Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PROGRAM MITIGASI BENCANA KEBAKARAN PADA INDUSTRI PENGELOLAHAN PAKAN TERNAK KARANGANYAR Setyawan, Haris; Qadrijati, Isna; Fajariani, Ratna; Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Rinawati, Seviana; Atmojo, Tutug Bolet; Sari, Ica Yuniar; Putri, Pinka Widiani; Utami, Panca Anisa
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1707

Abstract

Bencana kebakaran akan menimbulkan banyak kerugian, baik kerugian pada manusia dan harta benda. Oleh karena itu, kesiapsiagaan darurat sangat diperlukan untuk dapat mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran, salah satunya melalui program mitigasi bencana kebakaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan 3 program mitigasi bencana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan tenaga kerja menghadapi kebakaran. Ada 3 metode program dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi program peringatan dini, program simulasi pemadaman api dan program evakuasi bencana. Evaluasi program menggunakan kuestioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan pekerja sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 22 pekerja berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan terjadi peningkatan skor pengetahuan kebakaran, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 6,82 meningkat menjadi skor post-test sebesar 7,6. Penerapan 3 program mitigasi bencana kebakaran ini dapat meningkatkan skor rata-rata pengetahuan pekerja, akan tetapi tidak menunjukkan hasil yang signifikan saat diuji perbedaan menggunakan Uji Paired Sample T-Test (p-value= 0.053).  
RISK FACTORS FOR COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) IN HOSPITAL ADMINISTRATION WORKER Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Qadrijati, Isna; Setyawan, Haris; Fajariani, Ratna; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Atmojo, Tutug Bolet; Rinawati, Seviana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2587

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah gangguan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer atau perangkat elektronik. Kondisi ini mengacu pada kumpulan gejala kelelahan mata yang timbul akibat kebiasaan menatap layar komputer atau gadget dalam durasi yang panjang. Pekerja administrasi rumah sakit merupakan bagian penunjang pelayanan pasien yang bekerja selama 8 jam per hari di depan layar komputer yang dituntut untuk mengerjakan pekerjaan administrasi secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit di Surakarta. Faktor risiko CVS pada penelitian ini yaitu usia, masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel peneltian ini yaitu pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta sebanyak 128 responden dengan menerapkan metode pengambilan sampel acak. Instrumen penelitian yang dipakai terdiri dari kuesioner faktor risiko CVS yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, serta kuesioner CVS-Q yang disebarkan melalui Google Form. Penelitian ini menggunakan uji Chi Square untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko usia berhubungan signifikan dengan CVS (p = 0,028 < 0,05), sedangkan faktor risiko masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata tidak berhubungan dengan CVS (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia merupakan faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta. Oleh karena itu, responden sebaiknya melakukan senam mata untuk menurunkan gejala CVS.
Efektivitas Konsumsi Air Kelapa Muda Untuk Menurunkan Kelelahan Kerja Dengan Indikator Asam Laktat Darah Pada Pekerja Wanita Unit Weaving Wardani, Tyas Lilia; Maulidya Naimatul Fadzila; Afrian Eskartya Harjono; Reni Wijayanti; Isna Qadrijati; Jihan Faradhisa; Rachmawati Prihantina Fauzi; Rici Riansyah; Rizqy Kartika Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4356

Abstract

Lingkungan kerja yang panas menyebabkan pengeluaran energi tambahan saat tubuh beradaptasi dengan suhu area kerja, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pekerja dan menyebabkan kelelahan. Survei awal pada PT X menunjukkan bahwa iklim kerja panas unit weaving adalah 30,2℃ dengan 9 dari 10 pekerja mengalami kelelahan sedang. Tujuan penelitian menganalisis efektivitas konsumsi air kelapa muda untuk menurunkan kelelahan kerja. Desain penelitian ini quasi-eksperiment dengan model desain nonequivalent control group desain. Populasi penelitian ini 100 pekerja weaving. Purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sampel 50 responden yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen masing-masing 25 orang. Kelompok eksperimen diberi intervensi dengan mengonsumsi air kelapa muda sebanyak 350 ml selama 5 hari kerja sedangkan kelompok kontrol tidak. Kelelahan kerja diukur melalui pemeriksaan kadar asam laktat darah sebelum dan sesudah intervensi yang kemudian dianalisis dengan uji statistik Paired Sample t-Test dan Independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan kelelahan kerja kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan p-value=0,245 (p>0,05) dan kelelahan kerja kelompok eksperimen terdapat perbedaan signifikan p-value< 0,001 (p<0,05). Kelelahan kerja antar kelompok terdapat perbedaan yang signifikan p-value=0,016 (p<0,05) dengan nilai effect size Cohen’s d sebesar 0,71. Disimpulkan bahwa konsumsi air kelapa muda efektif untuk menurunkan kelelahan kerja pada pekerja wanita unit weaving.