Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pembuatan dan Karakterisasi Asap Cair dari Kayu Batang Kopi (Coffea Sp) serta Aplikasinya sebagai Koagulan Lateks Noza Alika Puteri; Deni Agus Triawan; Charles Banon; Ria Nurwidiyani
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v4i1.35484

Abstract

Asap cair merupakan uap hasil pembakaran suatu bahan baku yang dihasilkan dari proses pirolisis. Proses pirolisis akan menyebabkan terjadinya penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu seperti lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan melakukan karakterisasi dari kayu batang kopi serta mengaplikasikannya sebagai koagulan lateks. Proses pirolisis dilakukan selama 6 jam yang menghasilkan asap cair sebesar 14,17%, memiliki warna coklat kehitaman dan berbau asap yang menyengat. Nilai pH yang didapatkan adalah 2,939 ± 0,003, kadar air pada asap cair sebesar 25,84%, dan kadar asam total sebesar 10,36 ± 0,459%. Asap cair yang diaplikasikan sebagai koagulan lateks dengan berbagai konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dan sebagai pembanding asam formiat 2% dan lateks tanpa perlakuan meghasilkan waktu koagulasi yang berbeda. Asap cair dengan konsentrasi 15% lebih cepat menggumpal dibandingkan dengan asam formiat yaitu berturut-turut 6,15 menit dan 9,10 menit, hal ini dikarenakan bahwa asap cair memiliki keasaman yang lebih tinggi. Dari hasil ini koagulan dengan asap cair konsentrasi 15% memiliki kemampuan lebih baik dari koagulan pembanding yaitu asam formiat. Hasil uji organolpetik pada koagulum menyatakan bahwa asap cair dapat mengubah bau busuk menjadi bau asap dengan tekstur yang dihasilkan menjadi padat, tetapi warna yang dihasilkan berwarna hitam. Penelitian ini menunjuukan bahwa asap cair kayu batang kopi dapat digunakan sebagai alternatif koagulan lateks
Application of FTIR Spectroscopy and Chemometric to Differentiate Azadirachta excelsa (Jack.) Jacobs Leaves Extracts Based on Solvent Polarity and Assessment of Antibacterial Activity Adfa, Morina; Erliana, Dina; Wiradimafan, Khafit; Triawan, Deni Agus; Yudha S., Salprima; Avidlyandi, Avidlyandi; Rafi, Mohamad
Molekul Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2024.19.2.10790

Abstract

ABSTRACT. Azadirachta excelsa is a plant belonging to the same genus as the Indian neem (Azadirachta indica) which is expected to have similar biological activities. However, its active components and pharmacological effects are limited. The composition and quantity of these metabolites in A. excelsa may differ due to different polarities of extracting solvents, so selecting an effective extractive solvent with a high level of biological activity is important. Therefore, in this study, we examined differences in the metabolite finger printing using FTIR-based metabolomics, as well as evaluated their antibacterial activity against Staphylococcus aureus (ATCC 6538) and Escherichia coli (ATCC 8739). A. excelsa was extracted using chloroform, ethyl acetate, ethanol p.a., 70% and 50% ethanol. Extracts obtained were analyzed using FTIR and the inhibition zones were then determined. The results showed that principal component analysis (PCA) could distinguish each sample based on the extraction solvent. In this study, we found 50% and 70% ethanol extracts had similar metabolite compositions and concentrations based on their respective FTIR spectrum. The inhibition zone of A. excelsa extracts ranged from 12.37-17.20 mm and 13.88-15.89 mm against S. aureus and E.coli, respectively. The chloroform extract was more effective against both bacteria. Duncan's further test showed that chloroform extract reduced E. coli similarly to ethyl acetate but not S. aureus. While 50%, 70%, and ethanol p.a. extracts inhibited S. aureus and E. coli equally. Based on these results, the polarity of the extracting solvent had an important influence on the metabolite profile and antibacterial activity of A. excelsa. Keywords: Azadirachta excelsa, antibacterial activity, metabolite fingerprinting, FTIR.
PELATIHAN APLIKASI PEMBELAJARAN KIMIA DI MADRASAH ALIYAH AL HASANAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH Asdim, Asdim; Triawan, Deni Agus; Banon, Charles; Trihadi, Bambang
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v6i1.2716

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang penggunaan aplikasi ChemBio Office dan ChemSketch untuk menunjang pembelajaran kimia di Madrasah Aliyah Al Hasanah Bengkulu Tengah. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dan pemberian informasi tentang aplikasi dengan metode ceramah. Disamping penyampaian informasi, metode ceramah ini juga dimaksudkan memberikan motivasi kepada peserta untuk berfikir kritis tentang penggunaan aplikasi chem-bio-office dan ChemSketch dalam proses belajar dan mengajar. Metode diskusi digunakan sebagai media komunikasi saat pelatihan berlangsung sehingga terjadi komunikasi dua arah antara pemateri dan peserta pelatihan. Setelah informasi tersampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan instalasi aplikasi dengan bantuan pemateri. Setelah instalasi aplikasi selesai, dilanjutkan dengan demonstrasi melalui pemberian contoh dalam pengguaan aplikasi chem-bio-office dan ChemSketch oleh pemateri. Setelah demonstrasi selesai, peserta diperkenankan untuk melakukan praktik langsung penggunaan aplikasi chem-bio-office dan ChemSketch tentunya dengan bimbingan pemateri. Kegiatan ini dapat diikuti dengan baik oleh peserta dan tingkat antusias peserta cukup tinggi yang ditunjukkan bahwa hampir semua anggota pelatihan mencoba dan memahami seluruh rangkaian proses pelatihan.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi L.) TERHADAP PENGAWETAN TELUR AYAM KAMPUNG Aura Aprilia Ningsih; Deni Agus Triawan
Laboratory Journal : Jurnal Laboratorium Sains Terapan Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3369/jlst.1.1.18-26

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan pengawetan telur ayam kampung dengan perendaman ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi dan lama perendaman di dalam ekstrak daun belimbing wuluh terhadap pengawetan telur ayam kampung. Kadar esktrak daun belimbing wuluh divariasi mulai dari 10%, 15%, dan 20%, serta menggunakan telur tanpa perlakuan sebagai blanko. Lama perendaman telur ayam kampung dalam larutan belimbing wuluh divariasi dari 1 jam, 3 jam, dan 5 jam. Lama penyimpanan telur ayam kampung 21 hari. Telur yang diawetkan dengan larutan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L.) dianalisa untuk menentukan pH telur, nilai haugh unit telur dan nilai IKT. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tinggi konsentrasi akan memberikan efek terhadap kualitas telur. Konsentrasi 15% dan 20% adalah konsentrasi yang baik digunakan untuk pengawetan telur ayam kampung semakin lama perendaman telur ayam kampung pada larutan ekstrak daun belimbing wuluh juga mempengaruhi kualitas telur.
Adsorption Study of Carbon Chitosan Composite Beads from Ketapang Fruit Shell (Terminalia catappa L) on Methylene Blue Dyes Nurwidiyani, Ria; Sigiro, Chelin Dion; Putranto, Agus Martono Hadi; Triawan, Deni Agus
Stannum : Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6 No 2 (2024): October 2024
Publisher : Department of Chemistry - Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jstk.v6i2.5631

Abstract

Carbon chitosan composite beads were synthesized using chitosan and activated carbon from Ketapang fruit shells (Terminalia catappa L) using PVA as a crosslinker. The adsorbent was synthesized with a chitosan: activated carbon ratio of 0.8 grams versus 0.2 grams. Material characterization using FTIR shows the presence of C-O, N-H, C-N, C=O, C-H, and -OH functional groups. Adsorption of carbon chitosan composite beads on methylene blue achieved maximum results at a contact time of 75 minutes using an adsorbent mass of 0.15 grams with an adsorption percentage reaching 97%. The adsorption kinetics follows a pseudo second order kinetic model with a k value of 1.3467 mg-s-.
Profil Morfologi dan Difraksi Arang Hasil Pirolisis Beberapa Jenis Kayu Lokal Provinsi Bengkulu, Indonesia: Morphology and Diffraction Study of Charcoal By-Products from the Pyrolysis of Several Local Woods from Bengkulu Province, Indonesia Nurwidiyani, Ria; Triawan, Deni Agus; Rahman, Arief Aulia; Yudha, Sal Prima
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 10 No. 3 (2024): December Edition
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2024.v10.i3.17289

Abstract

Wood, as a basic material for the furniture industry, creates waste problems in the form of wood sawdust. Wood sawdust is a material that can be utilized by processing it through a pyrolysis process to produce liquid smoke and charcoal. Charcoal resulting from sawdust pyrolysis of Azadirachta excelsa, Durio zibhetinus, Swietenia mahagoni, and Coffea sp. wood has different characteristics. Pyrolysis was carried out at 300–350 °C for 6 hours. Characterization was carried out using SEM-EDS and XRD. Based on the research, it is known that the character of the charcoal resulting from pyrolysis using XRD shows that the charcoal composition of each wood has similar characteristics, as indicated by the presence of a broad peak at 2 theta 25° indicating that the charcoal formed has an amorphous structure. In comparison, the 2 theta peaks of 17° and 29° respectively, indicate the presence of lignin and CaCO₃ in charcoal. The morphological structure of the charcoal surface based on the results of SEM analysis shows a similarity in morphology between Swietenia mahagoni and Coffea sp. Wood charcoal with small pore diameters and distances apart, as well as between Durio zibhetinus and Azadirachta excelsa wood charcoal, which resembles a honeycomb structure. The composition of charcoal resulting from pyrolysis shows that the largest component of charcoal is carbon with a percentage of 45.4-56%, calcium with a percentage of 10-15.2%, and oxygen with a percentage of 22.5-38.4%, with minor components in the form of aluminum, boron, silicon, and potassium.
Pendampingan Pembuatan Kompos Kulit Kopi pada Petani Kopi di Desa Watas Marga Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong Triawan, Deni Agus; Nurwidiyani, Ria; Notriawan, Doni; Mawarti, Siska
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i1.2163

Abstract

Tingginya produksi kopi di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu menghasilkan kulit kopi yang cukup besar (40% - 50%). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pembuatan kompos pada masyarakat petani kopi di Desa Watas Marga, Rejang Lebong guna mengoptimalkan potensi kulit kopi yang merupakan hasil samping pada proses pengolahan kopi. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya penyampaian informasi, diskusi dan tanya jawab seputar proses pembuatan kompos dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos dari kulit kopi. Pembuatan kompos didasarkan dengan bantuan bakteri pengompos yaitu starter EM4. Komposisi kompos yang dibuat dengan dengan variasi kulit kopi : kotoran sapi berturut-turut 80:20 dan 50:50. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi ditunjukkan dengan keaktifan saat penyampaian informasi maupun saat praktik pembuatan kompos. Kompos yang dihasilkan memiliki kandungan hara yang sesuai untuk pupuk pertanian. Evaluasi saat kegiatan dapat diketahui bahawa terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan dibandingkan sebelum kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dapat menjadi solusi dalam optimalisasi potensi kulit kopi dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jika diproduksi dalam skala yang lebih besar.
Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin sebagai Solusi Penerangan di Desa Karang Panggung Bengkulu Tengah Ernis, Gustria; Gultom, Fades Br.; Triawan, Deni Agus; Haryanto, Hery
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i1.295

Abstract

Permasalahan utama masyarakat Desa Karang Panggung, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah adalah kurang optimalnya penerangan lampu yang bersumber dari PLN dan tingginya biaya penggunaan lilin setiap harinya. Disamping itu, minyak goreng jelantah yang dibuang begitu saja tanpa pengolahan yang terukur, akan membutuhkan perbaikan lingkungan yang tidak hanya sulit, tapi juga akan membutuhkan biaya yang besar. Selain dimanfaatkan sebagai bahan bakar biodiesel dan biofuel, minyak jelantah juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pembuatan lilin. Oleh karena itu tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dapat membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan minyak goreng jelantah menjadi lilin sebagai solusi alternatif penerangan di Desa Karang Panggung, Bengkulu Tengah. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara sosialisasi dan praktik secara langsung oleh ibu-ibu rumah tangga di Desa Karang Panggung. Metode pembuatan lilin dari minyak jelantah adalah memanaskan minyak jelantah dengan penambahan asam stearat (stearic acid) yang ditempatkan pada wadah tertentu sehingga akan bertahan terus-menerus. Hasil pengabdian masyarakat memperlihatkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sasaran dan telah berhasil membuat lilin berwarna-warni serta beraroma terapi yang dimanfaatkan sebagai solusi alternatif penerangan.
Classification using FTIR and UV-Vis spectra combined with chemometrics and GC-MS profiles of Brucea javanica fruit extracts with different extracting solvents Triawan, Deni Agus; Banon, Charles; Nurwidiyani, Ria; Adfa, Morina
Jurnal Riset Kimia Vol. 16 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v16i2.816

Abstract

Brucea javanica L. Merr. has long been used for its antimalarial, anti-diabetic, antibacterial, and antioxidant effects. Its bioactivity depends on both its chemical constituents and the type of solvent employed during extraction. Integrating FTIR and UV-Vis spectral data with chemometric approaches enables classification of fruit extracts based on the solvent used, while GC-MS analysis provides detailed compound identification. Using sonication, extraction with methanol, ethyl acetate, and n-hexane produced yields of 30.61% ± 0.80, 19.20% ± 0.75, and 18.12% ± 0.89, respectively. FTIR spectra were recorded over 600–4000 cm⁻¹, and UV-Vis spectra were measured across 200–800 nm. Analysis showed that ethyl acetate and n-hexane extracts exhibited similar profiles, which differed from that of the methanol extract. PCA successfully distinguished all three extracts, with cumulative PC1 and PC2 values above 70%. FTIR-based PCA provided better separation due to its broader fingerprint region compared to UV-Vis spectra. GC-MS results revealed that the compound profiles were largely similar across the extracts, although more compounds were detected in the methanol extract than in the ethyl acetate or n-hexane extracts.
Pelatihan Pembuatan Lilin Dari Minyak Goreng Bagi Warga Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah Syahfitri, Nova; Tasari E, Novi; Rahim, Nuraini Berliana Repiyati; Sari, Melyanda Yulita; Heriansyah, Heriansyah; Triawan, Deni Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3225

Abstract

Pembuatan lilin dari minyak goreng merupakan inovasi untuk mengatasi keterbatasan penerangan di Desa Sukarami, Bengkulu Tengah, yang sering mengalami pemadaman listrik. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu desa melalui pelatihan pembuatan lilin ramah lingkungan berbahan dasar minyak goreng dan asam stearat. Penambahan asam stearat berfungsi meningkatkan kekerasan dan daya tahan lilin sehingga lebih ekonomis dan praktis untuk kebutuhan rumah tangga. Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan minyak goreng, asam stearat, pewarna, dan bahan tambahan lain, kemudian dituangkan ke dalam cetakan lilin. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta yang mampu mempraktikkan pembuatan lilin secara mandiri. Selain sebagai solusi alternatif penerangan saat pemadaman listrik, kegiatan ini juga membuka peluang usaha rumahan yang dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan produk energi alternatif berbasis masyarakat.