Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Pemberdayaan Perempuan sebagai Bentuk Penguatan Strategi Pengarusutamaan Gender dalam Situasi Bencana di Kabupaten Klaten Nur Hafida, Siti Hadiyati
Jurnal SOLMA Vol 8 No 1 (2019): Jurnal SOLMA
Publisher : Uhamka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.437 KB) | DOI: 10.29405/solma.v8i1.3058

Abstract

Gender problems are one of the problems that arise during a disaster. Women's are often seen as weak communities so women's roles when pre, current and post-disaster situations are very minimal. The condition of vulnerability to disasters more is further aggravated in the post-disaster period. Women who are victims of disasters often have not received special attention in the refugee camps. This is because the role of women in post-disaster conditions is still very minimal. The involvement of women only at the stage of managing foodstuffs besides that, women that involved are not women victims of the disaster but volunteers. Women can empower communities in disasters because of the skills and capacities of women when doing domestic activities at home (caring for children, washing, cleaning the house, etc.). Based on the conditions in Klaten Regency, there needs to be socialization and education regarding the importance of the gender mainstreaming strategy in disasters, especially post-disaster period. Dissemination and education to strengthen the gender mainstreaming strategy is carried out by providing material on trauma healing due to disasters through songs. Women have the ability as caregivers who are better than men, therefore empowering women when a post-disaster situation becomes an aspect that needs attention in the disaster management cycle.
Pemberdayaan Perempuan sebagai Bentuk Penguatan Strategi Pengarusutamaan Gender dalam Situasi Bencana di Kabupaten Klaten Siti Hadiyati Nur Hafida
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.437 KB) | DOI: 10.29405/solma.v8i1.3058

Abstract

Permasalahan gender menjadi salah satu permasalahan yang muncul pada saat bencana. Masyarakat perempuan seringkali dianggap sebagai masyarakat yang lemah sehingga, peran perempuan saat situasi pra, saat dan pasca bencana sangatlah minim. Kondisi kerentanan bencana semakin diperparah pada saat pasca bencana. Perempuan korban bencana seringkali belum mendapatkan perhatian khusus di lokasi pengungsian. Hal tersebut dikarenakan peran perempuan dalam kondisi pasca bencana masih sangat minim. Keterlibatan perempuan seringkali hanya pada tahap pengelolaan bahan makanan selain itu, perempuan yang terlibat seringkali bukan merupakan perempuan korban bencana melainkan relawan. Perempuan dapat melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bencana karena keterampilan dan kapasitas perempuan pada saat melakukan kegiatan domestik di rumah (menjaga anak, mencuci, membersihkan rumah, dll). Berdasarkan kondisi yang ada di Kabupaten Klaten, perlu adanya sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam bencana, khususnya pasca bencana. Sosialisasi dan edukasi untuk memperkuat strategi PUG saat situasi pasca bencana dilakukan dengan pemberian materi mengenai pemulihan trauma/trauma healing akibat bencana melalui lagu. Perempuan memiliki kemampuan sebagai caregivers yang lebih baik jika dibandingkan dengan laki-laki oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan saat situasi pasca bencana menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam siklus penanggulangan bencana.
Penguatan Kapasitas Guru Sekolah Menengah Atas Terkait Kemampuan Literasi dan Adaptasi Bencana Erupsi Gunung Merapi Hafida, Siti Hadiyati Nur; Kesumaningtyas, Mayang Arum; Wijayanti, Alfina
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.18099

Abstract

Background: Indonesia is a country with a high level of volcanic activity, including repeated eruptions of Mount Merapi, which have had an impact on the environment and surrounding communities. In this context, strengthening teacher capacity is essential to improve disaster literacy and adaptation in schools so that it can support student preparedness and resilience in facing disaster risks. The purpose of this community service activity is further to strengthen teachers' understanding of disaster adaptation and literacy. This community service activity further strengthens teachers' understanding of disaster adaptation and literacy skills. Methods: Community service activities use socialization and education methods related to disaster adaptation and literacy skills. In addition, the community service team encourages participants to understand the integration of disaster material in the learning process to encourage increased disaster adaptation and literacy skills. Results: The results of the community service show that after participating in this activity, participants began to understand the importance of integrating disaster material into the learning process because it will be related to 21st-century skills. Participants also realized that through this integration, lifelong learning can be achieved. Conclusion: Disaster material is still very limited in its integration into learning; it is necessary to have an understanding and readiness from each teacher in the field of science to understand and integrate it into every learning activity.
Pemberdayaan Perempuan sebagai Bentuk Penguatan Strategi Pengarusutamaan Gender dalam Situasi Bencana di Kabupaten Klaten Nur Hafida, Siti Hadiyati
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v8i1.3058

Abstract

Permasalahan gender menjadi salah satu permasalahan yang muncul pada saat bencana. Masyarakat perempuan seringkali dianggap sebagai masyarakat yang lemah sehingga, peran perempuan saat situasi pra, saat dan pasca bencana sangatlah minim. Kondisi kerentanan bencana semakin diperparah pada saat pasca bencana. Perempuan korban bencana seringkali belum mendapatkan perhatian khusus di lokasi pengungsian. Hal tersebut dikarenakan peran perempuan dalam kondisi pasca bencana masih sangat minim. Keterlibatan perempuan seringkali hanya pada tahap pengelolaan bahan makanan selain itu, perempuan yang terlibat seringkali bukan merupakan perempuan korban bencana melainkan relawan. Perempuan dapat melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bencana karena keterampilan dan kapasitas perempuan pada saat melakukan kegiatan domestik di rumah (menjaga anak, mencuci, membersihkan rumah, dll). Berdasarkan kondisi yang ada di Kabupaten Klaten, perlu adanya sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam bencana, khususnya pasca bencana. Sosialisasi dan edukasi untuk memperkuat strategi PUG saat situasi pasca bencana dilakukan dengan pemberian materi mengenai pemulihan trauma/trauma healing akibat bencana melalui lagu. Perempuan memiliki kemampuan sebagai caregivers yang lebih baik jika dibandingkan dengan laki-laki oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan saat situasi pasca bencana menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam siklus penanggulangan bencana.
Co-Authors Afif Baihaqi Verinza Ali, Fierda Abdullah Alif Akbar Irfansyah Almuntaqo Zainuddin Alviedo Bagoes Satria Alya Hamidah Amelia Pertiwi Amin, Moh Afif Khoirul Anggi Nuryanti Ariandi, Arga Prasetya Bening Ati Nastiti Bima, Dadang Surya Churun Cholina Silfia Ciptosari, Dewi Candra Dadang Surya Bima Danick Wahyu Pratiwi Dewa Maulana Ibrahim Djalal Fuadi Eka Wahyu Lestari Eka Wulan Safriani Elvina Dara Puspita Elvina Mukti Satiti Eva Yulianti Eva Yulianti Fajri Irfani Riswan Farhan, Novandra Faza Mayestha Aji Fibula Risnanti Fierda Abdullah Ali Hamidah, Alya Handayani, Erfin Dwi Fitria Hardika Dwi Hermawan Harun Joko Prayitno Hidayat, Manarul Ibnu Abdullah Aris Ibrahim, Dewa Maulana Ibrahim, Mohd Hairy Indah Prasetyowati Intaniasari, Yossinta Ismiyatin, Laela Jan Wantoro Jati, Kurniawan kesumaningtyas, mayang arum Kuncara, Ramadhan Bima Kusumaningrum, Hanifah Laila Fitri Mayrosidah, Laila Fitri Mayrosidah Laila Masruroh Lestari, Widya Widi Lilis Karunia Atmaja Lintang Ronggowulan Masruroh, Laila mayang arum kesumaningtyas Mazlini Adnan Meggy Novitasari Meliani Meliani Meliani, Meliani Misya Silvia Mohd Hairy Ibrahim Muhammad Jolang Umar Mucthar Muhammad Yusuf Ariyadi Muhammad Zakki A Muthia Kusuma Insani Nastiti, Bening Ati Negal Hendriyanto Ningrum, Rizky Septiana Novianti, Alvin Dwi Nur Aida Farani Nurhadi Nurhadi Nurul Anggita Pahleviannur, Muhammad Rizal Pertiwi, Amelia Pratiwi, Citra Dwi Puspita Indra Wardhani Puspitasari, Windy Rahmat Riandi Suparno Rahmat Riandi Suparno Ratih Puspita Dewi Ratih Puspita Dewi, Ratih Puspita Ratnasari Diah Utami Reygina, Novita Rokhmah, Akhirul Insan Nur Sabar Narimo Sahira, Gigih Yulia Saifulloh Rizqi Wijayanto Sapuntala, Anggik Satria, Alviedo Bagoes Setyawati, Lia Silfia, Churun Cholina Sindi Ashyari Putri Siti Azizah Susilawati Siti Azizah Susilawati Siti Nur Hidayatush Sholikah Siti Zuhriah Ariatmi Sochiba, Salma Lutfiani Sofyan Anif Sri Pujiati Suharjo Suharjo Suharjo Suharjo Suharjo Suharjo Sunanih Suparno, Rahmat Riandi Sutama Sylvia Mildiana Ningrum Taufiq, Muhammad Luqman Toni Ahmad Subekti Tri Setyaningsih Usmaningtyas Ayu Dwi Septiningrum Uswatun Nikmah Vita Tranismawati Wahyu Widiyatmoko Wahyu Widiyatmoko Wardani, Vifi Ayu Wijayanti, Alfina Windy Puspitasari Wulandari, Diyah Ayu Yudiantari, Amalia Luthfi Yuniandari, Kartika Yunus Aris Wibowo