Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMBERDAYAAN IBU-IBU AISYIAH DALAM PEMBUATAN SEDIAAN OBAT TRADISIONAL DARI TANAMAN HERBAL DI RUMAH LANSIA KABUPATEN PEKALONGAN Obat Tradisional dari Tanaman Herbal di Rumah Lansia Kabupaten Pekalongan Pambudi, Dwi Bagus; Ainun Muthoharoh; Slamet , Slamet
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i3.1308

Abstract

Obat tradisional merupakan obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan dan saat ini penggunaannya cukup gencar dilakukan karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkan efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh. Bagian dari obat tradisional yang banyak digunakan atau dimanfaatkan masyarakat diantaranya akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Pada hakikatnya, masyarakat dalam kehidupannya menempatkan tanaman sebagai salah satu komponen penting dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kebutuhan tersebut meliputi peran tanaman sebagai tanaman obat. Sehingga pemanfaatan tanaman sebagai obat masih dipertahankan oleh masyarakat. Prodi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan bersama mitra pengabdian masyarakat yakni Pimpinan Daerah Aisyiyah Kab. Pekalongan bekerja sama untuk meningkatkan kesehatan para anggota Aisyiyah untuk beberapa keluhan kesehatan yang timbul di masyarakat. Upaya dalam peningkatkan kesehatan tersebut dilakukan dengan pemberian obat herbal yang tumbuh di daerah sekitar. Kata kunci: Pemberdayaan, sediaan obat tradisional, tanaman herbal
Identifikasi Bahan Kimia Obat Glibenklamid dan Dexamethasone pada Sediaan Jamu Diabetes serta Ditinjau Aspek Yuridis Pambudi, Dwi Bagus; Qulub, Muhammad Syifaul; Novita, Helfi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasal 37 huruf a Permenkes RI No. 006 Tahun 2012 Tentang Industridan Usaha Obat Tradisional menyatakan bahwa setiap industri danusaha obat tradisional dilarang membuat segala jenis obattradisional yang mengandung bahan kimia hasil isolasi atau sintetikyang berkhasiat obat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmengetahui ada atau tidaknya glibenklamide atau dexamethasoneyang terkandung pada jamu diabetes yang beredar di pasaran sertauntuk mengetahui kekuatan hukum terhadap regulasi obattradisional. Sampel penelitian menggunakan jamu yang beredar diPekalongan. Metode yang digunakan sesuai dengan metode standarBPOM. Hasil tersebut kemudian dilakukan analisis yuridis denganmenggunakan metode yuridis normatif. Hasil penelitian didapatkanbahwa sampel positif mengandung BKO glibenklamide. Regulasiterkait obat tradisional sudah optimal tetapi implementasinya belumoptimal.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)TERHADAP PROFIL FARMAKOKINETIKA PIROKSIKAM Raharjo, Setyo Tri; Pambudi, Dwi Bagus; Mugiyanto, Eko
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piroxicam is one of the NSAID drug that common used in inflammation. Utilizing of herbal medicine along with synthetic drugs can lead to certain interactions, especially the occurrence of pharmacokinetic drug profile changes. The aim of this study is to determine the effect of addition of soursop leaf extract againt pharmacokinetic piroxicam profile. The method used was cross sectional using 6 rabbits, the data were analyzed statistically with t-test using SPSS version 21 program. The results showed that the piroxicam treatment had Cmax = 0.650 ?g / ml, tmax = 3 hours, t ½ = 0.693 hours, and AUC = 0.597 hours.?g / ml, while on treatment of combination of piroksikam with soursop leaf extract have value of Cmax = 0,683 ?g / ml, tmax = 1 hour, t ½ = 0,693 hours, and AUC = 0,652 jam.?g / ml. The result of data analysis using T test showed that there was significant difference in AUC value (p <0,05). These results suggest that the addition of soursop leaf extract may affect the piroxicam pharmacokinetic profile.
Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Terhadap Obat Tradisional Tanpa Izin Edar Di Media Online Pambudi, Dwi Bagus; Raharjo, Danang
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu hal yang penting bagi manusia, dalam menunjang kesehatan, obat merupakan bagian dari pelayanan kesehatan. Obat tradisional saat ini lebih dipilih oleh masyarakat. Pada era globalisasi ini internet menjadi bagian utama dalam segala aspek kehidupan, bahkan proses jual beli obat dapat dilakukan secara online melalui internet. Dampak negatif dari kemajuan internet ini penjualan obat tradisional tanpa izin edar. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang mneyatakan bahwa obat yang akan dijual di masyarakat harus sudah memiliki izin edar. Namun, berdasarkan penelitian terdahulu membuktikan bahwa masih ada obat tradisional tanpa izin edar yang dijual secara online. Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagai lembaga yang mempunyai otoritas dalam menangani masalah obat dan makanan telah melakukan tindakan untuk menangani masalah peredaran obat tanpa izin edar secara online yaitu operasi pangea. Dari hasil operasi pangea yang dilakukan BPOM tahun 2018 ditemukan 201 situs website yang menjual sediaan farmasi ilegal. Izin edar merupakan langkah pencegahan sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen. Obat tradisional tanpa izin edar secara online juga melanggar peraturan UU Kesehatan dan PP No.51 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Obat tradisional tanpa izin edar juga melanggar hak-hak konsumen sesuai dalam UU Perlindungan Konsumen, sehingga patut diduga bahwa obat tradisional tanpa izin edar tidak terjamin keamanan dan khasiatnya.
Aspek Hukum Mengenai Penayangan Periklanan Pengobatan dan Kesehatan Tradisional Berdasarkan Regulasi di Indonesia Pambudi, Dwi Bagus; Kholidah, Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sosial Humaniora dan Ekonomi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi menjadi kepercayaan bagi produsen obat khususnya pengobatan tradisional untuk memasarkan produk dan layanannya. Sementara pada saat ini banyak terjadi penayangan iklan pengobatan tradisional yang melanggar peraturan perundang-undangan. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui aspek hukum mengenai penayangan periklanan pengobatan dan kesehatan tradisional berdasarkan regulasi di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisi data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Komisi Penyiaran Indonesia memiliki tanggung jawab dan berwenang dalam pengawasan keberadaan iklan tersebut. Tetapi pengawasan KPI kurang efektif. KPI tidak memiliki wewenang untuk menjatuhkan sanksi berat bagi pelanggarnya sehingga pelanggar tidak mengalami efek jera, begitu juga dengan pemerintah yang tidak dapat memberikan sanksi terlalu berat karena layanan pengobatan tradisional masih banyak diminati di masyarakat luas sehingga perlu ada regulasi tingkat hukum yang bisa mengakomodasi masalah. Pelanggaran yang sering terjadi pada penayangan iklan pengobatan tradisional yaitu durasi penayangan yang melebihi ketentuan, dan penggunaan kata yang melanggar aturan seperti kata aman, tidak berbahaya, bebas efek samping, bebas resiko, penggunaan kata yang superlatif, misalnya paling, nomor satu, top, atau kata-kata yang berawalan ter- serta kata-kata yang menjanjikan. Iklan produk dengan kata-kata tidak ada efek samping yang dapat ditafsirkan salah terhadap keamanannya dan menawarkan sesuatu janji kesembuhan yang belum pasti. Hal ini akan berdampak pada pasien yang sudah termakan janji iklan, dimana adanya hak-hak konsumen yang dirugikan karena hal tersebut. Dalam Islam hak-konsumen sangat dilindungi agar terhindar dari kerugian. Jual beli akibat iklan yang tidak jujur seperti contoh di atas sudah dapat digolongkan ke dalam jual beli yang tidak memenuhi syarat umum sahnya sebuah jual beli. Syarat umum yang hilang adalah jual beli harus bebas dari cacat. Kesimpulannya, iklan pengobatan tradisional bertentangan dengan hukum yang berlaku dan dalam perjalanannya pemerintah dan masyarakat harus berperan aktif dalam proses pengawasan terhadap iklan-iklan seperti ini agar hak-hak konsumen terpenuhi.
Urgensi Informed Consent dalam Tindakan Medis pada Pasien Gawat Darurat Fajriyah, Nuniek Nizmah; Pambudi, Dwi Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informed consent merupakan sebuah persetujuan yang diberikan kepada pasien setelah mendapatkan informasi yang lengkap. Tujuan dari pemberian informed concent ini agar pasien dapat menentukan keputusannya sendiri sesuai dengan pilihan yang dipilihnya. Dalam mengevaluasi studi kasus ini digunakan metode yuridis normatif. Pada kondisi gawat darurat informed concent tidak diperlukan apabila dapat menghambat tindakan penyelamantan nyawa pasien, dalam hal ini tenaga kesehatan yang tidak memberikan informed concent pada pasien gawat darurat tidak dapat dipersalahkan karena telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Implementasi Swamedikasi Di Apotek Se-Kabupaten Pemalang Terhadap Kepuasan Pelanggan Mufidah, Nur; Pambudi, Dwi Bagus; Wirasti, W
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan yaitu suatu tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapan. Swamedikasi merupakan upaya untuk menggunakan atau memperoleh obat tanpa resep, saran dokter, resep, pengawasan terapi atau penggunaan obat untuk pengobatan diri sendiri tanpa konsultasi dengan petgas kesehatan.Tingkat kepuasan konsumen merupakan indikator yang digunakan untuk mengevaluasi suatu mutu pada pelayanan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kepuasan pelanggan yang melakukan swamedikasi dengan kepentingan pelayanan obat di apotek se-Kabupaten Pemalang. Metode penelitian yaitu deskriftif kuantitatif dengan teknik consecutive sampling dan menggunakan analisis univariat. Kesimpulan penelitian ini didapatkan nilai tingkat capaian responden sebesar 73,6% dengan kategori puas.
Gambaran Karakteristik Pemakaian Golongan Kortikosteroid Pada Pasien Anak di Puskesmas Kesesi I Kabupaten Pekalongan Ayu, Roro; Pambudi, Dwi Bagus; Permadi, Yulian Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tergolong dalam individu yang sangat rentan terhadap obat karena sistem dalam tubuhnya yang belum sempurna untuk merespon dan memetabolisme obat dalam tubuh secara baik. Penggunaan kortikosteroid pada pasien anak yang berlebihan bisa menimbulkan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau bisa dikatakan dengan moon face. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kortikosteroid pada pasien anak di Instalasi Rawat Jalan Puskesmas Kesesi I. Penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif retrospektif secara purposive sampling. Data yang diambil adalah rekam medik Bulan Desember Tahun 2020 yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 45 pasien pediatrik dan 85 pasien yang tereksklusi, Dari hasil yang diperoleh meliputi jenis kelamin dibagi menjadi 2 Laki – Laki dan Perempuan masing mempunyai frekuensi Laki – Laki sebanyak 26 yang persentasenya 57,8%, sedangkan Perempuan lebih sedikit sebanyak 19 yang mempunyai persentase 42,2 %. Dari data yang diperoleh meliputi kategori masalah pilihan obat, masalah dosis obat, masalah efek samping hasilnya sama yaitu mempunyai persentase 8, 9 % dari 45 pasien.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dengan Menggunakan Metode DPPH Pambudi, Dwi Bagus; Raharjo, Danang; Fajriyah, Nuniek Nizmah; Sya'bania, Muti'
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh pada dasarnya dapat diatasi oleh antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat atau menunda serta memperlambat reaksi oksidasi. Penggunaan tanaman obat dianggap memiliki efek sebagai sumber antioksidan alami salah satunya adalah daun kersen. Kersen memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan tanin. Terdapat penelitian bahwa tumbuhan Kersen yang mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid berguna sebagai penangkap radikal bebas yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa kuat kandungan antioksidan yang terdapat dalam ekstrak daun Kersen ini. Ekstrak dibuat dengan menggunakan metode maserasi dan dievaluasi meliputi kadar air dan aktivitas antioksidan. Sampel aktivitas antioksidan diuji dengan menggunakan metode penangkapan radikal bebas DPPH dengan pelarut metanol. Hasil uji kadar air ekstrak daun Kersen yaitu 1% dan pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun Kersen yang didapatkan nilai Y = 19,55 x + 7,965 dan R2 = 0.9468 sehingga mendapatkan nilai IC50 2,15 ?g/mL yang termasuk kategori sangat kuat karena IC50 <50 ?g/mL.
Edukasi Bahaya Pada Pangan Untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Di Desa Karangjompo Rahmasari, Khusna Santika; Pambudi, Dwi Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food safety is something that must be considered because it has an impact on human health. The lack of information and knowledge about food that is safe for consumption and the negative impact of food containing hazardous materials causes there are still many cases of food poisoning. This community service activity aims to provide education regarding the dangers of food to health in order to improve the health quality of the people of Karangjompo Village, Tirto District, Pekalongan Regency.The method of implementing this community service activity is to provide education in the form of counseling. Knowledge and experience in the food sector are expected to provide implications for food safety such as halal, healthy, clean, and nutritionally balanced food. The result of this community service activity is an increase in knowledge about food hazards by 13.22%.