antusiasme dan hasil akademis siswa.
Enhancing Students' Cognitive Learning Outcomes Through Interactive Learning Multimedia "Lumi Education"
Aryfien, Wahyu Noor;
Atmojo, Idam Ragil Widianto;
Matsuri, Matsuri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/shes.v8i1.99005
Materi sistem pernafasan manusia pada mata Pelajaran IPAS bersifat abstrak dan kompleks karena melibatkan berbagai organ. Hasil belajar kognitif peserta didik sekolah dasar berupa nilai rata-rata yaitu 66,3 sebagai indikator pencapaian tujuan pembelajaran masih berada di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal yaitu 70. Hal tersebut ditunjang dengan metode pembelajaran guru yang masih konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan hasil belajar kognitif peserta didik pada pemanfaatan pemanfaatan media pembelajaran interaktif Lumi Education dan konvensional. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan 32 peserta didik kelompok eksperimen dan 34 peserta didik kelompok kontrol. Instrumen soal hasil hasil belajar kognitif peserta didik melalui uji validitas dan reliabilitas hingga diperoleh 15 butir soal. Data dianalisis menggunakan Uji SPSS Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik kelompok eksperimen sebesar 19% dan kelompok kontrol sebesar 6%. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar pretest dan postest kelompok eksperimen dengan p value=0,000 dan kelompok kontrol dengan p value=0,005. Terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan p value= 0,007. Media pembelajaran interaktif Lumi Education dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem pernapasan manusia. Untuk dapat menerapkan Lumi Education diperlukan dukungan kebijakan sekolah untuk fasilitas dan orang tua.