Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Pisang Kapas (Musa paradisiaca Linn.) Sebagai Bioetanol Huda, Muhammad Syahrian; Rahmasari, Khusna Santika; Nur, Achmad Vandian; Pambudi, Dwi Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol adalah etanol yang berasal dari tumbuhan melalui proses biologi (enzimatik atau fermentasi). Bahan baku bioetanol dapat berasal dari pati, gula, selulosa. Kulit pisang kapas mengandung selulosa yang dapat dijadikan sebagai bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit pisang kapas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dan mengetahui kadar bioetanol yang dihasilkan oleh kulit pisang kapas berdasarkan lamanya waktu fermentasi. Pembuatan bioetanol dilakukan dengan metode hidrolisis asam dan hidrolisis enzim dengan variasi waktu fermentasi yakni 4 dan 7 hari. Penentuan kadar bioetanol berdasarkan hasil analisis dengan metode Gas Chromatography (GC). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kulit buah pisang kapas dapat dimanfaatkan sebagai bioetanol. Kadar bioetanol yang diperoleh pada masing-masing variasi waktu fermentasi berdasarkan metode hidrolisis asam dan hidrolisis enzim yaitu sebesar 11 % dengan fermentasi 4 hari dan 18,47 % dengan waktu fermentasi 7 hari. Sedangkan pada metode hidrolisis enzim pada hari ke 4 dan 7 secara berturut-turut sebesar 12,54 % dan 22,54 %.
Uji Stabilitas Fisik Formula Sediaan Sheet Mask Ekstrak Daging Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica L.) Ulfa, Nadia Salsabila; Pambudi, Dwi Bagus; Wirasti, W; Rahmasari, Khusna Santika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging buah asam jawa berkhasiat sebagai antioksidan. Penambahan ekstrak daging buah asam jawa (Tamarindus indica L.) pada sediaan essence sheet mask diperkirakan mempengaruhi stabilitas fisik dari sediaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji stabilitas fisik sediaan essence sheet mask yang mengandung ekstrak daging buah asam jawa (Tamarindus indica L.) dengan berbagai konsentrasi (3%, 5%, dan 7%). Uji stabilitas fisik pada sediaan essence sheet mask dilakukan setelah penyimpanan selama 14 hari menggunakan uji cycling test (2°±40° C). Parameter stabilitas adalah organoleptis, pH, uji daya sebar, viskositas dan cycling test. Hasil ketiga formulasi menunjukkan stabilitas yang sesuai persyaratan sediaan gel diuji pada pengamatan organoleptis, pH, uji daya sebar, viskositas dan cycling test.
Lotion Antioksidan Ekstrak Etanol Selada Air (Nasturtium Officinale R. Br) Metode Beta Carotene Bleaching (BCB) Sulaiman, Naila Iva Amalina Putri; Wirasti, W; Pambudi, Dwi Bagus; Waznah, Urmatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada air merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid/steroid dan tannin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan lotion ekstrak etanol herba selada air (Nasturtium Officinale L. R. Br). Metode penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode Beta Carotene Bleaching (BCB). Pengujian stabilitas lotion meliputi dengan uji organoleptik, homogenitas, pH dan viskositas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik ANOVA untuk mengetahui pengaruh variasi ekstrak etanol herba selada air (Nasturtium Officinale R. Br) terhadap aktivitas antioksidan dan stabilitas sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etanol selada air sebesar 72,23±0,47 ?g/mL, sedangkan pada sediaan lotion berturut-turut formulasi 1, 2 ,3 sebesar 104,13±0,20 ?g/mL, 100,50±0,88 ?g/mL dan 98,37±1,02 ?g/mL. Hasil uji stabilitas menunjukkan sediaan stabil masih dalam rentang SNI. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan lotion mengandung antioksidan sedang dengan sediaan yang stabil.
Skrining Fitokimia Dan Penetapan Nilai SPF Ekstrak Etanol Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Khoiriyah, Nisa'ul; Pambudi, Dwi Bagus; Slamet, S; Rahmatullah, St.
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang berfungsi sebagai photoprotective serta memiliki aktivitas antioksidan yang dapat melindungi permukaan kulit dari radikal bebas yang disebabkan oleh paparan radiasi sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang dapat berpengaruh terhadap nilai Sun Protection Factor (SPF) serta mengetahui nilai SPF dari ekstrak etanol kulit buah kakao. Penelitian ini menggunakan metode reaksi dengan pereaksi warna serta metode spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui nilai SPF dari ekstrak etanol kulit buah kakao. Nilai SPF ekstrak etanol kulit buah kakao dianalisis dengan persamaan Mansur. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol kulit buah kakao mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, dan fenol. Ekstrak etanol kulit buah kakao pada konsentrasi 1.250, 2.500, 3.750, dan 5.000 ppm menunjukkan nilai SPF secara berturut-turut 14,88 ± 0,19, 26,74 ± 0,18, 35,10 ± 0,14, 38,70 ± 0,05.
Efektivitas Dressing Madu Terhadap Waktu Penyembuhan Luka Pada Kelinci (Galur Wistar ) Faradisi, Firman; Aktifah, Nurul; Pambudi, Dwi Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka merupakakn kerusakan pada lapisan epidermis atau lebih dalam yang diakibatkan perubahan patofisiologi yang menjadi asal utama terjadi luka. Nutrisi merupakan salah satu factor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka. Karbohidrat merupakan nutrisi yang digunakan sel sebegai energy dalam proses penyembuhan luka. Alternatif dressing yang dapat digunakan adalah madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi evektivitas dressing menggunakan madu. Uji t-dependent (paired sample t test) digunakan untuk mengetahui keefektivan dressing. Dressing madu diperoleh nilai t hitung sebesar 5.547 (p = 0,001 < 0,05). Artinya pemberian madu efektif dalam penyembuhan luka. Hasil ini menunjukan bahwa pemberian madu mempercepat penyembuhan luka.
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) Terhadap Jamur Candida albicans Dengan Metode Sumuran Cahyaningrum, Galuh Surya; Slamet, S; Wirasti, W; Pambudi, Dwi Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lengkuas merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai antijamur. Lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenol, tannin, saponin, flavonoid dan terpenoid yang memiliki fungsi sebagai fungisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak (Alpinia galanga (L) Willd) dapat mengetahui efektifitas antifungi terhadap jamur Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sumuran pada uji aktivitas antijamur ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) dan metode maserasi untuk ekstraksi lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd). Analisis data yang diperoleh menunjukkan ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) memiliki aktivitas antifungi pada konsentrasi 5% memiliki daya hambat sebesar 9,10 mm, konsentrasi 10% memiliki daya hambat sebesar 10,16 mm dan konsentrosi 15% memiliki daya hambat sebesar 11,43 mm terhadap jamur Candida albicans yang merupakan kategori kuat.
Pengaruh Penggunaan Pati Umbi Porang (Amorphophallus Oncophyllus Prain Ex Hook.F) Sebagai Bahan Pengikat Pada Tablet Ekstrak Etanol Kulit Buah Menteng Rosyada, Jihan Amrina; Rahmatullah, St.; Pambudi, Dwi Bagus; Ningrum, Wulan Agustin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain ex Hook.f) merupakan salah satu jenis talastalasan yang mengandung pati yang dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada formulasi tablet. Kulit buah menteng mengandung zat yang bermanfaat sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan pati umbi porang (Amorphophallus oncophyllus Prain ex Hook.f) sebagai bahan pengikat pada tablet ekstrak etanol kulit buah menteng. Penelitian ini menggunakan metode granulasi basah dengan konsentrasi pati 5%, 10% dan 15%. Evaluasi pada tablet yang dilakukan yaitu uji organoleptis, keseragaman bobot dan ukuran, kekerasan, kerapuhan serta uji waktu hancur. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengacu pada literatur persyaratan yang telah ditetapkan oleh BPOM RI. Kedua formula memenuhi syarat dalam uji evaluasi granul dan tablet. Hasil yang optimal yaitu terdapat pada formula III dengan konsentrasi amilum 15 %. Evaluasi granul meliputi uji kadar air 1,00 %, uji waktu alir 1,46 detik, uji sudut diam 14,57º, dan uji kompresibilitas 5,06 %. Evaluasi tablet meliputi uji organoleptis dengan bentuk bulat cembung dan warna putih tulang, uji keseragaman bobot dengan rata-rata 694,5 mg, uji keseragaman ukuran dengan diameter 1,80 cm dan tebal 0,80 cm, uji kekerasan 4,2-4,6 kg, uji kerapuhan 0,05 %, dan uji waktu hancur 11 menit 53 detik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan pati umbi porang (Amorphopallus oncophyllus Prain ex Hook.f) sebagai bahan pengikat berpengaruh terhadap sifat fisik tablet ekstrak etanol kulit buah menteng (Baccaurea racemosa (Reinw. ex Blume) Müll. Arg.)
Optimasi Emulgator pada Sediaan Body Scrub Ekstrak Etanol Daun Bakau Hitam (Rhizophora mucronata Lam.) Maulidah, Lia Khusnul; Pambudi, Dwi Bagus; Rahmatullah, St.; Waznah, Urmatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sediaan Body Scrub ekstrak etanol daun bakau hitam (Rhizophora mucronata Lam.) merupakan pemanfaatan dari limbah daun bakau hitam sebagai produk kosmetik. Suatu sediaan Body Scrub akan baik apabila menggunakan emulgator yang sesuai.Tween 80 merupakan suatu emulgator yang bersifat hidrofilik, sedangkan Span 80 merupakan emulgator dengan gugus lipofilik lebih dominan. Tween 80 dan Span 80 akan membentuk emulsi yang baik dan tidak terpengaruh pada perubahan elektrolit maupun pH. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formula yang optimal dengan variasi konsentrasi emulgator pada sediaan body scrub ekstrak etanol daun bakau hitam (Rhizophora mucronata Lam.). Sediaan Body Scrub dievaluasi fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas dan uji stabilitas. Hasil dari analisis formula yang paling optimal yaitu formula 5 dengan perbandingan Tween dan Span 1 : 10.
Uji Aktivitas Anti Fungi Ekstrak Daun Sambang Colok (Aerva Sanguinolenta L. Blume) Terhadap Jamur Candida albicans Dengan Metode Sumuran Safitri, Yuliana Nurul; Pambudi, Dwi Bagus; Rahmatullah, St.; Wirasti, W
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, terdapat tanaman hias yakni Daun Sambang Colok (Aerva sanguinolenta L.Blume) yang digunakan oleh penduduk setempat untuk pengobatan haid tidak teratur dan keputihan. Sambang colok (Aerva Sanguinolenta L.Blume) merupakan suatu tanaman hias yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenol, saponin, alkaloid, flavonoid, steroid dan tanin yang memiliki fungsi sebagai fungisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak Daun Sambang Colok (Aerva Sanguinolenta L.Blume) memiliki aktivitas anti fungi terhadap jamur candida albicans. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sumuran. Analisis data yang diperoleh menunjukan bahwa ekstrak daun sambang colok memiliki aktivitas anti fungi pada konsentrasi 10% memiliki diameter zona hambat terbesar yaitu 7,90 mm yang tergolong kategori sedang, pada konsentrasi 8% memiliki diameter sebesar 7,40 mm yang tergolong kategori sedang, pada konsentrasi 5% memiliki diameter zona hambat 6,80 mm yang tergolong kategori sedang, pada konsentrasi 3% didapatkan diameter sebesar 6,55 mm yang tergolong kategori sedang, pada konsentrasi 2% didapatkan diameter zona hambat sebesar 4,15 mm yang tergolong kategori lemah, pada konsentrasi 1,5% memiliki diameter 3,80 mm yang tergolong kategori lemah, dan pada konsentrasi 1 % didapatkan hasil terendah yaitu 3,05 mm yang tergolong kategori lemah. Dari hasil yang didapatkan bahwa nilai konsentrasi hambat minimum ekstrak daun sambang colok yaitu pada konsentrasi 1% karena pada konsentrasi minimum sudah memiliki kemampuan untuk menghambat jamur candida albicans
Pemanfatan Tanaman Obat Herbal Untuk Penyakit Degeneratif Pada Kelompok Ibu-Ibu Pca Kabupaten Pekalongan Slamet, Slamet; Muthoharoh, Ainun; Pambudi, Dwi Bagus; Fuad, Asfal; Setianto, Gigih
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10562528

Abstract

Degenerative disease is a disease that usually occurs in old people. This disease accompanies the age of a person who has decreased organ function due to old age. Sick humans will try to treat minimal illnesses by utilizing plants that grow around them. The aim of this PkM is to introduce plants that are around us for the treatment of these degenerative diseases. The method used is lecture accompanied by questions and answers. The results obtained from this PkM are additional knowledge and understanding about herbal plants that can be used for the treatment of degenerative diseases such as hypertension, cholesterol, arthritis, gout and diabetes and how to make medicinal preparations. The results of understanding the material presented are measured by the results of the pre-test and post-test.